
Meski sering terdengar, masih banyak orang yang tidak mengetahui perbedaan granit dan keramik.
Padahal, dengan mengetahui perbedaannya, kita dapat memahami kelebihan dan kekurangan dari material tersebut.
Selanjutnya, kamu juga dapat memilih material terbaik untuk tempat tinggal pribadimu.
Karena tidak cuma harga, granit dan keramik memiliki sejumlah perbedaan yang cukup signifikan.
Lantas, apa perbedaan granit dan keramik? Agar tidak salah, simak uraiannya di bawah ini.
Baca juga: Cara Menghitung Kebutuhan Keramik untuk Berbagai Ukuran
Perbedaan Granit dan Keramik
1. Bahan Dasar

Gambar granit (kiri) dan keramik (kanan): tokopedia.com
Perbedaan pertama terletak dari bahan dasarnya.
Granit terbentuk alami dari magma yang mendingin karena tekanan.
Maka itu, granit mengandung mineral alami seperti kuarsa, feldspar, mika, dan lain-lain.
Sementara, keramik merupakan material bangunan yang terbuat dari tanah liat.
Tanah liat tersebut kemudian dicampurkan dengan pasir, kaolin, air, dan mineral lainnya.
2. Cara Pembuatan
Sudah dijelaskan sebelumnya, granit pada dasarnya terbuat secara alami.
Bahan dasar granit kemudian dibakar dengan suhu sekitar 1.230 derajat Celsius.
Lalu, untuk keramik, material ini terbuat dari tanah liat yang dibakar pada suhu sekitar 1.000 derajat Celsius.
Setelah itu, keramik dilapisi bahan bernama glaze yang membuat tampilannya lebih mengkilap.
3. Daya Serap Air
Granit dan keramik juga memiliki daya serap yang berbeda.
Granit diketahui punya daya serap air yang rendah, yakni di bawah 0,5%.
Maka itu, granit umumnya dapat langsung dipasang tanpa harus direndam air terlebih dulu.
Beda halnya dengan keramik, material ini punya daya serap di atas 0,5%.
Karena itu, keramik harus direndam menggunakan air terlebih dahulu sebelum dipasang di lantai.
Tujuannya agar keramik tidak menyerap kelembapan semen sehingga membuatnya popping atau terangkat.
4. Daya Tahan
Perbedaan granit dan keramik selanjutnya terkait daya tahan.
Soal daya tahan, granit memang tergolong lebih unggul.
Pasalnya, granit tahan terhadap goresan, tekanan, panas dan bahan kimia.
Ini membuatnya ideal untuk diaplikasikan di semua area rumah, termasuk luar ruangan.
Keramik sebenarnya juga cukup kuat terhadap goresan, tekanan, atau panas.
Namun, daya tahannya tidak sekuat granit sehingga relatif rentan terhadap faktor eksternal.
Meski begitu, dengan perawatan yang tepat, keramik juga dapat dipakai dalam jangka waktu lama.
5. Tampilan

Gambar granit (kiri) dan keramik (kanan): tokopedia.com / shopee.co.id
Tampilan pola dan warna granit tergolong unik karena terbentuk secara alami.
Tidak jarang pola dan warna yang dihasilkan oleh granit terlihat mewah dan elegan.
Sedangkan tampilan keramik relatif beragam, mulai dari warna, motif keramik, hingga polanya.
Aspek ini yang membuat keramik cenderung lebih disukai khalayak, lantaran dapat disesuaikan dengan konsep rumah.
6. Bobot
Bobot granit lebih berat ketimbang keramik.
Sebagai contoh, satu dus granit berukuran 60×60 cm dengan jumlah 2 keping beratnya bisa mencapai 50 kg.
Sedangkan dalam satu dus keramik ukuran 50×50 cm dengan jumlah 5 keping, berat maksimalnya sekitar 18 kg saja.
7. Cara Pemasangan
Dengan bobotnya yang lebih berat, perlu keahlian dan peralatan khusus untuk memasang granit di rumah.
Proses pemasangannya juga memakan waktu lebih lama, sebab diperlukan semen atau mortar khusus untuk menjaganya agar tetap kuat.
Berbeda dengan cara pasang keramik yang lebih mudah dan praktis karena bobotnya ringan.
Bahkan, kamu bisa memasang keramik di rumah tanpa bantuan tukang, lho.
8. Perawatan
Perbedaan granit dan keramik berikutnya dari segi perawatan.
Granit lebih sukar dijaga kondisinya, sebab kamu perlu merawatnya secara rutin.
Untuk keramik, cara merawatnya tergolong simpel karena cukup dilap saja.
9. Harga Granit dan Keramik
Lebih mahal granit atau keramik? Jawabannya adalah granit.
Contohnya keramik ukuran 60×60 cm, biasanya dijual sekitar Rp70-75 ribu per dus.
Namun, dengan ukuran yang sama, granit justru dijual sekitar Rp120-300 ribu per dus.
Lebih Bagus Granit atau Keramik?
Jadi, mana yang lebih bagus, granit atau keramik? Jawabannya tergantung kebutuhan.
Jika kamu mengejar kualitas, daya tahan dan tampilan yang elegan, granit bisa jadi opsi terdepan.
Sementara, andai kamu ingin material yang murah, punya banyak pilihan warna dan mudah dirawat, maka keramik sangat ideal untuk dipakai.
Karena itu, pilihlah material yang paling cocok dengan kebutuhanmu, ya.
Baca juga: 7 Model Lantai Granit Terbaik Beserta Harganya
Itulah perbedaan granit dan keramik yang dapat dijadikan panduan sebelum Anda membelinya.
Semoga bermanfaat.