Rumah Bekas Bisa Jadi Solusi Hunian Alternatif, Asalkan…

3 Sep 2020 - Dyah Siwi Tridya

Rumah Bekas Bisa Jadi Solusi Hunian Alternatif, Asalkan…

foto: freepik

Membeli rumah baru tentu perlu tabungan dan modal besar sehingga bisa membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk mengumpulkannya.

Tak mau menunggu terlalu lama, Anda bisa share tabungan dengan pasangan dan membeli rumah bekas atau rumah second.

Rumah bekas biasanya memiliki harga yang lebih miring dibandingkan harus beli rumah yang baru.

Sehingga wajar saja banyak sekali yang berburu rumah bekas dan menjadikannya opsi hunian bila ingin memiliki rumah dalam waktu dekat.

Meskipun memiliki harga miring, Anda juga harus tahu riwayat rumah yang Anda beli agar tidak kecewa dan merasa tertipu.

Yuk, langsung saja simak di bawah ini mengenai serba-serbi rumah bekas yang wajib Anda tahu.

Perhatikan Hal ini Sebelum Beli Rumah Bekas

Membeli rumah bekas tidak sama dengan membeli barang bekas ya

Ada beberapa hal yang harus Anda pastikan sebelum benar-benar membeli rumah bekas sebagai hunian tetap.

Perbandingan Harga


foto: propertikompas

Sebelum sebelum membeli rumah bekas ada baiknya Anda mengetahui anggaran untuk membeli rumah.

Setelah tahu bujet  yang disiapkan, Anda bisa cari rumah bekas dengan bujet tersebut. Sebaiknya tidak lebih ya!

Tak perlu pusing untuk survei langsung ke lapangan untuk mengetahui harga rumah bekas, cukup gunakan fitur pencarian pintar 99.co.

Anda juga dapat memilih rumah lebih spesifik dari lokasi, jenis properti, deskripsi rumah, hingga agen terpercaya yang akan membantu.

Langkah selanjutnya Anda bisa buat daftar rumah yang sudah sesuai dengan budget.

Pilih Rumah Sesuai Kebutuhan


foto: realestate

Beli rumah bekas tak boleh asal, Anda harus tahu tujuan Anda untuk membeli rumah agar sesuai dengan apa yang diinginkan.

Seperti banyak anggota keluarga, jumlah kamar, seberapa luas dapur, berapa banyak kamar mandi, apakah tersedia garasi, dan lainnya.

Jangan membeli rumah karena gengsi tanpa memperdulikan budget yang sudah di atur di awal dan sesuai kesepakatan dengan pasangan.

Perhatikan Lokasi

Setelah mendapatkan rumah yang cocok, saatnya survei lokasi.

Tak ada salahnya untuk mampir sebentar sambil jalan-jalan di sekitar area rumah yang ingin dibeli.

Jika mendapati lokasi yang susah diakses dan memiliki jalan berlubang atau rawan banjir sebaiknya pilih rumah yang lain saja.

Cek Kondisi dan Usia Rumah

Hal yang paling penting dalam membeli rumah bekas adalah cek kondisi rumah dan usia rumah.

Jangan tertipu dengan tampilan depan rumah, Anda harus detail dan teliti saat mengecek kondisi fisik rumah.

Biasanya rumah bekas memiliki berbagai masalah seperti jamur, instalasi listrik, kebocoran, retakan dinding, rayap dan sebagainya.

Lalu, tanyakan juga usia rumah setelah renovasi terakhir kali, karena rumah bisa mengalami penyusutan kualitas bangunan.

Pada umumnya usia bangunan yang efektif bisa berumur 20 – 40 tahun tergantung kokohnya konstruksi bangunan.

Dengan mengetahui usia rumah, Anda dapat menekan biaya renovasi atau menambahnya.

Periksa Legalitas


foto: rumahlegalitas

Legalitas rumah wajib Anda periksa meskipun itu rumah bekas.

Anda berhak untuk diperlihatkan legalitas dokumen yang sah seperti, sertifikat kepemilikan (SHM), SHGB dan IMB.

Pastikan juga lahan yang Anda beli tidak terlibat dalam sengketa tanah yang sudah berada pada tahap pengadilan.

Amati Lingkungan Sekitar

Lingkungan yang nyaman menjadi dambaan setiap orang, tentunya termasuk Anda.

Tak mau kan sudah membeli rumah, tapi ternyata lingkunganya menjadi sarang narkoba atau rawan pencurian?!

Pilihlah lingkungan yang memiliki pengamanan yang ketat dan dekat dengan keramaian agar Anda bisa tetap tinggal dengan aman.

Estimasi Biaya Tambahan


foto: businessday

Setelah dirasa tepat dan bersiap untuk membeli rumah bekas yang sudah jadi incaran, Anda perlu menghitung ulang semua pengeluaran yang harus Anda siapkan setelah resmi memiliki rumah.

Adapun biaya yang harus tanggung seperti:

  • Biaya Pengecekan Sertifikat di BPN

  • Biaya BPHTB dan PPh

  • Biaya Akta Jual Beli (AJB)

  • Biaya Pengajuan Balik Nama dan PNBP

  • Biaya Renovasi

  • Biaya Keamanan

Diskusi

Pikirkan matang-matang sebelum memutuskan untuk membeli rumah bekas, tapi jangan terlalu lama.

Diskusikan juga dengan pasangan Anda atau keluarga, dan yakinkan bahwa membeli rumah bekas akan membawa keuntungan nantinya.

Terlalu cepat memutuskan dan gegabah dalam membeli rumah, dapat mengakibatkan kerugian secara materi dan fisik.

Jadi harap hati-hati yaa…

Langkah Mudah Mengajukan KPR Rumah Bekas

Anda ini membeli rumah bekas tapi uang tabungan belum cukup?

Tak perlu risau, rumah bekas juga bisa diajukan secara kredit ke pihak bank atau KPR rumah bekas.

Mau tau caranya? 

Cek Kondisi Keuangan


foto: awoyokun

Untuk biaya angsuran rumah dari bank, biasanya berkisar 30% dari penghasilan tetap.

Untuk itu Anda harus tahu batas cicilan Anda, agar bisa memenuhi kriteria cicilan yang diberikan oleh pihak bank.

Negosiasi ke Penjual

Untuk mengajukan KPR, bank tidak akan membiayai pembelian rumah sampai 100%.

Maka dari itu sebelum mengajukan KPR, ada baiknya Anda negosiasikan harga rumah ke pihak penjual agar cicilan lebih ringan.

Selain itu pastikan membuat surat perjanjian untuk penjual agar tidak menjual rumah bekas ke pihak lain selama pengajuan KPR.

Lengkapi Dokumen KPR


foto: halooto

Kunjungi bank yang ingin Anda ajukan proses KPR dengan membawa syarat KPR dan dokumen pengajuan kredit rumah bekas, seperti:

  • Fotokopi KTP/KK

  • Surat Nikah

  • NPWP

  • Slip gaji 3 (tiga) bulan terakhir

  • Rekening koran tabungan 3 (tiga) bulan terakhir

  • Surat keterangan kerja

  • Fotokopi Izin Mendirikan Bangunan (IMB).

  • Fotokopi sertifikat tanah/rumah

  • Fotokopi bukti pembayaran PBB tahun terakhir

  • Surat kesepakatan jual beli rumah antara penjual dan pembeli dengan membubuhi tanda tangan diatas materai

Tapi sebelum melampirkan syarat pengajuan, Anda dapat bertanya dahulu dan bandingkan dengan bank lain mengenai besaran cicilan KPR.

Pilihlah bank yang menawarkan bunga yang lebih kecil dan cicilan yang sesuai dengan keuangan Anda saat ini.

Appraisal dari Bank

Proses appraisal atau penaksiran nilai properti dilakukan oleh pihak bank untuk menetapkan harga rumah di bawah harga penjual.

Untuk biaya appraisal yang harus disiapkan sebesar Rp450 ribu dan biaya ini akan hangus jika KPR tidak diterima.

Penandatangan Akad Kredit dan SPK


foto: property24

Setelah proses appraisal, maka Anda melakukan penrjanjian dengan pihak bank untuk tanda tangan perjanjian akad kredit.

Perlu diperhatikan sebelum penandatangan, Anda akan diberikan surat perjanjian kredit dari biaya cicilan hingga pengurusan dokumen.

Dan tentu saja Anda harus menyiapkan dana kembali tertera di surat perjanjian kredit.

Baca juga:

Penting! Ini Daftar Biaya Ajukan KPR di Luar Cicilan Rumah

Itulah hal-hal yang harus Anda pahami sebelum membeli rumah bekas sebagai rumah impian Anda.

Semoga artikel ini dapat membantu ya!

Author:

Dyah Siwi Tridya