Syarat Minimal Gaji untuk KPR & Cara agar Disetujui

Last update: 3 Mei 2025 6 min read
Author:

Mengetahui syarat minimal gaji untuk KPR bisa menjadi langkah awal agar proses pengajuan kredit rumah Anda lebih lancar.

Ya, selain syarat dokumen, bank juga akan melihat minimal gaji dari calon debitur yang mengajukan KPR (Kredit Pemilikan Rumah).

Tujuannya, batas minimal gaji KPR akan dijadikan tolak ukur bagi pihak bank untuk menganalisis, apakah calon debitur punya kemampuan membayar cicilan rumah atau tidak.

Jadi, bagi Anda yang hendak membeli rumah melalui program KPR di 99.co, mari ketahui syarat minimal gaji KPR subsidi dan nonsubsidi

Berapa Syarat Minimal Gaji untuk KPR Subsidi dan Nonsubsidi?

Minimal Gaji KPR

Foto: housing.com

Perlu Anda ketahui, syarat gaji minimal KPR rumah subsidi adalah Rp4 juta, di mana calon nasabah harus memiliki kisaran pendapatan dari Rp4 juta sampai Rp7 juta.

Sementara itu, syarat minimal gaji KPR rumah komersial adalah Rp5 juta dan tidak ada batasan maksimal pendapatan.

Pentingnya Syarat Minimal Gaji KPR

Mengapa Batas Minimal Gaji KPR Sangat Penting

Seperti disebutkan sebelumnya, syarat gaji minimal KPR merupakan aspek penting karena dijadikan acuan bagi bank.

Jika calon debitur memiliki gaji bulanan di bawah syarat tersebut, akan dianggap tidak mampu mencicil kredit rumah oleh pihak bank.

Di samping itu, fungsi syarat minimal gaji KPR juga penting bagi calon debitur untuk mengukur kemampuan finansialnya dalam mencicil rumah,

Apabila gaji terlalu kecil, tentu bisa menimbulkan masalah finansial saat memiliki cicilan yang besar.

Akan lebih baik jika calon debitur yang merupakan karyawan memiliki status sebagai pegawai tetap agar pemasukan setiap bulannya stabil.

Alhasil, calon debitur tersebut berpotensi untuk terus bisa membayar cicilan rumahnya secara tepat waktu.

Kendati begitu, bukan berarti KPR juga tidak bisa diajukan oleh seorang wirausahawan atau wiraswasta tidak bisa mengajukan KPR.

Saat ini, terdapat program KPR untuk wiraswasta dengan syarat dan ketentuannya sendiri.

Syarat KPR Selain Minimal Gaji

Selain minimal gaji, tentu terdapat beberapa syarat lainnya yang harus dipenuhi jika ingin mengajukan KPR. Berikut beberapa syarat umumnya:

  • Merupakan warga negara Indonesia (WNI).
  • Usia minimal 21 tahun atau sudah menikah.
  • Usia maksimal 55 tahun bagi karyawan dan 65 tahun bagi wiraswasta saat cicilan lunas.
  • Fotokopi KTP, Kartu Keluarga, dan Akta Nikah.
  • Fotokopi rekening koran.
  • Slip gaji untuk karyawan dan laporan keuangan bagi pengusaha.
  • Surat keterangan kerja atau surat keterangan usaha.

Untuk mengetahui lebih detail mengenai syarat minimal gaji KPR, Anda bisa melihatnya di pusat informasi KPR 99 berikut ini.

Tips Pengajuan KPR Lebih Mudah Disetujui

syarat minimal gaji untuk kpr disesuaikan dengan bujet

Foto: housing.com

1. Tingkatkan Penghasilan

Setelah mengetahui syarat gaji rumah subsidi di atas, Anda akan mengetahui ada minimal penghasilan bulanan yang mesti dipenuhi.

Karena itu, jika ingin peluang pengajuan KPR disetujui lebih tinggi, Anda harus meningkatkan penghasilan agar bisa melewati batas minimal itu.

Caranya, bisa menambah penghasilan dengan mencari pendapatan tambahan seperti berjualan online atau dengan menjadi kreator konten.

Atau, Anda juga bisa mengejar promosi di kantor tempat bekerja sekarang.

2. Tingkatkan Stabilitas Pekerjaan

Selain penghasilan yang ditingkatkan, Anda juga mesti memiliki pekerjaan dengan durasi yang stabil dan pendapatan tetap.

Hal tersebut dapat meningkatkan peluang persetujuan.

Bank lebih cenderung memberikan KPR kepada pemohon dengan stabilitas kerja yang baik.

3. Tingkatkan Rasio Utang terhadap Pendapatan (Debt-to-Income Ratio)

Rasio ini umumnya digunakan oleh bank untuk memastikan bahwa Anda tidak memiliki terlalu banyak utang dibandingkan dengan penghasilan saat ini.

Pastikan rasio ini berada dalam batas yang wajar, umumnya di bawah 40 persen.

4. Hitung Cicilan KPR Maksimum

Idealnya, cicilan KPR berapa persen gaji?

Hal tersebut mungkin menjadi salah satu pertanyaan yang ada di benak Anda.

Sebaiknya, persentase cicilan KPR tidak lebih dari 30 persen dari total pendapatan bersih bulanan Anda.

Misalnya, jika pendapatan bersih bulanan Anda Rp10 juta dan Anda menggunakan 30 persen untuk cicilan KPR:

  • Cicilan KPR Maksimum = 𝑅𝑝10.000.000 × 30% = 𝑅𝑝3.000.000
  • Cicilan KPR Maksimum = Rp10.000.000×30% = Rp3.000.000

5. Pilih Rumah sesuai Bujet

Meski KPR berguna untuk mempermudah pembelian rumah, bukan berarti pemohon bisa seenaknya memilih hunian yang ingin dibeli.

Memilih rumah yang akan di-KPR-kan juga harus memperhatikan harga yang sesuai dengan kondisi keuangan.

Anda bisa menanyakan ke bank mengenai pilihan hunian apa saja yang dapat dibeli dengan program KPR.

Ada banyak pilihan perumahan murah berkualitas yang tersebar di berbagai kawasan dan bisa dijadikan referensi.

6. Gunakan Kalkulator KPR

Gunakan Kalkulator KPR

Daripada menerka-nerka jumlah cicilan yang harus dibayarkan, lebih baik Anda menggunakan fitur simulasi KPR.

Tidak hanya mengetahui jumlah cicilan, fasilitas ini juga memberi gambaran estimasi uang muka yang harus dipersiapkan.

Bahkan, fitur ini bisa memperlihatkan status kelayakan permohonan KPR sesuai data gaji, status karyawan, harga hunian, dan lain-lain.

7. Siapkan Uang Muka Sedini Mungkin

Jika gaji Anda tidak terlalu besar, maka menabung menjadi solusi tepat untuk mengumpulkan uang muka.

Bahkan dengan menabung, Anda dapat membuat tabungan darurat untuk membayar berbagai keperluan lain di luar uang muka.

Tidak ada ketentuan terkait besaran uang muka, besarannya tergantung pada kesanggupan pembeli rumah.

Namun agar pengajuan KPR berjalan lancar, sebaiknya sediakan bujet sekitar 30% dari total harga rumah sebagai down payment (DP).

Dewasa ini, ada banyak pula rumah dijual yang menawarkan promo pada pembayaran DP-nya, seperti apartemen Aerium Residences.

Baca juga: Cara Menghitung Cicilan KPR dengan Mudah dan Cepat

8. Memilih Bank yang Tepat

Memilih Bank yang Tepat

Foto: kontan.co.id

Saat ini, sudah banyak bank yang menawarkan program KPR.

Namun, memilih bank yang tepat tidak boleh dilakukan asal-asalan.

Anda harus memperhatikan keunggulan masing-masing KPR, syarat dan ketentuannya, pilihan developer yang bekerja sama, dan sebagainya.

Jika Anda sudah menjadi nasabah untuk salah satu bank, sebaiknya lakukan pengajuan KPR di bank tersebut saja.

Ini membuat Anda menjadi lebih mudah dalam mengakses berbagai informasi terkait pengajuan KPR tersebut.

Bila tertarik, kunjungi halaman Simulasi KPR 99.co Indonesia.

Di dalamnya tersedia bank penyedia KPR beserta fasilitas yang ditawarkan.

Temukan juga rumah impian di berbagai kota besar Indonesia, seperti halnya rumah dijual di Bekasi atau rumah dijual di Medan.

Bagaimana, tertarik untuk membeli rumah menggunakan program KPR? Jangan lupa perhatikan persyaratannya, ya.

Pertanyaan yang Sering Diajukan Seputar KPR

Berapa persen gaji untuk angsuran KPR?

Rasio gaji bila dibandingkan dengan cicilan KPR adalah sebesar 30%. Porsi ini ideal dan tidak akan mengganggu kondisi keuangan debitur.

Gaji Rp10 juta beli rumah berapa?

Jika memiliki gaji Rp10 juta per bulan, maka sangat direkomendasikan untuk membeli rumah dengan harga Rp300 jutaan.

Rumah Rp900 juta cicilan berapa?

Bila tenor yang diambil adalah 5 tahun, maka cicilan per bulannya adalah sekitar Rp19 juta.

Ingin menjual atau menyewakan rumah? Pasang iklan rumah cepat dan mudah di 99.co Indonesia.

** Sumber foto cover: dnaindia.com

 

Yongky Yulius adalah penulis yang berpengalaman sebagai reporter dan editor berita di media massa. Telah berkarier lebih dari lima tahun. Kini fokus mengulas soal desain hunian, investasi properti, dan info KPR.