Serba-Serbi Biaya Provisi, Bea Wajib dalam Pengajuan KPR

Serba-Serbi Biaya Provisi, Bea Wajib dalam Pengajuan KPR

- Septian Nugraha
Serba-Serbi Biaya Provisi, Bea Wajib dalam Pengajuan KPR

Penting bagi Anda untuk mengetahui sejumlah biaya tambahan yang harus dibayarkan dalam proses pengajuan Kredit Pemilikan Rumah (KPR). Salah satunya adalah biaya provisi.

Bea tambahan ini sejatinya tidak hanya dibebankan kepada calon nasabah yang akan mengajukan KPR.

Melainkan berlaku pada semua jenis pinjaman, mulai dari Kredit Tanpa Agunan (KTA) hingga Kredit Multiguna (KMG). 

Secara teknis bea provisi mirip dengan biaya administrasi, sebab digunakan untuk membiayai segala keperluan dalam proses pemberian kredit kepada nasabah.

Keperluan-keperluan tersebut di antaranya, mulai dari keperluan fotokopi berkas hingga komisi marketing.  

Nah bagi Anda yang masih asing dengan istilah provisi, penjabaran lengkapnya akan kami bahas dalam artikel ini. 

Kami akan mengupas serba-serbi mengenai salah satu bea tambahan dalam proses pengajuan kredit itu.

Hal ini meliputi pengertian, cara menghitungnya, hingga tips yang bisa dilakukan untuk mendapatkan provisi gratis. 

Jadi, simak ulasannya hingga selesai, ya.

Apa Itu Biaya Provisi?

Apa Itu Biaya Provisi

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), provisi dapat diartikan sebagai upah atau imbalan.

Bea ini bisa diartikan sebagai imbalan atau balas jasa dari debitur (nasabah) kepada kreditur (pihak bank), sebab pengajuan kredit atau pinjamannya disetujui.

Setiap bank menerapkan persentase provisi yang bervariasi. Kisarannya adalah 0,5 hingga 3,5 persen dari total pinjaman. 

Akan tetapi untuk pengajuan KPR, rata-rata bank menetapkan persentase biaya provisi di angka satu persen dari nilai kredit.

Sistem pembayaran provisi pun berbeda, tergantung jenis kredit yang diajukan. Beberapa jenis kredit menerapkan sistem pembayaran otomatis. 

Jadi, Anda tidak perlu menyiapkan dana khusus untuk membayar bea tersebut. Pasalnya, akan dipotong secara otomatis dari dana pinjaman yang diberikan bank. 

Namun untuk provisi KPR, sistem pembayaran yang diterapkan berbeda. Pembayaran tidak dilakukan secara otomatis. 

Dengan kata lain, Anda harus menyiapkan dana khusus dari kantong pribadi untuk membayar bea tersebut. 

Hal ini dikarenakan dana pinjaman KPR tidak diberikan langsung kepada nasabah, melainkan developer. 

Adapun terkait jadwal pembayarannya – untuk pengajuan kredit pemilikan rumah, provisi biasanya dibayarkan sebelum akad kredit.

Baca juga:

Penting! Ini Daftar Biaya KPR di Luar Cicilan Rumah

Cara Menghitung Biaya Provisi 

Cara Menghitung Biaya Provisi 

Setelah mengetahui pengertian dan besaran biaya provisi, sekarang mari kita bahas mengenai cara menghitung provisi.

Rumus perhitungannya adalah persentase provisi dikalikan jumlah pinjaman. Contohnya sebagai berikut.

Misalnya Anda hendak mengajukan kredit pemilikan rumah sebesar Rp300 juta, dengan persentase provisi satu persen. 

Maka, bea provisi yang harus dibayarkan adalah Rp3 juta. Hasil dari 1% x 300 juta.

Bila menggunakan sistem pembayaran otomatis, maka jumlah pinjaman yang Anda dapatkan dari bank tidak utuh Rp300 juta. 

Melainkan Rp297 juta, karena sudah dikurangi Rp3 juta untuk provisi.

Cara dan Ketentuan Mendapatkan Provisi Gratis

Cara dan Ketentuan Mendapatkan Provisi Gratis

Meski bersifat wajib, Anda sejatinya bisa “terbebas” dari biaya provisi. 

Terdapat sejumlah situasi yang memungkinkan Anda untuk tidak membayar biaya balas jasa saat mengajukan kredit.

Salah satu yang paling umum adalah, lewat promosi yang diberikan pihak bank. Gratis provisi biasanya masuk dalam program promo KPR.

Apalagi kredit pemilikan rumah, yang tergolong kredit produktif. 

Karena itu, Anda harus rajin mencari tahu informasi mengenai program promo dari bank.

Selain itu, pelajari juga fasilitas yang disediakan dalam promo tersebut, apakah termasuk gratis provisi atau tidak. 

Meski begitu, ada sejumlah syarat dan ketentuan yang harus dipenuhi untuk mendapatkan provisi gratis dari bank.

Baca juga:
Pengertian Biaya Appraisal, Aspek Krusial dalam Proses Pengajuan KPR

Memiliki Penghasilan

Salah satu ketentuan untuk mendapatkan promo provisi gratis adalah, memiliki pekerjaan tetap atau penghasilan di atas Rp 3 juta. 

Hal tersebut biasanya akan menjadi pertimbangan pihak bank, untuk menggratiskan bea provisi kepada calon penerima kredit.

Usia Produktif

Selain penghasilan tetap, ketentuan lainnya adalah Anda masih berada dalam usia produktif (21-55 tahun) ketika mengajukan kredit ke bank. 

Pihak bank juga akan memperhitungkan usia nasabah untuk mendapatkan provisi gratis saat mengajukan kredit.  

Jika sulit mendapatkan promo provisi gratis, Anda masih berkesempatan untuk mendapat program potongan biaya tersebut. 

Sejumlah bank kerap mengadakan program tersebut untuk para nasabah. Tentunya, dengan berbagai syarat dan ketentuan.  

Itulah serba-serbi mengenai biaya provisi yang harus kamu ketahui.

Jangan segan untuk memperbarui informasi dan pengetahuanmu tentang dunia properti melalui 99.co Indonesia dan rumah123.com. 

Di sini, kamu akan mendapatkan banyak rekomendasi hunian idaman dengan harga terjangkau seperti Singhamerta City, Royal Orchid Villa, dan Hawila Residence.

Author

Septian Nugraha