Tips Mudah agar Lolos Proses KPR

28 Feb 2020 - Martha

Tips Mudah agar Lolos Proses KPR

photo: pixabay.com

Anda sedang mencari informasi seputar tips untuk lolos proses KPR? 

Tentunya Anda tidak sendiri, karena banyak di luar sana orang-orang yang ingin memiliki hunian tapi memiliki dana yang terbatas, sehingga memilih cara kredit rumah.

Di Indonesia produk paling dikenal untuk cicilan rumah adalah Kredit Pemilikan Rumah (KPR) yang kini sudah tersedia di berbagai bank. 

Anda bisa membandingkan dan memilih produk KPR yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhan Anda.

Namun bukan perkara mudah juga untuk bisa lolos proses KPR. 

Banyak yang gagal karena dianggap tidak memenuhi syarat, atau pertimbangan lainnya. 

Nah, agar Anda bisa memiliki hunian impian, berikut beberapa cara mudah agar lolos proses KPR:

Punya penghasilan di atas Upah Minimum Regional (UMR)

photo: pexels.com

Ini tentunya jadi jaminan bahwa Anda bisa (mampu) dalam membayar cicilan nanti yang tentunya akan berlangsung belasan tahun, bahkan 25 tahun hingga 30 tahun.

Akan lebih baik jika Anda sudah memiliki pasangan, karena penghasilan berdua bisa digabungkan.

Sehingga dengan begini cicilan per bulan akan dirasa lebih ringan, atau mungkin Anda bisa mengambil rumah yang lebih baik dengan harga lebih mahal.

Biasanya bank sebagai kreditur akan memberikan angka sekitar 30% sebagai rasio kredit yang akan jadi batas aman Anda dalam mencicil setiap bulannya. 

Sehingga jika penghasilan Anda di atas UMR, bahkan digabung dengan penghasilan pasangan, selain peluang lolos KPR akan lebih besar, sangat mungkin Anda bisa membayar cicilan lebih besar dan tempo kredit pun bisa lebih singkat.

Persiapkan DP rumah dalam jumlah besar

Usahakan untuk membayar DP dalam jumlah yang besar ya.

Meski saat ini banyak pihak yang menawarkan keringanan berupa DP kecil dan sebagainya sehingga Anda tak perlu mengeluarkan biaya besar di awal.

Tapi logikanya, semakin besar uang muka yang dibayarkan, maka sisa cicilan Anda tentu akan lebih kecil bukan? 

Jadi cicilan per bulan pun relatif lebih ringan ketimbang Anda membayar DP kecil di awal.

Riwayat kredit bersih agar lolos BI checking

Jika Anda pernah meminjam atau memiliki riwayat kredit ke perbankan, maka pastikan Anda tidak memiliki masalah. 

Karena jika Anda pernah tersandung masalah, seperti kredit macet dan sebagainya, maka kemungkinan besar Anda tidak akan lolos proses pengecekan ini.

photo: pixabay.com

Jadi sebelum pengajuan KPR pastikan riwayat kredit Anda tak bermasalah (bersih). 

Tapi jika ternyata riwayat kredit Anda sebelumnya kurang baik, Anda masih mungkin untuk memperbaikinya.

Salah satunya dengan berkonsultasi ke pihak bank, karena walaupun tidak semua, tapi masih ada bank yang bisa memberi solusi untuk Anda dalam rangka mempermudah proses pengajuan KPR.

Dengan mengikuti langkah-langkah di atas, berarti Anda sudah menghitung dan mengukur kemampuan finansial, serta memastikan riwayat kredit Anda tak bermasalah.

Selanjutnya tips lolos proses KPR yang tak kalah penting adalah memastikan Anda memenuhi persyaratan mendasar untuk pengajuan KPR. 

Selain itu kondisi properti juga harus diperhatikan karena ini akan masuk dalam pertimbangan bank. 

Jadi berikut beberapa hal tambahan yang harus Anda perhatikan:

Usia tidak melebihi batas yang ditentukan

Penetapan syarat usia dalam pengajuan KPR sebenarnya berhubungan dengan kemampuan seseorang dalam membayar cicilan yang notabene memakan waktu belasan hingga puluhan tahun. 

Maka, yang akan dipastikan bank adalah ketika proses cicilan berlangsung, Anda belum memasuki usia pensiun (non-produktif). 

Jadi semakin dini, akan lebih baik. 

Anda yang berada di usia produktif seperti 25 tahun hingga 35 tahun, dianggap sebagai masa yang tepat untuk mulai mencicil KPR. 

Jika dimulai dari sejak muda, Anda akan bisa memaksimalkan tenor yang disediakan yakni 20 tahun hingga 30 tahun, sehingga cicilan juga dirasa lebih ringan.

Penuhi persyaratan lain dan lengkapi dokumen 

Selain usia, syarat lolos proses KPR rumah yang lainnya antara lain adalah :

  • Warga Negara Indonesia (WNI)

  • Memiliki penghasilan tetap

  • Masa kerja minimal 2 tahun

Sementara dokumen yang harus dilengkapi misalnya adalah:

  • Fotokopi identitas diri dan pasangan (KTP/SIM dan sebagainya)

  • Fotokopi Kartu Keluarga (KK)

  • Fotokopi surat nikah

  • Fotokopi rekening koran 3 bulan terakhir

  • Fotokopi NPWP 

  • Slip gaji bagi karyawan atau laporan keuangan bagi wirausahawan

  • Surat keterangan kerja bagi pegawai dan keterangan usaha bagi wirausahawan

photo: unsplash.com

Perhatikan spesifikasi rumah dan kelengkapan surat

Selain mengurus dokumen pribadi, Anda juga harus memastikan rumah yang akan dibeli mulai dari spesifikasinya, hingga kelengkapan surat.

  • Pilih lokasi rumah yang strategis dengan akses jalan yang memadai.

  • Hindari properti yang bermasalah, karena jika properti yang akan dibeli belum jelas status hukumnya, kemungkinan besar pengajuan Anda akan ditolak.

  • Masih terkait tips sebelumnya, Anda harus pastikan rumah memiliki sertifikat (baik Sertifikat Hak Milik atau SHM, maupun Hak Guna Bangunan atau HGB). Selain itu juga memiliki Izin Mendirikan Bangunan (IMB) dan dilengkapi Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) serta dokumen lainnya.

  • Sementara untuk harga, pastikan Anda membeli rumah sesuai harga pasaran. Karena bank juga nantinya akan melakukan proses appraisal yaitu penaksiran nilai rumah oleh ahli. Biasanya bank hanya akan memberikan kredit sesuai harga pasaran sekitar 80% - 90%. Jadi ini tentu akan merugikan kalau Anda membeli rumah di atas harga pasaran.

 

Itu dia tips mudah agar Anda lolos proses KPR. Mudah sekali bukan?

 

Jadi, kalau kondisi Anda tidak memenuhi kualifikasi yang sudah ditentukan bank, ataupun Anda tidak melengkapi dokumen yang diminta, maka bisa jadi pengajuan KPR Anda akan ditolak.

Sebagai tambahan tips agar lolos proses KPR, khususnya bagi Anda yang membeli rumah dari developer, pastikan Anda memilih developer yang bekerjasama dengan bank yang akan Anda ajukan KPR.

Setidaknya ini bisa lebih memudahkan segala proses pengajuan KPR nantinya.

Lagi pula dengan begini Anda juga bisa sekaligus mengetahui track record sang pengembang, sehingga Anda akan terhindar dari pengembang yang bereputasi buruk.

Perhatikan juga hal-hal kecil yang mungkin sering diabaikan oleh kebanyakan orang.

Misalnya waktu yang tepat. 

Biasanya waktu terbaik pengajuan KPR adalah minggu ketiga dan keempat karena biasanya bank sedang mengejar target. 

Hindari mengajukan di Bulan Desember karena bank akan sibuk dengan tutup buku.

Hal kecil yang sering diabaikan juga adalah penampilan. 

Meski tidak tertulis, tapi ini bisa menjadi aspek penilaian bank terhadap calon debitur. 

Sederhananya, bank tentu lebih menyukai orang yang berbicara sopan dan jujur serta berpakaian rapi.

Jika pengajuan KPR Anda berhasil, maka usahakan untuk menjaga kepercayaan bank dengan membayar cicilan tepat waktu. 

Ini tentunya terkait dengan menjaga riwayat cicilan yang bersih, sehingga saat Anda ingin mengajukan cicilan lagi suatu hari nanti tidak akan ada masalah.

Selamat mencoba tips untuk lolos proses KPR di atas ya!

 

Baca juga:

11 Tips Pengajuan KPR Disetujui Bank

Author:

Martha