7 Aturan Renovasi Rumah Subsidi yang Penting Diketahui

29 Sep 2020 - Yuhan Al Khairi

7 Aturan Renovasi Rumah Subsidi yang Penting Diketahui

Ingin renovasi rumah subsidi? Jangan sembarangan melakukannya.

Sebab, ada beberapa ketentuan dan aturan dari pemerintah, yang harus kamu patuhi sebelum merenovasi bangunan rumah tersebut.

Rumah subsidi merupakan program kepemilikan rumah murah, yang digalakkan oleh Kementerian Umum Perumahan Rakyat (PUPR) Republik Indonesia khusus bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

Sebab erat kaitannya dengan program pemerintah, segala sesuatu yang berhubungan dengan rumah tersebut pun diatur dalam peraturan perundang-undangan, termasuk urusan renovasi rumah subsidi.

Bukan tidak boleh, lho, merenovasi rumah subsidi sebenarnya boleh-boleh saja. 

Namun, ada beberapa aturan yang harus diikuti saat melakukan hal tersebut. Apa saja itu? Simak ulasan lengkapnya berikut ini.

Inilah 7 Aturan Renovasi Rumah Subsidi

  • Kredit Telah Berjalan Selama 5 tahun

Peraturan pertama dan paling penting kamu ingat sebelum renovasi rumah subsidi adalah durasi kredit. 

Coba pastikan lagi, apakah masa kreditmu sudah berlangsung lebih dari 5 tahun atau belum?!

Jika belum, maka kamu tidak diperkenan merenovasi rumah tersebut.

Renovasi yang dilakukan sebelum masa kredit 5 tahun lebih, hanya diperbolehkan untuk menambah ruang dapur dan membuat pagar saja.

Baca juga:

Harga Rumah Subsidi Naik? Ini Cara Siasati Cicilan Rumah Ringan

  • Tidak Mengubah Tampilan Fasad Rumah

Mari berandai-andai jika masa kreditmu telah mencapai 5 tahun lebih, apakah sudah boleh melakukan perubahan atau merenovasi tampilan depan rumah tersebut? 

Jawabannya iya, kamu bisa melakukannya.

Namun ingat, jangan melakukan renovasi secara besar-besaran, ya.

 Perubahan yang boleh dilakukan pada fasad rumah tersebut hanyalah menambahkan pagar, membuat kanopi, hingga mengecat exterior rumah.

  • Lakukan  Renovasi Ringan pada Bangunan

renovasi rumah subsidi

Menyambung pembahasan sebelumnya, renovasi rumah subsidi hanya boleh dilakukan untuk perubahan-perubahan ringan. 

Kamu tidak diperkenankan merubah struktur dan tampilan rumah secara keseluruhan.

Lagipula, program rumah subsidi ini dibuat untuk masyarakat berpenghasilan rendah. 

Bukan karena mencari hunian murah, yang nantinya bisa direnovasi sesuai keinginan kita.

  • Memperbaiki Kerusakan pada Bangunan

Terjadi kerusakan di bangunan rumah? 

Jangan khawatir, kamu boleh melakukan renovasi dengan tujuan memperbaiki kerusakan tersebut. 

Asal tidak merubah struktur bangunan, agaknya masih diperbolehkan.

  • Memanfaatkan Sisa Lahan yang Ada

Bangunan rumah subsidi biasanya cukup kecil, rata-rata dibuat dengan tipe 27, 30, hingga rumah tipe 36

Oleh sebab itu, banyak rumah subsidi yang dibangun dengan sisa lahan yang cukup lebar.

Jika mau, kamu bisa melakukan renovasi rumah subsidi dengan memanfaatkan sisa lahan tersebut, lho. 

Bisa untuk menambah kamar, dapur, halaman belakang atau ruang jemur pakaian.

  • Menambah Lantai Bangunan

Jika anggota keluarga semakin banyak, tentu kamu memerlukan sebuah ruang tambahan. 

Bila ruang yang tersedia tidak mencukupi, kamu bisa melakukan renovasi rumah dan membuatnya jadi bertingkat.

Kegiatan ini sebenarnya diperbolehkan, namun dengan syarat masa kredit telah mencapai 5 tahun lebih.

  • Pastikan Cicilan Rumah Lancar

renovasi rumah subsidi

Terakhir, peraturan yang harus dipatuhi sebelum renovasi rumah subsidi adalah pastikan cicilannya tetap lancar. 

Alangkah konyolnya jika kamu berencana merenovasi rumah, namun cicilannya jadi tersendat.

Jika hal semacam ini terjadi, pihak bank tentu akan meminta pertanggungjawabanmu dan mengenakan sanksi atas keterlambatan cicilan. 

Developer pun pasti akan melarang kegiatan renovasi rumah tersebut.

Nah, itu tadi beberapa hal yang perlu kamu perhatikan sebelum merenovasi rumah subsidi. 

Selain poin-poin di atas, ada beberapa hal lain yang penting diketahui oleh para pemilik rumah subsidi.

Perhatikan Hal Ini Sebelum Beli Rumah Subsidi

Pertama, rumah subsidi hanya diperuntukkan bagi kebutuhan hunian saja. 

Sehingga, menyewakan rumah tersebut atau menjadikannya sebagai bangunan komersial jelas tidak diperbolehkan.

Kedua, rumah subsidi yang telah dibeli tidak boleh dipindahtangankan (atau dilakukan over kredit) kepada pihak lain, jikalau masa kreditnya belum mencapai 5 tahun lebih.

Intinya, rumah subsidi dibuat khusus oleh pemerintah untuk masyarakat berpenghasilan rendah. 

Hal ini dimaksudkan, agar mereka bisa memiliki hunian pribadi yang layak serta berharga murah.

Sehingga, sudah sepatutnya kita mendukung langkah tersebut dan tidak memanfaatkan momen ini demi keuntungan diri sendiri.

Jika dirasa mampu, ada baiknya kamu membeli rumah non-subsidi saja, ya.

Semoga ulasan di atas bermanfaat untuk kita semua. Selamat renovasi hunian!

Baca juga:

Ingin Ajukan Kredit Renovasi Rumah? Ini Syarat dan Ketentuannya

Author:

Yuhan Al Khairi