Hati-Hati! Begini Cara Take Over KPR Paling Aman dan Menguntungkan

19 Mar 2020 - Ananda Bayu Pangestu

Hati-Hati! Begini Cara Take Over KPR Paling Aman dan Menguntungkan

Sekarang ini mimpi untuk memiliki rumah semakin mudah dicapai dengan fasilitas kredit pemilikan rumah atau KPR. Dengan bantuan pembiayaan, Anda dapat beli rumah yang harganya ratusan juta dengan cicilan ringan setiap bulan. Namun, bagaimana jika di tengah jalan Anda perlu take over KPR?

Setelah pengajuan KPR disetujui bank, proses cicilan KPR berjalan sepanjang tenor sesuai akad yang sudah disetujui masing-masing pihak. Lalu, apa yang harus dilakukan jika Anda berubah pikiran di tengah masa cicilan rumah tersebut?

Solusinya adalah take over KPR. KPR take over adalah pemindahan atas pinjaman pembiayaan rumah yang sudah berjalan dari satu bank ke bank baru yang lain. Take over rumah juga biasa disebut dengan pengalihan kreditur.

Take over KPR ini akan otomatis membuat bunga kredit yang berlaku jadi mengikuti aturan bank yang baru. Dengan kata lain, take over KPR ini berkemungkinan bisa menurunkan jumlah cicilan rumah Anda. 

Tertarik untuk melakukan take over rumah? Simak panduan cara take over KPR ini, ya!

Keuntungan Take Over Kredit Rumah

Seperti yang sudah dikatakan sebelumnya, take over KPR adalah solusi jika Anda merasa perlu mengganti jenis atau program KPR yang Anda ambil dan tengah berjalan. Nah, lalu apa saja keuntungan take over KPR ini? Kira-kira dalam keadaan apa saja kita sebaiknya melakukan take over KPR?

Berikut beberapa keuntungan yang ditawarkan fasilitas take over KPR:

  • Dengan take over KPR, Anda bisa mengubah bunga KPR floating menjadi fixed lagi. Ini berarti, Anda dapat menghemat biaya dalam jangka panjang dengan perencanaan keuangan yang lebih jelas dan tidak mengikut suku bunga floating.

  • Pada awal pengambilan KPR, terdapat masa tenor yang ditentukan. Dengan take over KPR ini, Anda bisa memperpanjang jangka waktu cicilan atau tenor program KPR sehingga cicilan perbulannya semakin ringan.

  • Anda dapat mengubah jenis KPR dari konvensional menjadi KPR syariah atau sebaliknya sesuai dengan kebutuhan jika take over KPR.

  • Dengan take over KPR juga, Anda bisa mengambil pinjaman tambahan dengan jumlah yang cukup besar yaitu 80% dari harga rumah saat ini.

Take over rumah ini menjadi menarik, bukan? Dengan banyak keuntungan, cara take over KPR juga terbilang sederhana dan tidak terlalu jauh berbeda dengan awal mengambil KPR. Selanjutnya, akan dijelaskan bagaimana proses dan cara take over KPR yang benar dan aman untuk Anda. 

Syarat dan Cara Take Over KPR


Sebelum take over kredit diproses, biasanya bank akan melakukan analisis dan menghitung kembali jaminan Anda. Sehingga tentu saja ada beberapa dokumen yang perlu Anda lengkapi sebelum melakukan take over kredit rumah ini.

Salah satunya, Anda membutuhkan surat keterangan kerja atau bukti penghasilan terbaru sebagai syarat take over KPR. Walaupun merupakan take over kredit, prosesnya hampir sama dengan pengajuan pinjaman KPR baru.

Namun, biasanya prosesnya akan lebih cepat karena bank lama telah memiliki track record pembayaran cicilan KPR Anda. Data historis seperti ini digunakan sebagai acuan apakah permohonan take over Anda akan disetujui.

Maka dari itu, sebelum mengajukan permohonan take over rumah, Anda juga harus perhatikan lagi bagaimana track record cicilan Anda di bank sebelumnya. Misalnya, Anda sering kali terlambat membayar cicilan hingga lebih dari 60 hari, maka tentu saja performa cicilan akan dinilai buruk.

Bank baru biasanya akan menolak pengajuan KPR jika performa cicilan Anda buruk di bank sebelumnya. Tidak hanya itu, karena ada proses penilaian ulang atas jaminan yang Anda berikan, dalam hal ini pihak bank tidak hanya ingin mengetahui berapakah nilai jaminan terkini.

Bank juga melakukan pengecekan kembali dokumen terkait, terutama yang berkaitan dengan keabsahan dari Izin Mendirikan Bangunan (IMB). Karena biasanya, yang sering terjadi adalah IMB dengan kondisi bangunan berbeda. 

Sebagai contoh IMB masih satu lantai, namun untuk bangunan yang saat ini sudah dua lantai. Dengan adanya perbedaan ini maka perlu adanya pembahasan lebih lanjut karena berkaitan dengan persetujuan pinjaman.

Untuk lebih jelasnya, berikut syarat KPR take over yang harus Anda penuhi juga:

  • WNI dan berdomisili di Indonesia

  • Karyawan tetap dengan pengalaman kerja minimal 2 tahun

  • Wiraswasta dengan pengalaman usaha minimal 3 tahun

  • Profesional dengan pengalaman praktek minimal 2 tahun

  • Usia minimal pada saat pembiayaan diberikan adalah 21 tahun, dan maksimal usia pensiun untuk karyawan atau 65 tahun untuk wiraswasta dan profesional

  • Memiliki pendapatan bersih bulanan minimum sebesar Rp 6-8 juta untuk karyawan, wiraswasta, dan profesional (wilayah sekitar Jabodetabek)

Biaya Take Over KPR

Lalu, bagaimana dengan biaya take over KPR? Karena Anda harus melunasi total pinjaman dari waktu tenor yang telah disepakati di awal, maka biasanya pihak bank akan memberikan denda. Besaran denda tergantung perjanjian masing-masing bank.

Namun, biayanya biasanya dihitung berdasarkan persentase dari sisa pokok pinjaman. Sebagai contoh, bank menetapkan bunga sebesar 2% dari sisa pokok pinjaman, bila Anda melunasinya dengan cepat, maka jumlah denda tersebut berpengaruh terhadap sisa pokok pinjaman Anda.

Bagi Anda yang masa kreditnya baru berjalan hitungan tahun, biasanya sisa pokok pinjaman terbilang masih cukup besar. Sehingga jika Anda melakukan take over kredit, maka denda yang harus dibayarkan terbilang cukup besar. 

Karena biasanya di awal masa kredit rumah, pembayaran cicilan lebih besar dipergunakan membayar bunga. Selain itu, Anda juga harus mempersiapkan biaya kepengurusan take over kredit rumah. Seperti biaya appraisal jaminan, notaris, legal dan surat-surat yang lainnya karena sama seperti pinjaman baru.

Itu dia cara take over KPR yang bisa Anda pelajari sebelum mengajukan permohonan ke bank. Semoga artikel panduan 99.co Indonesia ini membantu, ya!

Author:

Ananda Bayu Pangestu