Simulasi KPR BPJS Ketenagakerjaan, Syarat hingga Manfaatnya

Last update: 3 Mei 2025 5 min read
Author:

Foto: Unsplash

Kredit Pemilikan Rumah (KPR) sering kali dipakai oleh mereka yang ingin segera memiliki rumah tapi belum memiliki dana yang cukup.

Mereka dapat membayar uang muka (down payment) sebagai jaminan kepada bank, dan sisanya akan dibayarkan melalui cicilan dalam jangka waktu (tenor) tertentu.

Begitulah idealnya, walau pada praktiknya masih banyak yang enggan mengambil rumah KPR karena beberapa alasan tertentu.

Untuk mengatasinya, BPJS Ketenagakerjaan bersama dengan PT Bank Tabungan Negara (BTN) meluncurkan fasilitas pembiayaan KPR untuk nasabahnya.

Jika tertarik, Anda bisa simak simulasi KPR BPJS Ketenagakerjaan di bawah ini.

Apa Itu KPR BPJS Ketenagakerjaan?

Apa Itu KPR BPJS Ketenagakerjaan

Foto: Moneter.id

BPJS TK atau BPJS Ketenagakerjaan adalah kebijakan pemerintah yang bertujuan untuk memberikan perlindungan sosial kepada seluruh pekerja di Indonesia.

Sekarang, BPJS Ketenagakerjaan juga bisa digunakan untuk para pekerja untuk memiliki hunian idaman. 

Cara kredit rumah dengan BPJS merupakan bagian dari Manfaat Layanan Tambahan (MLT) yang diberikan BPJS kepada peserta program Jaminan Hari Tua (JHT).

Fasilitas ini bisa dijadikan pilihan bagi pekerja yang ingin membeli rumah tapi kekurangan dana atau tidak memenuhi syarat untuk memperoleh KPR di bank. 

Untuk mengajukan KPR BPJS ketenagakerjaan, pekerja harus memenuhi syarat-syarat tertentu, yang akan dibahas pada poin berikutnya.

Syarat Pengajuan BPJS Ketenagakerjaan untuk Beli Rumah

Syarat Pengajuan BPJS Ketenagakerjaan untuk Beli Rumah

Foto: iStock

Dalam pengajuan membeli rumah dengan BPJS, ada dua cara yang bisa dilakukan. 

Pertama, pengajuan yang dilakukan oleh perusahaan, dan kedua dengan metode ambil rumah dengan BPJS secara mandiri.

Masing-masing metode tersebut membutuhkan dokumen dan prosedur yang berbeda. 

Agar lebih jelasnya, berikut beberapa syarat pengajuan BPJS untuk membeli rumah sesuai dua metode tersebut.

tebus rumah

Perusahaan yang telah mendaftar ke BPJS Ketenagakerjaan:

  • SIUP atau Surat Izin Usaha Perdagangan (asli dan fotokopi)
  • NPWP Perusahaan (asli dan fotokopi)
  • Akta Perdagangan (asli dan fotokopi)
  • Salinan Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Kartu Keluarga (KK) masing-masing karyawan
  • Pas foto berwarna 2×3 milik masing-masing karyawan.

Pekerja mandiri:

  • Surat izin usaha yang diminta pada pihak kelurahan setempat
  • Salinan KTP dan Kartu Keluarga (KK)
  • Pas foto berwarna 2×3.

Namun sebelum mengajukan dokumen-dokumen di atas, ada beberapa hal yang harus dipenuhi terlebih dahulu, seperti:

  • Pekerja merupakan peserta BPJS Ketenagakerjaan
  • Perusahaan tertib regulasi administrasi dan pembayaran iuran
  • Belum memiliki rumah sendiri
  • Peserta aktif membayar iuran
  • Mendapat persetujuan dari BPJS Ketenagakerjaan
  • Dalam pengawasan OJK (Otoritas Jasa Keuangan).

Baca juga:

9 Tips agar Pengajuan KPR Disetujui Bank serta Syaratnya

Ada pula beberapa poin spesifik untuk mendapatkan KPR dari fasilitas yang disediakan oleh BPJS Ketenagakerjaan, yaitu:

  • Pengajuan KPR hanya dilakukan satu kali
  • Jumlah KPR maksimal Rp500 juta rupiah
  • Hanya dapat diajukan oleh suami atau istri.

Seperti yang tercantum pada poin kedua, jumlah KPR yang bisa diambil maksimal adalah Rp500 juta.

Untuk mempermudah pencarian Anda, bisa cek beberapa rekomendasi rumah di 99.co Indonesia yang dijual di bawah Rp500 juta berikut ini:

Cara Kredit Rumah dengan BPJS Ketenagakerjaan

Cara Kredit Rumah dengan BPJS Ketenagakerjaan

Foto: iStock

Lantas bagaimana cara kredit rumah dengan BPJS? Cara pengajuannya sendiri kurang lebih mirip dengan pengajuan KPR ke bank.

Berikut langkah-langkahnya:

  1. Pengajuan kredit BPJS KT melalui bank tertunjuk. Pada proses ini, pastikan Anda membawa fotokopi kartu peserta BPJS KT sesuai yang diminta oleh bank
  2. Setelah diterima, proses selanjutnya adalah verifikasi riwayat kredit melalui Bank Indonesia. Umumnya Anda akan mendapat beberapa pertanyaan dari pihak bank untuk mengetahui kesiapan sebagai penerima kredit
  3. Verifikasi dari BPJS KT untuk melihat kelayakan Anda sebagai penerima kredit. Kemudian Anda akan menerima formulir pernyataan apakah proses layak dilanjutkan atau tidak
  4. Tahap terakhir, Anda akan menerima pernyataan tertulis tentang kelanjutan KPR

Simulasi KPR BPJS Ketenagakerjaan

Berikutnya, mari simak simulasi KPR BPJS Ketenagakerjaan di bawah ini.

Seorang pekerja berusia 26 tahun bernama Eko ingin membeli rumah dijual di Bandung dengan harga Rp200 juta rupiah. 

Ia pun menggunakan fasilitas KPR yang disediakan oleh BPJS Ketenagakerjaan.

Sebagai peminjam, kewajiban pertama yang harus dibayarkan oleh Eko adalah DP 1% dari harga jual rumah tersebut. 

Dengan kata lain cukup Rp2.000.000 yang dikeluarkan pada pembiayaan awal. Setelahnya, sisa Rp198 juta akan dicicil sesuai tenor dengan bunga flat. 

Misalnya tenor yang dipilih adalah 20 tahun dan bunga sebesar 5% selama 5 tahun, maka Eko cukup mengeluarkan Rp1.306.712 untuk 60 bulan pertama.

Simulasi KPR BPJS Ketenagakerjaan

Untuk mempermudah, Anda juga bisa memakai simulasi KPR yang disediakan oleh 99.co Indonesia.

Anda bisa mengaturnya sesuai dengan besaran penghasilan, harga rumah, hingga tenor dan kisaran bunga yang akan diambil.

Manfaat BPJS Ketenagakerjaan dalam Pembelian Rumah

Manfaat BPJS Ketenagakerjaan dalam Pembelian Rumah

Foto: iStock

Membeli rumah dengan fasilitas BPJS Ketenagakerjaan memiliki beberapa manfaat bagi pekerja yang mengajukannya. 

Berikut manfaat kredit rumah dengan BPJS Ketenagakerjaan:

  • Dapat membeli rumah dengan DP 1%, tapi hanya berlaku untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). Bagi peserta non MBR dikenakan DP 5%.
  • Suku bunga ditentukan oleh regulasi pemerintah. Umumnya bersifat flat, sehingga tidak mengalami kenaikan bunga seperti pinjaman lain.
  • Hanya dikhususkan untuk pekerja penghasilan di bawah Rp5 juta rupiah, sehingga pesaing tidak membludak.
  • Dapat mencicil rumah dengan tenor yang panjang, maksimal 30 tahun.
  • Bisa digunakan untuk membeli maupun merenovasi rumah.

Itulah sejumlah informasi yang berkaitan dengan simulasi KPR BPJS Ketenagakerjaan, persyaratan, cara mengajukan, hingga manfaatnya.

Semoga artikel ini membantu Anda yang ingin mengambil KPR lewat BPJS Ketenagakerjaan, ya.

Baca juga:

Langkah-langkah Ajukan KPR Cepat dan Tips agar Diterima

 

Shandy Pradana mulai menulis artikel feature sejak tahun 2018. Kini, ia aktif sebagai penulis properti di Panduan 99.co Indonesia. Biasa menulis soal KPR, desain dan tips properti. Di waktu senggang, ia suka membaca dan membuat tulisan bertemakan sains atau budaya populer.