7 Penyebab Pengajuan KPR Ditolak dan Bagaimana Solusinya

8 Apr 2019 - Ananda Bayu Pangestu

7 Penyebab Pengajuan KPR Ditolak dan Bagaimana Solusinya

(foto: Kompas)

Pengajuan KPR ditolak oleh bank adalah masalah yang sering kali ditemui ketika anda hendak membeli rumah melalui kredit kepemilikan rumah ini.

Anda mungkin bertanya-tanya, mengapa pengajuan KPR ditolak oleh bank ketika anda merasa sudah memenuhi semua persyaratannya.

Di sini, anda akan temukan 7 penyebab pengajuan KPR ditolak beserta cara-cara yang bisa anda lakukan untuk mengatasinya.

1# Pengajuan KPR Ditolak Karena Terkendala “BI Checking”

BI Checking atau IDI Historis (Informasi Debitur Individual Historis) merupakan produk atau output yang dihasilkan oleh Sistem Informasi Debitur (SID) Bank Indonesia.

IDI Historis mencakup informasi seluruh penyediaan dana atau pembiayaan dengan kondisi lancar dan bermasalah mulai dari Rp.1 keatas.

Selain itu, IDI Historis serta menampilkan informasi mengenai historis pembayaran yang dilakukan dalam kurun waktu 24 bulan terakhir.

Cakupan IDI Historis meliputi antara lain identitas debitur, pemilik dan pengurus, fasilitas penyediaan dana/pembiayaan yang diterima, agunan, penjamin, dan kolektibilitas.

Perlu anda ketahui, setiap bank atau lembaga keuangan (yang terdaftar di Bank Indonesia), pasti melaporkan data setiap debiturnya (nasabah kredit) kepada Bank Indonesia.

IDI Historis tersebut menjadi acuan pihak bank untuk menilai calon debitur KPR, baik dari segi karakter maupun kemampuan bayar.

Jadi, jika selama ini debitur pernah atau masih memiliki pinjaman di bank, akan kelihatan apakah selama ini debitur lancar dalam membayar angsuran, kurang lancar, atau malah kredit macet.

Pengajuan KPR ditolak oleh bank sering kali disebabkan anda yang tercatat mengalami kredit macet. Sedangkan bagi yang riwayat cicilannya kurang lancar, anda masih punya peluang karena setiap bank memiliki pertimbangan yang berbeda-beda.

Nah, lalu bagaimana jika pengajuan KPR ditolak karena terkendala BI Checking ini?

Solusi Pengajuan KPR Ditolak Karena BI Checking

  1. Untuk anda yang masih memiliki tunggakan cicilan apapun (kartu kredit, kredit kendaraan bermotor, kredit pegawai, kredit usaha, dsb.), segeralah dibayar. Lebih baik lagi jika anda mampu langsung melunasi.

  2. Pastikan juga pasangan anda tidak memiliki tunggakan cicilan, karena BI Checking juga melihat track record pasangan calon debiturnya.

  3. Untuk anda yang pernah mengalami kredit macet, anda harus bersabar. Setiap bank memiliki kebijakan masing-masing terhadap calon debitur yang pernah mengalami kredit macet.

Sederhananya, akan ada “pemutihan” dalam kurun waktu tertentu. Sambil menunggu, anda bisa mencoba mengajukan kredit apa saja dengan plafon kecil di bank.

Dan tentu saja, anda harus lancar membayar cicilannya.

Tujuannya untuk memulihkan nama anda di BI Checking dan menumbuhkan kepercayaan bank untuk anda mengajukan plafon pinjaman yang lebih besar (KPR).


2# Pengajuan KPR Ditolak Karena Tidak Tersedia DP Yang Cukup

Pengajuan KPR ditolak oleh bank juga dapat disebabkan oleh kurangnya uang muka.

Mengacu pada SE tentang Penerapan Manajemen Risiko pada Bank yang Melakukan Pemberian Kredit atau Pembiayaan Pemilikan Properti, pengajuan KPR pertama membutuhkan DP.

Secara umum, dalam pengajuan KPR yang pertama kali, debitur harus membayarkan DP (down payment) atau uang muka minimal sebesar 30% dari harga rumah.

Nah, lalu bagaimana jika tidak tersedia DP sebesar 30%? Berikut solusi yang bisa anda lakukan.

Solusi Pengajuan KPR Ditolak Karena DP Tidak Cukup

  1. Coba untuk meminjam dana kepada kerabat terdekat. Misalnya ke orang tua atau mertua. Selain karena ada faktor kekeluargaan, tentu tidak ada bunga pinjaman.

  2. Anda juga dapat menjual barang pribadi, misalnya perhiasan emas. Karena jika bicara soal investasi, rumah merupakan bentuk investasi yang lebih besar daripada emas.

  3. Jika tidak, anda mungkin harus menunda keinginan membeli rumah lewat KPR. Anda harus lebih giat menabung sampai DP rumah tercukupi.

3# Pengajuan KPR Ditolak Karena Tingkat Kemampuan Bayar Tidak Sesuai

BI Checking lolos, DP 30% tersedia, tapi pengajuan KPR ditolak tetap? Mungkin anda harus coba konsultasikan hal ini dengan pihak bank.

Kemungkinannya, harga rumah yang anda inginkan terlalu tinggi jika diukur dari kemampuan cicilan anda. Meski tempo pinjaman sudah dimaksimalkan sampai 15 tahun.

Hal ini bisa juga disebabkan karena anda meminta tempo yang terlalu pendek, jadi jumlah cicilan per bulan anda dinilai tidak sesuai kemampuan.

Untuk mengatasinya, ada beberapa solusi yang dapat dipertimbangkan.

Solusi Pengajuan KPR Ditolak Karena Tingkat Kemampuan Bayar Tidak Sesuai

  1. Pilihlah rumah dengan harga yang sesuai kemampuan anda, utamakan kebutuhan alih-alih nilai prestis.

  2. Ambil tempo KPR yang lebih panjang. Jangan takut akan terlalu lama berhutang, siapa tahu di tengah jalan anda bisa mengajukan percepatan pelunasan.
    Walaupun ada penalti, hal ini lebih baik ketimbang harus membayar bunga terus menerus. Bukan tidak mungkin juga untuk negosiasi perihal jumlah penalti ini dengan pihak bank.

  3. Bagi profesional (dokter, pengacara, dsb.) maupun pengusaha, mungkin anda perlu memperbaiki laporan keuangan anda.

Barangkali, ada pemasukan yang belum tercatat baik dari anda maupun pasangan anda. Jangan sungkan untuk minta bantuan atau saran marketing KPR untuk membuat laporan keuangan ini.

4# Pengajuan KPR Ditolak Karena Masa Kerja Belum Cukup Lama

Umumnya, bank memberlakukan syarat minimum 2 tahun masa kerja (bagi pegawai tetap) atau 2 tahun lama usaha berjalan (bagi profesional dan pengusaha).

Namun, jika masa kerja anda belum mencapai jangka waktu tersebut, ada beberapa hal yang dapat anda lakukan untuk menyiasati hal ini.

Solusi Pengajuan KPR Ditolak Karena Masa Kerja Belum Cukup Lama

  1. Jika syarat ini belum dapat dipenuhi, cobalah melakukan negosiasi dengan pihak bank. Buktikan jika cash flow anda positif dan mintalah surat rekomendasi dari instansi tempat Anda bekerja.

  2. Anda bisa coba pengajuan KPR ke beberapa bank sekaligus karena masing-masing belum tentu memiliki kebijakan yang sama.

5# Pengajuan KPR Ditolak Karena Usia Calon Debitur Melebihi Ketentuan

Bank memberlakukan syarat usia bagi calon debitur, yaitu usia maksimal nasabah pada saat cicilan berakhir antara 55 tahun sampai 65 tahun (sesuai dengan aturan masing-masing bank).

Sebagai ilustrasi, bank A memiliki syarat usia maksimum debitur saat KPR berakhir adalah 60 tahun, saat ini usia Anda 55 tahun, maka anda tetap bisa dibiayai KPR tapi dengan tempo maksimal hanya 5 tahun.

Solusi Pengajuan KPR Ditolak Karena Usia Calon Debitur Melebihi Ketentuan

  1. Sebagai pencegahan, anda dapat sesegera mungkin mengajukan KPR untuk kesempatan mendapat tempo paling panjang.

  2. Untuk mengakalinya, anda juga bisa menggunakan nama kerabat yang lebih muda yang memenuhi kriteria debitur KPR. Tentu ini harus dengan persetujuan penuh kerabat anda.

6# Pengajuan KPR Ditolak Karena Kavling Siap Bangun Tidak Dapat Dibiayai Oleh Bank

Bank biasanya tidak bisa membiayai rumah yang statusnya masih tanah kavling siap bangun. Dengan kata lain, rumah harus jadi dulu 100% baru bank bersedia membiayai lewat KPR.

Lalu, bagaimana? Padahal seluruh syarat debitur sudah dipenuhi dan anda sudah jatuh cinta dengan lokasinya.

Solusi Pengajuan KPR Ditolak Karena Kavling Siap Bangun Tidak Dapat Dibiayai Oleh Bank

  1. Kembali lagi ke tips “negosiasi” ke pihak bank, tapi jika tidak juga berhasil, masih ada bank yang bersedia membiayai KPR kavling siap bangun. Tentu saja, pencairan dananya dengan metode termin / bertahap sesuai dengan progres pembangunan rumah objek KPR tersebut.

  2. Untuk perumahan yang developernya terikat perjanjian kerjasama KPR dengan salah satu bank, kavling siap bangun tidak masalah. Anda tetap bisa mengajukan permohonan KPR kavling yang anda minati, yang tentunya harus melalui bank rekanan developer tersebut.

7# Pengajuan KPR Ditolak Karena Rumah Objek KPR Kurang Layak Sebagai Jaminan

Pengajuan KPR ditolak oleh bank juga dapat disebabkan karena objek rumah yang kurang layak. Sehingga, sebelum mengajukan KPR, pastikan rumah yang akan anda beli tersebut tidak termasuk pada salah satu kategori jaminan yang ditolak bank.

Solusi Pengajuan KPR Ditolak Karena Rumah Objek KPR Kurang Layak Sebagai Jaminan

Anda harus hindari memilih rumah dengan kriteria yang bisa mengurangi nilai jual objek rumah. Bank akan kesulitan untuk melelang rumah tersebut apabila di kemudian waktu terjadi kredit macet.

Berikut beberapa kriteria yang harus anda hindari dalam memilih objek rumah KPR:

1. Rumah terlalu dekat atau berada di bantaran sungai,

2. Rumah terlalu dekat atau bersebelahan dengan makam,

3. Rumah berlokasi di kawasan rawan bencana,

4. Tidak memiliki akses jalan yang sesuai persyaratan objek jaminan KPR, dsb.

Membeli rumah dekat makam atau sungai tentu kurang dari sisi investasi. Kecuali anda memiliki pertimbangan lain, anda perlu menyampaikannya dengan baik ke pihak bank.

Misalnya, rumah tersebut di sebelah makam, akan tetapi lokasinya di tepi jalan raya di kawasan wisata/bisnis, tentu saja rumah tersebut memiliki nilai yang tinggi.

Tidak ada salahnya mengajukan permohonan KPR ke beberapa bank sekaligus, selain karena faktor appraisal, anda juga bisa membandingkan besarnya angsuran tiap bulannya, serta penawaran menarik lain dari tiap-tiap bank (misalnya bunga flat, free biaya provisi, dsb.).

Hal terakhir yang perlu anda perhatikan tentu kelengkapan berkas atau dokumen pengajuan KPR, meski hampir tidak pernah hal ini jadi kendala karena informasinya sangat mudah untuk didapatkan.

Semoga bermanfaat, ya! Semoga pengajuan KPR ditolak tidak akan jadi masalah anda lagi!

Author:

Ananda Bayu Pangestu