Musim Hujan Datang, Bersiap dengan 7 Cara Mencegah Banjir

8 Nov 2019 - Martha

Musim Hujan Datang, Bersiap dengan 7 Cara Mencegah Banjir

Memasuki musim hujan seperti sekarang ini membuat banyak orang bersiap menghadapi banjir. Dan tentu yang paling mengganggu adalah ketika banjir sudah masuk ke area rumah. Tapi tak usah khawatir, disini Anda bisa cari tahu cara mencegahnya.

Berikut cara mencegah banjir yang mudah:

  1. Membuat sumur resapan atau biopori

Salah satu cara mencegah banjir adalah dengan membuat sumur resapan alias biopori. 

Banjir bisa terjadi karena air yang ada di permukaan tidak seluruhnya bisa masuk ke dalam tanah, sehingga dibutuhkan sumur resapan atau lubang biopori untuk mengatasi kondisi ini.

Membuat sumur resapan membutuhkan tenaga ekstra karena lahan harus dibor untuk membuat lubang yang cukup dalam.

Tapi sekarang Anda sudah bisa membeli alat khusus yang berbentuk seperti bor tanah dengan penggunaan yang mudah.

Cara yang praktis, Anda bisa membuat lubang-lubang kecil (biopori) dengan sistem kerja yang sama dengan sumur resapan. 

Intinya dengan biopori atau sumur resapan, air hujan akan lebih mudah meresap ke dalam tanah atau bisa dibuang langsung ke saluran drainase.

Semakin banyak lubang biopori di halaman, tentunya rumah Anda akan semakin aman dari banjir.

  1. Menguruk tanah

Cara mencegah banjir satu ini bisa dicoba jika permukaan lahan rumah lebih rendah ketimbang permukaan jalan. Tapi tentunya tetap dengan mempertimbangkan level lantai rumah.

Atau Anda bisa membuat tanggul yang di sekeliling rumah. Dengan permukaan di sekitarnya yang lebih tinggi, air akan sulit masuk ke halaman. 

  1. Tinggikan permukaan rumah


Atau Anda bisa meninggikan permukaan rumah.

Namun karena ini membutuhkan dana besar dan prosesnya agak lama, dianjurkan untuk melakukannya sekaligus dengan pengerjaan renovasi bagian rumah yang lain.

Meski begitu, hasilnya sangat efektif kok, apalagi jika posisi rumah lebih rendah dari jalan.

Yang harus diperhatikan dalam hal ini antara lain tinggi plafon, ruang di bagian bawah hingga posisi jendela dan pintu.

Ya, ini termasuk renovasi yang cukup besar. 

Karena itu Anda bisa melakukannya sesuai kebutuhan dan kondisi, misalnya ketinggian banjir, dan area dari rumah yang sering kena banjir. Dengan begini renovasi bisa lebih efektif dan efisien.

Jika ketinggian air masih rendah yakni di bawah 50 cm, Anda bisa menaikkan permukaan di atas 50 cm, khususnya untuk ruangan yang memiliki akses keluar dan sering kena banjir, seperti garasi, ruang tamu dan dapur. 

Cara ini tidak hanya bisa mencegah banjir tapi juga menghindari arus pendek listrik. 

Bisa pula dengan meninggikan permukaan teras misalnya dengan menambahkan anak tangga. Jumlahnya pun lagi-lagi disesuaikan dengan ketinggian banjir. 

Contohnya jika ketinggian banjir kurang dari 50 cm, Anda cukup menambahkan sekitar empat anak tangga.

Dengan hanya meninggikan bagian yang jadi akses masuk air ke dalam rumah selain efisien dan tidak memakan biaya dan waktu terlalu banyak, juga efektif untuk mencegah banjir masuk sampai ke dalam rumah sampai ke ruang tengah atau kamar tidur. 

Pastikan pula tidak ada celah lain yang bisa jadi akses air masuk ke rumah ya.

Beda lagi kalau ternyata kondisi banjir lebih tinggi, misalnya saja 1 meter. 

Anda akan memerlukan renovasi lebih besar, misalnya dengan membuat rumah model mezzanine

Jadi di lantai satu hanya difungsikan sebagai garasi atau carport dan gudang, lantai di atasnya barulah memiliki ruang keluarga, kamar, ruang tamu hingga dapur.

Usahakan pula untuk membuat taman yang bisa jadi sumber resapan air dengan menanam berbagai jenis rumput atau tanaman lainnya.


  1. Bersihkan dan jangan tutup selokan


Mungkin Anda sering mendapati kondisi jalanan di dalam komplek atau pemukiman yang selokannya ditutup agar akses jalan lebih lebar dan memadai.

Atau di lingkungan rumah Anda juga begitu?

Padahal ini sangat beresiko lho membuat air hujan tergenang dan berujung dengan banjir yang bisa merendam rumah.

Karena selokan dibuat dengan fungsi sebagai saluran air hujan menuju sungai. 

Kondisi selokan ditutup juga sama saja dengan selokan kotor dengan banyak sampah di dalamnya. 

Itulah gunanya kegiatan gotong royong di lingkungan perumahan, dimana salah satu kegiatan yang dilakukan adalah membersihkan selokan.

Pentingnya selokan dalam kondisi bersih tak hanya bisa memperlancar aliran air hujan sehingga tak tergenang, tapi juga efektif dalam membasmi nyamuk, ditambah pula Anda akan terbebas dari aroma tak sedap

Sebaliknya, selokan yang mampet karena sampah dan sebagainya justru bisa menjadi penyebab utama banjir di lingkungan rumah.

  1. Gunakan paving block untuk halaman


photo: pixabay.com

Cara mencegah banjir masuk rumah lainnya adalah menggunakan paving block.

Ini bisa jadi solusi bagi rumah yang tidak memiliki area taman dengan rumput yang bisa menjadi sumber resapan.

Pada dasarnya, jika rumah Anda berada di lingkungan rawan banjir, maka harus ada area khusus sebagai media resapan air. 

Paving block atau grass block bisa jadi pilihan. Jadi jangan menutup area depan rumah dengan semen atau keramik ya

Biasanya bagian depan rumah yang paling banyak menggunakan paving block adalah area carport. Ini merupakan pilihan yang tepat karena tak hanya bisa membantu menyerap air hujan, material yang memiliki bolongan di tengahnya ini dinilai lebih kuat dan tahan lama.

  1. Buang Sampah pada tempatnya dan tanam pohon


photo: pixabay.com

Anda mungkin sudah sering mendengar cara yang satu ini.

Ya, ini bukan saja cara mencegah banjir di lingkungan rumah tapi juga berlaku di mana pun.

Seperti yang disinggung sebelumnya, kebiasaan membuang sampah sembarangan, apalagi ke saluran air seperti selokan atau bahkan mungkin ke sungai hanya akan merugikan karena pada akhirnya bisa menyebabkan banjir.

Perilaku membuang sampah ke tempatnya ini memang harus dimulai dari diri sendiri dan lingkungan terdekat dulu. Jika setiap orang bisa melakukan hal yang sama tentunya akan sangat berdampak positif bagi lingkungan

Selain membuang sampah di tempatnya, kehadiran pepohonan, khususnya yang memiliki batang besar di lingkungan rumah juga bisa jadi salah satu cara mencegah banjir.

Sayangnya kini jumlah pohon di lingkungan pemukiman sudah semakin berkurang.
Karena itu banyak pihak yang kemudian memulai gerakan menanam pohon dengan tujuan untuk membuat lingkungan bebas banjir. 

Lagi pula kehadiran pohon bisa juga menghadirkan suasana yang asri dan sejuk bagi lingkungan sekitarnya.

Anda pun bisa mencoba menanam pohon seperti dukuh dan kenanga di halaman rumah sendiri.

  1. Mencoba inovasi sederhana

Ya, inovasi di sini bukanlah sesuatu yang rumit, malah cenderung sederhana.

Misalnya dengan memanfaatkan karung berisi pasir yang bisa ditempatkan di depan rumah dan dinilai efektif dalam menghalangi banjir masuk ke area rumah.


Atau bisa pula dengan menggunakan batu bata yang bisa digunakan sebagai tembok penghalang sementara saat banjir akan melanda lingkungan rumah Anda.

Inovasi lainnya adalah dengan menggunakan pintu anti banjir yang stainless steel atau aluminium alloy alias aluminium paduan yang juga mengandung material tambahan seperti tembaga, silicon, seng, timbal, nikel dan lain sebagainya. Bahan ini dinilai efektif dalam menahan debit dan tekanan air banjir.

Pintu anti banjir juga dirancang semudah mungkin untuk digunakan dalam kondisi darurat.

Itu dia bagaimana cara mencegah banjir yang bisa dicoba dengan mudah di rumah. 

Namun, ada hal lain yang tak kalah penting saat menghadapi ancaman banjir jika rumah Anda berada di lingkungan yang rawan, misalnya:

  1. Mengecek atap yang bocor

Jangan abaikan bocor pada bagian atap meski berukuran kecil sekali pun. 

Karena lama-lama kebocoran kecil ini bisa membesar dan menimbulkan kerusakan lebih parah, bahkan bisa memicu timbulnya jamur di langit-langit rumah. 

Jadi penting untuk langsung memperbaiki atap bocor meski ukurannya kecil.

  1. Mengamankan benda yang mengandung listrik

Ketika hujan dan kemudian banjir mengancam, persoalan lain yang sering muncul adalah keberadaan sumber listrik, yang jika kena air tentu saja akan sangat berbahaya.

Jadi pastikan benda-benda dengan arus listrik berada di tempat aman, misalnya di bagian atas dan dalam kondisi tertutup.

  1. Rapikan pohon di dekat rumah

Sebelumnya Anda dianjurkan untuk menanam pohon di halaman rumah. Pohon ini bisa saja memiliki dahan dan ranting yang banyak. 

Dan ketika masuk musim hujan biasanya akan disertai angin kencang, maka pastikan Anda sudah merapikan atau memangkas ranting atau dahan yang beresiko menimpa rumah atau yang mencelakai Anda.

Atau mungkin ada pohon yang sudah tua dan rapuh, sebaiknya ditebang saja daripada membahayakan Anda atau orang-orang di sekitar.


Author:

Martha