Cara Menabung Saham yang Mudah (Lengkap dengan Keuntungan dan Risikonya)

26 Mar 2020 - Martha

Cara Menabung Saham yang Mudah (Lengkap dengan Keuntungan dan Risikonya)

photo: pixabay.com

Karena banyak yang masih awam di Indonesia, jadi mungkin hanya beberapa saja yang tertarik mencari tahu cara menabung saham

Belum lagi ada anggapan bahwa berinvestasi saham harus dalam jumlah yang besar, dan jika rugi, berarti akan menanggung kerugian yang besar pula.

Padahal sebenarnya menabung saham tidak selalu harus dalam jumlah besar. Dan caranya pun tak sulit. Karena kini banyak perusahaan sekuritas yang mulai berlomba menawarkan berbagai kemudahan investasi saham, dengan tujuan meningkatkan minat masyarakat.

Lalu juga harus mulai melepas anggapan bahwa investasi atau menabung saham adalah untuk orang tua. Karena nyatanya siapa saja, termasuk yang muda sekalipun, bisa memiliki keuntungan yang besar jika tahu bagaimana cara menabung saham yang benar. 

Selama ini kita mungkin hanya diajarkan cara menabung uang, sementara informasi mengenai menabung saham atau berinvestasi mungkin masih sangat minim, atau bahkan belum pernah di dapat sebelumnya.

Lalu bagaimana cara menabung saham untuk pemula atau siapa pun yang merasa tertarik? 


photo: pexels.com 

  1. Buka rekening

Sama halnya dengan menabung di bank, maka jika ingin menabung saham, Anda juga perlu membuka rekening terlebih dulu, dan biasanya disebut rekening efek. Bedanya adalah pembukaan rekening ini melalui perusahaan sekuritas atau broker

Di Indonesia tak terlalu sulit menemukan perusahaan sekuritas karena kebanyakan sudah bekerjasama dengan bank-bank yang populer. Jadi Anda bisa saja mencoba cara menabung saham di BCA Sekuritas atau di bank lainnya.

Yang jelas apapun pilihannya, pastikan perusahaan sekuritas tersebut sudah terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) ya

Biasanya untuk membuka rekening efek, bank akan meminta Anda untuk membuka atau memiliki rekening tabungan biasa lebih dulu. 

Jangan lupa pula untuk membawa dokumen kelengkapan berupa kartu identitas seperti KTP, Kartu Keluarga (KK), lalu kartu NPWP, buku tabungan dan materai.

  1. Top-up dana ke rekening efek

Jika sudah membuka rekening, saatnya untuk mentransfer sejumlah dana ke rekening efek, guna mempermudah proses pembelian saham di bursa efek.

Anda bisa menyetorkan dana secara rutin ke rekening efek setiap bulan dengan memanfaatkan fitur auto-transfer sehingga lebih praktis dan efisien.

Setelah top-up dana, Anda akan diberi akses ke aplikasi jual beli saham melalui smartphone. Anda tentunya perlu mengunduh aplikasi yang dimiliki oleh perusahaan sekuritas tersebut.


photo: unsplash.com

Dengan mengunduh di mobile phone seperti ini akan mempermudah Anda dalam memantau pergerakan saham, ketimbang melakukannya di komputer atau laptop.

  1. Beli saham

Di tahapan ini Anda sudah siap untuk membeli saham. Sebelumnya Anda tentu harus memilih saham yang ingin dibeli. 

Setelah itu klik tombol beli atau buy, dan jangan lupa untuk memasukkan jumlah pembelian yang setidaknya 1 lot (100 lembar). Oya, jual beli saham juga ada waktunya, yakni tergantung jam dibukanya bursa saham. 


Mudah bukan cara menabung saham? 

Nah, setelah mengetahui cara-cara di atas, tentu Anda juga perlu tahu keuntungan dan risiko dari menabung saham. Jika menabung uang relatif minim risiko, maka beda halnya dengan menabung saham. 

Sebelumnya mari kita lihat dulu beberapa keuntungan menabung saham:

  1. Pembagian laba 

Secara sederhana ini merupakan pembagian keuntungan dari perusahaan, kepada pemegang saham dan besarannya sesuai porsi besaran saham Anda tentunya.

Dividen pun dibagi dua, yakni dalam bentuk uang tunai yang dihitung berdasarkan jumlah lembaran saham yang dimiliki. 

Sementara itu ada pula dividen dalam bentuk saham, artinya perusahaan akan membagikan keuntungan dalam bentuk saham, jadi nantinya saham Anda akan bertambah dengan sendirinya.

  1. Capital gain 

Dalam hal ini Anda mendapatkan keuntungan dari kenaikan nilai saham. Artinya harga jual saham lebih tinggi dibanding harga beli. Biasanya ini akan dipengaruhi oleh beberapa faktor salah satunya adalah aktivitas perdagangan di bursa efek.


photo: pixabay.com

Sementara kerugian dari menabung saham adalah:

  1. Capital loss 

Kondisi ini adalah kebalikan dari capital gain, dimana harga jual saham lebih rendah ketimbang harga belinya. 

Tapi jika ini terjadi, dibanding menjual saham dan menelan kerugian, tak sedikit pula yang menempuh jalan dengan mempertahankan saham, karena seperti yang disinggung di atas bahwa nilai saham ini sangat tergantung pada aktivitas perdagangan atau kondisi pasar. 

Jika kondisi sudah kembali stabil, bisa saja nilai saham Anda setidaknya ada di angka yang sama dengan saat Anda membelinya. Jadi tidak perlu panik ya

  1. Suspend

Ini merupakan bentuk sanksi dimana saham diberhentikan perdagangannya sementara oleh bursa efek sehingga pemegang saham tidak bisa menjual sahamnya sampai sanksi ini dicabut.

Hal ini terjadi misalnya karena harga saham yang turun drastis dalam waktu relatif singkat atau perusahaan tersebut bangkrut.


Agar terhindar dari kerugian seperti di atas, maka Anda harus cermat dan pintar dalam berinvestasi ya… 


photo: pixabay.com

Intinya dalam cara menabung saham di bank atau dimana pun, yang paling penting Anda tidak asal-asalan. Jadi pertimbangkan dalam memilih perusahaan, misalnya lihat dari laporan keuangan perusahaan, prospek bisnis dan manajemen perusahaan. 

Di Indonesia, contoh perusahaan yang bisa Anda pertimbangkan adalah yang bergerak di bidang perbankan dan konsumer.

Dalam hal ini dikenal dengan perusahaan yang masuk dalam saham blue chip yakni yang memiliki pendapatan stabil setiap tahun.

Cara menabung saham blue chip menarik untuk dicoba karena kondisi perusahaan yang stabil tentunya bisa memberikan jaminan keuntungan pada Anda.

Kalau di Indonesia perusahaan perbankan yang bisa dijadikan pertimbangan antara lain ada BRI dan Mandiri. Sementara di bidang konsumer, salah satunya adalah Unilever.

Jadi, coba saja cara menabung saham di BRI atau cara menabung saham di Bank Mandiri yang secara garis besar, langkah-langkahnya tidak akan berbeda dengan penjelasan di atas.

Namun dengan nilai investasi yang terbatas, akan sangat kecil kemungkinannya untuk Anda bisa membeli saham blue chip.

Jadi, coba pertimbangkan emiten (perusahaan yang menawarkan saham) dengan harga saham yang terjangkau. Untuk memilih dan menentukan, Anda tidak perlu ribet lagi membaca laporan keuangan perusahaan.


photo: unsplash.com

Karena kebanyakan perusahaan sekuritas kini sudah menyediakan hasil riset dan ringkasannya untuk memandu Anda dalam menentukan saham perusahaan mana yang akan dibeli (dikoleksi).

Setelah itu yang harus diperhatikan adalah harus cermat menentukan besaran investasi saham yang Anda sanggupi, apalagi kalau Anda adalah pemula. 

Idealnya, besaran investasi Anda adalah 10% dari pemasukan per bulan. Jadi tinggal seleksi nilai saham yang masuk ke dalam budget Anda.

Namun sebelum Anda mengalokasikan dana untuk berinvestasi, para ahli menyarankan agar Anda tidak terburu-buru.

Artinya, perhatikan kondisi keuangan. Seseorang dinilai siap berinvestasi jika sudah memiliki dana darurat dengan besaran 3 kali pengeluaran per bulan. 


photo: pexels.com

Jadi, bila belum memiliki dana darurat sejumlah itu, disarankan Anda untuk menunda berinvestasi. 

Kalau Anda sudah siap, investasi saham serupa dengan investasi emas atau properti, dimana ada waktu-waktu tertentu yang dinilai tepat untuk Anda menjual atau membeli agar memberikan keuntungan.

Momen yang dianggap tepat saat membeli saham adalah sebelum Bulan September dan Oktober, dan waktu yang tepat untuk menjualnya adalah sebelum Mei.

Dan ketika sudah membeli, banyak orang yang menabung saham untuk jangka waktu yang singkat (trading), namun bagi pemula cara ini tidak disarankan. 

Anda disarankan untuk menabung saham dalam waktu yang relatif lama, setidaknya 3 tahun, kecuali jika Anda sudah paham betul mengenai dunia saham.

Selamat mencoba!


Author:

Martha