
Bagi seorang pengusaha, memahami definisi agio saham adalah hal yang penting.
Pasalnya, agio saham dapat membantu kita mengetahui kekayaan bersih perusahaan yang diperoleh dari hasil jual-beli saham.
Namun, berbeda dengan perhitungan kekayaan perusahaan lain, nilai agio saham biasanya didapatkan dari selisih lebih setoran pemegang saham atau penjualan saham di atas nilai nominalnya.
Contohnya, sebuah perusahaan memiliki harga jual saham Rp10.000 per lembar, sedang nilai nominalnya Rp3.000 per lembar.
Jika demikian, maka agio saham perusahaan tersebut mencapai Rp7.000 per lembar.
Bagaimana?
Sejauh ini apakah kamu sudah mengerti alasan orang-orang menganggap agio saham adalah hal yang penting untuk diperhitungkan?
Jika belum, simak ulasan lengkap terkait agio saham berikut ini.
Mengenal Lebih Dekat Agio Saham
Jika dilihat dari penjelasan di atas, agio saham adalah sebuah istilah dalam transaksi saham yang dilakukan oleh sebuah perusahaan.
Namun, secara spesifik agio saham merujuk pada 3 definisi, yakni:
-
Agio saham adalah sebuah selisih lebih yang diperoleh dari pertukaran uang logam emas atau perak dengan uang kertas dalam valuta dan nilai nominal yang sama. Untuk pengertian agio saham yang satu ini biasanya banyak digunakan pada industri perbankan Eropa;
-
Agio saham juga sebuah selisih lebih antara nilai yang sebenarnya dengan nilai nominal atau nilai tukar, baik untuk instrumen efek atau mata uang asing. Selain itu, agio saham juga dipakai sebagai istilah penyusutan nilai mata uang logam karena aus;
-
Terakhir, agio saham adalah sebuah selisih setoran modal yang diterima oleh perbankan pada saat penerbitan saham karena harga pasar saham tersebut lebih tinggi daripada nilai nominalnya.
Dari penjelasan agio saham di atas, dapat diketahui bahwa agio saham sangat berhubungan dengan aktivitas keuangan dan investasi sebuah perusahaan.
Meski begitu, nyatanya tak semua investor paham istilah ini.
Mengapa demikian?
Ternyata, proses agio saham tidak bersinggungan dengan kepentingan investor.
Sebaliknya, nilai agio saham sangat berkaitan dengan kesepakatan founder saat perusahaan didirikan.
Oleh sebab itu, agar semua pihak paham terkait proses agio saham, berikut kami berikan ilustrasi agio saham yang penting untuk diketahui oleh para pendiri perusahaan dan investor.
Ilustrasi Agio Saham dari Awal Dibentuk Hingga Ekspansi
Bagaimana, setelah membaca penjabaran di atas kamu sudah mengertikan jika agio saham adalah sebuah hal yang penting bagi sebuah perusahaan?
Jika sudah, simak ilustrasi prosesnya berikut ini:
-
Awal Pembentukan Perusahaan
Kita asumsikan saja, jika Iqbal, Bobby, Tiara, Iman dan Martha ingin berinvestasi pada sebuah agio saham dan berencana membentuk sebuah perusahaan dengan modal dasar Rp100 miliar.
Pada tahap awal, kelima orang tersebut bersepakat menyetorkan modalnya masing-masing sebesar Rp 5 miliar.
Sehingga uang yang terkumpul sebagai dana awal membangun perusahaan menjadi Rp 25 miliar.
Berdasarkan data tersebut, maka dapat diketahui jika kekurangan modal dasar mereka berlima adalah sebesar Rp75 miliar, dengan rincian:
-
Modal dasar yang harus dikumpulkan sebesar Rp100 miliar
-
Total modal yang disetor sebesar Rp25 miliar
-
Modal yang dicadangkan sebesar Rp75 miliar
Selain itu, kelima investor ini juga menyepakati jika saham dari perusahaan tersebut diberi nominal Rp1.000 per lembarnya (bisanya jumlah lebih, sesuai dari kesepakatan investor).
Dari kesepakatan di atas dapat diketahui jika masing-masing investor memiliki 5 juta lembar saham (ekuivalen dengan Rp5 miliar dibagi 1.000).
Sehingga, dibuatlah akta notaris untuk perusahaan tersebut.
-
Operasional Perusahaan setelah Akta Dibuat
Setelah memiliki akta atau pada saat awal perusahaan beroperasi, maka kita akan dapati tabel tentang struktur permodalan, persentase kepemilikan hingga saham beredar.
Saham yang belum dikeluarkan 75.000.000 lembar. Dalam neraca perusahaan pada bagian ekuitas akan muncul kira-kira nominal angka, sebagai berikut:
Ekuitas
Modal: Rp25.000.000.000
Laba ditahan: 0
Agio saham:
Total Ekuitas: Rp25.000.000.000
Seiring berjalannya waktu, kita asumsikan saja selama 3 tahun, ternyata perusahaan semakin berkembang dan berhasil membukukan keuntungan Rp35 miliar, tapi nilai tersebut belum masuk ke pemegang saham.
Sehingga, di dalam neraca perusahaan pada bagian ekuitas akan menunjukkan data sebagai berikut:
Ekuitas
Modal: Rp25.000.000.000
Laba ditahan: Rp35.000.000.000
Agio saham: 0
Total Ekuitas: Rp60.000.000.000
-
Proses Ekspansi Perusahaan
Melihat perkembangan perusahaan yang semakin pesat, perusahaan lantas berniat melakukan ekspansi, sehingga dibutuhkan suntikan modal segar sebesar Rp300 miliar untuk merealisasikan hal tersebut.
Untuk mendapatkan modal ekspansi pemegang saham bersepakat melepas sisa saham berjumlah 75 juta lembar saham ke publik dengan harga Rp5.000 per lembarnya dengan mekanisme IPO.
Jika memang berhasil, maka perusahaan akan mendapatkan dana sisa hasil penjualan saham 75 juta lembar dengan nilai total Rp375 miliar, dengan perhitungan Rp5.000 dikalikan 75 juta lembar saham.
Pada nilai nominal saham per lembar sebelumnya Rp1000 terjual Rp5000 atau ada selisih sebesar Rp4000.
Selisih keuntungan tersebutlah yang nantinya akan dihitung sebagai agio saham.
Sedang, perusahaan sendiri mendapatkan tambahan ekuitas sebagai berikut:
-. Modal tambahan dari hasil IPO sebesar 75 juta lembar x Rp1000 = Rp75 miliar
-. Total modal = Modal sebelumnya + modal tambahan = Rp100 miliar
-. Agio saham dari hasil IPO adalah 75 juta lembar x Rp4000 = 300 miliar
Neraca pada bagian ekuitas akan menjadi:
Ekuitas
Modal: Rp100.000.000.000
Laba ditahan: Rp35.000.000.000
Agio saham: Rp300.000.000.000
Total Ekuitas: Rp435.000.000.000
Nah, setelah membaca penjabaran di atas, kamu sekarang sudah mengertikan jika agio saham adalah sebuah hal yang sangat penting bagi pertumbuhan perusahaan.
Semoga ulasan di atas bermanfaat ya!
Jangan lupa, untuk kamu yang ingin melakukan investasi properti, manfaatkan laman properti terbesar dan terpercaya di tanah air, 99.co Indonesia untuk cara mendapatkan properti impianmu.
Selamat mencoba!