
Sebelum membuatnya, perhatikan contoh surat penyerahan tanah sebagai panduan bagi siapa pun yang ingin melakukan proses alih kepemilikan tanah yang sah menurut hukum.
Salah satu dokumen terkait pemindahan kepemilikan tanah adalah surat penyerahan tanah yang isinya menyatakan adanya perpindahan hak atas suatu tanah dari satu pihak ke pihak lain.
Dalam hal ini, pihak yang terlibat merupakan pihak yang menyerahkan (pihak pertama) dan pihak penerima tanah (pihak kedua).
Dengan adanya surat penyerahan tanah, hal ini menandai terjadinya suatu transaksi atau perjanjian mengenai kepemilikan tanah.
Tidak hanya jual beli tanah, surat penyerahan tanah sering kali digunakan dalam berbagai transaksi properti lainnya, seperti hibah tanah, jaminan utang, hingga proses tukar menukar tanah.
Nah, karena sifatnya yang cukup penting, surat pernyataan penyerahan tanah tidak boleh dibuat asal-asalan karena memiliki konsekuensi hukum yang cukup signifikan.
Pasalnya, surat pernyataan tersebut bisa menjadi bukti hukum mengenai adanya peralihan hak atas tanah dari satu pihak ke pihak lain.
Jadi, jika dibuat dengan tidak benar atau tidak lengkap, kekuatan hukum surat penyerahan tanah tergolong lemah sehingga bisa menimbulkan sengketa tanah.
Apa Itu Surat Penyerahan Tanah?
Mengutip karya ilmiah berjudul “Surat Penyerahan Tanah Sebagai Instrumen Jual Beli” yang ditulis oleh Roulinta Yesvery, surat penyerahan tanah adalah surat yang menyatakan bahwa para pihak secara jelas mengalihkan hak atas tanah dari pemilik lama kepada pemilik baru.
Intinya, penyerahan dan peralihan ini mengakibatkan beralihnya hak dari pihak pertama selaku pemilik pertama kepada pihak kedua selaku pemilik baru.
Lalu, apa isi surat penyerahan tanah?
Menurut karya ilmiah “Surat Penyerahan Tanah Sebagai Instrumen Jual Beli”, berikut adalah isi surat penyerahan tanah:
- Subjek hukum (para pihak yang terlibat)
- Identitas para subjek
- Objek hukum (tanah)
- Pernyataan tegas dari salah satu pihak untuk menyerahkan objek perjanjian
- Para saksi
Surat penyerahan tanah memiliki peran yang sangat penting dalam proses alih hak atas tanah karena dapat berfungsi sebagai bukti hukum yang kuat bahwa telah terjadi perpindahan hak milik atas tanah dari satu pihak ke pihak lain.
Dengan adanya surat ini, hak milik atas tanah yang baru akan lebih terjamin dan terlindungi secara hukum.
Jika masih bingung membuatnya, berikut adalah contoh surat penyerahan tanah yang baik dan benar.
6 Contoh Surat Penyerahan Tanah
1. Contoh Surat Pernyataan Penyerahan Tanah kepada Anak
SURAT PERNYATAAN PENYERAHAN TANAH HIBAH
………., ……….
Yang bertanda tangan di bawah ini:
Nama: ……….
Tempat, tanggal lahir: ……….
Alamat: ……….
Selanjutnya disebut sebagai PIHAK PERTAMA
Dengan ini menyatakan menghibahkan sebidang tanah kepada:
Nama: ……….
Tempat, tanggal lahir:
Alamat: ……….
Selanjutnya disebut sebagai PIHAK KEDUA
Deskripsi Tanah:
- Lokasi tanah: ……….
- Luas tanah: ……….
- Batas-batas tanah:
- Sebelah utara berbatasan dengan: ……….
- Sebelah selatan berbatasan dengan: ……….
- Sebelah barat berbatasan dengan: ……….
- Sebelah timur berbatasan dengan: ……….
- Nomor sertifikat tanah: ……….
- Atas nama: ……….
PASAL-PASAL PERNYATAAN
PASAL I
PIHAK PERTAMA dengan ini secara sukarela dan tanpa paksaan menghibahkan seluruh hak dan kepemilikan atas tanah yang telah dideskripsikan di atas kepada PIHAK KEDUA.
PASAL II
PIHAK KEDUA menerima hibah tanah tersebut dengan segala hak dan kewajibannya.
PASAL III
PIHAK PERTAMA menjamin bahwa tanah yang dihibahkan tersebut bebas dari segala macam sengketa, tuntutan, atau hak pihak ketiga.
PASAL IV
Semua biaya yang timbul akibat penghibahan tanah ini, termasuk biaya balik nama sertifikat, akan ditanggung oleh PIHAK KEDUA dengan bantuan PIHAK PERTAMA.
PASAL V
PIHAK KEDUA wajib merawat tanah yang dihibahkan agar tetap terjaga nilai dan fungsinya.
PASAL VI
PIHAK KEDUA tidak diperkenankan untuk menjual tanah tersebut sebelum jangka waktu ………. tahun sejak tanggal penghibahan.
PASAL VII
PIHAK KEDUA wajib membayar pajak-pajak yang timbul akibat kepemilikan tanah tersebut.
PASAL VIII
Apabila PIHAK KEDUA meninggal dunia sebelum umur ………., tanah yang dihibahkan akan menjadi bagian dari harta warisnya dan akan dibagi sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.
PASAL IX
Apabila terjadi keadaan kahar (force majeure) yang mengakibatkan kerusakan atau hilangnya tanah yang dihibahkan, kedua belah pihak tidak dapat saling menuntut.
PASAL X
Segala perselisihan yang timbul akibat pelaksanaan perjanjian ini akan diselesaikan secara musyawarah untuk mencapai mufakat.
Demikian surat pernyataan penghibahan tanah ini dibuat dengan sebenar-benarnya dan tanpa adanya paksaan dari pihak mana pun. Surat ini dibuat rangkap dua, masing-masing pihak memegang satu rangkap sebagai bukti yang sah.
PIHAK PERTAMA PIHAK KEDUA
………………….. …………………..
Saksi-saksi:
1. ……….
2. ……….
3. ……….
4. ……….
2. Contoh Surat Penyerahan Tanah Warisan
Surat Penyerahan Tanah Warisan
………., ……….
Yang bertanda tangan di bawah ini:
Nama: ……….
Alamat: ……….
Nomor KTP: ……….
Alamat:
Dalam hal ini disebut sebagai PIHAK PERTAMA
Nama: ……….
Alamat: ……….
Nomor KTP: ……….
Alamat: ……….
Dalam hal ini disebut sebagai PIHAK KEDUA
Kami adalah ahli waris dari almarhum/almarhumah ………. yang meninggal dunia pada ………. di ………. sesuai yang tertera pada akta kematian.
Dengan ini, PIHAK PERTAMA menyerahkan sebidang tanah kepada PIHAK KEDUA yang terletak di ………. seluas ………. meter persegi, nomor sertifikat tanah ………. dengan batas-batas sebagai berikut:
- Sebelah utara berbatasan dengan: ……….
- Sebelah selatan berbatasan dengan: ……….
- Sebelah barat berbatasan dengan: ……….
- Sebelah timur berbatasan dengan: ……….
Semua biaya yang timbul akibat penyerahan tanah waris ini, termasuk biaya balik nama sertifikat, akan ditanggung oleh PIHAK KEDUA.
Dengan terjadinya penyerahan ini, segala akibat hak dan kewajiban yang berhubungan dengan penguasaan tanah tersebut menjadi tanggung jawab PIHAK KEDUA sepenuhnya.
Demikian surat pernyataan penyerahan tanah warisan ini kami buat dengan sebenar-benarnya tanpa adanya paksaan dari pihak mana pun. Surat ini dibuat empat rangkap dan masing-masing pihak memegang satu rangkap sebagai bukti yang sah.
………., ……….
PIHAK PERTAMA PIHAK KEDUA
………………… ………………..
Saksi-saksi:
1. ……….
2. ……….
3. ……….
4. ……….
Baca Juga: Contoh Surat Jual Beli Tanah Warisan yang Benar Terbaru
3. Contoh Surat Penyerahan Hak Milik Tanah
SURAT PENYERAHAN HAK MILIK TANAH
………., ……….
Yang bertanda tangan di bawah ini:
Nama: ……….
Usia: ……….
Pekerjaan: ……….
Alamat: ……….
Selanjutnya disebut sebagai PIHAK PERTAMA (yang menyerahkan)
Nama: ……….
Usia: ……….
Pekerjaan: ……….
Alamat: ……….
Selanjutnya disebut sebagai PIHAK KEDUA (yang menerima)
Dengan ini menyatakan dengan sesungguhnya bahwa:
I. PIHAK PERTAMA telah menyerahkan kepada PIHAK KEDUA sebagaimana PIHAK KEDUA telah menerima penyerahan dari PIHAK PERTAMA berupa:
Sebidang sebagian tanah ………. yang dikuatkan dengan Sertifikat Hak Milik nomor ………. a.n ………. dengan luas ….. terletak di Desa ………. Kecamatan ………. Kabupaten ………. Provinsi ………. dengan batas-batas sebagai berikut:
- Sebelah Utara: ……….
- Sebelah Selatan: ……….
- Sebelah Timur: ……….
- Sebelah Barat: ……….
II. Bahwa penyerahan ini meliputi bangunan dan atau tanaman yang tumbuh berada di atasnya.
III. Penyerahan ini dilakukan dengan/tanpa ganti rugi sebesar Rp………., yang telah diterima sepenuhnya oleh PIHAK PERTAMA dan surat penyerahan ini juga berlaku sebagai tanda bukti penerimaannya.
IV. PIHAK PERTAMA menjamin bahwa tanah, bangunan, dan tanaman yang tumbuh di atasnya tidak dikenakan suatu sitaan atau tersangkut sebagai jaminan utang piutang atau tidak dalam keadaan sengketa dengan pihak mana pun juga.
V. Dengan terjadinya penyerahan ini, segala akibat hak dan kewajiban yang berhubungan dengan penguasaan tanah tersebut menjadi tanggung jawab sepenuhnya PIHAK KEDUA.
Demikian Surat Penyerahan Tanah ini dibuat dengan sesungguhnya. Apabila dikemudian hari isi surat ini tidak benar, kami bersedia dituntut sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
PIHAK PERTAMA PIHAK KEDUA
……………………. …………………….
Saksi-saksi:
1. ……….
2. ……….
4. Contoh Surat Pernyataan Penyerahan Tanah dan Rumah

- Link download contoh surat pernyataan penyerahan tanah
5. Surat Penyerahan Sertifikat Tanah sebagai Jaminan Hutang
SURAT PENYERAHAN SERTIFIKAT TANAH SEBAGAI JAMINAN HUTANG
……………., ………………..
Nomor: ………………..
Yang bertanda tangan di bawah ini:
Nama: ………………..
Alamat: ………………..
Nomor KTP: ………………..
Pemilik Sertifikat Tanah Nomor: ………………..
Dalam hal ini disebut sebagai PIHAK PERTAMA
dan
Nama: ………………..
Alamat: ………………..
Nomor KTP: ………………..
Dalam hal ini disebut sebagai PIHAK KEDUA
MENYATAKAN:
Bahwa pada hari ini, tanggal ……………, PIHAK PERTAMA secara sukarela menyerahkan sertifikat tanah dengan nomor sertifikat tanah …………… yang berlokasi di …………… sebagai jaminan atas uutang yang telah diberikan oleh PIHAK KEDUA sebesar Rp…………… yang jatuh tempo pada …………….
PIHAK PERTAMA menyatakan bahwa:
- Tanah yang dijadikan jaminan tersebut adalah milik sepenuhnya dari PIHAK PERTAMA dan tidak sedang dalam sengketa dengan pihak mana pun.
- PIHAK PERTAMA bersedia menyerahkan hak milik atas tanah tersebut kepada PIHAK KEDUA apabila PIHAK PERTAMA wanprestasi dalam melunasi utangnya.
- PIHAK PERTAMA memahami bahwa penyerahan sertifikat tanah ini bukan berarti perpindahan hak milik, melainkan hanya sebagai jaminan atas uutang yang telah diberikan.
PIHAK KEDUA menyatakan bahwa:
- PIHAK KEDUA akan mengembalikan sertifikat tanah tersebut kepada PIHAK PERTAMA setelah utang lunas seluruhnya.
- PIHAK KEDUA berhak menjual tanah tersebut jika PIHAK PERTAMA wanprestasi dalam melunasi utangnya.
Demikian surat pernyataan ini dibuat dalam keadaan sadar dan tanpa paksaan dari pihak manapun.
PIHAK PERTAMA PIHAK KEDUA
…………… ……………
Saksi-Saksi:
- ……………
- ……………
Baca Juga: Contoh Surat Keterangan Beda Nama Sertifikat Tanah dan Cara Membuatnya
6. Contoh Surat Penyerahan Tanah Word

- Link download surat penyerahan tanah Word
***
Itulah contoh surat penyerahan tanah yang bisa dijadikan rujukan.
Semoga bermanfaat!
Baca ulasan lain seputar properti pada laman Panduan 99.co.
Cek juga portal www.99.co/id untuk menemukan hunian idaman.
**gambar header: Freepik/pressfoto