
Foto: Google Images
Tiplek adalah salah satu material yang biasanya dimanfaatkan untuk membangun rumah.
Bobot ringan dan harganya yang terjangkau menjadi alasan utama mengapa banyak orang memilih material ini.
Banyak orang yang mungkin saja mengira triplek hanya terdiri dari satu jenis.
Namun, pada kenyataannya ada banyak macam macam triplek yang bisa kamu gunakan sesuai kebutuhan.
Apa Itu Triplek?
Sebelum mengetahui macam-macamnya, ada baiknya kamu memahami terlebih dahulu pengertian dari triplek itu sendiri.
Triplek adalah sebuah plywood pabrikan yang terbuat dari beberapa lapis kayu veneer yang direkatkan secara bersamaan menjadi sebuah papan.
Material satu ini termasuk ke dalam olahan kayu yang paling sering digunakan untuk berbagai kebutuhan, terutama untuk membangun bagian indoor rumah.
Papan triplek menjadi sangat diminati karena sifatnya yang fleksibel dan sangat mudah untuk dibentuk untuk menyesuaikan dengan kebutuhan.
Dalam pembuatannya, kayu triplek dibuat dari kumpulan lembaran kayu tipis atau yang juga dikenal sebagai veneer.
Kemudian, kayu tipis tersebut direkatkan menggunakan lem dengan arah serat atau urat kayu yang diatur agar hasilnya kuat.
Umumnya serat dibuat dengan saling bersilangan 90 derajat dan ditumpuk dalam jumlah ganjil.
Hal tersebut dimaksudkan supaya tidak terjadi pembengkokan atau warping yang bisa membuat triplek menjadi tidak bisa dipakai.
Jenis Triplek
Terdapat beberapa jenis triplek yang biasa digunakan dalam membangun rumah.
Setiap jenis ini mempunyai perbedaan dari kegunaannya.
Langsung simak penjelasannya di bawah ini, ya!
1. Partikel Board/ Triplek Low Density Fiberboard

Foto: Pinterest
Partikel Board atau Tripel Low Density Fiberboard adalah jenis triplek yang paling ringan dan lunak.
Sering disebut LDF, partikel board merupakan jenis triplek pabrikan yang dimanufaktur dari sisa pecahan kayu, serbuk kayu atau sisa hasil gergajian.
Terkadang, partikel board juga ditambahkan dengan resin sintetik yang lalu di-press bersamaan menjadi hasil akhir.
Partikel board biasanya memiliki harga terjangkau.
2. Medium Density Fiberboard

Foto: Dekoruma
Medium Density Fiberboard atau bisa disebut MDF adalah jenis triplek yang terbuat dari gabungan serat kayu lunak dan keras.
Kedua bahan tersebut kemudian ditempelkan dengan lem bertemperatur dan bertekanan tinggi.
Kekuatan dan daya tahannya setingkat lebih baik daripada LDF.
Secara umum, jenis triplek ini sering digunakan untuk pembuatan kabinet atau kerajinan tangan.
Kelemahan MDF adalah tidak tahan air, tapi bisa dicat untuk variasi warna.
3. Multiplek

Foto: Pinterest
Hampir mirip dengan partikel board, jenis triplek multiplek merupakan salah satu triplek yang ringan tapi kuat.
Material triplek jenis ini terbuat dari kulit kayu yang disusun dan direkatkan secara berlapis-lapis.
Setelah itu, susunan bahan dasarnya akan diproses dengan menggunakan mesin press bertekanan tinggi sehingga menghasilkan multiplek.
Jenis triplek ini memiliki tekstur cukup rapat dan daya tahannya juga tinggi, serta tahan air sehingga sering digunakan di perabot, multiplek umumnya bisa tahan lama dan awet.
4. Jenis Triplek Teakblock

Foto : Dekoruma
Teakblock adalah papan triplek dari bahan kayu jati, tapi bukan kayu jati solid.
Bahan utamanya adalah lembaran kayu jati yang dipress menjadi satu.
Teakblock sering digunakan sebagai bahan flooring desain lantai atau pelapis papan kayu.
Daya tahannya cukup memuaskan dan unggul dari segi estetika yang lebih elegan.
Baca juga: Harga Lantai Kayu Terbaru (Beserta Cara Pemasangannya)
5. Blockboard

Foto: Google Images
Blockboard adalah tiga lapisan kayu dari serat yang berbeda-beda lalu di-press menjadi satu.
Bahan blockboard biasanya adalah kayu lunak tapi memiliki daya tahan yang fleksibel dan tidak mudah patah.
Penggunaan blockboard sering didapati pada rak, meja, bangku, panel kayu, lemari atau pintu.
Karena sifatnya yang ringan, triplek jenis ini juga mudah diaplikasikan sebagai bahan bangunan, baik pada interior maupun eksterior rumah.
6. Jenis Triplek PVC

Foto: Tokopedia.com
Jenis triplek selanjutnya adalah triplek PVC.
Triplek PVC dikenal sangat tahan terhadap api, air, dan bahan kimia lainnya.
Bobotnya sangat ringan sehingga mudah digunakan.
Triplek jenis ini juga memiliki sifat insulasi yang baik sehingga cocok digunakan untuk proyek yang membutuhkan kontrol suhu.
7. Jenis Triplek Melamin

Sesuai dengan namanya, jenis triplek ini memang dilapisi oleh melamin sehingga tampilannya terlihat sangat halus dan antigores.
Triplek ini biasanya digunakan untuk interior ruangan, seperti meja, kabinet dapur, dan lain sebagainya.
Kelebihan dan Kekurangan Triplek
Setelah mengetahui macam macam triplek yang ada di pasaran, ada baiknya juga mengetahui kelebihan dan kekurangan dari bahan material satu ini.
Nah, berikut kelebihan dan kekurangan dari triplek.
Kelebihan Triplek:
- Mudah dibentuk dan dipasangkan di mana saja karena teksturnya yang fleksibel, ringan, dan mudah di daur ulang.
- Kokoh, dapat digunakan sebagai komponen pembangun rumah atau material dasar pembuatan furnitur.
- Dibuat dengan metode ukuran yang sangat tepat dan seragam sehingga memiliki permukaan yang halus dibandingkan dengan jenis kayu yang lain.
- Kecuali MDF dan particle board, semua jenis kayu lapis yang sudah kita bahas di atas cenderung tahan air ketimbang jenis kayu komersial lainnya.
- Tersedia dalam berbagai macam ketebalan dan ukuran sehingga memudahkan kita untuk mengaplikasikannya di rumah.
- Ukurannya tidak akan berubah seperti besi karena tidak akan memuai atau menyusut.
- Dapat tahan di bawah cuaca dan suhu ekstrem di Indonesia apabila dipasang dan dirawat dengan benar.
- Cukup terjangkau.
Kekurangan Triplek:
- Tidak tahan air terlalu lama.
- Tidak sekuat atau sepadat kayu solid, namun memang harganya lebih murah.
- Kurang ramah lingkungan.
- Tidak bisa diukir atau dipahat untuk estetika kerajinan tangan.
Baca juga: 5 Langkah Cara Menghitung Biaya Bangun Rumah Sendiri
Itulah penjelasan tentang jenis triplek yang biasa digunakan.
Semoga informasi ini bermanfaat, ya!