
Foto ilustrasi rumah yang dibangun dengan konstruksi tahan gempa: woodz
Teknik konstruksi tahan gempa dibutuhkan untuk bangunan yang dibuat di Indonesia.
Banyak daerah di Nusantara yang rawan gempa dengan potensi guncangan besar.
Contohnya, ada wilayah Bandung Raya yang berpotensi mengalami gempa besar karena terdapat Sesar Lembang, atau wilayah Bandar Lampung karena ada zona Sesar Semangko.
Kaidah konstruksi tahan gempa bisa membuat kerusakan pada rumah atau bangunan lain jadi minim.
Jadi, jika Anda berencana membangun rumah, sebaiknya ikuti beberapa kaidah konstruksi tahan gempa berikut ini.
Prinsip Rumah Tahan Gempa
Berdasarkan penjelasan Sarwidi (2004), dalam CEEDEDS UII, setidaknya ada beberapa prinsip dari bangunan tahan gempa.
Berikut beberapa prinsip yang dimaksud:
- Bangunan tidak mengalami kerusakan jika diguncang gempa ringan.
- Bangunan boleh rusak pada elemen non struktur jika terjadi gempa sedang.
- Jika terjadi gempa besar, bangunan boleh mengalami kerusakaan pada elemen non teknis dan struktur, namun bangunannya tidak boleh runtuh. Sedangkan untuk bangunan sederhana, boleh mengalami kerusakan tembok dan perkuatan praktisnya, tapi kerusakannya harus masih bisa diperbaiki.
Penyebab Rumah Roboh Ketika Gempa
Boen dan rekan-rekan telah melakukan pengamatan pada sejumlah bangunan rusak akibat gempa bumi di Bengkulu, 4 Juni 200.
Hasilnya, ada beberapa penyebab dari mengapa rumah roboh akibat gempa tersebut. Berikut penjelasannya:
- Tidak ada angkur untuk mengikat dinding.
- Tidak ada unsur perkuatan pada dinding yang luas bidangnya lebih dari 6 meter persegi.
- Pada pertemuan unsur sambungan, tidak ada detail penulangan yang benar.
- Penampang tulangan memiliki diameter dan total luas yang terlalu kecil.
- Terlalu besarnya jarak antara sengkang yang dipasang.
- Tidak menggunakan campuran beton yang sesuai.
- Tidak mengecor bagian kolam praktis, keliling, dan balok pondasi agar dilaksanakan berkesinambungan.
- Tidak menggunakan alat pencampur beton yang sesuai, seperti beton molen, pada pengadukan beton.
Tips Membuat Konstruksi Rumah Tahan Gempa
Jenis Tanah
Foto: proscape
Hal pertama yang mesti dilakukan dalam membangun rumah tahan gempa adalah memiliih lahan yang jenis tanahnya sesuai.
Anda mesti membangun rumah di atas tanah keras yang memiliki komponen seperti kerikil berpasir, pasir berlempung, dan tanah terkonsolidasi.
Pondasi Tahan Gempa
Foto: missionpt
Pilih pondasi yang ideal agar bisa mengirimkan beban bangunan ke tanah agar kerusakan bisa dicegah.
Contoh pondasi tahan gempa yang tepat adalah pondasi sepatu lari, yang ideal untuk pembangunan struktur dan bangunan dua lantai.
Ketinggian Bangunan
Lakukan perhitungan tinggi bangunan sebelum perencanaan struktur. Dengan begitu, rumah bisa semakin aman ketika gempa terjadi.
Itu karena semakin tinggi bangunan, maka akan semakin besar pula guncangan gempa yang dirasakan.
Baca juga: Standar Tinggi Dinding Rumah 2 Lantai dan Alasan Pembatasannya
Bangunan yang Simetris
Foto: ilustrasi-earth magazine
Untuk menjaga keseimbangan bangunan, struktur bangunan harus dibuat simetris.
Jika rancangannya asimetris atau rumit, bisa mengalami gaya torsi yang besar selama gempa bumi.
Penggunaan Beton Bertulang
Foto: jawaracorpo
Menggunakan baja atau beton bertulang adalah hal yang tepat untuk pembangunan rumah tahan gempa.
Tidak hanya fleksibel, penggunaan struktur tersebut bisa membuat konstruksi rumah tahan gempa makin kuat dan tahan guncangan.
Struktur Dinding Terkekang
Struktur dinding terkekang, atau confined masonry, adalah bagian penting dalam konstruksi bangunan tahan gempa.
Jadi, material batu batanya dikekang atau diberi elemen pengikat pada keempat sisi dinding.
Adapun elemen pengikatnya adalah balok atau kolom beton bertulang, dengan jarak 3-4 meter pada dinding.
Isolasi Basis
Isolasi basis memiliki beberapa manfaat untuk rumah tahan gempa.
Pertama, isolasi basis mampu mengurangi getaran akibat gempa. Kedua, isolasi basis juga bisa mengurangi gesekan antara struktur bangunan dengan pondasi yang menggunakan bantalan khusus.
Baca juga: Jenis dan Cara Membuat Pondasi Rumah Yang Bagus, Tahan Gempa!
Pemasangan Utilitas Khusus
Pemilihan pipa harus elastis dan kuat agar tidak mudah pecah dan menghindari kebocoran gas atau air saat gempa berlangsung.
Jenis utilitas yang baik adalah terbuat dari plastik dan hindari penggunaan besi karena mudah korosif dan tidak tahan guncangan.
Itu dia penjelasan singkat seputar konstruksi tahan gempa. Anda bisa menjadikannya sebagai referensi awal.
Agar pengetahuan mengenai rumah tahan gempa semakin lengkap, jangan lupa untuk bertanya kepada ahlinya, seperti kepada ahli konstruksi atau insinyur teknik sipil.
Jangan lupa kunjungi 99.co Indonesia jika Anda berencana mencari properti berkualitas, seperti Pondok Tjandra Indah atau Tresor BSD City.
Referensi
- CEEDEDS (2004),”Hasil Survey Mandor di Wilayah Rawan Gempa di Pulau Jawa”.
- Boen, T. dan Rekan,2000. “Bencana Gempabumi: Fenomena dan Perbaikan/Perkuatan Bangunan (Evaluasi Gempa Bengkulu 4 Juni 2000),” Teddy Boen dan Rekan, Jakarta.