Rincian Biaya Akad Rumah saat Transaksi KPR Terbaru 2025

Last update: 3 Mei 2025 7 min read
Author:

Kredit Pemilikan Rumah (KPR) menjadi fasilitas kredit yang banyak dipilih masyarakat untuk memiliki hunian. 

Namun, setelah berhasil mengambil KPR dan menandatangani akad kredit, terdapat sejumlah biaya serah terima kunci rumah yang perlu dibayarkan.

Biaya serah terima kunci rumah tidak hanya uang muka, tetapi mencakup biaya lain seperti provisi, asuransi, hingga jasa notaris.

Untuk mengetahui lebih detail mengenai biaya serah terima kunci rumah, simak pembahasannya di bawah ini!

Apa yang Dimaksud Akad Rumah?

biaya akad rumah

Pengertian akad rumah adalah sebuah perjanjian atau kontrak resmi antara bank dan debitur (pembeli rumah) yang dilakukan setelah pengajuan KPR disetujui.

Proses akad menandakan tahap final dari serangkaian proses KPR dan awal kepemilikan rumah impian. Setelah akad, Anda berkewajiban membayar angsuran.

Ada beberapa tips melaksanakan akad rumah, yaitu sebagai berikut.

  • Saat akad rumah, pastikan Anda membaca dengan cermat seluruh dokumen perjanjian dan menanyakan hal-hal yang kurang dipahami sebelum menandatangani.
  • Jangan ragu untuk bertanya kepada pihak bank jika ada hal yang kurang dipahami.
  • Siapkan dokumen yang dipersyaratkan oleh bank secara lengkap.
  • Siapkan biaya akad rumah KPR yang diperlukan.
  • Periksa kembali semua detail dalam perjanjian kredit, seperti jumlah pinjaman, suku bunga, jangka waktu kredit, dan angsuran bulanan.
  • Jangan menandatangani dokumen sebelum Anda yakin telah memahami seluruh isinya.

Prosedur Akad Rumah

biaya akad rumah

Prosedur serah terima kunci rumah biasanya dilakukan dalam tiga tahapan utama, yaitu sebagai berikut:

Prosedur Sebelum Akad

  • Pembeli wajib melunasi uang muka atau down payment (DP) kepada developer dengan nilai yang sudah disepakati.
  • Developer akan menyerahkan kopi akta kuasa jual untuk pengurusan Sertifikat Hak Milik (SHM).

Prosedur Saat Akad

  • Pembacaan Perjanjian Jual Beli (PJB) antara pembeli dan penjual oleh notaris. Notaris akan membacakan poin-poin penting PJB yang berisi detail properti, harga, dan hak kepemilikan. Kedua belah pihak harus memahami dan menyetujui seluruh isinya sebelum menandatangani PJB.
  • Pembacaan dan penandatanganan perjanjian pihak bank dan penjual di mana notaris akan menjelaskan isi perjanjian kredit, meliputi jumlah pinjaman, suku bunga, jangka waktu, hingga skema pembayaran.
  • Perjanjian dan penandatanganan perjanjian pihak pembeli dan pihak bank.

Prosedur Pasca Akad

  • Setelah akad selesai, penjual akan menyerahkan kunci dan dokumen kepemilikan asli kepada Anda.
  • Periksa kembali kondisi properti sesuai dengan perjanjian jual beli dan lakukan serah terima kunci rumah dengan benar.

Baca juga: Mau Ajukan KPR Cepat Diterima? Ini Cara & Tipsnya

Rincian Biaya Serah Terima Kunci Rumah

biaya akad rumah

Lalu, apa saja biaya yang ada dalam proses serah terima kunci rumah? Berikut di antaranya:

Uang Tanda Jadi

Sebelum membayar biaya KPR rumah, biasanya pembeli properti akan membayar booking fee kepada penjual sebagai tanda keseriusan untuk membeli properti tersebut.

Booking fee umumnya berkisar antara 1 persen hingga 5 persen dari harga properti.

Saat membayar biaya serah terima kunci rumah, Anda harus memastikan apakah uang tanda jadi dikembalikan atau tidak bila KPR ditolak.

Uang Muka atau Down Payment (DP)

Pada saat akad kredit rumah, pembeli harus membayar DP. Biaya KPR ini berapa persen? Umumnya besarannya berkisar antara 10 persen hingga 20 persen dari harga properti.

Fungsi DP adalah sebagai pembayaran awal dan jaminan bagi bank pemberi kredit.

Semakin besar DP yang dibayarkan, semakin kecil pula pinjaman, angsuran dan suku bunganya.

Biaya Provisi

Biaya provisi yaitu biaya tambahan yang harus Anda bayarkan kepada bank sebagai “balas jasa” atas persetujuan KPR.

Besaran biaya provisi dalam proses serah terima kunci rumah bervariasi, tergantung pada kebijakan masing-masing bank.

Namun, umumnya biaya akad rumah provisi dikenakan sebesar 1 persen dari total plafon pinjaman.

Biaya Asuransi Jiwa dan Kebakaran

Asuransi jiwa KPR adalah polis yang memberikan perlindungan kepada kreditur jika terjadi risiko meninggal dunia selama masa pinjaman. Manfaat biaya ini antara lain:

  • Memberikan ketenangan sehingga keluarga tidak perlu khawatir tentang sisa hutang KPR jika debitur meninggal dunia.
  • Membantu menjaga stabilitas keuangan keluarga, di mana ahli waris tidak perlu terbebani dengan pembayaran hutang yang besar.
  • Beberapa bank mungkin memberikan suku bunga yang lebih rendah bagi debitur yang memiliki asuransi jiwa KPR.

Selain asuransi jiwa, Anda juga perlu membayar asuransi kebakaran. Seperti diketahui, ini memberikan perlindungan terhadap risiko kebakaran properti dan kerusakan serius lainnya.

Biaya Akad Rumah untuk Jasa Notaris

Bagi yang bertanya berapa biaya notaris untuk akad kredit? Berikut penjelasannya.

Biaya notaris yaitu imbalan atas jasa notaris dalam pembuatan akta otentik, seperti Akta Jual Beli (AJB). Notaris bertugas memastikan keabsahan legalitas dokumen dan proses transaksi.

Ada beberapa cara untuk menentukan biaya notaris.

  • Berdasarkan nilai transaksi di mana notaris umumnya mengenakan biaya honorarium sebesar 0,5 persen sampai 1 persen dari nilai transaksi.
  • Berdasarkan tarif per halaman dokumen yang dibuat.
  • Berdasarkan paket layanan yang sudah termasuk semua biaya yang diperlukan.

Biaya Akta Pemberian Hak Tanggungan (APHT)

APHT adalah jaminan pelunasan utang bagi kreditur, di mana debitur memberikan hak tanggungan atas suatu objek tertentu (properti) sebagai jaminan atas pinjaman yang diterima.

Biaya APHT merupakan instrumen penting dalam transaksi keuangan, khususnya yang melibatkan kredit. Nah, biasanya biayanya di kisaran 0,25 persen dari 125 persen nilai kredit.

Biaya Akad Rumah untuk Pembuatan AJB dan Balik Nama Sertifikat

Biaya AJB dihitung berdasarkan nilai transaksi jual beli. Besaran biaya AJB umumnya maksimal 1 persen dari nilai transaksi, dan biasanya dibagi rata antara pembeli dan penjual.

Selain itu, Anda juga harus menyiapkan komponen-komponen biaya balik nama sertifikat ini.

  • Biaya cek sertifikat sekitar Rp50.000 sampai Rp100.000.
  • Biaya administrasi balik nama sertifikat yang dapat dihitung melalui rumus
    • NJOP per meter persegi x luas tanah dibagi 1.000
  • Biaya penerbitan pembuatan sertifikat Rp25.000 sampai Rp50.000.

Biaya Akad Rumah BPHTB

Biaya Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) adalah pungutan wajib yang harus dibayarkan oleh pembeli saat melakukan transaksi jual beli tanah dan/atau bangunan.

Berapa biaya akad KPR dan BPHTB? Jawabannya 5 persen dari Nilai Perolehan Objek Pajak dikurangi Nilai Jual Objek Pajak Tidak Kena Pajak (NJOPTKP).

Berikut simulasi perhitungan biaya akad rumah.

Misalkan harga rumah super mewah di Cluster Atheron Kota Wisata Cibubur dibanderol Rp8.850.000.000 dengan NJOPTKP senilai Rp50.000.000 Maka biaya BPHTB yaitu sebagai berikut.

BPHTB = 5% (Rp8.850.000.000 ⎼ Rp50.000.000)

BPHTB = 5% (Rp8.800.000.000)

BPHTB = Rp440.000.000.

Baca juga: BPHTB Waris: Pengertian dan Cara Menghitung Biayanya

Dokumen Apa Saja yang Harus Dibawa saat Akad KPR?

Pada saat pelaksanaan akad KPR, debitur diwajibkan membawa sejumlah dokumen sebagai berikut:

  • Kartu identitas
  • Kartu keluarga
  • Buku nikah (apabila debitur sudah menikah)
  • NPWP pribadi
  • Buku tabungan dari bank penyedia KPR
  • Bukti transfer pembayaran uang muka asli
  • Surat Keterangan domisili
  • Slip gaji
  • Surat keterangan kerja.

Hal yang Perlu Dipertimbangkan Sebelum Mengajukan KPR

hal yang perlu diperhatikan sebelum memulai akad kredit rumah

Sebelum memutuskan untuk mengambil KPR, penting bagi Anda untuk mempertimbangkan segala sesuatunya dengan matang.

Hal ini karena setelah Anda menyetujui dan menandatangani akad kredit, keputusan tersebut tidak dapat diubah begitu saja.

Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum mengambil KPR.

1. Perhatikan Kemampuan Cicilan

Saat ingin mengambil KPR, pastikan Anda menyesuaikannya dengan penghasilan bulanan dan pengeluaran rutin.

Hindari mengambil KPR dengan cicilan yang melebihi kemampuan finansial, karena hal tersebut dapat mengganggu kondisi keuangan.

2. Perhatikan Tingkat Bunga dan Tenor KPR

Umumnya, terdapat dua jenis suku bunga yang dapat Anda pilih, yaitu suku bunga tetap (fixed) dan suku bunga mengambang (floating).

Suku bunga tetap berarti jumlah cicilan yang harus dibayarkan akan tetap sama hingga jangka waktu KPR berakhir.

Sementara itu, jika Anda memilih suku bunga mengambang, besaran suku bunga dapat naik atau turun mengikuti fluktuasi suku bunga pasar.

Selain suku bunga, Anda juga perlu mempertimbangkan jangka waktu atau tenor KPR, apakah ingin memilih tenor panjang atau pendek.

Jika memilih tenor pendek, jumlah angsuran bulanan biasanya akan lebih besar.

3. Selektif dalam Memilih Program KPR 

Carilah informasi sebanyak mungkin mengenai program KPR yang ditawarkan oleh berbagai bank.

Anda juga dapat membandingkan program KPR dari satu bank dengan bank lainnya untuk menemukan fasilitas yang paling sesuai dengan kebutuhan.

***

Itulah delapan jenis biaya akad KPR rumah yang harus diketahui sebelum mengajukan KPR. Semoga informasi yang kami sampaikan bermanfaat ya!

Baca juga: Perbedaan NJOPTKP dan NJOP, Beserta Cara Menghitungnya

 

Miyanti adalah senior content writer yang aktif menulis artikel dan mikrokopi sejak 2017. Dia berpengalaman menulis artikel bertema properti, desain, kuliner, keuangan dan traveling. Pada 2020 bergabung dengan 99 Group untuk menulis panduan property Rumah123 dan 99.co Indonesia.