Fakta dan Mitos Rumah Dekat Kuburan, Pantaskah untuk Dibeli?

Last update: 4 Mei 2025 7 min read
Author:

Rumah dekat kuburan dianggap menyeramkan bagi banyak orang.

Hal ini beralasan, sebab kuburan merupakan tempat dimakamkannya orang-orang yang sudah meninggal.

Mitos rumah dekat kuburan pun sering mencuat ke permukaan dan jadi perbincangan masyarakat luas.

Salah satunya tanah dekat kuburan sering dikaitkan dengan hal-hal angker dan memancarkan aura negatif bagi penghuni rumah.

Meski begitu, di perkotaan yang ketersediaan lahan kosongnya sulit, membeli rumah dekat makam kini menjadi hal lumrah.

Lalu, benarkah mitos tersebut? Cek faktanya di bawah ini!

Fakta dan Mitos Rumah Dekat Kuburan

1. Rumah Dekat Kuburan Sulit Dijual

rumah dekat kuburan sulit terjual

Mitos pertama tentang rumah depan kuburan adalah rumah tersebut sulit untuk dijual kembali.

Alhasil, hunian yang lokasinya dekat dengan kuburan jarang dilirik oleh pemburu properti sehingga tidak cocok untuk investasi.

Benarkah asumsi tersebut? Jawabannya bisa iya dan tidak. 

Pasalnya, jika lokasi rumah dianggap cukup strategis dan dijual dengan harga murah, akan selalu ada orang yang ingin membeli rumah tersebut.

Terlebih di kota-kota besar, mungkin opsi hunian dekat makam dengan lokasi strategis lebih masuk akal ketimbang rumah di pinggir kota yang jauh ke mana-mana.

Akan tetapi, hal tersebut kembali lagi kepada calon pembeli.

Tentu ada calon pembeli rumah yang percaya dengan hal mistis, sehingga enggan untuk membeli hunian atau tanah dekat kuburan.

2. Susah saat Mengajukan KPR

Kali ini bukan mitos, tetapi fakta tentang rumah dekat makam.

Salah satu alasan terbesar rumah dekat kuburan sulit dijual kembali adalah susahnya mengajukan KPR untuk pembelian rumah tersebut.

Alasannya karena beberapa bank memiliki syarat terkait lokasi hunian yang hendak dibeli lewat KPR, salah satunya tidak boleh dekat area kuburan.

3. Tidak Bisa Langsung Dibangun Hunian

Bagaimana bila kita hendak membeli tanah bekas kuburan untuk dibangun sebuah hunian, apakah bisa? Sayangnya tidak.

Pasalnya, tanah bekas kuburan sendiri memiliki karakteristik berbeda dengan lahan biasa.

Maka itu, jika ingin dimanfaatkan untuk kebutuhan lain, lahan tersebut harus dibersihkan terlebih dahulu. 

Proses pembersihan inilah yang membuat kita tidak bisa langsung membangun rumah di atasnya.

4. Seram dan Memancarkan Aura Negatif

rumah di area pemakaman terlihat seram

Mitos rumah dekat kuburan ini mungkin paling santer dan populer di tengah masyarakat.

Banyak masyarakat yang menganggap bahwa rumah dekat makam seram dan mampu memancarkan aura negatif.

Alhasil, lokasi rumah itu diyakini angker dan sering dijumpai hal-hal mistis.

Terlebih bila kondisi pemukiman tidak ditata dengan baik.

Selain anggapan dan mitos, aura negatif dari rumah dekat kuburan memang dianggap buruk dalam sudut pandang feng shui.

Rumah dekat makam menurut feng shui diyakini memancarkan energi negatif yang mengganggu ketentraman rumah. 

Pemakaman sendiri memancarkan energi Yin dan orang hidup memerlukan energi Yang.

Yin mewakili energi negatif, sedangkan Yang diartikan sebagai energi positif. 

Karena itu, kedua energi tersebut dianggap bertabrakan sehingga dapat membuat pemilik rumah sakit-sakitan hingga tertimpa kesialan.

5. Harga Jualnya Murah dan Tidak Prospektif

Bila kamu berpikir harga rumah dekat kuburan murah, anggapan tersebut bisa jadi keliru.

Fakta di lapangan, tanah dekat kuburan harganya cukup kompetitif dan cenderung tidak mengalami penurunan.

Tinggi atau stabilnya harga properti di kota besar, bisa menjadi alasan mengapa lahan di sekitar pemakaman ikut merangkak naik.

Di kota besar, pemilik tanah dekat kuburan enggan menjual propertinya secara murah.

Apalagi jika lokasi rumah cukup strategis, dekat fasilitas umum, serta memiliki akses yang mudah. 

Bisa-bisa harga hunian tersebut dibanderol lebih mahal daripada rumah di kawasan perumahan.

6. Airnya Tidak Bagus

Mitos berikutnya tentang hunian dekat kuburan adalah kualitas air tanahnya tidak bagus.

Ini kerap menjadi perhatian bagi orang-orang yang hendak beli rumah di dekat kuburan.

Lalu, apakah benar kualitas airnya tidak bagus? Jawabannya tergantung dari kondisi sekitar.

Pasalnya, ada sebagian tempat di dekat makam yang justru airnya bagus atau bisa dipakai untuk kebutuhan sehari-hari.

Namun, ada juga sebagian area di dekat kuburan yang airnya memang buruk atau kurang layak digunakan.

Untuk memastikannya, kamu bisa bertanya kepada penghuni rumah lain di sekitar kawasan tersebut.

Cara lainnya, kamu bisa mengajukan tes kualitas air tanah ke laboratorium.

Jika ingin aman dan jauh dari rasa khawatir, kamu dapat menggunakan air PDAM untuk minum atau mencuci.

Sementara, air tanah dipakai untuk menyiram tanaman atau mencuci kendaraan saja.

Setelah tahu fakta dan mitos tentang rumah dekat kuburan, berikut kiat-kiat menangkal mitos buruk rumah dekat kuburan sesuai Islam dan feng shui.

Cara Menangkal Mitos Buruk Rumah Dekat Kuburan

1. Rumah Dekat Kuburan menurut Islam

rumah dekat kuburan menurut islam

Jika kamu seorang muslim, tentu penting mengikuti aturan dan kaidah Islam sebelum membeli rumah. 

Pasalnya, agama Islam juga mengatur terkait aturan membeli rumah dekat kuburan.

Hal pertama yang harus diperhatikan adalah cara pembelian rumah harus sesuai syariah.

Kamu harus menghindari hal-hal yang dilarang dalam jual beli rumah menurut Islam, seperti adanya riba. 

Kedua, Islam tidak melarang kita untuk membangun rumah di dekat kuburan.

Sedangkan ketiga, bila kondisinya kamu membeli bekas tanah kuburan, bersihkan terlebih dahulu lahan tersebut.

Mengapa demikian? Karena seorang muslim tidak diperbolehkan salat di atas makam, walaupun makam tersebut sudah tidak terlihat. 

Bila memang masih ada jenazah di dalam tanah kuburan tersebut, maka kamu harus memindahkannya terlebih dulu.

Jadi, cukup jelas ya, agama Islam sendiri memperbolehkan jika kamu membeli rumah dekat kuburan.

Baca juga: 9 Tata Cara Pindah Rumah menurut Islam, Mudah dan Berkah!

2. Rumah Dekat Kuburan menurut Feng Shui

Sedikit banyak kita telah membahas rumah dekat kuburan menurut feng shui

Namun, apakah ada cara untuk menangkal hal-hal buruk terjadi kepada pemilik rumah? Jawabannya ada, berikut di antaranya:

  • Jika ingin menghindari nasib buruk saat tinggal di rumah dekat kuburan, kamu harus menjauhkan jarak rumah tersebut (sebisa mungkin) dari pemakaman. Mau tidak mau kamu harus memundurkan posisi rumah ke belakang.
  • Usahakan membangun taman depan rumah yang mempunyai unsur api, contohnya seperti menempatkan bunga flamboyan dan palem merah. Tujuannya untuk mengurangi energi Yin dari pemakaman.
  • Apabila rumah tersebut menempel langsung dengan kompleks pemakaman, sebaiknya tembok pembatas antara dua area dicat dengan warna merah,
  • Berikan penerangan dan penghawaan cukup di antara kedua batas ruang.
  • Gantungkan tirai kuning di jendela, lalu biarkan jendela tersebut tetap tertutup rapat.
  • Bila pemandangan kuburan mengganggu, cobalah untuk membangun suasana sebaliknya di dalam hunian dengan desain interior yang nyaman, hangat, berwarna dan estetis.
  • Tak hanya membangun taman di luar, kamu bisa menyimpan tanaman indoor di dalam rumah. Tanaman asli yang disimpan di dalam rumah dipercaya mempunyai energi kehidupan yang positif.

Tips Memilih Rumah Dekat Kuburan dengan Bijak

tips membeli rumah dekat kuburan
Ilustrasi rumah dekat kuburan: Anna-Louise via Pexels

Membeli rumah dekat area pemakaman bisa menjadi pilihan yang menarik karena harga yang lebih terjangkau dibandingkan lokasi lain.

Namun, sebelum memutuskan, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar hunian tetap nyaman dan memiliki nilai investasi yang baik.

1. Periksa Nilai Investasi Properti

Lokasi rumah dapat mempengaruhi harga jual kembali di masa depan.

Lakukan riset mengenai perkembangan kawasan sekitar, seperti rencana pembangunan fasilitas umum atau akses jalan baru, yang bisa meningkatkan nilai properti.

2. Pastikan Legalitas dan Status Tanah

Sebelum membeli, pastikan rumah memiliki dokumen hukum yang jelas, seperti Sertifikat Hak Milik (SHM) atau Hak Guna Bangunan (HGB).

Hindari membeli rumah dengan status tanah sengketa atau lahan yang belum bersertifikat.

3. Cek Keamanan dan Keberlanjutan Lingkungan

Lingkungan sekitar pemakaman sering kali lebih sepi dibandingkan kawasan lain.

Pastikan ada penerangan jalan yang memadai, sistem keamanan lingkungan yang baik, serta akses transportasi yang mudah.

4. Perhatikan Faktor Kenyamanan dan Psikologis

Tidak semua orang nyaman tinggal di dekat pemakaman.

Sebelum membeli, pertimbangkan apakah keluarga merasa aman dan nyaman dengan lingkungan tersebut.

Jika memungkinkan, ajak keluarga untuk mengunjungi rumah di malam hari guna mengukur tingkat kenyamanan mereka.

5. Tinjau Ketersediaan Fasilitas Umum

Pastikan rumah memiliki akses yang mudah ke fasilitas umum seperti pasar, sekolah, rumah sakit, dan tempat ibadah.

Jangan hanya terpaku pada harga murah, tetapi pertimbangkan juga faktor kenyamanan dalam kehidupan sehari-hari.

6. Periksa Sistem Drainase dan Kebersihan Lingkungan

Area pemakaman sering kali memiliki kontur tanah yang lebih rendah dan rentan terhadap genangan air.

Pastikan rumah memiliki sistem drainase yang baik agar tidak terjadi masalah banjir atau kelembaban berlebih yang dapat merusak bangunan.

7. Lakukan Negosiasi Harga Secara Bijak

Karena rumah di dekat kuburan umumnya memiliki harga yang lebih rendah, manfaatkan kondisi ini untuk melakukan negosiasi.

Namun, tetap sesuaikan dengan kondisi bangunan dan lokasi agar mendapatkan harga terbaik.

Itulah ulasan lengkap mengenai mitos dan fakta rumah dekat kuburan.

Setelah membaca ulasan di atas, apakah kamu tertarik membeli rumah dekat area pemakaman?

Semoga bermanfaat!

 

Sejak kuliah sudah aktif menulis di Pers Kampus. Usai lulus, Insan menjadi penulis lepas yang fokus dengan topik gaya hidup dan sepak bola. Kini, menulis di 99 Group dengan membahas seputar properti, termasuk desain rumah dan info KPR.