
Foto: timeout
Pulau Dewata tidak hanya cocok sebagai tujuan wisata, wilayah ini juga menawarkan tempat tinggal dengan kualitas hidup yang baik.
Denpasar sendiri, sebagai Ibu Kota Provinsi Bali, merupakan 7 besar kota paling layak huni berdasarkan survei dari Ikatan Ahli Perencanaan (IAP).
Karena itu buat yang berencana untuk hidup di Bali, berikut beberapa kelebihan yang mungkin bisa Anda dapatkan.
Kelebihan yang Didapat jika Hidup di Bali
Provinsi Bali nyatanya memiliki potensi lebih mengenai sektor properti, seperti halnya bisnis sewa villa yang menjamur dan laris manis ketika musim liburan tiba.
Bermula dari beli rumah dijual di Bali, Anda bisa memanfaatkan cara tersebut untuk memulai bisnis properti yang menguntungkan.
Selain itu, ada alasan dan keuntungan lain yang bisa Anda dapatkan jika membeli rumah dan hidup di Bali, yakni:
Pembangunan Infrastruktur yang Pesat
Foto: pinterest
Luas wilayah Provinsi Bali hanya 0,29% dari luas wilayah Indonesia atau sekitar 5.780 m2.
Meskipun tidak terlalu besar, Bali mampu menghadirkan berbagai infrastruktur bertaraf internasional dan tidak kalah dengan kota besar lainnya.
Beberapa infrastruktur menakjubkan yang dibangun di Bali adalah Tol Bali Mandara sepanjang 12,7 km, yang dinobatkan sebagai salah satu tol atas air terpanjang di dunia.
Tol ini menghubungkan kawasan segitiga emas antara Benoa, Ngurah Rai dan Nusa Dua, serta dapat dilalui oleh sepeda motor.
Selanjutnya ada dua infrastruktur yang direncanakan akan selesai pada tahun 2022-2023, yakni pembangunan Tol Gilimanuk-Mengwi 95 km dan LRT dari Bandara Ngurah Rai-Sentral Parkir Kuta.
Diharapkan kedua proyek ini mampu mengangkat perekonomian Bali agar makin maju.
Transportasi Umum Modern
Foto: bisnisnews
Tidak sabar menunggu proyek LRT selesai, Bali sebenarnya memiliki banyak layanan transportasi umum dan modern.
Moda transportasi ini digunakan untuk mempermudah aktivitas warga dan wisatawan ke berbagai wilayah serta objek wisata di Bali.
Transportasi massal yang baru diperkenalkan oleh pemerintah beberapa bulan ini adalah bus listrik. Transportasi ini melayani rute Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) di Bali.
Selain itu, ada pula bus Trans Metro yang mulai beroperasi dan melayani trayek Denpasar, Badung, Gianyar, dan Tabanan.
Untuk angkutan umumnya, Bali memiliki bus kura-kura dan Komotra dengan tujuan Pantai Kota dan lokasi populer lainnya.
Fasilitas Pendidikan yang Memadai
Foto: kintamani
Jika dibandingkan dengan beberapa kota di Jawa, Provinsi Bali memiliki 3.352 sekolah dari berbagai jenjang pendidikan seperti SD, SMP, dan SMA/SMK.
Pemerintah setempat sangat memperhatikan kualitas pendidikan dan tenaga ahli untuk membangun intelektual muda di Bali.
Bali juga menyediakan jenjang perguruan tinggi terbaik dan menjadi incaran banyak mahasiswa, salah satunya Universitas Udayana.
Baca juga:
7 Wisata Tanah Lot Bali yang Tidak Boleh Dilewatkan
Fasilitas Kesehatan yang Lengkap
Foto: portonews
Layanan kesehatan menjadi salah satu fasilitas yang sangat penting untuk mengatasi masalah kesehatan masyarakat.
Agar masyarakat bisa mendapatkan pelayanan kesehatan yang layak, pemerintah Provinsi Bali menyediakan berbagai pilihan rumah sakit berstandar internasional.
Rumah sakit besar yang menjadi rujukan masyarakat lokal maupun wisatawan, yakni RS Siloam Denpasar, RS Bali Mandara, RSU Jimbaran, RS BaliMed Karangasem, dan masih banyak lagi.
Ketersediaan Pangan yang Melimpah
Foto: hotels
Pemerintah Provinsi Bali memiliki visi “Nangun Sat Kerthi Loka Bali”, dengan maksud bahwa sektor pangan menjadi salah satu dari lima program bidang prioritas.
Konsumsi pangan di Bali bisa dibilang cukup tinggi dan hal ini juga membantu mensejahterakan petani serta UMKM lokal.
Lalu harga pangan di Bali juga relatif stabil, bahkan pencapaian inflasi bisa ditekan hingga 1,26%.
Bali Sebagai Kota Wisata
Foto: kuta
Ajang World Travel Awards 2020 memberikan nominasi kepada Provinsi Bali sebagai destinasi wisata terbaik ke-3 di dunia.
Wajar saja jika Bali masuk ke berbagai penghargaan pariwisata dunia, karena pemerintahnya sangat gencar mempromosikan dan memperbaiki wisata di Bali secara maksimal.
Bisa dibayangkan jika tinggal dan hidup di Bali, Anda bisa merasakan serunya mengejar sunrise, bermain di pantai dan diving setiap hari.
Berani menolak?
Masyarakat Multikultural
Foto: rimbakita
Penduduk Bali didominasi sekitar 86,91% penganut agama Hindu. Warganya dikenal selalu menjunjung tinggi toleransi antar agama.
Bali juga merupakan pulau yang sangat terbuka dengan perubahan dari budaya lain, ramah akan pendatang, dan terus mengikuti arus tren tanpa meninggalkan kebudayaan dan adat istiadatnya.
Buat Anda yang cinta damai, sepertinya Bali bisa menjadi lokasi yang cocok untuk menetap dalam jangka waktu lama.
Kisaran Harga Rumah Dijual di Bali
Foto: ilustrasi rumah dijual di Bali
Rata-rata rumah di Bali dibangun dengan arsitektur rumah tropis, terdapat ukiran khas Bali yang menghiasi setiap sudut rumah.
Kisaran harga hunian di Bali juga sangat beragam dan dapat disesuaikan dengan bujet yang Anda miliki.
Jika ingin tinggal di kawasan yang dekat dengan pantai, biasanya harga yang ditawarkan sekitar Rp600 juta sampai Rp14 miliar, tergantung letak dan tingkat keramaian.
Tapi, Anda bisa menemukan perumahan minimalis di Jalan Sidakarya yang dekat dengan Kuta, mulai dari Rp550 juta.
Bali juga masih menyediakan rumah murah di Royal Orchid Residence yang letaknya di Jalan Winasar, Tabanan, dengan harga Rp290 juta.
Bisa juga melirik ke kawasan Ida Bagus Mantra, Pering, yang menawarkan rumah tipe 36 dengan harga Rp450 juta.
Jika Anda memiliki bujet lebih, sebaiknya pilih Jimbaran Pavilion di kawasan Badung dengan harga Rp1,8 miliar.
Segera wujudkan impian untuk memiliki rumah dan hidup di Bali bersama 99.co Indonesia.
Semoga bermanfaat!
Baca juga:
Selain Wisata Religi di Pura Tanah Lot, Ini Hal Seru Lain yang Bisa Dicoba