Panduan Lengkap Membeli Rumah Lelang untuk Pemula

14 Mei 2020 - Yuhan Al Khairi

Panduan Lengkap Membeli Rumah Lelang untuk Pemula

Bagi sebagian masyarakat, membeli rumah lelang dirasa lebih menguntungkan dibanding rumah biasa. Harganya yang lebih murah membuat banyak orang tertarik untuk memiliki rumah sitaan bank tersebut.

Bagi kamu yang ingin beli rumah lelang, kamu bisa mendapatkannya melalui mekanisme lelang rumah. Rumah lelang sendiri adalah rumah sitaan bank dari debitur yang tak mampu melunasi cicilan rumahnya.

Biasanya, helatan lelang rumah ini akan diumumkan secara terbuka oleh pihak bank, baik swasta ataupun negeri. Khusus bank negeri, tiga bank yang kerap menggelar lelang rumah adalah BTN, Mandiri, dan BNI.

Untuk mengetahui jadwal pelaksanaan lelang rumah, kamu harus rajin-rajin mengecek informasi ini ke kantor cabang bank terdekat, melalui situs resmi masing-masing bank, dan surat kabar.

Apabila kamu benar-benar berminat untuk mengikut lelang rumah, ada baiknya jika kamu menyimak terlebih dahulu panduan lengkap membeli rumah lelang di bawah ini.

Langkah Demi Langkah Cara Beli Rumah Lelang

Cara beli rumah lelang dan rumah biasa tentu berbeda. Ketika membeli rumah biasa, proses jual-beli (termasuk negosiasi harga) dapat dilakukan secara langsung antara kamu dan si penjual rumah.

Sedang rumah lelang, kamu baru bisa memilikinya apabila memenangkan pelelangan atas rumah tersebut melawan peserta lainnya. Hal ini tentu sulit, apalagi jika kamu tidak pernah mengikuti pelelangan rumah.

Maka dari itu, agar rumah lelang bisa dimenangkan berikut langkah-langkah yang bisa kamu ikuti:

1. Mencari Rumah Lelang yang Diminati

Sebelum membahas cara beli rumah lelang, tentu kamu harus memilih terlebih dahulu rumah sitaan yang ingin kamu beli. Biasanya, bank akan melampirkan daftar rumah sitaannya pada sebuah portal resmi.

Misalnya seperti PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN), bank berplat merah ini diketahui mengunggah daftar rumah sitaannya melalui situs rumahmurahbtn.co.id.

Baca juga:

Ini Daftar Bank Penyedia Bunga KPR Murah Terbaru 2020

Setelah memilih rumah lelang pada situs tersebut, nantinya kamu akan diminta untuk mengisi beberapa informasi data diri. Apabila semua kolom telah terisi, maka petugas BTN akan segera menghubungimu.

2. Survei Langsung ke Lokasi Rumah


Tunggu dulu, sebelum mengikuti lelang rumah pastikan kamu telah melakukan survei terlebih dulu ke lokasi rumah lelang. Hal ini dimaksudkan, agar kamu bisa melihat kondisi fisik asli dari rumah tersebut.

Perhatikan baik-baik bagaimana kondisi fisik bangunan, apakah masih layak atau tidak. Perhatikan pula akses dan lokasi rumah, apakah aksesnya mudah atau tidak dan apakah lokasinya strategis atau tidak.

Hal ini sangat penting, sebab kondisi bangunan, akses, dan lokasi rumah berpengaruh terhadap harga jualnya. Jika ingin menang, kamu tentu harus menawar harga paling sesuai dari rumah tersebut, bukan?

3. Daftarkan Diri dan Ikut Lelang Rumah

Pada umumnya, pelaksanaan lelang diselenggarakan oleh Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL). Datangi dan daftarkan dirimu ke kantor KPKNL sebagai peserta untuk mengikuti lelang rumah.

Selain itu, pastikan pula kamu menyetor biaya pendaftaran lelang sebesar 20 persen dari limit harga rumah lelang. Tenang saja, jika kamu kalah dalam pelelangan, uang tersebut nantinya akan dikembalikan.

Namun, apabila kamu memenangkan lelang rumah tersebut, maka kamu berkewajiban untuk melunasi sisa total pembayaran dalam kurun waktu 3-5 hari setelah lelang dilaksanakan.

Perlu digarisbawahi, orang yang telah dinyatakan memenangkan lelang tidak boleh membatalkan proses tersebut. Konsekuensinya kamu akan di-blacklist dan dilarang mengikuti lelang rumah selama 3 bulan.

Setelah membaca penjabaran di atas, sekarang kamu sudah pahamkan bagaimana cara beli rumah lelang? Agar tidak menyesal di kemudian hari, ketahui juga plus-minus membeli rumah lelang berikut ini.

Baca juga:

Ingin Melakukan Over Kredit Rumah? Berikut Untung-Ruginya

Kerugian Beli Rumah Lelang yang Harus Diperhatikan

Sama seperti metode pembelian rumah lainnya, membeli rumah lelang tentu memiliki plus-minusnya tersendiri. Sebagai bahan pertimbangan, berikut kerugian beli rumah lelang yang harus kamu ketahui.

1. Kondisi Rumah Kerap Tidak Terawat

Sering kali kita temui rumah-rumah hasil sitaan bank dibiarkan kosong dan tidak terawat. Pasalnya, bank sendiri hanya melakukan penyitaan, namun tidak memberikan pemeliharaan terhadap aset tersebut.

Itu sebabnya, penting melakukan survei sebelum membeli rumah lelang. Melakukan renovasi rumah tentu menelan biaya yang tidak sedikit, sehingga sebaiknya hindari beli rumah lelang yang tidak layak, ya.

2. Lingkungan Rumah Tidak Aman dan Nyaman


Sebenarnya, ada banyak alasan mengapa sebuah rumah lelang ditinggalkan oleh penghuninya. Bukan cuma masalah kredit macet, bisa pula faktor lingkungan dari rumah tersebut.

Tak jarang orang memilih meninggalkan rumahnya karena alasan lingkungan yang buruk, seperti menjadi langganan banjir, sering disatroni maling, masalah air yang kurang jernih dan lain sebagainya.

Memperhatikan faktor-faktor ini pada saat melakukan survei rumah adalah hal wajib yang harus dilakukan sebelum kamu beli rumah lelang tersebut.

3. Rumah Masih Ditempati Penghuninya

Jangan kaget melihat rumah yang sudah dinyatakan disita bank tetapi masih ditempati oleh penghuni, hal ini sering sekali terjadi di Indonesia. Secara umum, ada dua alasan mengapa hal ini bisa terjadi.

Pertama, pemilik rumah menolak untuk meninggalkan rumahnya karena ada surat-surat dan dokumentasi yang belum dirampungkan. Kedua, adanya kelalaian yang dilakukan oleh pihak bank itu sendiri.

Kedua kemungkinan ini cukup sering terjadi, itu sebabnya pastikan dulu rumah yang kamu incar sudah tidak berpenghuni sebelum memutuskan untuk membelinya.

Keuntungan Beli Rumah Lelang Dibanding Rumah Biasa

Meski memiliki sejumlah kekurangan, rumah lelang juga menyimpan sejumlah kelebihan yang tidak dimiliki oleh rumah-rumah biasa. Lantas, apa saja sih kelebihan beli rumah lelang? Berikut di antaranya.

1. Dibanderol Harga yang Lebih Murah

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, salah satu alasan terbesar orang membeli rumah lelang adalah harganya jualnya yang cukup murah, bahkan bisa jauh di bawah harga pasaran rumah biasa.

Mengapa hal itu bisa terjadi? Pasalnya, pihak bank tidak mengambil keuntungan atas penjualan rumah tersebut. Lelang sendiri dilakukan untuk mengembalikan modal yang telah dikeluarkan oleh pihak bank.

Lagipula, bank tidak sepenuhnya mengalami kerugian kok. Keuntungan bank didapatkan dari bunga KPR yang dibayarkan oleh debitur setiap bulannya.

2. Terletak di Lokasi yang Sudah Matang

Coba ingat-ingat lagi, kira-kira apa persyaratan yang harus dipenuhi saat kamu ingin mengajukan KPR di bank? Betul, rumah yang didaftarkan harus memiliki lokasi yang baik dan akses yang mumpuni.

Baca juga:

Hindari 7 Kesalahan Ini Saat Memilih Lokasi Sewa Tempat Usaha

Sehingga, membeli rumah lelang sama dengan membeli sebuah hunian di lokasi yang sudah matang. Bahkan, tak jarang rumah lelang berlokasi di kawasan perumahan elit dengan fasilitas yang lengkap.

3. Bonus Fasilitas Tambahan yang Ditinggalkan Penghuni

Bukan, kamu enggak akan menerima fasilitas tambahan apapun dari bank ketika memenangkan sebuah lelang rumah. Fasilitas tambahan ini biasanya sudah tersedia pada rumah dan ditinggal oleh penghuninya.

Beberapa fasilitas tambahan tersebut, misalnya garasi, pagar, kanopi, dan lain-lain. Jika kamu membeli rumah baru, fasilitas tambahan tersebut tentu harus kamu beli sendiri dengan harga yang cukup mahal.

Nah, itu tadi beberapa hal penting yang harus diketahui sebelum membeli rumah lelang. Jangan lupa juga, manfaatkan laman properti 99.co Indonesia untuk memenuhi segala kebutuhan propertimu, ya.

Semoga bermanfaat!

Author:

Yuhan Al Khairi