
Atap limas adalah salah satu jenis atap rumah yang banyak digunakan di Indonesia karena tampilannya yang simetris, elegan, dan mampu menahan tekanan angin dengan baik.
Untuk menunjang konstruksinya, baja ringan kini menjadi pilihan utama dibandingkan dengan material lain.
Namun, sebelum memulai pemasangan, penting untuk mengetahui perhitungan kebutuhan baja ringan untuk atap limas secara tepat agar biaya dan material tidak terbuang sia-sia.
Perhitungan kebutuhan baja ringan untuk atap limas sebenarnya tak sesulit seperti yang dibayangkan.
Kamu hanya perlu mengikuti langkah-langkah di bawah ini!
Keunggulan Baja Ringan untuk Atap Limas

Pemilihan baja ringan untuk atap limas sejatinya bukan tanpa alasan.
Sebab, material yang satu ini memilik banyak sekali keunggulan.
Adapun keunggulan baja ringan untuk atap limas antara lain:
1. Bobotnya Ringan dan Kuat
Keunggulan utama dari baja ringan adalah bobotnya yang ringan.
Meskipun ringan tetapi jangan salah, karena baja ringan sangat kuat dan tidak mudah rusak.
2. Tahan Terhadap Karat
Baja ringan dikenal sebagai material yang tidak mudah berkarat.
Sebab, material ini terbuat dari baja ringan yang dilapisi oleh lapisan antikarat sehingga kamu tak perlu khawatir jika ingin menggunakannya dalam jangka waktu lama.
3. Fleksibel
Atap limas identik dengan bentuk segitiga yang membutuhkan material fleksibel agar dapat menyesuaikan bentuknya dengan presisi.
Nah, baja ringan menjadi pilihan yang tepat karena mudah dibentuk dan mampu mengikuti berbagai kontur atap secara efisien.
Baca juga: 9 Model Bentuk Atap Rumah, Minimalis hingga Industrial
Cara Menghitung Kebutuhan Baja Ringan untuk Atap Limas

Lalu, bagaimana cara mengetahui kebutuhan baja ringan untuk atap limas?
Berikut langkah-langkah yang perlu dilakukan seperti dilansir dari berbagai sumber.
1. Perhatikan Dimensi Atap
Dimensi atap dapat diketahui dari panjang, lebar, dan kemiringannya.
Untuk kemiringan atap limas, bisa diketahui dengan menggunakan rumus berikut:
1/2 x lebar bangunan x cos a (kemiringan sudut atap).
2. Cara Menghitung Kebutuhan Baja Ringan untuk Mengetahui Ketinggian Atap Limas
Jangan lupa juga untuk menghitung ketinggian atap.
Adapun rumus menghitung ketinggian atap adalah 1/2 x lebar bangunan x tan a (kemiringan sudut atap).
3. Menghitung Luas Atap
Cara mengetahui kebutuhan baja ringan untuk atap limas selanjutnya adalah dengan mengetahui luas atap.
Kamu bisa menghitung luas atap limas dengan rumus:
(Panjang bangunan + overstek) x (lebar bangunan + overstek) / cos 35.
4. Ketahui Jarak Antar Rangka
Secara umum, jarak antar rangka untuk baja ringan berkisar antara 1 meter hingga 1,5 meter.
Angka tersebut tidak mutlak karena dapat disesuaikan kembali dengan spesifikasi dan jenis material.
Jika masih ragu dengan jarak antar rangka yang tepat, kamu dapat berkonsultasi dengan produsen atau ahli tepercaya.
5. Cara Menghitung Kebutuhan Baja Ringan untuk Atap Limas dengan Mengetahui Jumlah Rangka Utama dan Rangka Penopang
Penting untuk menghitung jumlah rangka utama dan rangka penopang secara tepat.
Jumlah rangka utama dapat diketahui dengan rumus: Panjang atap : jarak antar rangka.
Sementara itu, rangka penopang biasanya dipasang pada interval tertentu sepanjang rangka utama, sesuai kebutuhan struktur dan beban atap.
6. Bahan Lain
Dalam pemasangan baja ringan untuk atap limas umumnya membutuhkan bantuan dari bahan lain, seperti konektor maupun baut.
Bahan lain yang juga dibutuhkan adalah material penutup yang biasanya terbuat dari material seng atau bahan lainnya.
Kamu juga perlu memperhitungkan bahan-bahan tersebut.
Baca juga: Bikin Adem, Inilah 8 Jenis Atap Rumah yang Tidak Panas
Nah, itulah cara menghitung kebutuhan baja ringan untuk atap limas.
Semoga informasi di atas bermanfaat!