Mengenal Pajak Jual Beli Tanah dan Cara Menghitungnya

Mengenal Pajak Jual Beli Tanah dan Cara Menghitungnya

- Citra Purnamasari
Mengenal Pajak Jual Beli Tanah dan Cara Menghitungnya

Foto: housing.com

Saat melakukan kegiatan jual beli properti umumnya akan dikenai pajak, begitu pula dengan tanah.

Pajak jual beli tanah merupakan pungutan yang harus dibayar oleh penjual/pembeli atas tanah yang menjadi objek transaksi.

Biasanya, terdapat dua pajak penjualan tanah yang muncul dari kegiatan jual beli, yaitu Pajak Penghasilan (PPh) dan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB).

Supaya semakin paham mengenai pajak jual beli tanah, berikut penjelasan lengkap beserta cara menghitungnya.

Jenis Pajak Jual Beli Tanah

Jenis Pajak Jual Beli Tanah

Foto: realtor.com

Seperti yang sudah disebutkan, pajak penjualan tanah terbagi ke dalam beberapa jenis, yaitu:

PPh Jual Beli Tanah

Pajak penghasilan atau PPh dibebankan kepada penjual tanah.

Dalam PP Nomor 34 Tahun 2016 disebutkan bahwa penghasilan yang diperoleh orang pribadi atau badan dari pengalihan hak atas tanah atau bangunan dikenai pajak.

Besaran PPh yang dikenakan adalah 2,5% dari total (bruto) nilai pengalihan hak atas tanah yang diperjualbelikan.

PPh harus dibayarkan sebelum mendapatkan Akta Jual Beli (AJB). 

Jika tidak, maka berpotensi untuk menimbulkan permasalahan berupa sengketa lahan di masa depan.

PPn Jual Beli Tanah

Pajak jual beli tanah selanjutnya adalah PPn.

Pajak Pertambahan Nilai (PPn) dikenakan pada penjualan properti baik berupa rumah, apartemen, dan lainnya.

PPn merupakan pajak yang dikenakan kepada pembeli dan dipungut oleh penjual, asal penjual termasuk ke dalam Pengusaha Kena Pajak.

Biasanya untuk hunian baru, PPn yang dikenakan sebesar 10% dari harga jual rumah.

BPHTB

BPHTB adalah pajak yang dikenakan untuk semua kegiatan jual beli properti, baik yang dibeli perorangan maupun melalui developer.

Besaran pajak yang dikenakan yakni 5% dari nilai transaksi setelah dikurangi NJOPTKP (Nilai Jual Objek Pajak Tidak Kena Pajak).

Biasanya, proses pemungutan BPHTB dilakukan pemerintah pusat. 

Akan tetapi sejak dikeluarkannya UU Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah (PDRD), maka BPHTB sudah dialihkan pajak daerah yang dipungut oleh pemkot atau pemda.

Cara Menghitung Pajak Jual Beli Tanah

Cara Menghitung Pajak Jual Beli Tanah

Foto: insidehousing.co.uk

Setelah mengenal jenis-jenis pajak penjualan tanah, mari kita bahas cara perhitungannya agar Anda terhindar dari praktik kecurangan.

Cara Menghitung BPHTB

Dino ingin membeli rumah dijual di Bandung dengan luas tanah sebesar 200 m² dan luas bangunan 100 m².

Berdasarkan Nilai Jual Objek Pajak (NJOP), harga tanah sebesar Rp500.000 per m2 dan harga bangunan Rp800.000 per m2.

Maka, perhitungannya adalah sebagai berikut:

Harga Tanah = 200 m² x Rp500.000 = Rp100 juta

Harga Bangunan = 100 m² x Rp800.000 = Rp80 juta

Maka, jumlah harga pembelian hunian tersebut adalah Rp180.000.000

Nilai Tidak Kena Pajak = Rp80.000.000

Nilai yang Digunakan Untuk Perhitungan BPHTB = Rp100.000.000

Maka, jumlah BPHTB yang harus dibayar oleh Dino sebesar:

BPHTB = 5% x Rp100.000.000 = Rp5.000.000

Cara Menghitung PPh

Cara perhitungan PPh lebih sederhana, misalnya Dino ingin menjual tanah kavling seluas 100 m² dengan harga Rp400 juta.

Maka, PPh yang harus dibayarkan adalah:

PPh = 2,5% x Rp400.000.000 = Rp10.000.000

Cara Menghitung PPn

Saat ini, terdapat insentif Pajak Pertambahan Nilai yang ditanggung oleh pemerintah (PPN DTP) untuk produk properti.

Insentif PPN DTP 2022 ini berupa diskon pajak sebesar 50% atas penjualan rumah paling tinggi Rp2 miliar. 

Lalu, terdapat diskon sebesar 25% atas penjualan rumah dengan rentang harga mulai dari Rp2–5 miliar.

Jadi, jika Anda membeli rumah dengan harga Rp500 juta, maka besaran PPn yang harus dibayarkan adalah sebesar Rp25 juta saja.

Baca juga:

Cara Investasi Tanah dan Untung Rugi Beli Tanah, Wajib Tahu!

Hal yang Perlu Diperhatikan saat Membeli Tanah

Hal yang Perlu Diperhatikan saat Membeli Tanah

Foto: sevencapital.com

Terdapat beberapa hal yang perlu Anda perhatikan ketika hendak membeli properti, termasuk tanah kavling.

  • Perhatikan dan periksa kelengkapan dokumen dan surat-surat penting, misalnya sertifikat asli hak atas tanah, KTP penjual dan pembeli, dan lainnya.
  • Pastikan penjual sudah membayar Pajak Penghasilan (PPh) apabila harga tanah di atas Rp60 juta.
  • Pembuatan akta harus dihadiri oleh penjual dan calon pembeli atau perwakilan yang sudah diberikan surat kuasa tertulis.
  • Pastikan terdapat surat pernyataan dari penjual bahwa tanah tidak dalam sengketa.

Itulah penjelasan mengenai pajak jual beli tanah beserta cara menghitungnya.

Tidak hanya tanah, Anda juga bisa membeli properti dalam bentuk lain misalnya rumah tapak atau apartemen di 99.co Indonesia.

99.co Indonesia memiliki banyak rekomendasi properti menarik, seperti Hawila Residence, Pesona Remboelan Resort, dan lainnya.

 

Author

Citra Purnamasari