Cara Menabung Saham yang Mudah (Lengkap dengan Keuntungan dan Risikonya)

Last update: 19 Agustus 2025 7 min read
Author:

Foto: Pixabay

Informasi tentang cara menabung saham hanya dicari oleh beberapa orang saja. Pasalnya, hal ini masih awam di masyarakat.

Belum lagi ada anggapan menabung saham harus dalam jumlah yang besar. Jika rugi, maka akan menanggung kerugian yang besar pula.

Namun, benarkah demikian? 

Sebenarnya menabung saham tidak harus selalu dalam jumlah besar dan caranya pun tak sulit.

Karena kini banyak perusahaan sekuritas yang berlomba-lomba menawarkan berbagai kemudahan menabung saham.

Ya, tujuannya apa lagi jika bukan untuk meningkatkan minat masyarakat dan melepas semua anggapan yang kurang tepat itu?!

Sebaiknya, kita pun harus mulai melepas anggapan menabung saham adalah untuk orang tua. Karena kenyataannya tidak demikian.

Siapa saja, termasuk kalangan muda sekalipun, bisa memiliki keuntungan yang besar apabila mengetahui cara menabung saham yang benar. 

Selama ini, kita mungkin hanya diajarkan cara menabung uang saja. Sementara, edukasi tentang menabung saham masih sangat minim.

Bahkan mungkin ada juga yang sama sekali belum pernah teredukasi. 

Lalu bagaimana cara menabung saham untuk para pemula?

Cara Menabung Saham

Foto: pexels

Buka Rekening

Sama halnya dengan menabung di bank, jika ingin menabung saham, maka perlu membuka rekening terlebih dulu.

Biasanya rekening yang dibuka disebut rekening efek. Bedanya adalah pembukaan rekening ini melalui perusahaan sekuritas atau broker. 

Di Indonesia tak terlalu sulit menemukan perusahaan sekuritas. Karena kebanyakan sudah bekerjasama dengan bank-bank yang populer.

Anda bisa saja mencobanya di BCA Sekuritas atau lainnya. 

Apapun pilihannya, pilih yang terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Nah untuk membuka rekening efek, bank akan meminta untuk membuka atau memiliki rekening tabungan biasa lebih dulu. 

Lalu, jangan lupa pula untuk membawa dokumen kelengkapan seperti yang tertera di bawah ini.

  • Kartu Tanda Penduduk (KTP)

  • Kartu Keluarga (KK)

  • Kartu Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP)

  • Buku tabungan dan materai.

Top-up Dana ke Rekening Efek

Foto: unsplash

Apabila rekening efek sudah dibuka, langkah selanjutnya mentransfer sejumlah dana. Tujuannya untuk mempermudah proses beli saham.

Anda bisa menyetorkan dana secara rutin ke rekening efek setiap bulan. Manfaatkan fitur auto-transfer sehingga lebih praktis dan efisien.

Nah, jika sudah top-up dana, maka akan diberi akses ke aplikasi jual beli saham melalui smartphone.

Sebelum diberi akses, tentunya perlu mengunduh aplikasi yang dimiliki oleh perusahaan sekuritas, tempat menabung saham.

Dengan mengunduhnya di smartphone, tentunya memantau pergerakan saham akan menjadi lebih mudah.

Hal tersebut jelas lebih mudah dan praktis, dibanding melakukannya di komputer atau laptop.

Beli Saham

Jika sudah membuka rekening efek dan mentransfer sejumlah dana ke dalamnya, maka ini saatnya beli saham.

Nah saat memutuskan beli saham, tentunya harus sudah siap. Artinya, sudah tahu dan menentukan saham apa yang ingin dibeli.

Setelah itu klik tombol beli atau buy

Lalu, jangan lupa untuk memasukkan jumlah pembelian yang setidaknya 1 lot  atau 100 lembar.

Ingat, jual beli saham juga ada waktunya, yaitu tergantung jam dibukanya bursa saham. 

Bagaimana, mudah bukan cara menabung saham?

 

Setelah mengetahui cara menabung saham yang sudah dijelaskan di atas, tentu perlu tahu lebih lanjut tentang keuntungan dan risikonya.

 

Jika menabung uang relatif minim risiko, maka beda halnya dengan menabung saham. 

Berikut penjelasannya untuk diketahui lebih lanjut.

Keuntungan Menabung Saham

Foto: Pixabay

Pembagian Laba

Sederhananya ini merupakan pembagian keuntungan dari perusahaan kepada pemegang saham. Besarannya sesuai porsi besaran saham.

 

Dividen pun dibagi dua, yakni dalam bentuk uang tunai yang dihitung berdasarkan jumlah lembaran saham yang dimiliki. 

 

Sementara itu, ada pula dividen dalam bentuk saham, artinya perusahaan akan membagikan keuntungan dalam bentuk saham.

Jadi, nantinya saham akan bertambah dengan sendirinya. 

Bagaimana, menggiurkan bukan?

Capital Gain

Capital gain tampaknya menjadi favorit para investor. Bagaimana tidak, hal ini bisa menjadi lumbung keuntungan, lho!

Nah, capital gain atau keuntungan modal ini diperoleh apabila nilai jual lebih tinggi dari harga beli.

Dalam hal menabung saham ini, capital gain adalah keuntungan sebesar-besarnya yang bisa diperoleh saat menjual saham.

Biasanya capital gain dipengaruhi oleh beberapa faktor. Salah satunya aktivitas perdagangan di bursa efek.

Risiko Menabung Saham

Foto: Pixabay

Capital Loss

Kondisi ini adalah kebalikan dari capital gain, dimana harga jual saham lebih rendah ketimbang harga belinya. 

Saat ini terjadi, dibanding menjual saham dan menelan kerugian, tidak sedikit yang menempuh jalan dengan mempertahankan sahamnya.

Pasalnya, seperti yang disinggung di atas, bahwa nilai saham sangat tergantung pada aktivitas perdagangan atau kondisi pasar. 

Jika kondisi sudah kembali stabil, maka bisa saja nilai saham berada di angka yang sama dengan saat membeli. Jadi, tidak perlu panik ya!

Suspend

Perlu diketahui, bursa efek tidak segan menghentikan perdagangan (suspensi) terhadap sejumlah saham yang dianggap tidak wajar

Suspensi merupakan bentuk sanksi dimana saham diberhentikan perdagangannya sementara.

Jadi, pemegang saham tidak bisa menjual sahamnya sampai sanksi ini dicabut. Hal ini bisa terjadi karena beberapa hal.

Misalnya, karena harga saham yang turun drastis dalam waktu relatif singkat atau perusahaan tersebut bangkrut.

Bagaimana Caranya Menghindari Kerugian?

Foto: Unsplash

Demi menghindari risiko di atas, tentu saja harus cermat dan pintar dalam berinvestasi ya.

Intinya dalam menabung saham di bank atau dimana pun, yang paling penting adalah tidak asal-asalan.

Lihat Laporan Keuangan Perusahaan

Pertimbangkan dalam memilih perusahaan, misalnya lihat dari laporan keuangan perusahaan, prospek bisnis dan manajemen perusahaan. 

Di Indonesia, contoh perusahaan yang bisa dipertimbangkan adalah yang bergerak di bidang perbankan dan konsumer.

Dalam hal ini dikenal dengan perusahaan yang masuk dalam saham blue chip, yakni yang memiliki pendapatan stabil setiap tahun.

Cara menabung saham blue chip menarik untuk dicoba, karena kondisi perusahaan yang stabil.

Hal tersebut tentunya bisa memberikan jaminan keuntungan pada Anda. Jadi meminimalkan risiko, kan?

Nah, kalau di Indonesia perusahaan perbankan yang bisa dijadikan pertimbangan antara lain ada BRI dan Mandiri.

Sementara itu, di bidang konsumer, salah satunya adalah Unilever. Jadi, silakan untuk dicoba saja.

Secara garis besar, langkah-langkahnya tidak akan jauh berbeda dengan penjelasan di atas.

Namun sayangnya, dengan nilai investasi yang terbatas, akan sangat kecil kemungkinannya untuk bisa beli saham blue chip.

Alternatif lainnya, coba pertimbangkan emiten (perusahaan yang menawarkan saham) dengan harga saham yang terjangkau.

Baca juga:

7 Cara Bermain Saham dengan Modal Kecil serta Minim Risiko

Nah, untuk memilih dan menentukan, tidak perlu repot lagi membaca laporan keuangan perusahaan.

Pasalnya, kebanyakan perusahaan sekuritas kini sudah menyediakan hasil riset dan ringkasannya untuk memandu investor mengoleksi saham.

Cermat Tentukan Besar Investasi Saham

Foto: Pexels

Setelah itu yang harus diperhatikan adalah harus cermat menentukan besaran investasi saham yang disanggupi.

Nah apalagi bagi para pemula. Idealnya, besaran investasi adalah 10% dari pemasukan per bulan.

Baca juga:

Ingin Mulai Investasi? Ini yang Perlu Diketahui!

Jadi tinggal seleksi saja nilai saham yang masuk ke dalam bujet yang dimiliki. Namun ingat, jangan terburu-buru!

Para ahli menyarankan untuk memperhatikan dulu kondisi keuangan. Lantas, apa indikator siap investasi?

Menurut sejumlah ahli, seseorang dinilai siap berinvestasi apabila sudah memiliki dana darurat dengan besaran 3 kali pengeluaran per bulan.

Jadi bila belum memiliki dana darurat sejumlah itu, disarankan untuk menunda dulu keinginan berinvestasi. 

Nah jika sudah siap, perhatikan waktu-waktu tertentu yang dinilai tepat untuk beli saham agar memperoleh keuntungan.

Pasalnya, investasi saham serupa dengan investasi emas atau properti, dimana harus memperhatikan momen yang tepat dan menguntungkan.

Momen yang dianggap tepat untuk beli saham adalah sebelum September dan Oktober, sedangkan menjualnya sebelum Mei.

Hindari Trading

Jika sudah beli saham, maka banyak orang yang menabung saham dalam jangka waktu yang singkat. Inilah yang dinamakan trading.

Trading sangat tidak disarankan bagi para pemula. Sebaiknya, menabung saham dalam waktu yang relatif lama.

Setidaknya tiga tahun, tidak kurang dari ini. Kecuali, sudah paham betul mengenai dunia saham.

Itu dia informasi cara menabung saham yang mudah dan lengkap, mulai dari keuntungan dan risiko, serta cara meminimalisir kerugian.

Bagaimana, tertarik mencoba? Namun apabila ingin berinvestasi dengan cara lain, bisa juga mencoba investasi properti.

Yuk, temukan properti terbaik pilihan hanya di laman 99.co Indonesia. Apapun bentuk investasinya yang paling penting menguntungkan!

Semoga informasi ini bermanfaat!

 

Menyajikan insight dan panduan seputar dunia properti, dari tren pasar, tips jual beli, hingga strategi investasi yang tepat.