Mengenal Subsidi Selisih Bunga dan Syarat Pengajuannya

Last update: 23 Agustus 2023 4 min read

Foto: finance-monthly.com

Salah satu permasalahan yang sering dihadapi oleh masyarakat modern adalah perkara tempat tinggal.

Harga rumah yang melambung tinggi ditambah kondisi ekonomi yang tidak stabil, membuat banyak orang kesulitan untuk memiliki hunian pribadi.

Akibat fenomena ini pula, pemerintah akhirnya menerbitkan program Kredit Pemilikan Rumah (KPR) bersubsidi.

Nah, subsidi selisih bunga (SSB) merupakan bagian dari KPR subsidi

Subsidi selisih bunga adalah kredit kepemilikan rumah yang diterbitkan oleh bank pelaksana secara konvensional.

Tujuan dari program KPR ini adalah, untuk mengurangi suku bunga agar masyarakat lebih mudah dalam membayar angsuran.

Program ini bertujuan untuk mengatasi permasalahan hunian yang sedang terjadi pada masyarakat menengah ke bawah.

Kriteria Penerima Subsidi Selisih Bunga

Kriteria Penerima Subsidi Selisih Bunga

Foto: irishexaminer.com

Berdasarkan tujuan tersebut, subsidi selisih bunga juga memiliki kriteria bagi para penerimanya, seperti:

  • Merupakan warga negara Indonesia (WNI)
  • Berusia minimal 21 tahun atau sudah menikah
  • Masa kerja atau usaha minimal 1 tahun
  • Belum pernah memiliki rumah dan belum pernah menerima subsidi perumahan dari pemerintah
  • Pasangan belum pernah memiliki rumah dan juga belum pernah menerima subsidi perumahan dari pemerintah
  • Memiliki penghasilan maksimal sebesar Rp4 juta untuk rumah tapak dan Rp7 juta untuk rumah susun.

Ketentuan Program Subsidi Selisih Bunga

Ketentuan Program Subsidi Selisih Bunga

Foto: incimages.com

Bagi para penerimanya, terdapat beberapa ketentuan dari program SSB yang wajib Anda ketahui, yakni:

  • Uang muka ringan
  • Pembayaran angsuran dengan suku bunga fixed sebesar 5%
  • Angsuran ringan mulai dari Rp900 ribu
  • Tenor mencapai 10 tahun
  • Bebas PPn, premi asuransi, dan asuransi kebakaran
  • Rumah yang telah dibeli harus ditempati, dilarang menyewakan dan mengalihkan kepemilikan rumah.

Syarat Dokumen yang Dibutuhkan

Dokumen yang diperlukan untuk pengajuan program SSB tidak jauh berbeda dengan KPR lainnya, di antaranya:

  • Formulir pengajuan kredit
  • Pas photo terbaru dari pemohon dan pasangan
  • Fotokopi kartu identitas (KTP)
  • Fotokopi kartu keluarga
  • Fotokopi surat nikah atau akta cerai
  • Riwayat penghasilan bagi pegawai berupa slip gaji terakhir atau menggunakan Surat Keterangan Penghasilan
  • Fotokopi SK Pengangkatan Pegawai Tetap/Surat Keterangan Kerja jika pemohon bekerja di sebuah instansi
  • Dokumen penghasilan untuk wiraswasta berupa SIUP, TDP, dan laporan keuangan selama 3 bulan terakhir
  • Dokumen penghasilan untuk pekerja mandiri berupa fotokopi izin praktek
  • Rekening koran 3 bulan terakhir
  • Fotokopi NPWP atau SPT PPh 21
  • Surat pernyataan penghasilan yang ditandatangani oleh pemohon di atas materai dan diketahui oleh pimpinan di tempat kerja
  • Surat pernyataan tidak memiliki rumah yang ditandatangani instansi tempat bekerja atau lurah
  • Surat keterangan domisili dari Kelurahan setempat jika tidak tinggal di kawasan yang sesuai dengan KTP
  • Surat keterangan pindah tugas untuk TNI/POLRI/PNS yang mengajukan KPR BTN Subsidi kedua.

Perbedaan antara SSB dengan FLPP

Perbedaan antara SSB dan FLPP

Foto: housing.com

Dibandingkan dengan SSB, program KPR subsidi seperti Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) memang lebih populer.

Meski sama-sama ditujukan bagi masyarakat menengah ke bawah, tetapi terdapat perbedaan yang signifikan antara keduanya.

Komposisi pendanaan untuk KPR FLPP berasal dari pemerintah 90% dan bank penyalur sebesar 10%.

Sementara, sumber dana terbesar SSB berasal dari bank penyalur. 

Pemerintah hanya memberikan subsidi sebesar selisih bunga, sesuai dengan namanya.

Namun secara garis besar, keuntungan dari kedua program KPR subsidi ini terbilang sama saja.

Rekomendasi Rumah Subsidi Berkualitas

Sebelum mengajukan KPR subsidi, Anda tentu memerlukan rekomendasi perumahan subsidi berkualitas untuk dibeli.

Bila belum menemukan pilihan yang tepat, berikut rekomendasi hunian yang bisa Anda pertimbangkan.

Green Emerald Cisoka

Green Emerald Cisoka

Green Emerald Cisoka merupakan perumahan subsidi dengan harga mulai dari Rp233 juta-an.

Memiliki desain minimalis, setiap unit rumah di Green Emerald Cisoka tampak stylish karena menggunakan material terbaik.

Meskipun tergolong perumahan subsidi, residensial ini berlokasi di kawasan yang strategis dan dikelilingi banyak fasilitas publik.

Misalnya seperti Cisoka Square dan Tol Balaraja, yang dapat ditempuh dalam waktu 5–10 menit berkendara.

Bagi Anda yang tengah mencari rumah dijual di Tangerang, maka Green Emerald Cisoka bisa menjadi pilihan menarik.

Hawila Residence

Hawila Residence

Hawila Residence adalah perumahan subsidi dengan desain rumah minimalis modern yang estetis dan kekinian.

Tidak hanya fasad yang memikat, struktur bangunannya pun terjamin karena menggunakan pondasi besi dan baja ringan.

Rumah dijual di Deli Serdang ini hanya 10 menit menuju pusat Kota Medan, serta 18 menit menuju ke objek wisata The Le Hu Garden.

Anda bisa memiliki rumah di Hawila Residence dengan harga yang sangat terjangkau, yakni mulai dari Rp150 jutaan.

Perumahan Griya Sei Tuan

Terakhir, rekomendasi perumahan subsidi dengan harga yang terjangkau adalah Perumahan Griya Sei Tuan.

Unit rumah di sini bisa Anda miliki dengan harga Rp150 juta-an saja. 

Tak hanya itu, residensial ini berada di kawasan bebas macet. Lokasinya pun hanya berjarak 20 menit dari Bandara Kualanamu.

Fasilitas publik di sekitar perumahan juga terbilang cukup lengkap.

Tersedia sekolah, tempat ibadah, serta area rekreasi yang bisa penghuni kunjungi dengan waktu beberapa menit saja.

 

Seorang penulis properti yang tertarik dengan dunia arsitektur dan desain.