9 Ciri Penting Konstruksi Rumah Tahan Gempa

15 Sep 2020 - Dyah Siwi Tridya

9 Ciri Penting Konstruksi Rumah Tahan Gempa

foto: woodz

Setiap harinya, daerah-daerah di Indonesia bisa diguncang gempa rata-rata 2 sampai 3 kali.

Meskipun guncangan gempa masih di skala kecil, tapi patut diwaspadai apalagi rumah yang berada dekat pantai dan gunung berapi.

Kerugian yang diakibatkan termasuk secara materil, misalnya bila rumah atau bangunan sampai hancur diguncang gempa.

Namun, Anda tak perlu khawatir karena kini telah banyak dikembangkan teknologi modern yang membangun struktur bangunan tahan gempa.

Karakteristik bangunan dengan konstruksi tahan gempa memiliki dampak yang luar biasa dalam mengurangi kerugian.

Mau tahu ciri-cirinya? Yuk, simak di bawah ini ya!

Jenis Tanah


foto: proscape

Ketika ingin membangun rumah, hal pertama yang harus Anda lakukan adalah pilih jenis tanahnya.

Jenis tanah dibagi dalam 2 kelompok yakni, tanah keras dan lunak atau lemah.

Tanah lunak yang berporus, terlalu berbahaya untuk dibangun rumah atau bangunan di atasnya dan harus dipadatkan terlebih dahulu.

Sebaiknya pilih jenis tanah keras dengan komponen kasar seperti pasir berlempung, kerikil berpasir dan tanah terkonsolidasi.

Serta hindari membangun rumah di area lereng yang curam, karena dapat dipastikan tanahnya bersifat lunak.

Desain Pondasi Khusus Struktur


foto: missionpt

Saat membuat bangunan, salah satu hal penting yang harus diperhatikan adalah membangun pondasi tahan gempa.

Mendesain pondasi khusus dengan struktur yang tepat, dapat mengirimkan beban bangunan ke tanah untuk mencegah kerusakan.

Ada berbagai jenis pondasi untuk mendukung struktur yang menahan beban rumah, salah satunya pondasi sepatu lari.

Pondasi sepatu lari sangat ideal untuk rumah yang dibangun dengan struktur tahan gempa dan rumah dengan bangunan 2 lantai.

Ketinggian Bangunan

Jumlah lantai yang dibangun dan pengukuran ketinggian menjadi faktor utama dalam menentukan beban yang ditanggung pondasi.

Semakin tinggi bangunan dibangun akan semakin besar guncangan gempa yang dirasakan.

Untuk itu lakukan perhitungan sebelum perencanaan struktur agar bangunan semakin aman ketika gempa terjadi.

Baca juga:

Standar Tinggi Dinding Rumah 2 Lantai dan Alasan Pembatasannya

Bangunan yang Simetris


foto: ilustrasi-earthmegazine

Dalam mendesain struktur bangunan biasanya berbentuk simetris untuk menjaga keseimbangan bangunan.

Desain simetris sederhana dengan bentuk yang teratur cenderung lebih tahan terhadap gempa dibandingkan desain yang lebih rumit.

Bangunan yang dirancang secara asimetris atau rumit, dapat mengalami gaya torsi yang besar selama gempa bumi.

Struktur Bangunan Fleksibel


foto: nsf

Struktur bangunan yang baik memiliki kapasitas penahan dengan gaya yang dinamis dan cukup fleksibel.

Mulai dari pondasi hingga dinding, bangunan yang kurang fleksibel dan kaku kemungkinan bisa cepat retak dan pecah selam gempa bumi.

Penggunaan Beton Bertulang


foto: jawaracorpo

Kualitas bahan bangunan yang digunakan dalam konstruksi harus diperhatikan.

Kombinasi ideal dalam pembangunan rumah tahan gempa adalah penggunaan baja bertulang dengan beton.

Kombinasi ini tidak hanya kuat dan tahan, tetapi juga sangat fleksibel untuk mencegah kerusakan bangunan selama gempa bumi.

Struktur Dinding Terkekang (Confined Masonry)

Dinding terkekang menjadi bagian penting dari konstruksi rumah tahan gempa, selain penggunaan struktur dinding rangka beton bertulang.

Struktur dinding terkekang menggunakan material batu bata yang dikekang atau diberi elemen pengikat pada keempat sisi dinding.

Elemen pengikat ini berupa balok dan kolom beton bertulang untuk menguatkan bata dan memiliki jarak 3-4 meter pada dinding. 

Hal ini dilakukan untuk membuat dinding lebih kuat ketika gempa terjadi sehingga dinding tidak mengalami keretakan yang besar. 

Isolasi Basis

Selain konstruksi di atas ada pendekatan tahan gempa yang dirancang yakni, isolasi basis yang mampu mengurangi getaran akibat gempa.

Selain itu, isolasi basis juga dapat mengurangi gesekan antara struktur bangunan dengan pondasi dengan penggunaan bantalan khusus.

Baca juga:

Jenis dan Cara Membuat Pondasi Rumah Yang Bagus, Tahan Gempa!

Pemasangan Utilitas Khusus

Pemilihan pipa harus elastis dan kuat agar tidak mudah pecah dan menghindari kebocoran gas atau air saat gempa berlangsung.

Jenis utilitas yang baik adalah terbuat dari plastik dan hindari penggunaan besi karena mudah korosif dan tidak tahan guncangan.

Perawatan Rumah Tahan Gempa

Setelah pembangunan rumah tahan gempa selesai, Anda juga harus selalu mengecek struktur bangunan baik dalam maupun luar.

Hal ini berlaku juga bagi rumah yang di bangun di area yang sering terjadi gempa.

Setelah guncangan gempa terjadi baik skala kecil atau besar, pastikan melakukan pemeliharaan rumah secara berkala.

Pemeliharaan mencangkup pemeriksaan pelat dek, restorasi isolasi di dinding, atap dan pondasi, serta kebocoran internal dan eksternal.

Perawatan ini sangat penting untuk mempertahankan dan menjaga rumah tetap aman ketika guncangan gempa skala besar terjadi.

Itu dia ciri konstruksi rumah tahan gempa yang wajib Anda ketahui jika tinggal di kawasan rawan gempa.

Semoga artikel ini dapat bermanfaat untuk Anda.

Author:

Dyah Siwi Tridya