Serba-serbi BI Checking, Pelajari sebelum Ajukan KPR

30 Jun 2021 - Miyanti Rahman

Serba-serbi BI Checking, Pelajari sebelum Ajukan KPR

Bank Indonesia (BI) checking merupakan salah satu faktor paling menentukan diterima atau tidaknya pengajuan suatu kredit ke bank.

Mulai dari Kredit Tanpa Agunan (KTA), Kredit Multiguna, hingga Kredit Pemilikan Rumah (KPR) harus melalui BI checking terlebih dahulu.

Pada tahap BI checking, bank melakukan screening ketat. Tak heran, banyak pengajuan kredit ditolak, karena tak lolos tahap ini.

Jadi untuk meminimalisir penolakan pengajuan kredit akibat BI checking, Anda sebaiknya mempersiapkan diri dengan mencari tahu serba-serbinya.

Oleh karena itu, 99.co Indonesia akan mengulas seputar BI checking dimulai dari pengertiannya.

Pengertian BI Checking

bi checking

Bicara soal pinjam dana ke bank untuk keperluan apapun termasuk beli rumah, tak akan bisa dilepaskan dari BI checking.

Sebab hasil BI checking akan menjadi acuan bagi pihak bank dalam memberikan penilaian terhadap kemampuan finansial pemohon kredit.

BI checking sendiri merupakan istilah populer yang disematkan untuk informasi yang dihasilkan oleh Sistem Informasi Debitur (SID). 

Selain BI checking, output SID tersebut juga mempunyai sebutan resmi, yakni Informasi Debitur Individual (IDI) Historis.

IDI Historis bisa menjadi acuan dalam memberikan penilaian terhadap kemampuan finansial, karena menampilkan riwayat kredit seseorang.

Riwayat kredit yang ditampilkan oleh IDI Historis, yaitu dalam kurun waktu dua tahun terakhir.

Skor Kredit

bi checking

Berdasarkan informasi SID, bank akan mengetahui kelancaran pembayaran kredit atau kolektibilitas calon nasabahnya.

Kolektibilitas tersebut kemudian akan dinilai dengan kategori skor kredit 1 sampai 5. Nah berikut rinciannya.

  • Skor 1

Skor 1 artinya Kredit Lancar, di sini debitur membayar pinjaman dengan lancar dan memuaskan.

Debitur mempunyai kemampuan finansial baik dalam membayar pokok pinjaman serta bunganya dengan tepat waktu.

Jika skor 1 atau kredit lancar, maka akan lebih mudah bagi pihak bank untuk menyetujui pengajuan kredit selanjutnya.

  • Skor 2

Skor 2 artinya Kredit dalam Perhatian Khusus (DPK), di mana debitur melakukan pembayaran pinjaman dengan kurang lancar.

Pada kasus DPK, pembayaran pokok pinjaman serta bunganya tidak tepat waktu atau mengalami kemacetan antara 1 sampai 2 bulan.

Skor 2 masih memungkinkan Anda untuk mengajukan kredit, tetapi mungkin akan sedikit dipersulit oleh pihak bank.

  • Skor 3

Skor 3 artinya Kredit Tidak Lancar, diberikan apabila pembayaran pokok pinjaman serta bunganya telat dalam kurun waktu 3 sampai 6 bulan.

Pada kasus ini segala upaya supaya debitur melakukan pembayaran telah dilakukan oleh pihak bank.

Namun hasilnya kurang baik. Sehingga, pengajuan kredit dari debitur yang sama akan cenderung ditolak.

  • Skor 4

Skor 4 artinya Kredit Diragukan. Skor ini diberikan apabila debitur tercatat menunggak angsuran selama 121 sampai 180 hari.

Pada kasus ini debitur mempunyai riwayat pinjaman yang telah jatuh tempo dan masih belum terselesaikan.

Sama dengan skor 3, kategori skor ini akan menjadi boomerang jika mengajukan kredit selanjutnya.

  • Skor 5

Skor 5 artinya Kredit Macet, di mana debitur tercatat menunggak angsuran selama lebih dari 180 hari.

Di sini mungkin debitur melakukan usaha lanjutan untuk mengaktifkan kembali kredit tidak lancar, tetapi tidak berhasil.

Jika mendapatkan skor kredit ini, maka bisa dipastikan Anda akan kesulitan mengajukan kredit ke bank manapun.

Cara Membersihkan BI Checking

bi checking

Dengan skor kredit 1, tentu saja pengajuan kredit Anda akan mudah disetujui oleh pihak bank.

Apabila skor kredit 2 mungkin akan sedikit lebih sulit, tetapi bank masih mungkin untuk mempertimbangkan pengajuan kredit Anda.

Berbeda halnya dengan skot kredit 3 sampai 5 yang masuk dalam daftar hitam BI checking.

Nah permasalahannya, jika skor kredit terlanjur masuk daftar hitam, adakah upaya yang bisa dilakukan untuk membersihkan BI checking?

Ya ada! Namun memang membutuhkan waktu, data Anda tidak bisa langsung bersih dalam waktu sesingkat itu.

Berikut beberapa upaya yang bisa Anda lakukan untuk membersihkan BI checking supaya pengajuan kredit diterima.

  • Lunasi Tunggakan

Jika Anda mempunyai tunggakan angsuran—baik itu di skor 3, 4 ataupun 5—maka segera lunasi.

Karena mengajukan kredit di bank manapun tak akan disetujui apabila kualitas skor kredit buruk.

Untuk melunasinya Anda bisa datang langsung ke bank pemberi pinjaman ataupun ke lembaga keuangan yang memfasilitasi kredit.

  • Pantau BI Checking

Setelah melunasi tunggakan, langkah selanjutnya yang perlu Anda lakukan adalah memantau BI checking.

Pantau skor kredit Anda, apakah berangsur-angsur mengalami perubahan ke arah yang lebih baik? Jika tidak, Anda bisa mengajukan komplain.

Pemantauan BI checking sendiri bisa Anda lakukan secara online melalui laman resmi Bank Indonesia.

  • Minta Surat Klarifikasi

Sambil melakukan pemantauan, Anda bisa melaporkan pelunasan tunggakan ke bank atau memberikan klarifikasi ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Apabila sudah memberikan klarifikasi, Anda pun bisa meminta OJK untuk menghapus data Anda dari daftar hitam BI checking.

Tunggu hingga riwayat kredit Anda benar-benar bersih. Biasanya proses pembaharuan data berlangsung selama 24 jam.

Itulah serba-serbi BI checking yang perlu Anda pelajari sebelum mengajukan KPR.

Dengan mempelajari ini, Anda bisa meminimalisir penolakan permohonan KPR ke bank.

Dan, supaya angsuran KPR Anda tak memberatkan nantinya, mungkin Anda bisa mempertimbangkan kredit rumah subsidi seperti:

 

*Sumber foto: iStock.com

Author:

Miyanti Rahman