Panduan Lengkap Cara Menghitung Cicilan Rumah KPR (Terbaru 2022)

31 Des 2021 - Rachmi

Panduan Lengkap Cara Menghitung Cicilan Rumah KPR (Terbaru 2022)

Sebelum membeli rumah dengan KPR, Anda perlu mengetahui cara membayar cicilannya dengan mempertimbangkan suku bunga.

Sebab, bunga KPR akan berpengaruh pada besaran biaya cicilan setiap bulan. Apalagi mengingat jangka waktu cicilan KPR yang cukup lama, bisa 5 sampai 25 tahun. Tentunya bunga pun bisa naik di setiap tahunnya.

Jika Anda masih bingung cara menghitung cicilan rumah KPR, berikut pembahasan cicilan KPR, jenis suku bunga KPR fixed dan floating.

Yuk, simak informasi lengkapnya berikut ini.

Cicilan KPR

cara menghitung cicilan rumah

KPR yang merupakan singkatan dari Kredit Pemilikan Rumah diberikan oleh bank kepada seseorang yang ingin membeli rumah dengan cara mencicil.

Karena KPR merupakan pinjaman dari bank maka pembayaran cicilannya pun akan disertai dengan suku bunga, yakni balas jasa kepada bank yang dibayarkan oleh debitur KPR.

Suku bunga biasanya dibagi menjadi dua jenis yakni bunga fixed (tetap) dan floating (mengambang). Keduanya memiliki keunggulan masing-masing yang bisa dipertimbangkan. Untuk ulasan lengkapnya simak di bawah ini.

Jenis Suku Bunga KPR Fixed

cara menghitung cicilan rumah

Suka bunga KPR fixed memiliki kepastian angsuran yang jelas. KPR fixed atau suku bunga tetap menjamin kepastian dalam pembayaran angsuran per bulan hingga akhir masa kredit.

Untuk lebih lengkapnya, terdapat beberapa keuntungan KPR fixed yang bisa jadi pertimbangan. 

  • Nilai angsuran per bulan bisa sama dan tetap dari awal hingga masa kredit. Dengan adanya kepastian angsuran dapat memudahkan debitur untuk mengelola keuangan setiap bulan tanpa harus mengkhawatirkan risiko kenaikan suku bunga.
  • Jika ingin melunasi cicilan KPR di tengah masa pinjaman, tidak terdapat biaya penalti dan biaya provisi.
  • Suku bunga KPR fixed menguntungkan jika kondisi ekonomi nasional fluktuatif karena saat suku bunga pasar naik, cicilan KPR tetap tidak akan berubah.

Jika sudah memahami keunggulannya, berikut ini adalah cara menghitung cicilan rumah menggunakan suku bunga KPR fixed.

Rumus = Pokok Kredit x Bunga Per Tahun x Tenor dalam 1 Tahun : Tenor dalam Satuan Bulan

Misalnya, Anda hendak membeli rumah dengan harga pokok kredit Rp500 juta, lalu membayar uang muka sebesar Rp50 juta. Lalu, mengajukan KPR untuk sisa harga rumah yang dikurangi uang muka yakni Rp450 juta. Tenor yang diambil 10 tahun dengan suku bunga fixed 11%. 

Maka, cara menghitung cicilan rumah untuk per bulannya adalah P x i x t : jumlah bulan.

P = plafon atau pokok pinjaman

i = besaran suku bunga

t = tenor

Berarti, perhitungannya adalah Rp450.000.000 x 11% x 10 : 120 = Rp4.583.333 (cicilan KPR per bulan).

Anda pun bisa melakukan simulasi lainnya untuk mencoba cara menghitung cicilan rumah KPR misalnya, Tenjo City untuk Tipe The Ruby dengan harga jual Rp220 juta.

Maka, perhitungannya adalah Rp220.000.000 x 11% x 10 : 120 = Rp2.016.666 untuk cicilan KPR per bulannya. 

Suku Bunga Floating

cara menghitung cicilan rumah

Suku bunga KPR floating atau mengambang dapat dipilih bagi Anda yang bisa mengambil risiko. Terdapat keunggulan yang bisa diketahui, yakni:

  • Nilai suku bunga KPR floating fluktuatif dan dapat dirasakan jika terjadi penurunan suku bunga pasar, sebab sudah dipastikan suku bunga pun akan ikut turun.
  • Jika terjadi besaran bunga yang harus dibayarkan pada periode itu, maka menjadi lebih rendah daripada waktu sebelumnya.
  • Suku bunga KPR menguntungkan saat kondisi ekonomi negara sedang baik karena kemungkinan suku bunga bergerak turun dan semakin rendah.

Anda bisa menghitung cicilan rumah KPR floating menggunakan Kalkulator KPR di 99.co Indonesia di sini

Perlu diingat, bahwa cara menghitung cicilan rumah suku bunga KPR sistem floating menyesuaikan dengan suku bunga pasar.

Simulasinya, jika Anda mengajukan KPR untuk rumah di Grand Cinunuk seharga Rp500 juta dan tenor yang ingin diambil adalah 10 tahun, dengan suku fluktuatif sebesar 10% dari tahun ke 1-3 sedangkan pada tahun ke 4 dan seterusnya naik menjadi 12%, maka perhitungannya sebagai berikut.

Rp500.000.000 x 10% x 3 : 36 = Rp4.166.666 (cicilan KPR per bulan selama tiga tahun pertama).

Rp500.0000.000 x 12% x 3 : 36 = Rp5.000.000 (cicilan KPR per bulan dari tahun ke 4 dan seterusnya).

Nah, cukup mudah bukan cara menghitung cicilan rumah? Semoga informasi di atas bermanfaat ya.

Penuhi kebutuhan properti dan temukan pilihan rumah modern hanya di 99.co Indonesia

Author:

Rachmi