Format dan Contoh Surat Perjanjian Jual Beli Tanah yang Benar

Last update: 3 Mei 2025 9 min read
Author:

Untuk menghindari kesalahan format, penting untuk melihat contoh surat perjanjian jual beli tanah yang benar sebelum membuatnya.

Pasalnya, seperti yang kita tahu, surat jual beli tanah adalah dokumen yang memuat kesepakatan mengenai hak dan kewajiban para pihak dalam jual beli tanah.

Namun, surat ini bukanlah dokumen yang membuktikan telah terjadinya peralihan atau perpindahan hak atas tanah karena jual beli. 

Pasalnya, bukti perpindahan hak atas tanah karena jual beli adalah Akta Jual Beli (AJB) yang dibuat oleh Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT). 

Meski begitu, surat perjanjian tetap menjadi komponen penting dalam jual-beli tanah.

Dokumen ini berfungsi sebagai penjamin keamanan dalam transaksi jual beli tanah, rumah, apartemen dan properti lainnya.

Surat ini juga bisa dijadikan sebagai alat bukti di persidangan apabila salah satu pihak melakukan wanprestasi dalam transaksi tersebut. 

Jadi, ingin membeli tanah maupun rumah, jangan lupakan sertakan surat ini, ya.

Format Surat Perjanjian Jual Beli Tanah

format surat perjanjian jual beli tanah

Ketika hendak membuat surat perjanjian jual beli tanah, terdapat sejumlah komponen yang wajib dicantumkan dalam dokumen tersebut. 

Komponen-komponen ini, di antaranya:

  • Identitas para pihak (penjual dan pembeli) yang sesuai KTP
  • Detail objek jual beli meliputi:
    • Letak atau alamat tanah
    • Luas tanah
    • Batas-batas tanah (empat arah penjuru angin)
    • Status kepemilikan tanah
    • Nomor surat tanah
    • Harga tanah sesuai kesepakatan
  • Metode pembayaran 
  • Pasal-pasal yang mengikat
  • Penyelesaian konflik.

Selain itu, penting juga mencantumkan hal-hal lain terkait metode pembayaran; apakah pembeli dapat membeli tanah tersebut secara cash keras, bertahap, atau kredit. 

Kalau perlu, cantumkan pula kesepakatan pembayaran biaya balik nama sertifikat tanah; apakah dibebankan kepada pembeli atau kedua belah pihak. 

Contoh-Contoh Surat Perjanjian Jual Beli Tanah

Setelah mengetahui formatnya, lantas bagaimana bentuk surat perjanjian jual beli tanah yang benar? Lihat beberapa contohnya di bawah ini.

1. Contoh Surat Perjanjian Jual Beli Tanah Pembayaran Lunas Lengkap

SURAT PERJANJIAN JUAL BELI TANAH

Saya yang bertanda tangan di bawah ini:

  • Nama : (…)
  • Tempat, tanggal lahir : (…)
  • Pekerjaan : (…)
  • Alamat : (…)
  • Nomor Identitas : (…)

Dalam hal ini bertindak atas nama diri pribadi yang selanjutnya disebut sebagai PIHAK PERTAMA (penjual).

  • Nama : (…)
  • Tempat, tanggal lahir : (…)
  • Pekerjaan : (…)
  • Alamat : (…)
  • Nomor Identitas : (…)

Dalam hal ini bertindak atas nama diri pribadi yang selanjutnya disebut sebagai PIHAK KEDUA (pembeli).

Pada hari ini (…) tanggal (…) bulan (…) tahun (…), PIHAK PERTAMA dengan ini berjanji untuk menyatakan dan mengikatkan diri untuk menjual kepada PIHAK KEDUA dan PIHAK KEDUA juga berjanji menyatakan serta mengikatkan diri untuk membeli dari PIHAK PERTAMA berupa:

Sebidang Tanah dengan Hak (…) yang diuraikan dalam nomor sertifikat tanah (…) yang berlokasi di alamat lengkap (…), dengan ukuran tanah: panjang (…) m, lebar (…), luas tanah (…) m2, dan untuk selanjutnya disebut Tanah. Dengan batas-batas tanah adalah sebagai berikut:

  • Sebelah barat berbatasan dengan (…)
  • Sebelah timur berbatasan dengan (…)
  • Sebelah utara berbatasan dengan (…)
  • Sebelah selatan berbatasan dengan (…)

Kedua belah pihak bersepakat untuk mengadakan ikatan perjanjian jual beli tanah dimana syarat dan ketentuannya diatur dalam 10 (sepuluh) pasal, seperti berikut di bawah ini:

Pasal 1 

HARGA DAN CARA PEMBAYARAN

Jual beli tanah tersebut dilakukan dan disetujui oleh masing-masing pihak dengan harga per meter persegi (…) atau (jumlah uang terbilang dalam huruf), sehingga keseluruhan harga tanah tersebut adalah (…) atau (jumlah uang terbilang dalam huruf), dan akan dibayarkan PIHAK KEDUA kepada PIHAK PERTAMA secara (tunai/bertahap/kredit ) selambat-lambatnya (hari/tanggal/bulan/tahun) setelah ditandatanganinya surat perjanjian ini.

Pasal 2 

SKEMA PEMBAYARAN

Skema pembayaran pembelian tanah dilakukan secara lunas dengan nominal yang telah diperjanjikan kedua belah pihak. 

Pasal 3

JAMINAN DAN SAKSI

PIHAK PERTAMA menjamin sepenuhnya bahwa Tanah yang dijualnya adalah milik sah atau hak PIHAK PERTAMA sendiri dan tidak ada orang atau pihak lain yang turut mempunyai hak, bebas dari sitaan, tidak tersangkut dalam suatu perkara atau sengketa, hak kepemilikannya tidak sedang dipindahkan atau sedang dijaminkan kepada orang atau pihak lain dengan cara bagaimanapun juga, dan tidak sedang atau telah dijual kepada orang atau pihak lain. Jaminan PIHAK PERTAMA dikuatkan oleh dua orang yang turut menandatangani Surat Perjanjian ini selaku saksi. Kedua orang saksi tersebut adalah:

  • Nama : (…)
  • Tempat, tanggal lahir : (…)
  • Alamat : (…)
  • Hubungan kekerabatan : (…)

Selanjutnya disebut sebagai Saksi I

  • Nama : (…)
  • Tempat, tanggal lahir : (…)
  • Alamat : (…)
  • Hubungan kekerabatan : (…)

Selanjutnya disebut sebagai Saksi II

Pasal 4 

PENYERAHAN TANAH

PIHAK PERTAMA berjanji serta mengikatkan diri untuk menyerahkan sertifikat tanah kepada PIHAK KEDUA selambat-lambatnya (…) hari / minggu / bulan setelah PIHAK KEDUA melunasi seluruh pembayarannya.

Pasal 5

STATUS KEPEMILIKAN

Sejak ditandatanganinya Surat Perjanjian ini maka tanah tersebut di atas beserta segala keuntungan maupun kerugiannya beralih dari PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA dengan demikian hak kepemilikan tanah tersebut sepenuhnya menjadi hak milik PIHAK KEDUA.

Pasal 6 

PEMBALIKNAMAAN KEPEMILIKAN

  • PIHAK PERTAMA wajib membantu PIHAK KEDUA dalam proses pembaliknamaan atas kepemilikan hak tanah dan bangunan rumah tersebut dalam hal pengurusan yang menyangkut instansi-instansi terkait, memberikan keterangan-keterangan serta menandatangani surat-surat yang bersangkutan serta melakukan segala hak yang ada hubungannya dengan pembaliknamaan serta perpindahan hak dari PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA.
  • Segala macam biaya yang berhubungan dengan balik nama atas tanah dari PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA dibebankan sepenuhnya kepada PIHAK KEDUA.

Pasal 7 

PAJAK, IURAN, DAN PUNGUTAN

Kedua belah pihak bersepakat bahwa segala macam pajak, iuran, dan pungutan uang yang berhubungan dengan tanah di atas:

  • Sejak sebelum hingga waktu ditandatanganinya perjanjian ini masih menjadi kewajiban dan tanggung jawab PIHAK PERTAMA.
  • Setelah ditandatanganinya perjanjian ini dan seterusnya menjadi kewajiban dan tanggung jawab PIHAK KEDUA.

Pasal 8

MASA BERLAKUNYA PERJANJIAN

Perjanjian ini tidak berakhir karena meninggal dunianya PIHAK PERTAMA, atau karena sebab apapun juga. Dalam keadaan demikian maka para ahli waris atau pengganti PIHAK PERTAMA wajib mentaati ketentuan yang tertulis dalam perjanjian ini dan PIHAK PERTAMA mengikat diri untuk melakukan segala apa yang perlu guna melaksanakan ketentuan ini.

Pasal 9

HAL-HAL LAIN

Hal-hal yang belum tercantum dalam perjanjian ini akan dibicarakan serta diselesaikan secara kekeluargaan melalui jalan musyawarah untuk mufakat oleh kedua belah pihak.

Pasal 10

PENYELESAIAN PERSELISIHAN

Apabila terjadi perselisihan dan tidak bisa diselesaikan secara kekeluargaan atau mufakat maka kedua belah pihak telah sepakat memilih menyelesaikan perkara secara hukum. Tentang perjanjian ini dan segala akibatnya, kedua belah pihak memilih menyelesaikan perkara di (…).

Demikianlah Surat Perjanjan ini dibuat dan ditandatangani kedua belah pihak di (…) pada hari (…), tanggal (…), bulan (…), tahun (…), dalam keadaan sadar serta tanpa adanya paksaan atau tekanan dari pihak manapun.

PIHAK PERTAMA PIHAK KEDUA

(………………..) (………………..)

Saksi-saksi:

SAKSI PERTAMA SAKSI KEDUA

(………………..) (………………..)

Unduh contoh surat perjanjian jual beli tanah (PDF)

Unduh contoh surat perjanjian jual beli tanah (DOC/Word)

2. Contoh Surat Perjanjian Jual Beli Tanah Pembayaran Bertahap

SURAT PERJANJIAN JUAL BELI TANAH

Yang bertanda tangan di bawah ini:

Penjual:

  • Nama : [Nama Penjual]
  • Alamat : [Alamat Penjual]
  • No. KTP : [Nomor KTP Penjual]
  • No. Telepon : [Nomor Telepon Penjual]

Pembeli:

  • Nama : [Nama Pembeli]
  • Alamat : [Alamat Pembeli]
  • No. KTP : [Nomor KTP Pembeli]
  • No. Telepon : [Nomor Telepon Pembeli]

Kedua belah pihak, yaitu Penjual dan Pembeli, telah sepakat untuk mengadakan perjanjian jual beli tanah dengan ketentuan sebagai berikut:

Pasal 1

Objek Jual Beli

Penjual dengan ini menjual kepada Pembeli, dan Pembeli dengan ini membeli dari Penjual, sebidang tanah dengan spesifikasi sebagai berikut:

  • Lokasi: [Alamat Lokasi Tanah]
  • Luas Tanah: [Luas Tanah dalam meter persegi]
  • Status Kepemilikan: [Status kepemilikan tanah]
  • Batas-batas Tanah:
  • Utara: [Batas Utara]
  • Selatan: [Batas Selatan]
  • Timur: [Batas Timur]
  • Barat: [Batas Barat]

Pasal 2

Harga dan Cara Pembayaran

Harga jual tanah tersebut adalah sebesar Rp [Jumlah Harga], ([Terbilang Rupiah]).

Pembayaran akan dilakukan secara bertahap dengan ketentuan sebagai berikut:

  • Tahap 1: Sebesar Rp [Jumlah Pembayaran Tahap 1] pada tanggal [Tanggal Pembayaran Tahap 1].
  • Tahap 2: Sebesar Rp [Jumlah Pembayaran Tahap 2] pada tanggal [Tanggal Pembayaran Tahap 2].
  • Tahap 3: Sebesar Rp [Jumlah Pembayaran Tahap 3] pada tanggal [Tanggal Pembayaran Tahap 3].
  • Tahap 4: Sebesar Rp [Jumlah Pembayaran Tahap 4] pada tanggal [Tanggal Pembayaran Tahap 4].

Pasal 3

Penyerahan Tanah

Penjual akan menyerahkan tanah kepada Pembeli setelah pembayaran tahap pertama dilakukan. Penyerahan secara hukum akan dilakukan setelah seluruh pembayaran lunas.

Pasal 4

Sanksi dan Pembatalan

Jika Pembeli tidak dapat memenuhi kewajiban pembayaran sesuai jadwal yang telah disepakati, Penjual berhak memberikan tenggang waktu selama [Jumlah Hari Tenggang] hari.

Apabila setelah tenggang waktu tersebut Pembeli masih belum melunasi pembayaran, maka Penjual berhak membatalkan perjanjian ini dan semua pembayaran yang telah dilakukan oleh Pembeli akan dianggap hangus sebagai ganti rugi.

Pasal 5

Biaya dan Pajak

Semua biaya yang timbul dari proses jual beli ini, termasuk pajak, notaris, dan balik nama, akan ditanggung oleh [Pihak yang Menanggung Biaya].

Pasal 6

Penyelesaian Perselisihan

Apabila terjadi perselisihan dalam pelaksanaan perjanjian ini, kedua belah pihak sepakat untuk menyelesaikannya secara musyawarah. Jika tidak mencapai kesepakatan, maka akan diselesaikan melalui jalur hukum yang berlaku di wilayah [Nama Kota/Kabupaten].

Pasal 7

Penutup

Surat perjanjian ini dibuat dalam rangkap dua, di mana masing-masing pihak menerima satu rangkap yang sama kekuatan hukumnya. Perjanjian ini mulai berlaku sejak ditandatangani oleh kedua belah pihak.

      Penjual               Pembeli

(Tanda tangan) (Tanda tangan)

(Nama jelas)      (Nama jelas)

Saksi-saksi

Nama Saksi 1: [Nama Saksi 1] Nama Saksi 2: [Nama Saksi 2]

Alamat: [Alamat Saksi 1]        Alamat: [Alamat Saksi 2]

Tanda Tangan: ___________      Tanda Tangan: ___________

[Tempat, Tanggal]

Unduh contoh surat perjanjian jual beli tanah pembayaran bertahap (PDF)

Unduh contoh surat perjanjian jual beli tanah pembayaran bertahap (DOC/Word)

3. Contoh Surat Jual Beli Tanah Simple

SURAT PERJANJIAN JUAL BELI TANAH

Yang bertanda tangan di bawah ini:

Penjual:

Nama : [Nama Penjual]

Alamat : [Alamat Penjual]

No. KTP : [Nomor KTP Penjual]

Pembeli:

  • Nama : [Nama Pembeli]
  • Alamat : [Alamat Pembeli]
  • No. KTP : [Nomor KTP Pembeli]

Dengan ini, Penjual dan Pembeli sepakat untuk mengadakan perjanjian jual beli tanah dengan ketentuan sebagai berikut:

Objek Jual Beli

Sebidang tanah yang terletak di [Alamat Lokasi Tanah], dengan luas [Luas Tanah] m².

Harga Jual

Harga tanah disepakati sebesar Rp [Jumlah Harga], ([Terbilang Rupiah]).

Pembayaran

Pembeli akan membayar tanah tersebut secara lunas. 

Penyerahan Tanah

Penyerahan tanah dilakukan setelah pembayaran tahap pertama. Sertifikat akan diserahkan setelah pembayaran lunas.

Sanksi

Jika Pembeli tidak memenuhi kewajiban pembayaran, perjanjian ini dapat dibatalkan dan uang yang telah dibayarkan tidak dikembalikan.

Penutup

Perjanjian ini dibuat dengan kesepakatan bersama dan tanpa paksaan dari pihak manapun.

       Penjual             Pembeli

(Tanda tangan) (Tanda tangan)

(Nama jelas)     (Nama jelas)

[Tempat, Tanggal]

Unduh contoh surat perjanjian jual beli tanah sederhana (PDF)

Unduh contoh surat perjanjian jual beli tanah sederhana (DOC/Word)

Baca juga: Contoh Surat Jual Beli Tanah yang Belum Bersertifikat dan Cara Membuatnya

Demikian beberapa contoh surat perjanjian jual beli tanah yang perlu diketahui.

Berniat menjual properti pribadi dengan mudah dan cepat? Yuk, iklankan lewat portal properti di 99.co Indonesia sekarang!

Semoga bermanfaat.

 

Septian Nugraha adalah jurnalis dan content writer berpengalaman. Lama berkarier sebagai jurnalis olahraga, khususnya dalam bidang sepak bola untuk sejumlah media massa besar di Indonesia. Di antaranya adalah Harian Olahraga TopSkor (skor.id), panditfootball.com, CNN Indonesia, dan kompas.com. Per Februari 2022, Septian memutuskan bergabung bersama 99 Group Indonesia, untuk berkarier sebagai property content writer.