Panduan KPR untuk Wiraswasta | Beserta Syarat & Tipsnya

22 Okt 2020 - Yuhan Al Khairi

Panduan KPR untuk Wiraswasta | Beserta Syarat & Tipsnya

KPR masih jadi mekanisme pembelian rumah yang paling diminati masyarakat. 

Tidak hanya pegawai negeri, swasta dan juga BUMN, KPR untuk wiraswasta pun mulai digalakkan oleh pihak perbankan.

Sudah jadi rahasia umum, mengajukan KPR bagi wirausaha lebih sulit dibandingkan orang yang bekerja pada sebuah perusahaan. 

Hal ini dikarenakan, oleh penghasilan yang tidak pasti (tetap) dari profesi ini.

Selain itu, salah satu ganjalan yang sering diterima para pengusaha adalah tidak adanya slip gaji. 

Sehingga, pihak bank merasa sulit untuk membuktikan kondisi finansial mereka.

Jika demikian, apa mungkin mendapatkan KPR untuk wiraswasta?

Jangan khawatir, kesempatanmu menerima fasilitas tersebut masih terbuka lebar jika mampu memenuhi persyaratan berikut ini.

Syarat Mengajukan KPR untuk Wiraswasta

Tentu saja, kriteria dan syarat KPR untuk wiraswasta berbeda dengan karyawan biasa yang umumnya akan dimintai slip gaji dan surat keterangan kerja

Beberapa poin yang harus dipenuhi wiraswasta, agar pengajuan kredit tersebut disetujui pihak bank, seperti:

  • Debitur atau orang yang mengajukan KPR adalah WNI dan berdomisili di Indonesia
  • Tidak masuk dalam daftar hitam atau kredit macet Bank Indonesia
  • Usia pengaju minimal 21 tahun atau sudah menikah
  • Usia debitur saat jatuh tempo KPR maksimal 65 tahun
  • Menyerahkan surat permohonan KPR
  • Melengkapi dokumen penunjang yang dibutuhkan, di antaranya:
  • Fotokopi KTP pemohon
  • Fotokopi KTP suami/istri (jika sudah menikah)
  • Fotokopi Kartu Keluarga (KK)
  • Fotokopi Akta Nikah/Akta Cerai/Akta pisah harta
  • Fotokopi Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP)
  • Fotokopi rekening koran/tabungan/giro 3 bulan terakhir
  • Pas foto suami dan istri ukuran 4×6 masing-masing 2 lembar
  • Fotokopi dokumen jaminan seperti Sertifikat Hak Milik (SHM), IMB (Izin Menggunakan Bangunan), Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) dan AJB (Akta Jual Beli).
  • Menyertakan surat penawaran dari pengembang yang berisi informasi luas tanah dan bangunan, spesifikasi bangunan, harga dan uang muka yang harus dibayar (jika beli dari developer).
  • Menyertakan surat penawaran dengan informasi harga jual rumah (jika beli secara perorangan).
  • Membawa beberapa dokumen tambahan khusus KPR untuk wiraswasta, yakni:
  • Izin usaha (SIUP, TDP dan NPWP)
  • Akta pendirian perusahaan
  • Laporan keuangan 1-2 tahun terakhir (tergantung peraturan bank).
  • Mutasi rekening di bank minimal 3 bulan

Tips Mengajukan KPR untuk Wiraswasta

KPR untuk wiraswasta

Pada dasarnya, pihak bank akan melihat kesiapanmu terlebih dahulu sebelum memberi layanan kredit kepemilikan rumah. 

Oleh sebab itu, tampillah sesiap mungkin agar pihak bank merasa percaya.

Salah satu kesalahan yang sering dilakukan pengaju KPR, terutama wiraswasta adalah ketika menyiapkan pembukuan keuangan atau bukti pendapatan.

Jika ingin ajukan KPR untuk wiraswasta, sudah seharusnya kamu menyiapkan baik-baik pembukuan tersebut dari jauh hari-hari.

Biasanya, bank meminta laporan keuangan usaha minimal 1 tahun.

Laporan keuangan ini bentuknya bisa bermacam-macam, namun lebih baik kamu menyiapkan bukti rekening usaha agar lebih valid dan dapat dibuktikan.

Selain bukti penghasilan, tampilan tempat usaha sedikit banyak memengaruhi keputusan pihak bank, lho. 

Itu sebabnya, tidak ada salahnya melakukan sedikit upgrade sebelum survei dilakukan.

Proses Pengajuan KPR untuk Wiraswasta

KPR untuk wiraswasta

Proses pengajuan KPR untuk wiraswasta dan pegawai biasa sebenarnya cukup mirip.

Setelah memberikan dokumen yang diminta oleh pihak bank, maka proses survei akan dilakukan.

Bila tempat usahamu dianggap cukup representatif dan layak (dalam hal pengajuan kredit), maka pihak bank akan meloloskanmu ke tahap selanjutnya, yaitu wawancara.

Tidak cuma jawaban debitur yang dinilai, pada proses wawancara analis bank akan menilai kesiapan menerima kredit lewat mekanisme BI checking.

Hal ini dilakukan, untuk mengetahui apakah debitur memiliki track record yang baik atau tidak (dalam hal kredit) di masa lalu. 

Jika dianggap layak, KPR untuk wiraswasta tersebut akan segera diterima.

Bila ditolak, maka ada beberapa persyaratan, yang mungkin belum memenuhi ekspektasi pihak bank. 

Jangan kecewa, lakukan pengajuan lagi di lain waktu saat persiapanmu benar-benar matang.

Demikian panduan KPR untuk wiraswasta yang bisa kamu jadikan acuan. 

Semoga artikel di atas dapat membantu kita dalam mendapatkan kredit kepemilikan rumah, ya.

Selamat mencoba!

Baca:

Tips Mudah agar Lolos Proses KPR

Author:

Yuhan Al Khairi