Cara Membuat Sertifikat Tanah, Bisa Gratis atau Lewat Notaris

24 Mar 2020 - Martha

Cara Membuat Sertifikat Tanah, Bisa Gratis atau Lewat Notaris

Bagi Anda yang memiliki properti seperti tanah atau baru berencana memilikinya, maka perlu mengetahui cara membuat sertifikat tanah.

Karena sertifikat adalah satu-satunya bukti sah di mata hukum bahwa Anda adalah pemilik tanah ataupun properti.

Seperti yang diketahui bahwa banyak masalah yang timbul akibat status properti yang tidak jelas karena ketiadaan surat atau sertifikat resmi. 

Jangan salah, sengketa yang timbul terkait kepemilikan properti ini bisa jadi masalah berlarut-larut.

Itulah pentingnya sejak awal bagi Anda yang memiliki properti atau yang akan membelinya, mengecek bukti autentik berupa sertifikat ini.

Jika Anda berniat ingin mendapatkan sertifikat tanah, maka ada dua cara membuat sertifikat tanah yang dapat ditempuh.

Cara pertama yakni secara gratis, sedangkan cara kedua berbayar lewat jasa profesional (notaris), nah berikut langkah-langkahnya.

Cara Membuat Sertifikat Tanah Gratis

cara membuat sertifikat tanah

Cara membuat sertifikat tanah gratis yaitu dengan mengajukan pembuatan sertifikat tanah sendiri ke kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN).

Kemudian Anda harus mengikuti program Pendaftaran Tanah Sistematik Lengkap (PTSL).

Dalam hal ini, tanah yang akan dibuat sertifikatnya dibedakan menjadi dua, yakni tanah negara dan tanah adat.

Menyiapkan Dokumen

Tanah Negara

Untuk syarat dan tata cara membuat sertifikat tanah milik negara, Anda bisa menyiapkan dokumen seperti di bawah ini.

  • Kartu Keluarga (KK) dan Kartu Identitas (KTP), siapkan yang asli dan copy yang sudah dilegalisir.
  • Bukti pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB)
  • Izin Mendirikan Bangunan (IMB)
  • Akta Jual Beli (AJB)
  • Surat Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB)
  • Pajak Penghasilan (PPh)
  • Kartu kavling
  • Advice Planning (AP) yakni keterangan rencana tata kota atau kabupaten bagi yang ingin mendirikan bangunan.

Tanah Adat

Sementara untuk membuat sertifikat tanah girik, dokumen berupa KTP, KK, PBB, AJB, BPHTB dan PPh tetap disertakan, tetapi ditambah dengan dokumen berikut.

Mendatangi Kantor BPN

cara membuat sertifikat tanah

Jika semua dokumen di atas sudah Anda siapkan, maka langkah selanjutnya adalah mendatangi kantor BPN.

Setelah itu, pihak kantor BPN akan memberi penyuluhan dan informasi yang Anda perlukan.

Menunggu Pihak BPN Mendata Riwayat Tanah

Setelah penyuluhan diberikan oleh pihak BPN kepada Anda, maka langkah selanjutnya adalah BPN mendata riwayat tanah.

BPN akan melakukan pengukuran dan memastikan batas kepemilikan tanah yang dijadikan objek dalam hal ini.

Ketika pihak BPN melakukan hal di atas, Anda sebagai pemilik harus ikut serta dengan menunjukkan letak, bentuk bidang dan batas.

Apabila tahan ini sudah dilakukan, Anda tinggal menunggu pengumuman persetujuan dari BPN.

Jika permohonan pembuatan sertifikat tanah disetujui, maka sertifikat akan diterbitkan oleh BPN.

Cara Membuat Sertifikat Tanah Lewat Notaris

cara membuat sertifikat tanah

Lalu bagaimana kalau Anda mencoba cara membuat sertifikat tanah lewat notaris? Tentunya ini akan memakan biaya. 

Namun kelebihannya, Anda mungkin tidak perlu repot-repot meluangkan waktu dan datang ke kantor BPN.

Pasalnya, ada notaris atau PPAT (Pejabat Pembuat Akta Tanah) yang akan mengurus semuanya.

Langkah ini tidak bisa dielakkan khususnya bagi Anda yang mencoba cara membuat sertifikat tanah dari Akta Jual Beli (AJB). 

Sebab AJB diterbitkan oleh PPAT dan sesuai dengan persyaratan dokumen di atas, Anda diwajibkan untuk melampirkan AJB.

Bagi yang belum tahu, AJB adalah bukti peralihan kepemilikan tanah dari penjual (pemilik lama) ke pembeli (pemilik baru). 

Cara membuat sertifikat tanah dari AJB ini akan memakan sejumlah biaya, tidak gratis seperti cara pertama.

Misalnya untuk sebidang tanah seluas 1000 m2 di Jakarta Anda setidaknya akan membayar sekitar Rp780 ribu.

Jumlah uang yang dikeluarkan tersebut mengakomodasi biaya pengukuran, biaya pendaftaran dan biaya panitia.

Baca juga:

Ini Cara Balik Nama Sertifikat Tanah Terbaru di Tahun 2021

Nah, itulah cara membuat sertifikat tanah gratis atau lewat notaris, apakah cukup dimengerti?

Lalu bagaimana kalau tanah yang sedang Anda urus sertifikatnya adalah hibah atau warisan? Yuk, simak jawabannya!

Cara Membuat Sertifikat Tanah Hibah atau Warisan

cara membuat sertifikat tanah

Yang perlu diperhatikan dalam cara membuat sertifikat tanah hibah atau warisan—selain persyaratan umum—adalah posisi kepemilikan.

Selain itu, Anda juga harus menyiapkan sejumlah dana untuk mengakomodir biaya BPHTB.

Terkait kepemilikan tanah, ini bisa dikonfirmasi lewat surat wasiat yang melibatkan notaris atau bisa pula dengan surat ahli waris. 

Sementara untuk biaya BPHTB tanah hibah atau warisan berbeda dengan tanah yang diperoleh dari hasil jual beli.

BPHTB dari tanah jual beli dihitung berdasarkan Nilai Perolehan Objek Pajak (NJOP) atau harga kesepakatan antara penjual dan pembeli.

Sementara BPHTB tanah hibah atau warisan dihitung berdasarkan Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) yang dianggap sebagai NPOP.

Penting untuk diketahui bahwa Nilai Perolehan Objek Pajak (NPOP) bisa lebih besar atau lebih kecil dari NJOP.

NPOP lebih besar jika perkembangan dalam suatu daerah terbilang pesat, salah satu indikatornya bisa dilihat dari pembangunan fasilitas sosial. 

Sedangkan di daerah yang berpotensi konflik atau rawan bencana NPOP lebih kecil dibanding NJOP.

Sehingga, karena besaran BPHTB tergantung pada komponen NPOP yang tidak sama di setiap daerahnya, nilai BPHTB bisa berbeda-beda.

Foto: news.ddtc.co.id

Begitu juga dengan Nilai Perolehan Objek Pajak Tidak Kena Pajak (NPOPTKP) yang juga berbeda di setiap kawasan.  

Misalnya di Jakarta besarannya adalah Rp80 juta, di kawasan penyangga, Bodetabek besarannya Rp60 juta.

Kalau dirumuskan secara sederhana maka besaran BPHTB adalah 5% x (NPOP-NPOPTKP).

Dokumen yang Diperlukan untuk Membuat Sertifikat Tanah Hibah atau Warisan

Formulir permohonan yang sudah diisi dan ditandatangani pemohon atau kuasa di atas materai

  • Surat kuasa (bila dikuasakan)
  • Bukti identitas pemohon atau para ahli waris berupa KTP dan KK, siapkan yang asli dan copy
  • Sertifikat (asli)
  • Surat keterangan waris
  • Akte wasiat notaris
  • Bukti pembayaran PBB
  • Bukti BPHTB

cara membuat sertifikat tanah

Foto: tribunnews.com

Pentingnya memiliki sertifikat ini adalah untuk menghindari masalah hukum di kemudian hari.

Sebab bukannya tidak mungkin ada pihak lain yang bisa saja mengeklaim properti yang Anda miliki.

Selain itu, sertifikat juga penting apabila suatu hari nanti Anda berencana untuk menjual tanah.

Di mana banyak orang yang akan mengurungkan niatnya membeli tanah jika properti tidak dilengkapi oleh sertifikat.

Karena secara hukum artinya tanah yang Anda jual tidak jelas pemiliknya dan ini bisa menimbulkan masalah baru bagi pembeli.

Namun bagaimana apabila sertifikat tanahnya hilang? Ya, tentu saja Anda harus mengurusnya terlebih dahulu.

Baca juga:

Begini Syarat, Hukum, dan Contoh Surat Hibah Tanah Terbaru 2020

Cara Mengurus Sertifikat Tanah yang Hilang

Jika sertifikat tanah Anda hilang, maka tenang saja karena yang satu ini masih bisa diurus kok, berikut cara mengurusnya.

  • Membuat surat pengantar dari kelurahan yang menerangkan bahwa sertifikat tanah Anda hilang
  • Bawa surat pengantar dari kelurahan untuk membuat laporan ke kantor polisi dan di sini nantinya Anda akan mendapatkan surat keterangan kehilangan.

Foto: Pinterest

  • Datangi kantor BPN setempat dengan membawa surat keterangan dari kepolisian dan dilengkapi dengan membawa dokumen yang diperlukan.
  • Melakukan sumpah terkait kehilangan di kantor BPN.
  • BPN akan mengumumkan sumpah tersebut melalui media cetak.
  • Jika dalam satu bulan setelah publikasi di media tidak ada pihak yang menyanggah atau mengeklaim tanah tersebut, maka BPN akan menerbitkan sertifikat pengganti.

Dokumen yang Diperlukan untuk Membuat Sertifikat Tanah yang Hilang

Adapun dokumen yang diperlukan untuk mengurus sertifikat tanah yang hilang antara lain sebagai berikut.

  • Fotokopi kartu identitas atau KTP
  • Fotokopi bukti lunas PBB
  • Fotokopi sertifikat

Nah, itulah cara membuat sertifikat tanah hibah atau warisan hingga cara mengurus sertifikat yang hilang, mudah sekali bukan?

Jadi, pastikan untuk segera mengurus kepemilikan properti dengan membuat sertifikatnya ya! Untuk Anda yang masih mencari tanah dijual, bisa cek pilihan tanah kavling murah di berbagai daerah di Indonesia melalui 99.co Indonesia.

Author:

Martha