
Properti komersial bisa jadi merupakan istilah yang sering Anda baca dan dengar saat mencari tahu informasi soal industri real estat.
Lantas, apa itu properti komersial? Apa saja perbedaannya dari properi residensial?
Artikel ini mencoba menjawab hal tersebut, termasuk soal jenis-jenis dan tips dalam membeli properti komersial.
Langsung saja, berikut pembahasan selengkapnya.
Pengertian Properti Komersial
Dalam KBBI, komersial berarti sesuatu yang berhubungan dengan niaga atau perdagangan, dimaksudkan untuk diperdagangkan, atau bernilai niaga tinggi.
Jadi, properti komersial adalah jenis properti yang dimanfaatkan untuk tujuan bisnis atau mendapatkan keuntungan.
Dalam arti lebih sempit, properti komersial adalah aset fisik berupa bangunan yang dijadikan tempat untuk mencari keuntungan oleh pemiliknya.
Contoh dari properti ini adalah kantor yang dipergunakan untuk operasional bisnis atau pabrik untuk operasional produksi barang.
Berikut adalah beberapa jenis properti komersial yang perlu Anda ketahui:
- Gedung perkantoran
- Pusat perbelanjaan
- Hotel
- Gudang
- Pabrik
Contoh Properti Komersial
1. Vanya Avenue
Vanya Avenue menghadirkan ruko yang memiliki luas tanah 68 meter persegi dan luas bangunan 80 meter persegi.
Dengan banderol mulai Rp2,9 miliar, ruko ini sudah memiliki 2 lantai dan mezzanine.
Untuk lokasinya, Vanya Venue berada di salah satu lokasi paling terkemuka di BSD City.
Bisnis yang dibuka di rukonya berpotensi terus berkembang karena lokasinya memiliki lebih dari 2.200 pasar potensial.
Unit di Vanya Avenue terbatas, maksimal hanya 12 saja.
2. Latinos Business District Boutique SOHO
Latinos Business District menyuguhkan properti komersial berupa unit small office home office.
Lokasinya strategis dengan captive market yang tinggi karena berada di wilayah yang dikelilingi area perkantoran dan perumahan.
Potensi pasar yang diperkirakan bisa mencapai 300 ribu per hari itu berasal dari sejumlah perumahan di sekitar, seperti Cluster De Latinos, The Green, Green Cove dan Savia.
Selain itu, Vanya Avenue juga dekat kawasan industri Taman Tekno dan sejumlah perkantoran di sekitar BSD City.
Harga unit di Latinos Business District Boutique SOHO mulai dari Rp2,08 miliar saja.
3. Delrey Business Townhuse BSD City
Delrey Biztown merupakan kawasan bisnis terbaru di BSD City dengan konsep modern yang menawarkan peluang usaha beragam, mulai dari retail, F&B, entertainment, hingga perkantoran.
Mengusung konsep BIZTOWN, area ini memberikan keleluasaan bagi pemilik untuk mengembangkan bisnis sekaligus menjalani kehidupan berkualitas dalam satu lokasi.
Secara lokasi, Delrey Biztown berada tepat di seberang IPEKA School BSD dan di belakang Qbig, dikelilingi pasar potensial dari kawasan perkantoran, pusat pendidikan, hingga hunian kelas menengah atas.
Lokasinya dekat dengan berbagai titik penting seperti Universitas Prasetiya Mulya, ICE BSD, Astra Biz Centre, Foresta Business Loft, hingga hunian premium seperti The Zora, Mozia, Greenwich Park, dan Nava Park.
Perbedaan Properti Komersial dengan Residensial
Secara garis besar, properti ada yang bersifat komersial dan non komersial.
Properti non komersial ini merujuk pada properti residensial.
Jadi, properti tersebut dimanfaatkan untuk keperluan tempat tinggal atau hunian.
Selain untuk ditinggali sendiri, tak jarang pemilik juga lebih memilih untuk menyewakan properti residensial kepada orang lain.
Ada dua kategori dari properti residensial, yakni properti tunggal (single-family homes) dan properti multifamili (multi-family homes).
Properti tunggal merujuk pada hunian yang ditempati oleh satu keluarga, misalnya rumah.
Sementara, properti multifamili adalah hunian yang ditinggali oleh beberapa keluarga, contohnya adalah rusunawa.
Berikut beberapa jenis properti residensial:
- Rumah susun
- Rusunawa
- Apartemen
- Bangunan asrama mahasiswa/pelajar
- Kondominium
- Villa
Kelebihan dan Kekurangan Investasi Properti Komersial
Properti komersial bisa menjadi pilihan aset investasi. Kendati demikian, ada beberapa kelebihan dan kekurangannya yang mesti Anda ketahui.
Kelebihan
1. Potensi Penghasilan Tinggi
Jika dibandingkan dengan properti residensial, potensi penghasilan menyewakan properti komersial bisa lebih tinggi.
Pasalnya, klien dari properti komersial seperti gedung perkantoran pasti adalah perusahaan atau unit bisnis.
Kemungkinan besar, perusahaan memiliki bujet tersendiri untuk menyewa kantor.
Jadi, pemilik properti komersial bisa jadi tidak akan melakukan negosiasi yang alot terkait harga sewa.
2. Masa Sewa Lebih Lama
Masa sewa dari properti komersial biasanya juga lebih lama ketimbang masa sewa properti residensial.
Hal tersebut bisa memberikan kepastian penghasilan jangka panjang bagi investor.
Selain itu, Anda juga jadi tak perlu repot harus kembali memasarkan properti tersebut setiap tahunnya.
3. Nilai Properti Stabil
Properti komersial akan terus dibutuhkan dan dicari.
Pasalnya, saat ini banyak bisnis yang membutuhkan tempat usaha, seperti perusahaan rintisan (startup) yang membutuhkan kantor.
Jadi, kemungkinan besar nilai propertinya stabil dari tahun ke tahun.
Kekurangan
1. Membutuhkan Modal Besar
Membeli atau membangun properti komersial membutuhkan biaya lebih besar ketimbang properti residensial.
Tak heran, banyak properti komersial justru dibangun oleh perusahaan atau grup pengusaha ketimbang oleh individu.
2. Sulit Dijual Secara Cepat
Properti adalan aset investasi yang sulit untuk dijual secara cepat.
Hal tersebut berbeda dari aset lainnya seperti reksadana yang bisa dijual secara mudah karena sifatnya likuid.
Karena itu, sebelum membeli properti, pastikan Anda telah memiliki aset lainnya, seperti reksadana pasar uang sebagai dana darurat atau reksadana saham untuk dana jangka panjang.
Tips dalam Membeli Properti Komersial
Jika berminat membeli properti komersial sebagai aset investasi, ada beberapa tips yang bisa Anda ikuti. Berikut selengkapnya.
Riset Pasar
Membeli aset investasi properti membutuhkan riset yang mendalam.
Anda harus mencari tahu beberapa hal, mulai dari harga properti, permintaan dan penawaran serta trennya saat ini.
Perhatikan Lokasi
Lokasi juga merupakan aspek yang mesti dipertimbangkan secara matang saat membangun atau membeli properti komersial.
Jika berencana membeli unit ruko, sebaiknya pertimbangkan lokasi yang dekat ke permukiman.
Sementara itu, apabila berencana membeli dan membangun perkantoran, sebaiknya pilih yang lokasinya di tengah kota dan dekat fasilitas transportasi.
Jangan Lupakan Biaya Lainnya
Membeli properti tak hanya membutuhkan biaya pada awal transaksi saja.
Lebih dari itu, ada biaya-biaya lainnya yang mesti juga dipersiapkan, di antaranya biaya perbaikan, operasional, dan pembayaran pajak.
Jadi, jangan lupa untuk mempersiapkan biaya-biaya tersebut.
Diversifikasi Portofolio
Jika memiliki dana yang banyak, jangan hanya menginvestasikan uang Anda di satu aset saja.
Sebaiknya, lakukan diversifikasi portofolio.
Jadi, selain membeli aset properti komersial, Anda juga bisa mempertimbangkan untuk membeli jenis properti lainnya untuk meminimalisasi risiko.
Anda bisa bertanya mengenai hal tersebut lebih lanjut kepada konsultan yang ahli pada bidangnya.
***
Itulah penjelasan mengenai properti komersial, mulai dari pengertian, jenis-jenis, perbedaan dengan residensial, dan beberapa tips dalam membelinya.
Semoga apa yang tersaji pada artikel ini bisa menjadi referensi bermanfaat.






