Penting! Ini Daftar Biaya Ajukan KPR di Luar Cicilan Rumah

2 Apr 2020 - Yuhan Al Khairi

Penting! Ini Daftar Biaya Ajukan KPR di Luar Cicilan Rumah

Metode pembelian rumah lewat skema cicilan atau KPR memang lebih menguntungkan. Meski begitu, terdapat beberapa biaya ajukan KPR yang harus kita lunasi sebelum dapat memiliki hunian tersebut.

Biaya-biaya ini sering kali dilupakan oleh masyarakat, sehingga tak jarang ada masyarakat yang protes jika dikenakan biaya tambahan di luar harga rumah yang ingin ia beli.

Padahal, mengajukan Kredit Kepemilikan Rumah atau KPR bukan cuma perkara melunasi angsuran kredit rumah saja. Lebih dari itu, ada beberapa biaya di luar harga rumah yang harus dibayarkan oleh si pengaju.

Lantas, apa saja sih daftar biaya ajukan KPR yang harus dibayarkan? Untuk mengetahui hal tersebut, simak penjabaran lengkapnya di bawah ini, yuk!

5 Biaya Ajukan KPR di Luar Harga Rumah

Sebelum kita menengok apa-apa saja biaya ajukan KPR di luar harga rumah yang ingin dibeli, perlu diingat bahwa biaya-biaya tersebut bisa saja berjumlah cukup besar sehingga kesiapan dana sangatlah dibutuhkan.

Untuk menyiasati agar budget pembelian rumah semakin ramping kamu bisa memilih rumah-rumah yang dijual dengan harga murah, namun tetap memiliki lokasi dan fasilitas umum yang memadai.

Bingung bagaimana mendapatkan harga rumah murah dengan lokasi dan fasilitas umum lengkap? Kamu bisa mencarinya lewat situs properti terbesar dan terpercaya di tanah air, 99.co Indonesia.

Jika sudah membidik rumah yang ingin kamu beli, berikut biaya ajukan KPR yang harus kamu perhatikan:

1. Down Payment (DP) atau Uang Muka

Kamu sudah mendapatkan harga rumah yang ideal, biaya cicilan per bulannya pun sudah kamu hitung dan sesuai dengan dana yang dianggarkan, namun apakah kamu sudah menghitung biaya uang mukanya?

DP atau uang muka umumnya masuk ke dalam biaya ajukan KPR di luar harga rumah. Meski nantinya biaya tersebut akan diakumulasi dalam total biaya pembelian, namun nominalnya terbilang cukup besar.

Menurut Peraturan Bank Indonesia Nomor 18/16/PBI/2016, besaran DP untuk pembelian rumah pertama saja sudah mencapai 15 persen. Sedang, untuk rumah kedua 20 persen dan 30 persen untuk rumah ketiga.


Bahkan, pada peraturan terbaru yang dikeluarkan oleh Bank Indonesia (BI) besaran DP yang dibutuhkan untuk setiap pembelian rumah adalah minimal 30 persen dari harga rumah yang ingin dibeli.

Itu sebabnya, menyiapkan biaya ajukan KPR berupa uang muka sangat penting untuk dilakukan. Jika hal ini memberatkan, kamu bisa mencoba program DP rumah 0 persen atau program KPR bersubsidi.

2. Biaya Pengurusan Dokumen Lewat Notaris

Jangan berpikir kamu bisa melewatkan biaya ajukan KPR yang satu ini dengan tidak melibatkan notaris ya. Pasalnya, setiap pembelian rumah dengan KPR pasti menggunakan notaris untuk keperluan dokumentasi.

Bahkan, biasanya bank dan pengembang telah menunjuk seorang notaris untuk mengurusi kebutuhan dokumen tersebut, seperti membuat akta jual-beli, kredit, pajak, serta urusan balik nama sertifikat rumah.

Terkait besaran biayanya sendiri, biasanya tarif jasa notaris dikenakan sesuai paket pekerjaan yang ia lakukan. Namun, tidak ada patokan pasti berapa biaya setiap paket yang dikenakan oleh notaris tersebut.

Oleh sebab itu, jangan sungkan untuk bertanya berapa biaya jasa notaris yang kamu tunjuk. Jika harganya kurang sesuai, cari notaris lain atau lakukan negosiasi harga dengan orang tersebut.

3. Pajak Penjualan dan Pembelian (PPH dan BPHTB)

Apapun jenis transaksi jual-beli yang ingin kamu lakukan, pasti ada yang namanya biaya Pajak Penghasilan (PPH). Besaran pajak ini sudah ditetapkan, yakni 5 persen dari harga jual properti tersebut.

Meskipun PPH dibayarkan oleh pihak penjual rumah atau developer, namun biasanya biaya tersebut sudah termasuk ke dalam biaya pembelian rumah, sehingga penting untuk kamu persiapkan.

Selain pajak penjualan, ada pula pajak pembelian atau Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB). Untuk menghitung biaya ajukan KPR berupa BPHTB, kamu harus menggunakan rumus:

“5 persen x (harga jual – nilai jual objek pajak tidak kena pajak)”

Kita asumsikan saj harga rumah yang ingin kamu beli adalah Rp1.000.000.000, dengan nilai objek pajak (NJOP) sebesar Rp200.000.0000. Jika demikian, berikut simulasi KPR pajak penjualan dan pembelian:

  • Pajak Penjualan (PPH): 5% x Rp1.000.000.000 = Rp50.000.000

  • Pajak Pembelian (BPHTB): 5% X (Rp1.000.000.000 – Rp200.000.000) = Rp40.000.0000


Nah, berdasarkan simulasi KPR di atas dapat diketahui, jika biaya ajukan KPR untuk pembayaran pajak penjualan adalah sebesar Rp50.000.000 dan pajak pembelian sebesar Rp40.000.000.

4. Biaya Provisi KPR

Ingat ya, istilah ini disebut biaya provisi bukan biaya provinsi. Biaya provisi adalah biaya yang dibebankan kepada pengaju KPR sebagai administrasi pengurusan KPR tersebut.

Biaya ajukan KPR ini sangat penting dipersiapkan, sebab umumnya biaya provisi akan dibayarkan sebelum proses akad dilaksanakan. Namun, pembayaran biaya ini hanya dikenakan sekali pada saat pengajuan KPR.

Berbeda dengan biaya lain, besaran yang dikenakan untuk biaya provisi cenderung murah, yakni 1 persen dari total pinjaman KPR. Misalnya, pinjaman KPR-mu sejumlah Rp300 juta, maka biaya provisinya Rp3 juta.

5. Biaya Asuransi Jiwa dan Rumah

Terakhir, biaya ajukan KPR di luar cicilan rumah adalah biaya asuransi jiwa dan bangunan rumah itu sendiri. Mengapa hal ini penting? Agar melindungi proses KPR menjadi lebih aman dan lancar.

Untuk asuransi jiwa sendiri, hal ini dibutuhkan untuk melindungi pihak bank dan juga pihak keluarga kreditur seandainya orang tersebut meninggal dunia sebelum kredit KPR-nya terselesaikan.

Selain itu, asuransi rumah dibutuhkan untuk melindungi rumah dari kejadian buruk yang tidak diinginkan, seperti kebakaran, bencana alam, tindak kejahatan, dan lain-lain.

Kendati begitu, kamu engak perlu khawatir, sebab tidak semua bank mewajibkan adanya kedua asuransi ini saat pengajuan KPR. Ada pula bank yang hanya mewajibkan satu asuransi saja, misal asuransi rumah.

Itu tadi beberapa biaya ajukan KPR di luar cicilan rumah yang patut kamu ketahui. Semoga informasi di atas dapat membuatmu lebih siap dalam mengajukan kredit kepemilikan rumah ya.

Selamat mencoba!

Author:

Yuhan Al Khairi