
Arsitektur Islam adalah gaya arsitektur yang berkembang dari tradisi dan nilai bangunan di dunia Islam sejak abad ke-7, dikenal karena bentuknya yang khas seperti kubah, lengkungan, pola geometris, serta dekorasi kaligrafi dan ornament ikonik.
Gaya ini tidak hanya terlihat pada bangunan religius seperti masjid, tetapi juga pada istana, makam, dan struktur sipil di berbagai belahan dunia.
Arsitektur Islam bukan hanya soal bentuk estetika, tetapi juga mencerminkan nilai budaya, fungsi sosial, dan tantangan iklim setempat.
Bentuk-bentuk seperti lengkungan khas, kubah besar, serambi atau riwaq, serta elemen dekoratif seperti pola geometris dan kaligrafi, semuanya berakar pada prinsip visual dan spiritual yang kuat.
Sebagai contoh, penggunaan pola-pola berulang dan ornamental bertujuan mencerminkan kesatuan dan keteraturan, sementara ruang-ruang terbuka seperti halaman tengah (sahn) membantu sirkulasi udara dan pencahayaan alami.
Elemen seperti mashrabiya atau kisi kayu juga berperan dalam ventilasi dan pencahayaan yang efisien, sesuai dengan iklim di banyak wilayah Islam.
Penyebaran Arsitektur Islam di Dunia
Khilafah Rashidun (632–661) adalah pemimpin Islam pertama yang mulai mempopulerkan arsitektur Islam.
Lalu pada zaman Khalifah Umayyah, arsitektur bernuansa Timur Tengah ini dikombinasikan dengan beberapa elemen.
Sebut saja elemen-elemen arsitektur Byzantium dan arsitektur Sassanid sehingga terjadi percampuran gaya barat dan timur.
Sementara arsitektur Islam yang mencolok berkembang setelah terjadi perpaduan gaya dari Roma, Mesir, Persia, dan Byzantium.
Adapun salah satu contoh dari hasil perpaduan tersebut, yaitu Dome of The Rock di Yerusalem.
Selain itu, ada pula Masjid Hagia Sophia atau Aya Sofya di Istanbul, Turki, yang eksis sejak Kesultanan Utsmani.
Namun dari semua yang disebutkan di atas, gaya Persia lah yang paling mendominasi arsitektur ini.
Setelah mengalami beberapa perkembangan, arsitektur ini menggeliat di Peninsula Iberia, Afrika Utara, hingga ke Indonesia.
13 Desain Arsitektur Islam di Berbagai Negara
Bangunan yang mengadaptasi gaya arsitektur ini tidak hanya berbentuk kubah, tetapi juga berbentuk geometris.
Sedangkan dari segi dekoratif, biasanya bangunan memiliki motif yang mencolok dan warna yang berkilauan.
Menarik, bukan? Lalu kira-kira bagaimana ya bentuk bangunannya yang tersebar di seluruh dunia?
Nah, berikut ini informasi mengenai 13 desain arsitektur Islam di berbagai negara yang dapat menjadi inspirasi dan pengetahuan untukmu.
Simak selengkapnya, ya!
Masjid Nabawi, Arab Saudi
Masjid Nabawi atau Al-Masjid an-Nabawi adalah sebuah masjid yang berlokasi di pusat Kota Madinah, Arab Saudi.
Masjid Nabawi merupakan masjid ketiga yang dibangun dalam sejarah Islam dan hingga kini menjadi salah satu masjid terbesar di dunia.
Arsitektur Masjid Nabawi merupakan dua masjid bertingkat berbentuk persegi Panjang yang memiliki atap rata dengan 27 kubah.
Masjid Nabawi pun memiliki kubah yang bergeser dan payung yang dapat terbuka secara otomatis yang dirancang oleh arsitek Jerman.
Masjid Nabawi dilengkapi oleh 26 minaret setinggi 7,9 m dan 10 minaret setinggi 104 m sehingga terlihat sangat megah.
Dari segi interior pun ornamen Masjid Nabawi terlihat sangat cantik dan memanjakan mata.
Taj Mahal, India
Taj Mahal yang terletak di Agra, India dibangun atas keinginan kaisar Mughal Shah untuk mengenang istri ketiganya.
Arsitektur Taj Mahal sendiri dipengaruhi oleh gaya arsitektur India, Persia, dan Islam.
Taj Mahal tidak hanya bersejarah, tetapi juga memiliki seni bangunan masjid yang sangat indah
Sehingga, tidak heran apabila bangunan yang satu ini masuk ke situs warisan dunia UNESCO.
Bangunan Taj Mahal dilengkapi oleh kebun yang luas dan kolam dengan bentuk memanjang yang dapat menarik perhatian.
Selain itu, sekeliling bangunan masjid dilapisi oleh marmer putih yang menambah kesan cantik dan menawan dari kejauhan.
Masjid Agung Samarra, Irak
Setelah mengulas arsitektur Masjid Nabawi dan Taj Mahal, bangunan selanjutnya adalah Masjid Agung Samarra.
Masjid Agung Samarra terletak di kota Samarra, Irak, kota kecil di yang terletak di sisi timur Sungai Tigris.
Masjid ini dibangun pada abad ke-9 oleh Khalifah Bani Abbasiyah dan Al-Mutawakkil pada tahun 848.
Bangunan Masjid Agung Samarra pernah menjadi bangunan masjid terbesar di dunia dengan luas mencapai 170.000 m2.
Desain masjid ini menarik lantaran tersusun dari bata merah tradisional berbentuk melingkar ke atas.
Akibat susunan bata merah tersebut, bangunan yang satu ini memiliki arsitektur masjid yang tampak klasik.
Alhambra, Spanyol
Alhambra adalah sebuah kompleks istana sekaligus benteng dari kekhalifahan Bani Umayyah yang terletak di Granada, Spanyol.
Alhambra menjadi jejak kerajaan muslim di Spanyol yang dibangun di dataran tinggi dengan panjang 750 m dengan lebar 205 m.
Fakta menarik mengenai Alhambra yaitu keseluruhan bangunan pada awalnya berwarna putih.
Namun karena terkena hawa panas matahari maka bangunan ini berubah menjadi kemerahan.
Alhambra memiliki ukiran muqarnas atau ornamen yang terbuat dari bahan yang berbeda seperti batu, bata, kayu dan semen.
Chefchaouen, Maroko
Chefchaouen yang terletak di pedalaman Tangier, Maroko didirikan pada 1471 M.
Bangunan yang terletak di Maroko ini menjadi salah satu destinasi wisata karena semua rumah dan bangunan yang di cat biru.
Foto: merzouga.com
Chefchaouen menjadi peninggalan kebudayaan Islam yang terkenal, karena memiliki nilai sejarah Islam yang otentik dan menarik.
Bangunan di kawasan ini memiliki ciri khas berupa lengkungan runcing dan ornamen yang membentuk berbagai pola floral ataupun motif geometris.
Jembatan Si-o-se Pol, Iran
Foto: apochi.com
Si-o-se Pol merupakan jembatan yang terletak di Isfahan, Iran. Jembatan ini melintasi Sungai Zayandeh yang terdiri dari 33 lengkungan.
Seperti bangunan peninggalan Islam pada umumnya, Si-o-se Pol memiliki bentuk lengkungan yang runcing.
Lengkungan tersebut dilengkapi oleh muqarnas dengan dekorasi yang terukir menarik.
Masjid Sheik Lotfollah, Isfahan
Masjid Sheikh Lotfollah dibangun pada masa Syah Abbas dengan ciri khas kubah bergaya masa Byzantium.
Kubah masjid tersebut memiliki motif yang unik dan megah dengan berbagai ornamen bernuansa Islam.
Sedangkan motif yang diusung memiliki pola geometris dengan perpaduan kaligrafi sebagai ekspresi konsep spiritual.
The Citadel, Suriah
Foto: ikolsoftware.com
Citadel merupakan benteng yang menjadi salah satu arsitektur militer terbaik di Suriah.
Desain bangunan Islam ini terdiri dari jembatan yang kokoh dan kuat dengan tujuh lengkungan yang khas.
Benteng Citadel atau benteng Aleppo yang terletak di Suriah ini berbentuk elips dengan panjang sekitar 450 m, lebar 325 m dan tinggi 50 m.
Hingga saat ini, benteng Citadel menjadi kastil peninggalan Islam tertua, terluas, dan termegah di dunia.
Istana Zaafarana, Mesir
Istana Zaafarana yang terletak di ibu kota Mesir, merupakan istana dari bagian kampus Universitas Ain Shams.
Sebelumnya, Istana Zaafarana merupakan salah satu istana kerajaan di Mesir yang dirancang oleh Moghri bey Saad.
Sebagaimana bangunan Islam pada umumnya, Istana Zaafarana pun memiliki lengkungan yang khas.
Lengkungan tersebut berpadu dengan gaya neoklasik sehingga membuat Istana Zaafarana menjadi unik dan menarik.
Istana Montazah, Mesir
Istana Montaza yang dibangun pada 1931 ini terletak di Mesir, tepatnya di pinggir laut Mediterania.
Istana Montaza pada sekarang ini sering dinikmati oleh para turis karena menjadi salah satu masterpiece arsitektur Islam.
Bangunan istana banyak memiliki ornamen motif khas Turki, serta dikelilingi oleh taman dan kebun yang luasnya 61 ha.
Selain itu, Istana Montaza pun dilengkapi oleh halaman atau sehan yang biasanya ditemui pada bangunan keagamaan.
Sehan memiliki struktur terbuka dan memiliki berbagai ruangan yang terbagi untuk tempat berwudhu hingga teras untuk beristirahat.
Masjid Shah Cheragh, Iran
Masjid Shah Cheragh yang berlokasi di Iran ini dikenal juga dengan sebutan masjid Imam.
Masjid ini adalah contoh arsitektur Islam yang sempurna, karena memiliki kubah dan lengkungan yang khas.
Selain itu, Masjid Shah Cheragh dilengkapi oleh berbagai ornamen dan memiliki teras keramik dengan halaman terbuka.
Kubah Masjid Shah Cheragh memiliki motif yang cantik, sedangkan lengkungannya berbentuk runcing nan indah.
Pada lengkungannya terdapat berbagai detail ukiran Islam dengan warna-warna yang cerah.
Ornamen yang diusung dari Masjid Shah Cheragh pun memiliki motif Islami seperti geometris, floral, dan kaligrafi.
Hagia Sophia, Istanbul
Hagia Sophia yang terletak di Istanbul adalah sebuah bangunan bekas basilika atau masjid yang kini menjadi museum.
Bangunan ini sangat dipengaruhi dan mempengaruhi eksistensi arsitektur Islam, lalu ornamen kaligrafinya pun sangat mencolok.
Terkenal karena besar kubahnya, Hagia Sophia menjadi lambang arsitektur Byzantium dan menjadi katedral terbesar di dunia hingga seribu tahun.
FAQ Seputar Arsitektur Islam
- Apa ciri khas arsitektur Islam yang paling mudah dikenali?
Arsitektur Islam mudah dikenali dari ciri-ciri seperti kubah besar, lengkungan khas (pointed atau horseshoe arch), pola geometris berulang, serta dekorasi kaligrafi dan elemen ornament non-figural yang sering menghiasi dinding dan interior bangunan.
- Element apa saja yang sering muncul dalam bangunan arsitektur Islam?
Elemen yang umum muncul meliputi mihrab (niche arah qibla), minaret (menara panggilan salat), masjid dengan halaman terbuka (sahn), serta kubah di atas ruang utama — semuanya berfungsi baik secara struktural maupun simbolis.
- Apakah arsitektur Islam hanya untuk bangunan religius?
Tidak. Meskipun sangat umum pada masjid, gaya arsitektur Islam juga diterapkan pada istana, makam, fasilitas sipil, dan struktur budaya lain di kawasan Muslim dan sekitarnya, menunjukkan fleksibilitas estetika dan fungsi.
Baca juga:
Menyelisik Desain Arsitektur Masjid Kubah Emas Depok yang Mendunia
Nah, menarik bukan? Itulah 13 arsitektur Islam yang mendunia dan menjadi warisan arsitektur yang melegenda.
Semoga informasi di atas dapat bermanfaat dan menambah pengetahuanmu ya!