Ketahui Pajak Bumi dan Bangunan Beserta Cara Membayarnya

26 Des 2019 - Yuhan Al Khairi

Ketahui Pajak Bumi dan Bangunan Beserta Cara Membayarnya

Bagi Anda yang sudah memiliki rumah, pasti sudah familiar dengan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). 

PBB adalah “iuran” atau pajak yang dikenakan oleh negara, bagi mereka yang telah memiliki hunian pribadi.

Jumlah tagihan PBB per individu dan per tahunnya berpatok pada faktor-faktor tertentu, yang jadi dasar perhitungan tarif pajak tersebut. 

Itu sebabnya, besaran biaya PBB masing-masing orang berbeda-beda.

Meski begitu, secara umum tarif PBB biasanya dikenakan sebesar 0,5 persen dari Nilai Jual Kena Pajak (NJKP). 

NJKP sendiri diperoleh 20 persen dari Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) atas rumah tersebut.

Cukup rumit memang, oleh karenanya penting untuk mengetahui Pajak Bumi dan Bangunan secara keseluruhan, beserta cara hitung dan membayarnya. 

Agar tidak salah, simak ulasannya di bawah ini.

Mengenal Pajak Bumi dan Bangunan

 

Sebelum mengetahui cara menghitung PBB, ada baiknya jika kita mengenal lebih jauh terkait Pajak Bumi dan Bangunan.

 

Tidak hanya dikenakan kepada individu, nyatanya PBB juga dikenakan kepada perusahaan.

Pasalnya, setiap individu atau badan yang memperoleh manfaat atas hak tanah dan bangunan yang ia miliki, maka orang atau perusahaan tersebut wajib menyetorkan PBB-nya kepada pemerintah.

Misalnya, jika Anda memiliki sebuah bangunan, lalu bangunan tersebut dijadikan sebagai toko atau tempat usaha

Maka, Anda wajib membayar PBB atas bangunan tersebut karena manfaat yang diterima.

Begitu pula dengan rumah, karena difungsikan sebagai tempat tinggal, maka pemilik dari rumah tersebut wajib menyetor tarif PBB per tahunnya kepada pemerintah.

Jika demikian, apakah semua bangunan yang memiliki manfaat dikenakan PBB? 

Tentu tidak, ada juga jenis konstruksi lain yang tidak dikenakan pajak bumi dan bangunan, seperti:

  • Bangunan yang diperuntukkan bagi kebutuhan masyarakat umum, seperti tempat ibadah, rumah sakit pemerintah, tempat wisata pubik, panti asuhan dan sekolah negeri.

  • Bangunan untuk perwakilan badan organisasi internasional yang telah disetujui oleh pemerintah.

  • Bangunan yang difungsikan sebagai tempat peristirahatan terakhir atau tempat menyimpan barang peninggalan, seperti kuburan dan museum.

  • Tempat yang difungsikan sebagai hutan alam, suaka margasatwa, dan sebagainya.

Perlu digarisbawahi, setiap individu yang dikenakan pajak bumi dan bangunan wajib melunasi tagihannya paling lambat 6 bulan setelah tanggal penerbitan Surat Pemberitahuan Pajak Terutang (SPPT).

Di dalam SPPT tersebut Anda bisa mengetahui besaran pajak terutang yang harus dibaya setiap tahunnya.

Dasar Perhitungan Pajak Bumi dan Bangunan

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, pengenaan tarif pajak biasanya sebesar 0,5 persen dari NJKP, sedang NJKP diperoleh 20 persen dari NJOP. 

Lalu, apa sih pengertian dari NJKP dan NJOP ini?

Nilai Jual Kena Pajak atau NJKP adalah perkiraan besaran sebuah objek bumi atau bangunan yang biasanya dimasukkan dalam perhitungan PBB. 

Sehingga, dapat dikatakan bahwa NJKP bagian dari NJOP.

Perlu diketahui pula, NJKP sendiri sebenarnya terbagi atas dua bagian, yakni Objek Pajak Perkebunan dan Pertambangan (40 persen) dan Objek Pajak Perdesaan dan Perkotaan (bervariasi tergantung NJOP).

NJOP adalah sebuah harga yang digunakan dalam menghitung besaran tarif pajak bumi dan bangunan. 

Umumnya, besaran NJOP didasarkan pada harga rata-rata atau nilai terbaru yang ditetapkan pemerintah.

Tidak sembarangan, penetapan NJOP sendiri biasanya didasarkan dari beberapa faktor.

Faktor Penentu Penetapan NJOP Bumi:

  • Letak;

  • Pemanfaatan;

  • Peruntukan; dan

  • Kondisi lingkungan.

Faktor Penentu Penetapan NJOP Bangunan:

  • Bahan baku yang digunakan pada bangunan;

  • Rekayasa;

  • Letak; serta

  • Kondisi lingkungan.

Dari penjelasan di atas, kita dapat mengetahui jika dasar penetapan NJOP adalah dengan melihat harga rata-rata transaksi jual-beli bangunan.

Namun, bagaimana cara menetapkan NJOP pada bangunan yang didapat tanpa proses jual-beli? Misalnya pada bangunan hibah, warisan, dan lain-lain. 

Supaya tidak bingung, berikut penjelasannya untuk Anda:

  • Membandingkannya dengan Objek Lain

Objek lain dalam hal ini maksudnya adalah objek berjenis sama, memiliki lokasi yang berdekatan, fungsi yang sama, dan objek lain yang sudah diketahui besaran nilai NJOP serta pajak bumi dan bangunan.

  • Menghitung Biaya yang Dikeluarkan

Dengan menghitung biaya yang dikeluarkan, Anda bisa mendapatkan nilai perolehan yang baru. 

Artinya, penilaian tersebut akan dikurangi dengan penyusutan yang terjadi pada kondisi fisik objek.

  • Memperhatikan Nilai Jual Pengganti

Nilai jual pengganti di sini maksudnya, adalah sebuah nilai yang didapatkan dari keluaran yang dihasilkan oleh objek pajak. 

Nilai ini bisa dijadikan sebagai dasar penetapan NJOP.

Selain NJOP dan NJKP, ada pula yang namanya Nilai Jual Objek Pajak Tidak Kena Pajak (NJOPTKP). 

NJOPTKP adalah batasan nilai atas objek yang tidak dikenakan pajak bumi dan bangunan.

Jika merujuk pada keputusan Kementerian Keuangan, maka batas NJOPTKP sendiri maksimal Rp12 juta rupiah bagi setiap wajib pajak.

Simulasi Perhitungan Pajak Bumi dan Bangunan

Cara menghitung besaran tarif PBB memang susah-susah gampang. 

Oleh sebab itu, perlu adanya sebuah simulasi yang menggambarkan bagaimana alur perhitungan pajak tersebut dibuat.

Seperti berikut ini, kita asumsikan saja jika Anda memiliki rumah seluas 50 meter persegi yang dibangun di atas lahan seluas 100 meter persegi. 

Harga bangunannya Rp500 juta, sedang harga tanah Rp1 juta.

Lantas, alur perhitungan PBB rumah tersebut kira-kira sebagai berikut:

Bangunan = 50 x Rp500.000 = Rp.25.000.000

Tanah = 100 x Rp1.000.000 = Rp100.000.000

--------------------------------------------------------------- +

Rp125.000.000 = NJOP

NJKP = 20 persen x Rp125.000.000 = Rp25.000.000

Setelah mengetahui hal tersebut, maka besaran pajak bumi dan bangunan yang harus Anda bayarkan, sebesar (0,5 persen x Rp25.000.000) = Rp125.000.

Bagaimana, apakah kamu sudah paham? 

Jika sudah mengetahui rumusnya, menghitung tarif PBB dapat dikerjakan dengan mudah kok

Maka dari itu, tidak perlu bingung ketika menghitung PBB rumah, ya.

Cara Cek PBB Online

Selain menghitung secara manual, sebenarnya ada cara lain yang lebih mudah dalam menghitung Pajak Bumi dan Bangunan.

Yakni dengan cek PBB online melalui laman resmi BPRD masing-masing wilayah.

Misalnya, kamu memiliki rumah atau bangunan di Bekasi. 

Maka, kamu bisa mengecek biaya PBB online Bekasi untuk rumah atau bangunan tersebut lewat laman resmi kantor Badan Pajak dan Retribusi Daerah Bekasi.

Namun, sayangnya tidak semua kantor BPRD memiliki fitur cek PBB online di laman resmi mereka. 

Sejauh ini hanya kota-kota, seperti Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan lain-lain yang memiliki fitur tersebut.

Jika laman BPRD di daerah Anda tidak menyediakan fasilitas cek PBB online, jangan berkecil hati. 

Pasalnya, Anda masih bisa memeriksa besaran PBB lewat aplikasi iPBB.

iPBB sendiri adalah aplikasi gubahan BPRD yang dapat digunakan masyarakat dalam mencari informasi seputar PBB. 

Bagi pengguna android, kamu bisa mengunduhnya lewat Google Store di ponsel pintar.

Cara Bayar PBB secara Online dan Offline

Setelah mengetahui besaran tagihan yang harus dibayarkan, saatnya Anda mengetahui bagaimana cara bayar PBB secara offline maupun online.

Ya, cara bayar PBB sendiri terbagi atas dua macam. 

Masing-masing cara tersebut punya langkah-langkah tersendiri dalam melakukannya. Untuk lebih jelasnya, simak ulasannya berikut ini:

Cara Bayar PBB secara Offline

Cara bayar PBB secara offline sama halnya seperti membayar iuran PBB ke loket-loket pembayaran pajak. 

Tempat-tempat yang bisa Anda datangi ketika membayar PBB seperti:

  • Kantor pos

  • Bank yang ditunjuk berdasarkan kebijakan pemerintah setempat

  • Petugas pemungut pajak di kelurahan atau kantor desa setempat

Namun, sebelum membayar PBB pastikan kamu sudah mengantongi Surat Pemberitahuan Pajak Terutang (SPPT PBB). 

Surat ini biasanya dibagikan oleh kelurahan/RT/RW setempat kepada warganya di awal tahun.

Apabila pajak sudah dilunasi, maka Anda akan menerima Surat Tanda Terima Setoran (STTS) dengan stempel, sebagai bukti bahwa Pajak Bumi dan Bangunan yang harus dibayarkan telah dilunasi.

SPPT yang kamu miliki hilang atau belum diberikan oleh petugas setempat? 

Jangan khawatir, kamu bisa mendatangi kantor Dinas Pendapatan Daerah untuk mencetak ulang SPPT tersebut.

Siapkan surat keterangan dari kelurahan, serta fotokopi KTP dan KK saat meminta SPPT ke kelurahan, ya.

Cara Bayar PBB secara Online

Enggak pengin ribet antri di kantor pos untuk membayar pajak bumi dan bangunan? 

Tenang, Anda bisa membayar iuran pajak tersebut secara online melalui layanan Internet Banking atau ATM.

  1. Akses ATM atau login internet banking seperti biasa

  2. Pilih menu pajak atau PBB

  3. Masukkan NOP

  4. Masukkan tahun pembayaran

  5. Pastikan nama dan jumlah pajak sudah sesuai dengan SPPT

  6. Masukkan nominal pajak dan lakukan pembayaran

 

Itu tadi hal-hal penting terkait pajak bumi dan bangunan yang harus Anda ketahui. 

Semoga ulasan di atas dapat membantu kita dalam menghitung dan membayar PBB secara benar, ya.

 

Selamat mencoba!

Author:

Yuhan Al Khairi