
Cara menghitung rangka atap baja ringan sebenarnya cukup mudah, syaratnya Anda harus tahu rumus yang digunakan dan ukuran rumah secara detail.
Penggunaan baja ringan dalam konstruksi rumah makin digemari, terutama untuk membangun rangka atap.
Pasalnya, bila dibandingkan dengan atap rumah berbahan kayu, baja ringan memiliki keunggulan dari segi harga yang murah.
Berikut beberapa keunggulan baja ringan yang perlu Anda ketahui:
- Baja ringan lebih tahan lama dan tidak mudah lapuk.
- Rangka baja ringan lebih ringan ketimbang berat atap kayu untuk ukuran yang sama, sehingga mampu mengurangi beban konstruksi.
- Tahan api dan rayap.
- Rangka atap baja ringan mudah dipasang karena sudah dibentuk dari pabrik.
- Variasi desain lebih banyak dan bisa dibentuk sesuai kebutuhan.
Tidak hanya untuk rangka atap, baja ringan bisa digunakan keperluan konstruksi lain, seperti membangun pagar, pintu garasi, talang air, dan kanopi rumah.
Namun, tidak semua orang tahu cara menghitung rangka atap baja ringan per m².
Meski kebutuhan baja ringan biasanya dihitung oleh tukang profesional, tetapi pengetahuan tentang cara menghitungnya perlu diketahui.
Tujuannya agar Anda bisa mengetahui estimasi biaya yang diperlukan.
Lalu, bagaimana cara menghitung rangka atap baja ringan?
Simak secara lengkap dengan ilustrasi cara menghitung biaya atap baja ringan sebagai gambaran untuk Anda.
Cara Menghitung Kebutuhan Rangka Atap Baja Ringan dan Biaya Pasangnya

Untuk mengetahui cara menghitung rangka atap baja ringan per m², dibutuhkan rumus menghitung volume sebuah atap.
Berikut adalah rumus menghitung volume atap:
- Volume = (panjang bangunan + overstek genteng (kedua sisi)) x (lebar bangunan + overstek genteng (kedua sisi)) / derajat kemiringan atap genteng (cos derajat)
Berdasarkan rumus tersebut, mari kita buat simulasi konkret terkait cara menghitung rangka atap baja ringannya.
Umpamakan, sebuah rumah di Griya Alam Puncak ingin dipasangi rangka atap baja ringan dengan rincian sebagai berikut:
- Panjang atap rumah: 12 meter
- Lebar atap rumah: 15 meter
- Ukuran overstek di setiap sisinya: 2 meter
- Kemiringan atap: 40 derajat
Dengan spesifikasi di atas, kita dapat mengetahui volume rangka atap baja ringan dengan menggunakan rumus di atas, hasilnya:
- Volume atap rumah = (12 + 2 + 2) x (15 + 2 + 2) / (cos dari 40 = 0,766) = 396 m².
Berdasarkan perhitungan tersebut, volume atap rumahnya seluas 396 m².
Untuk mengetahui harga atap baja ringan plus biaya pasangnya, berikut rumus perhitungan yang harus diketahui:
- Volume atap rumah x harga baja ringan per m²) + (volume atap rumah x harga penutup atap per m²).
Lalu, mari kita simulasikan cara menghitung harga atap baja ringan beserta estimasi biaya pemasangan genteng secara keseluruhan.
Misalnya, Anda memilih jenis baja ringan C100 dengan ketebalan 0,95 mm yang dijual dengan harga Rp91 ribu.
Sementara, untuk harga gentengnya senilai Rp90 ribu per m².
Jika demikian, cara menghitungnya adalah sebagai berikut:
- (396 m² x Rp91 ribu) + (396 m² x Rp90 ribu) = Rp36.036.000 + Rp35.640.000 = Rp71.676.000
Jadi, biaya untuk membeli rangka baja ringan dan atapnya, kira-kira adalah sebesar Rp71.676.000.
Bagaimana, setelah membaca ulasan di atas, Anda sudah paham cara menghitung rangka atap baja ringan?
Biaya di atas belum kebutuhan material tambahan lain, seperti kaso, sekrup, jumlah genteng, dan biaya tukang yang memasang.
Untuk penjelasan lebih lengkapnya, simak informasi berikut ini.
Material Tambahan untuk Rangka Atap Baja Ringan
1. Kaso dan Reng

Kaso dipakai untuk penopang plafon rumah dan proses pengecoran, sedangkan kayu reng digunakan sebagai dudukan genteng.
Rumus yang dipakai untuk menentukan jumlah kaso adalah sebagai berikut:
- (Luas atap miring x 4 / 6)
Jika luas keseluruhan yang didapat sebesar 396 meter persegi, maka perhitungannya:
- (396 x 4) / 6 = 1.584 / 6 = 264 buah
Sementara, rumus yang dipakai untuk menentukan jumlah reng sebagai berikut:
- Banyak kaso x 1,2
Jika banyak kaso yang didapat sebelumnya berjumlah 264 buah, perhitungannya adalah sebagai berikut:
- 264 x 1,2 = 316,8 atau jika dibulatkan menjadi 317 buah
Baca Juga:
5 Jenis Material Rangka Atap untuk Rumah serta Plus Minusnya. Wajib Tahu sebelum Bangun Rumah!
2. Genteng

Rumus yang dipakai untuk menghitung kebutuhan genteng adalah:
- Luas atap miring x 1,62
Jika luas atap miring adalah 396 meter persegi, maka perhitungannya:
- 396 x 1,62 = 641,52 atau 642 lembar genteng
3. Sekrup

Terdapat dua jenis sekrup yang digunakan dalam membangun rumah, yaitu sekrup genteng dan sekrup baja ringan.
Rumus yang dipakai untuk menghitung jumlah sekrup genteng adalah:
- Jumlah genteng x 12
Kita asumsikan jika jumlah genteng yang dibutuhkan sebanyak 642 lembar, berikut adalah perhitungannya:
- 642 x 12 = 7.704 buah
Sementara rumus yang dipakai untuk menghitung jumlah sekrup baja ringan, yaitu:
- Luas atap miring x 20
Jika luas rangka atap 396 meter persegi, perhitungannya menjadi:
- 396 x 20 = 7.920 buah
Maka, total keseluruhan jumlah sekrup yang dibutuhkan adalah sebanyak 15.000 buah.
4. Biaya Tukang

Setelah menghitung bahan, Anda mesti tahu kisaran harga biaya tukangnya.
Mengutip berbagai sumber, harga tukang untuk pemasangan baja ringan berbeda-beda.
Selain itu, umumnya tukang dibayar borongan atau berdasarkan hitungan meter persegi baja ringan yang dipasang.
Berdasarkan informasi dari berbagai kontraktor di internet, harga borongan pemasangan baja ringan untuk atap sebesar Rp40–200 ribu per meter persegi.
Besaran biaya menyesuaikan dengan bahan yang dipakai.
Akan tetapi, harga tersebut hanya gambaran, setiap daerah dan kontraktor mungkin mempunyai tarif yang berbeda-beda.
Baca Juga:
Segini Estimasi Biaya Renovasi Atap Rumah, dari Bahan hingga Upah Tukang
Cara menghitung rangka atap baja ringan memang tidak mudah, terutama bagi mereka yang baru pertama kali melakukannya.
Namun, artikel cara menghitung rangka atap baja ringan per m² lengkap dengan biayanya ini bisa dijadikan rujukan terbaik.
Semoga bermanfaat, ya.
Yuk, kunjungi www.99.co/id dan temukan properti idamanmu!
*Cover image: Facebook @Litek Roofs – Lightweight Steel Roof Trusses