Mengenal Apa Itu Secondary Skin pada Bangunan

Last update: 19 Agustus 2025 4 min read
Author:

Tantangan iklim dan kebutuhan akan efisiensi energi mendorong inovasi dalam desain bangunan. Salah satu solusi arsitektur yang semakin relevan adalah penerapan secondary skin.

Lapisan eksterior tambahan ini menawarkan berbagai manfaat, mulai dari pengendalian termal hingga peningkatan estetika.

Secondary skin dapat mengurangi beban pendinginan bangunan dengan memblokir radiasi matahari langsung, sekaligus memungkinkan ventilasi alami.

Lebih dari itu, secondary skin dapat menjadi elemen arsitektur yang ekspresif, memberikan karakter visual yang unik pada bangunan.

Pelajari lebih jauh mengenai lapisan eskterior tambahan ini melalui penjelasan berikut!

Apa Itu Secondary Skin

secondary skin

foto: archdaily.com

Secondary skin adalah lapisan tambahan yang biasanya berbentuk panel, kisi-kisi, atau sejenisnya yang dipasang pada bagian luar fasad utama bangunan.

Lapisan ini dirancang untuk bertindak sebagai perisai yang melindungi bangunan dari berbagai pengaruh lingkungan, seperti panas matahari, hujan, atau angin, tanpa mengganggu fungsi utama fasad.

Sederhananya, fungsi utama secondary skin adalah sebagai “kulit kedua” yang menciptakan ruang antara fasad utama dengan lingkungan luar.

Ruang ini disebut sebagai ventilated cavity atau buffer zone yang memungkinkan aliran udara atau cahaya masuk dengan cara yang terkontrol.

Dengan demikian, lapisan ini dapat meminimalkan beban termal pada bangunan dan meningkatkan kenyamanan penghuni di dalamnya.

Baca Juga:

10 Inspirasi Desain Rumah Tropis Nyaman dan Tenang

Manfaat Secondary Skin Rumah

1. Menghalau Sinar Matahari Berlebih

secondary skin

foto: archdaily.com

Negara-negara tropis seperti Indonesia selalu mengalami musim kemarau dengan intensitas cahaya matahari yang tinggi.

Paparan sinar matahari langsung masuk ke dalam rumah yang posisinya menghadap ke arah barat biasanya lebih cepat panas.

Meskipun, bukaan rumah yang lebar sangat baik untuk rumah sehat, nyatanya membuat ruangan jadi lebih panas sepanjang hari.

Penggunaan secondary skin inilah yang menjadi perisai utama bangunan agar tidak terpapar sinar matahari secara berlebihan.

Dan secondary skin tidak akan membuat ruangan terlihat lebih gelap, karena Anda bisa memilih motif dan desain yang bisa disesuaikan.

Jadi bukan hanya kulit wajah yang butuh perlindungan dari sinar UV, rumah Anda juga perhatian ekstra ya!

2. Menahan Terpaan Cuaca Ekstrim

secondary skin

foto: travelers.com

Selain melindungi rumah dari sinar matahari berlebih, secondary skin juga melindungi rumah dari hujan angin ekstrim.

Hujan yang disertai angin kencang biasanya membawa percikan air ke dinding rumah.

Percikan air hujan yang mengenai dinding, lama kelamaan akan membuat bekas menghitam, timbulnya jamur tembok dan lumut.

Untuk membersihkan jamur di tembok rumah pun tidak bisa dikatakan mudah karena ada beberapa rangkaian yang harus Anda persiapkan.

3. Melindungi Furnitur Tidak Cepat Rusak

secondary skin

foto: inhabitat.com

Hadirnya secondary skin dengan rumah bukaan lebar di fasad rumah membuat panas dalam ruangan berkurang dengan banyak.

Tentu saja secara tidak langsung juga menghindari berbagai jenis furnitur yang tidak bisa beradaptasi atau terkena dengan paparan sinar matahari dan suhu rumah yang tinggi.

4. Memperlancar Sirkulasi Udara

secondary skin

foto: archdaily.com

Desain secondary skin bukan untuk menutup penuh fasad rumah, tapi kebanyakan secondary skin memiliki tampilan dengan celah-celah khusus.

Celah-celah tersebut memiliki fungsi sebagai pertukaran udara dari luar ke dalam, dan sebaliknya.

Sehingga Anda bisa merasakan udara sejuk dan lebih dingin dibandingkan di luar rumah.

5. Menyeimbangkan Suhu Ruangan

secondary skin

foto: archdaily.com

Rumah yang letaknya di arah barat dan timur memang banyak mengundang pro dan kontra, termasuk mengnai suhu ruangan yang lebih tinggi.

Jika Anda sudah terlanjur tinggal di area tersebut, Anda tidak perlu khawatir, karena hadirnya lapisan kedua pada fasad rumah mampu mengatasi masalah tersebut.

6. Mempercantik Tampilan Eksterior Rumah

secondary skin

foto: archdaily.com

Saat ini sudah banyak rumah-rumah yang menampilkan secondary skin dengan berbagai pilihan dan desain yang unik, mewah dan elegan.

Selain membuat tampilan eksterior rumah lebih menawan, secondary skin juga memberikan privasi lebih bagi penghuni di dalamnya.

Bahan Material Secondary Skin Rumah

secondary skin

foto: archello.com

Untuk Membuat atau memasang secondary skin di bagian depan fasad rumah, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan.

Pertama, Anda harus konsultasikan untuk memasang lapisan kedua di fasad rumah dengan tenaga profesional.

Kedua, perhatikan material yang akan digunakan karena semua material yang dijelaskan oleh tenaga ahli memiliki fungsi dan tampilan yang berbeda.

Ketiga, ketahui lebih pasti material jenis apa yang akan dipasang, untuk Anda yang memiliki selera cita rasa tinggi, tentu tak ingin sembarangan memilih jenis materialnya.

Untuk itu, Panduan 99.co memberikan 8 pilihan material secondary skin rumah yang bisa Anda jadikan opsi, seperti:

  • Kayu
  • Wooden Blind
  • Material Batu Bata (batu bata ekspos dan batako)
  • Tanaman merambat atau tanaman vertikal
  • Material Bambu
  • Botol Bekas
  • Besi Hollow
  • Panel Aluminium

Semua jenis material di atas dapat Anda sesuaikan dengan pola atau motif yang bisa didesain langsung oleh arsitek atau tenaga ahli.

Baca Juga:

Ragam Fasad Rumah Modern, dari Kontemporer sampai Mediterania

Contoh Desain Secondary Skin

***

Demikian penjelasan mengenai secondary skin.

Semoga bermanfaat, Property people.

Jika sedang mencari rumah impian, cek laman www.99.co/id sekarang juga!

**cover: archify

 

Menyajikan insight dan panduan seputar dunia properti, dari tren pasar, tips jual beli, hingga strategi investasi yang tepat.