
Mengetahui kemiringan atap rumah yang ideal menjadi faktor penting sebelum membangun hunian impian.
Pasalnya, kemiringan atap rumah memiliki dampak yang signifikan terhadap berbagai aspek, baik dari segi fungsional maupun estetika bangunan.
Apalagi, untuk hunian di Indonesia, di mana curah hujannya cukup tinggi sepanjang tahun.
Kemiringan atap yang benar membuat air hujan mudah mengalir dari atap ke saluran pembuangan.
Selain itu, kemiringan atap juga penting diperhitungkan karena dapat memengaruhi pola perawatan dan kekuatan bangunan.
Lantas, berapa standar kemiringan atap rumah yang ideal? Ketahui jawabannya di bawah ini.
Baca Juga: 9 Model Bentuk Atap Rumah, Kelebihan & Kekurangannya
Standar Kemiringan Atap Rumah
1. Kemiringan Atap 45 Derajat
Daerah dengan curah hujan yang tinggi cocok menggunakan kemiringan atap 45.
Pasalnya, tingkat kemiringan ini mampu membuat air hujan mengalir dengan baik, menahan angin kencang, serta memberi ruang loteng yang lebih luas.
Kemiringan atap 45 derajat sendiri memiliki rasio 12:12 atau 1:1.
Jika memilih kemiringan atap 45 derajat, maka kamu bisa menggunakan jenis material genteng metal atau multiroof sebagai penutup langit-langit rumah.
2. Kemiringan Atap 30 Derajat
Kemiringan atap 30 derajat berarti memiliki rasio 7:12.
Dibandingkan yang lain, proses pembuatan atap dengan tingkat kemiringan 30 derajat tergolong lebih mudah dan murah.
Selain itu, kemiringan atap 30 derajat memberi ruang yang lebih besar pada loteng.
Jika menggunakan tingkat kemiringan ini, maka material yang cocok sebagai pelapis atap adalah genteng tanah liat.
Genteng tanah liat dengan kemiringan atap 30 derajat cocok untuk daerah beriklim sedang yang curah hujan dan anginnya tidak terlalu tinggi.
3. Kemiringan Atap 15 Derajat
Terakhir, ada pula tingkat kemiringan atap 15 derajat yang cocok untuk daerah berangin kencang.
Dalam konstruksi, kemiringan atap 15 derajat sebanding dengan rasio 3:12 atau 1:4.
Tidak jauh berbeda dengan yang lain, atap ini juga mudah dan murah untuk dipasang, serta cocok untuk berbagai konsep rumah.
Jika memilih tingkat kemiringan ini, pilihlah jenis atap asbes yang memiliki tingkat kepadatan tinggi agar tidak mudah terbawa angin.
Cara Menghitung Kemiringan Atap Rumah
Selain iklim dan cuaca, cara menentukan kemiringan atap rumah dapat dilakukan dengan mengetahui panjang setengah alasnya.
Kamu hanya perlu mengukur panjang sisi-sisi atap, lalu membaginya menjadi dua.
Contohnya apabila total panjang sisi samping atap rumah adalah 28 meter, maka panjang setengah alasnya adalah 14 meter.
Selanjutnya, ukur kebutuhan tinggi atap rumah mulai dari plafon hingga sisi atap yang paling tinggi.
Sebagai contoh, misalnya kamu memiliki ketinggian atap rumah 4 meter.
Silakan hitung derajat kemiringan atap menggunakan rumus ini:
- √alas² + tinggi² = kemiringan atap
Jika sudah, berikut simulasi perhitungannya:
- √14² + 4² = 30
Berdasarkan perhitungan di atas, tingkat kemiringan yang cocok untuk atap rumah tersebut adalah 30 derajat.
Baca Juga: Cara Menghitung Rangka Atap Baja Ringan beserta Biaya Pasangnya
Itulah cara menentukan derajat kemiringan atap yang menarik untuk diketahui.
Semoga informasi di atas bermanfaat, ya.
Jika sedang mencari rumah, pastikan kunjungi www.99.co/id!

