Ingin Melakukan Over Kredit Rumah? Berikut Untung-Ruginya

8 Jan 2020 - Yuhan Al Khairi

Ingin Melakukan Over Kredit Rumah? Berikut Untung-Ruginya

Istilah over kredit rumah memang tak asing lagi terdengar di masyarakat. Istilah ini sering dipakai untuk menggambarkan sebuah kondisi di mana seseorang ingin jual/beli rumah yang masih berstatus kredit.

Biasanya, orang menjual rumah secara over kredit dikarenakan tak sanggup melunasi cicilan rumah pada bank. Sedang bagi pembeli, harga rumah over kredit dirasa lebih murah dibanding harga rumah biasa.

Maka dari itu, banyak orang tertarik untuk over kredit rumah karena dianggap lebih menguntungkan, baik dari sisi penjual maupun dari sisi pembeli rumah.

Meski terdengar cukup menggiurkan, namun over kredit rumah tak bisa dilakukan secara sembarangan. Pasalnya, cara ini juga menyimpan untung-ruginya tersendiri ketika melakukannya.

Mau tahu apa saja untung-rugi over kredit rumah? Simak penjabaran lengkapnya di bawah ini.

Untung-Rugi Over Kredit Rumah

Secara harfiah, over kredit rumah adalah metode pembelian/penjualan rumah dengan memindahkan cicilan kredit kepemilikan rumah dari debitur lama (pemilik lama) kepada debitur baru (pembeli).

Sehingga, kewajiban untuk membayar sisa cicilan KPR ke bank menjadi tanggung jawab debitur baru, sesuai jangka waktu cicilan yang telah ditentukan. Cukup simpel, bukan?

Nah, setelah mengetahui pengertian dari over kredit rumah, saatnya Anda menyimak untung-rugi metode penjualan rumah tersebut agar tidak salah dalam melakukannya.

Keuntungan Over Kredit Rumah

  1. Tanggung Jawab Melunasi Kredit Rumah Beralih Ke Pembeli

Keuntungan yang satu ini hanya berlaku bagi penjual rumah. Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, banyak orang melakukan over kredit rumah karena tak mampu melunasi biaya cicilan rumah tersebut.

Sehingga, dengan melakukan over kredit rumah, ia dapat terlepas dari tanggung jawab melunasi hutangnya ke bank. Lagipula, cara ini dianggap lebih menguntungkan daripada rumah tersebut disita.

Apabila rumah disita bank, maka pemilik rumah tidak akan mendapatkan keuntungan dari penjualan rumah tersebut. Sedang over kredit rumah,  penjual bisa mengambil keuntungan dari hasil penjualannya.

  1. Mendapatkan Harga Rumah Lebih Murah


Keuntungan ini lebih kepada pembeli rumah. Sudah jadi rahasia umum, membeli rumah secara over kredit atau take over rumah dirasa cukup menguntungkan, sebab harganya lebih murah daripada di pasaran.

Hal ini disebabkan, harga rumah yang ditetapkan oleh penjual biasanya hanya didasarkan pada besar biaya uang muka, cicilan yang sudah dibayar, dan biaya tambahan lain saat pengajuan KPR.

Lagipula, biasanya penjual rumah over kredit diburu deadline tenor cicilan ke bank, sehingga ia tidak akan banyak mengulur waktu ketika ada orang yang ingin membeli rumah tersebut.

  1. Rumah Over Kredit Lebih Siap Huni

Perlu diingat, rumah over kredit adalah rumah yang telah lulus verifikasi pengajuan KPR. Syarat pengajuan KPR sendiri cukup ketat, mulai dari akses yang mudah, tidak boleh di gang sempit, dan lain sebagainya.

Sehingga, secara kesiapan rumah over kredit dijamin lebih layak huni dibanding rumah bekas lainnya. Oleh sebab itu, Anda tidak perlu ragu ketika membeli rumah over kredit karena sudah layak huni.

Itu tadi beberapa keunggulan membeli/menjual rumah secara over kredit. Sayangnya, metode ini tidak hanya memiliki keunggulan, namun juga kerugian. Seperti berikut ini.

Kerugian Over Kredit Rumah

  1. Prosesnya Cukup Rumit dan Memakan Waktu

Selayaknya pengajuan KPR pada umumnya, proses over kredit rumah tak bisa dikatakan cepat dan mudah. Ada beberapa prosedur yang harus Anda lalui sebelum alih kredit dapat dilakukan.

Pada dasarnya, terdapat dua cara yang bisa ditempuh dalam melakukan over kredit rumah, pertama melalui bank secara dan kedua melalui perantara notaris.

Meski sebagian orang menganggap cara kedua lebih simpel, namun Anda tetap harus berurusan dengan pihak bank ketika proses analisis kredit dilakukan. Oleh sebab itu, proses ini justru lebih lama dan panjang.

Sedangkan melalui bank, Anda harus melalui prosedur yang cukup rumit dan memakan waktu yang lama. Selain itu, dibutuhkan biaya yang cukup besar untuk proses alih kredit rumah.

  1. Kemungkinan Pengajuan Ditolak Lebih Tinggi


Berbeda dengan pengajuan KPR biasa, upaya pengajuan over kredit rumah memang lebih ketat dan lebih panjang. Hal ini dikarenakan, pihak bank lebih selektif dalam memilih debitur baru atas rumah tersebut.

Secara logika, hal ini tentu sangat wajar. Sebab, pihak bank tentu tidak mau kecolongan dua kali saat memberikan persetujuan cicilan kepada debitur.

Sehingga, prosedur pengajuan cicilan dibuat lebih panjang dan mendetail, serta analisis kredit juga dilaksanakan lebih ketat daripada sebelumnya. Maka dari itu, banyak pembeli yang pengajuannya ditolak.

Sekarang kamu sudah tahukan, apa saja untung-rugi melakukan over kredit rumah? Agar transaksi over kredit rumah berjalan secara lancer, simak tips melakukannya di bawah ini, yuk!

Tips Melakukan Over Kredit Rumah

Melakukan over kredit rumah memang susah-susah gampang. Baik penjual ataupun pembeli, terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan sebelum Anda melakukan metode yang satu ini, seperti:

  1. Siapkan Dokumen yang Dibutuhkan

Agar pengajuan over kredit rumah berjalan dengan lancar dan disetujui oleh pihak bank, ada beberapa dokumen yang harus Anda persiapkan, di antaranya:

  • Fotokopi perjanjian kredit

  • Fotokopi sertifikat rumah (berstempel resmi dari bank)

  • Fotokopi IMB

  • Fotokopi PBB (sudah dibayar)

  • Fotokopi bukti pembayaran angsuran

  • Buku tabungan dengan nomor rekening yang diperuntukan sebagai pembayaran angsuran

  • Data diri penjual dan pembeli, meliputi KTP, KK, buku nikah, NPWP, slip gaji terakhir, surat keterangan kerja, surat keterangan penghasilan, fotokopi mutasi keuangan tiga bulan terakhir dari rekening, dan sebagainya.

  1. Membuat Surat Perjanjian Jual Beli Rumah


Jika Anda memilih melakukan over kredit rumah lewat notaris, maka notaris akan membantu Anda dalam membuat surat perjanjuan jual beli rumah secara over kredit tersebut.

Isi surat itu menjelaskan tentang hak dan kewajiban kreditur baru terhadap kredit rumah yang sedang berjalan, misalnya kewajiban melunasi dan hak atas sertifikat rumah ketika angsuran selesai.

Selain itu, surat perjanjian jual beli juga berisi besaran harga jual rumah,  metode pembayaran rumah yang telah penjual dan pembeli sepakati, dan masih banyak lagi.

  1. Ketahui Harga Pasaran Rumah Over Kredit

Untuk penjual rumah, jangan kecewa jika harga rumah over kredit berada di bawah harga pasaran rumah pada umumnya. Oleh sebab itu, penting untuk riset harga pasaran rumah lebih dulu sebelum menjualnya.

Hal ini dimaksudkan, agar Anda sebagai penjual rumah tidak mengalami kerugian terlalu dalam ketika menjual rumah tersebut.

  1. Jangan Lakukan Transaksi di Bawah Tangan

Perlu digarisbawahi, apapun cara yang Anda pilih dalam melakukan over kredit rumah, hal tersebut harus dilakukan di hadapan pihak berwenang dalam jual beli rumah, seperti notaris atau pihak bank.

Hal ini dimaksudkan, untuk menjaga keabsahan atas transaksi jual beli tersebut. Selain itu, maraknya tindak penipuan jual beli rumah membuat transaksi jual beli harus dilakukan di hadapan pihak ketiga.

Agar tidak terjadi kesalahpahaman dan konflik-konflik di masa depan terkait proses over kredit rumah.

Author:

Yuhan Al Khairi