
Cara menghitung volume pondasi yang benar penting untuk diketahui sebelum Anda membangun hunian impian.
Pasalnya, sebagai tempat tinggal, rumah wajib dibangun dengan kukuh agar tahan lama.
Nah, untuk membangun sebuah rumah yang tahan lama, diperlukan rancangan struktur yang baik dengan membangun pondasi yang kuat.
Alasannya, pondasi rumah berguna untuk menopang beban utama dari sebuah bangunan.
Nah, upaya yang dapat Anda lakukan untuk membuat pondasi yang kukuh adalah dengan menghitung volume pondasi yang dibutuhkan.
Simak penjelasannya di bawah ini!
Apa Itu Pondasi Rumah?
Menurut buku Panduan Lengkap Membangun Rumah yang ditulis oleh Gatus Susanta, pondasi adalah komponen yang berperan penting dalam menopang suatu bangunan.
Pasalnya, pondasi termasuk komponen struktur bawah yang berfungsi untuk meneruskan gaya dari segala arah bangunan di atasnya ke tanah.
Jadi, pembangunan pondasi harus bisa menjamin kestabilan bangunan terhadap berat pondasi itu sendiri, beban-beban berguna, dan gaya-gaya luar, seperti tekanan angin, gempa bumi, dan lain-lain.
Apabila terjadi penurunan pondasi setempat atau secara merata yang melebihi batas tertentu maka akan menyebabkan rusaknya bangunan.
Oleh karena itu, penggalian tanah untuk pondasi sebaiknya harus mencapai tanah keras.
Perlu diketahui bahwa ada jenis-jenis pondasi bangunan.
Secara umum, terdapat dua macam pondasi, yaitu pondasi dangkal dan pondasi dalam.
Pondasi dangkal dipakai pada bangunan di tanah-tanah yang keras atau bangunan-bangunan sederhana.
Adapun, yang termasuk jenis pondasi dangkal antara lain pondasi batu kali setempat, pondasi lajur batu kali, pondasi tapak/pelat setempat (beton), pondasi lajur (beton), pondasi strouspile, dan pondasi tiang pancang kayu.
Sementara itu, pondasi dalam dipakai pada bangunan di tanah-tanah lembek, bangunan yang berbentangan lebar (jarak antarkolom lebih dari 6 m), dan bangunan bertingkat.
Jenis pondasi dalam antara lain pondasi tiang pancang (dari bahan beton, besi, pipa baja), pondasi sumuran, pondasi borpile, dan lain-lain.
Selanjutnya, berikut adalah cara menghitung volume pondasi yang dapat diterapkan pada hunian Anda.
Cara Menghitung Volume Pondasi Rumah
1. Cara Menghitung Volume Pondasi Tapak
Foto: understandconstruction.com
Seperti namanya, pondasi tapak adalah jenis pondasi beton bertulang yang bentuknya seperti telapak.
Jenis pondasi ini umumnya diterapkan untuk rancangan bangunan berlantai dua dan tiga.
Selain itu, letak pondasi tapak ada di bawah tiang atau kolom sehingga bisa diaplikasikan pada kontur tanah yang kurang keras dengan daya tidak terlampau buruk (>2 kg/cm2).
Pada penerapannya, pondasi ini dapat dibuat pada kedalaman 1–2 meter.
Pembuatan pondasi tapak dapat dikombinasikan dengan pondasi batu kali atau langsung dengan sloof beton berdimensi tertentu untuk kepentingan pemasangan dinding.
Pondasi tersebut dapat disiapkan untuk bangunan di tanah sempit yang akan dilakukan pengembangan bangunan ke atas.
Jenis bahan atau material untuk pembuatan pondasi pelat beton adalah batu pecah (split 2/3), pasir beton, semen PC (semen abu-abu), besi beton, dan papan kayu untuk bekisting atau cetakan.
Adapun, rumus perhitungan pondasi tapak adalah sebagai berikut:
Volume pondasi = ((tinggi 1 x tinggi 2 /2) x sisi x sisi
- Tinggi 1: tinggi dari keseluruhan pondasi tapak
- Tinggi 2: tinggi bagian bawah pondasi tapak
- Sisi: panjang pondasi tapak
Supaya bisa tergambar, perhatikan simulasi cara menghitung volume pondasi tapak berikut ini:
Diketahui:
- Tinggi dari keseluruhan pondasi tapak: 0,5 m
- Tinggi bagian bawah pondasi tapak: 0,4 m
- Panjang pondasi tapak 2 m
Jawabannya:
Volume pondasi = ((tinggi 1 x tinggi 2)/2) x sisi x sisi
= ((0,5 x 0,4)/2) x 2 x 2
= 0,1 x 2 x 2 = 0,4 m³
2. Cara Menghitung Volume Pondasi Cakar Ayam
Foto: nurcahyaku5.blogspot.com
Anda pasti tidak asing dengan pondasi cakar ayam.
Pondasi cakar ayam adalah salah satu pondasi yang sering diterapkan pada rumah-rumah di Indonesia, terutama hunian dengan struktur tanah yang lembek.
Menariknya, metode cakar ayam ditemukan oleh ilmuwan asal Indonesia bernama Prof. Dr. Ir. Sedijatmo.
Secara umum, pondasi jenis ini akan menghasilkan struktur luar bak cakar ayam.
Sementara, bagian dalam strukturnya berisi kolom dan besi tulangan yang kukuh.
Alhasil, cakar ayam banyak disebut sebagai pondasi yang memberikan stabilitas struktur di atasnya.
Cara menghitung kubikasi pondasi cakar ayam dapat dilakukan dengan mengaplikasikan rumus berikut ini:
Volume pondasi cakar ayam (V): L x P x T
Kebutuhan material pondasi cakar ayam (per buah):
- Besi (batang): ((L/B+1) x (L x 2 + T x 2)) x 2 / B
- Split (m3): 0.82 x V
- Pasir (m3): 0.54 x V
- Semen (zak): Kebutuhan pasir x 1000 / 32 / R
Keterangan:
- V: Volume pondasi cakar ayam per buah (m3)
- L dan P: Lebar atau panjang cakar ayam (m)
- T: Tebal cakar ayam (m)
- R: Rasio semen berbanding pasir
- B: Panjang besi (m)
Baca Juga:
10 Jenis-Jenis Besi untuk Pondasi Rumah dan Harganya
3. Cara Menghitung Volume Pondasi Batu Kali
Foto: kobrapostonline.com
Berikutnya adalah pondasi batu kali.
Mengutip buku Panduan Lengkap Membangun Rumah, pondasi batu kali digunakan untuk bangunan-bangunan sederhana pada tanah asli yang cukup baik.
Biasanya, kedalaman pondasinya antara 60-80 cm dengan lebar tapak sama dengan tingginya.
Kebutuhan bahan baku untuk pondasi ini adalah batu belah (batu kali/gunung), pasir pasanq, dan semen PC (semen abu-abu).
Hampir sama dengan cakar ayam, pondasi batu kali sering dipakai oleh masyarakat umum.
Pasalnya, pondasi batu kali adalah jenis pondasi dengan struktur terbuat dari batu kali yang ditumpuk atau disusun sedemikian rupa.
Susunan batu kali tersebut kemudian diikat dengan adukan beton.
Dengan perhitungan yang cermat, pondasi batu kali diyakini mampu menahan beban dinding rumah di atasnya.
Cara menghitung volume pondasi batu kali dapat dengan mudah dilakukan lewat berikut ini:
- Volume pondasi = luas penampang x jumlah total panjang pondasi
Sedang luas penampang dari rumus di atas, bisa dicari dengan rumus di bawah ini:
Luas penampang = (lebar bagian atas pondasi + lebar bagian bawah pondasi) x tinggi pondasi / 2
Anda bisa coba menerapkan rumus cara menghitung volume pondasi batu kali dengan contoh soal berikut ini:
Diketahui:
- lebar bagian atas penampang pondasi = 0,4 m
- lebar bawah pondasi = 1 m
- tinggi dalam pondasi = 2 m
- pondasi = jumlah panjang dinding = 40 m
Jawabannya:
Volume pondasi = luas penampang pondasi x jumlah total panjang pondasi
= ((0,4 m + 1 m) x (2 m / 2)) x 40 m
= (1,4 m x 1 m) x 40 m
= 1,4 m² x 40 m = 56 m³
4. Cara Menghitung Volume Pondasi Plat Beton Lajur
Berdasarkan buku Panduan Lengkap Membangun Rumah, pondasi pelat beton jalur/lajur digunakan bila luas penampang untuk menggunakan pondasi pelat setempat terlalu besar.
Luas penampang dibagi dengan cara memanjangkan lajur agar tidak terlalu melebar.
Nah, pondasi ini lebih kuat dari dua jenis pondasi dangkal lainnya karena seluruhnya terdiri dari beton bertulang.
Meskipu dari beton bertulang, harga pembuatan pondasi ini lebih murah dibandingkan dengan pondasi batu kali untuk bangunan rumah bertingkat.
Ukuran lebar pondasi pelat lajur sama dengan lebar bawah dari pondasi batu kali, yaitu antara 70-120 cm.
Penggunaan ukuran lebar tersebut disebabkan fungsi pondasi pelat lajur ini adalah menggantikan pondasi batu belah, terlebih bila batu belah sangat sulit diperoleh atau memang ada rencana untuk pengembangan rumah ke atas atau ditingkat.
Cara menghitung volume beton untuk pondasi jenis ini adalah sebagai berikut:
Volume pondasi = (Volume I + Volume II) x panjang pondasi pelat
Volume I = luas penampang x tinggi pondasi
Volume II = lebar bagian atas pondasi + lebar bagian bawah pondasi x tinggi pondasi / 2
Baca Juga:
4 Jenis Pondasi Tanah Lunak yang Cocok untuk Bangunan Rumah
Kebutuhan bahan atau material untuk volume 1 m3 pondasi beton pelat dengan adukan 1 semen: 2 pasir : 3 split adalah sebagai berikut:
- batu pecah/split 2/3 sebanyak 83 m3 (0,83 m3 x 100)
- pasir beton sebanyak 54 m3(0,54 m3 x 100)
- semen PC sebanyak 850 sak (8,5 sak x 100)
Untuk pondasi pelat, selain besi dibutuhkan juga kayu yang dibuat berbentuk segi empat yang penggunaannya untuk menahan coran semen.
Ketinggiannya sama dengan tebalnya pelat beton.
Bila pondasi tapaknya berukuran 0,8 m x 12 m maka kebutuhan kayunya adalah papan berukuran 2 cm x 20 cm.
Jumlahnya sebanyak 25,8 m (diperoleh dari (0,9 m x 2 bh) + (12 m x 2 bh)).
Angka 0,9 m diperoleh dari 0,8 m + 10 cm untuk bidang pemakuan sehingga ukuran dalam tetap sama, yaitu 0,8 m.
***
Itulah cara menghitung volume pondasi sesuai jenis beserta rumus-rumusnya.
Semoga rumus volume pondasi tersebut bisa bermanfaat, ya!
Jika Anda sedang mencari rumah, kunjungi situs properti www.99.co/id sekarang juga!