Cara Investasi Tanah dan Untung Rugi Beli Tanah, Wajib Tahu!

28 Apr 2020 - Imam

Cara Investasi Tanah dan Untung Rugi Beli Tanah, Wajib Tahu!

Ketika mendengar kata investasi properti atau investasi real estat, mungkin yang pertama kali langsung muncul dalam pikiran adalah investasi properti komersial atau properti sewa. 

Tak aneh, kedua macam investasi tersebut memang umum dilakukan di zaman kiwari dan lekat dengan istilah investasi real estat itu sendiri. 

Namun selain kedua jenis investasi properti itu, Anda juga dapat mempertimbangkan dan mencoba investasi tanah. 

Istilah “juragan tanah” sebagai pelaku investasi tanah dengan kepemilikan tanah yang luas sudah tak asing lagi di dalam masyarakat Indonesia. 

Predikat tersebut kerap kali dimaknai sebagai salah satu penanda kemakmuran seseorang sejak zaman dulu.  

Yang jadi pertanyaan, apakah investasi tanah masih relevan di zaman sekarang? 

Apakah investasi tanah itu memang benar-benar menjadi sebuah pilihan investasi yang baik?

Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan di atas, dalam tulisan panduan kali ini akan diulas secara umum mengenai apa alasannya berinvestasi tanah, kelebihan dan kekurangan investasi tanah, serta pertanyaan lainnya yang masih berkaitan dan sering dipertanyakan. 

Sebelum membahas lebih lanjut, pertama-tama mari kita jelaskan terlebih dahulu mengenai pengertian investasi tanah.

Apa Itu Investasi Tanah?


Foto: pixabay.com

Pengertiannya sederhana, investasi tanah adalah bentuk investasi dengan sarana berupa lahan atau tanah kosong. 

Investasi jenis ini kerap kali diartikan sebagai investasi jangka panjang yang memanfaatkan kenaikan harga tanah untuk mendapatkan profit tertinggi. 

Investasi tanah adalah investasi dengan nilai return of investment yang tinggi, bahkan jika dibandingkan dengan emas, deposito, bahkan investasi saham untuk beberapa tahun belakangan ini.

Jenis-Jenis Investasi Tanah

Investasi tanah adalah investasi yang perlu Anda lakukan karena lahan menjadi semakin langka dengan seiring bertambahnya populasi dan berkembangnya pembangunan lebih lanjut. 

Oleh karena itu, Anda sebagai penanam modal mesti memahami sedikitnya tentang segi praktis dari kepemilikan tanah dan menjalankan bisnis berdasarkan fondasi investasi tanah. 

Salah satu hal mendasar yang mesti Anda ketahui perihal investasi tanah adalah jenis-jenis tanah investasi yang umum ditemui. 

Berikut ini merupakan jenis-jenis investasi tanah berdasarkan kegunaannya atau tujuannya:

  • Tanah untuk pengembangan hunian

  • Tanah untuk pengembangan komersial

  • Tanah pertanian

  • Tanah peternakan

  • Tanah hutan

  • Tanah untuk pertambangan

  • Tanah perkebunan

  • Tanah untuk area rekreasi

Jenis-jenis investasi tanah di atas ini memiliki beragam rentang tinggi harga modal yang berbeda-beda. 

Misalnya, bagi Anda yang sedang mencari-cari investasi tanah murah, lebih pas untuk memulai dengan investasi tanah untuk hunian atau untuk membangun sebuah peternakan. 


Foto: pexels.com

Untuk tanah yang digunakan sebagai peternakan dan kegiatan bisnis agrikultur lainnya, akan pas sekali bagi yang baru memulai investasi kecil-kecilan dan ingin memiliki lahan untuk membuat ladang, perkebunan buah dan sebagainya.

Selain mengincar tanah berdasarkan pemanfaatannya, Anda juga dapat investasi tanah murah dengan membeli tanah kosong. 

Investasi ini saja sudah menjadi investasi dengan prospek yang menjanjikan karena harga tanah terus naik.

Kelebihan dan Kekurangan Investasi Tanah

Investasi properti, termasuk investasi tanah, dianggap menjadi salah satu investasi unggulan oleh banyak orang. 

Bahkan banyak penasihat keuangan yang menyarankan untuk selalu menyisihkan sebagian dana investasi Anda untuk dialokasikan pada investasi properti dan real estat, jika memungkinkan. 

Beberapa dekade terakhir ini, harga tanah terus naik dan ini tentu dibarengi oleh return of investment yang menjanjikan. 

Namun, sebelum Anda berinvestasi pada produk ini, ada beberapa hal yang mesti Anda perhatikan. 

Berikut ini kelebihan dan kekurangan investasi tanah yang wajib Anda ketahui.

Kelebihan Investasi Tanah


Foto: pexels.com

Harga investasi yang lebih terjangkau

Harga investasi tanah murah dibandingkan dengan investasi properti bangunan di lokasi dan pasar yang sama. 

Harga lahan kosong tentunya lebih murah dibandingkan lahan dengan bangunan yang memerlukan biaya konstruksi. 

Perbandingan ini terutama dapat Anda manfaatkan untuk investasi tanah di wilayah-wilayah yang telah berkembang dengan harga pasar properti yang kompetitif.

Harga jual kembali yang tinggi

Bagi Anda yang masih bertanya-tanya lebih bagus investasi rumah atau tanah, poin kedua ini dapat menjadi jawaban. 

Berinvestasi lahan kosong memiliki nilai jual kembali yang lebih tinggi dari investasi rumah. 

Mengapa demikian? 

Karena dengan berlalunya waktu, suatu rumah akan menurun kondisinya dan memerlukan renovasi. 

Sementara tanah kosong tidak menurun kondisinya karena faktor cuaca atau erosi.

Multifungsi

Kelebihan investasi tanah berikutnya adalah sifat lahan kosong yang multiguna. 

Tanah kosong bersifat fleksibel, dapat diatur untuk memenuhi kebutuhan Anda di masa mendatang. 

Anda dapat membangun rumah, peternakan, atau apa pun yang Anda perlukan. Anda juga dapat menjual tanah pada pengembang. 

Fleksibilitas ini juga dapat menjadi alasan lainnya untuk membeli tanah ketimbang rumah, bagi Anda yang masih menimbang-nimbang lebih baik investasi rumah atau tanah.

Perawatan yang mudah

Biaya perawatan tanah kosong tentunya jauh lebih hemat ketimbang perawatan properti bangunan. 

Anda tidak perlu khawatir untuk memperbaiki sesuatu atau merenovasi. 

Yang Anda perlukan untuk biaya pengelolaan berupa biaya jasa seorang penjaga untuk mengawasi lahan Anda dan pemagaran.

Kepemilikan langsung

Pembeli tanah pada umumnya membayar secara tunai, maka kepemilikannya juga biasanya bersifat langsung dan sepenuhnya. 

Tanah juga merupakan barang yang nyata ada, memberikan ketenangan bagi pemiliknya karena merupakan aset konkret yang tidak berkurang. 

Anda juga terhindar dari bunga hipotek dan biaya pinjaman yang biasanya dibebankan oleh bank.

Kekurangan Investasi Tanah


Foto: pexels.com

Suplai yang semakin berkurang

Yang menjadi pertimbangan dalam cara investasi tanah adalah dinamika suplai dan permintaan. 

Permintaan akan tanah terus naik sementara suplai menjadi semakin terbatas. 

Seiring dengan perkembangan suatu wilayah dan infrastruktur dan populasinya, ketersediaan tanah justru semakin menurun, terutama di wilayah urban. 

Dengan tren seperti ini, maka tanah yang lebih mudah untuk dijadikan investasi adalah tanah-tanah di wilayah pinggiran.

Pelanggaran hak milik

Pelanggaran hak milik atau perebutan lahan secara paksa dan ilegal memang tidak begitu banyak terjadi, namun hal ini tetap menjadi kekurangan yang mesti Anda perhatikan karena hal tersebut dapat terjadi pada investasi tanah. 

Untuk mencegah kemungkinan kasus seperti ini dan keamanan pembelian tanah, ada baiknya Anda memeriksa data atau sertifikat kepemilikan tanah yang akan dibeli setidaknya sampai 30 tahun yang lalu, terutama untuk tanah agrikultur.

Tidak ada pemasukan langsung

Poin selanjutnya masih berkaitan dengan pertanyaan apakah lebih menguntungkan investasi rumah atau tanah. 

Bagi Anda yang memilih investasi rumah, Anda bisa mendapatkan pemasukan dengan menyewakannya. 

Penyewaan rumah sudah umum dilakukan dan relatif lebih mudah dibandingkan dengan menyewakan tanah. 

Memang tanah kosong dapat memiliki kekurangan berupa tidak adanya pemasukan sama sekali, terutama tanah di wilayah pinggiran.

Namun untuk tanah di area berkembang, Anda dapat mencoba menyewakannya sebagai area komersial dan kebutuhan lainnya.

Cara Investasi Tanah

Cara Investasi Tanah


Foto: moneycontrol.com

Menerapkan cara investasi tanah secara tepat merupakan hal yang penting bagi Anda yang tertarik untuk mulai menanamkan modal Anda pada produk properti ini. 

Sebelum melangkah lebih jauh, ada beberapa hal yang mesti Anda perhatikan untuk membeli tanah yang baik. 

Berikut ini cara investasi tanah yang baik:

  • Periksa lokasi tanah secara langsung, ketahui kemudahan aksesibilitasnya

  • Kenali jenis tanah dan kualitas airnya

  • Periksa kestrategisan lokasi tanahnya (ketersediaan fasilitas dan infrastruktur)

  • Ketahui status tanah dan peruntukannya dari pemerintah setempat (Koefisien Lantai Bangunan dan Koefisien Dasar Bangunan)


Setelah menentukan lahan idaman Anda, Anda dapat mulai memikirkan cara pembeliannya. 

Ada beberapa cara investasi tanah yang dapat Anda lakukan. 

Dua cara yang paling umum adalah dengan membelinya langsung secara tunai dari pemilik tanah dan mengajukan Kredit Pemilikan Tanah (KPT).  


Foto: pexels.com

Pada cara membeli secara tunai, Anda tinggal langsung membeli tanah yang Anda inginkan. 

Setelah itu, Anda hanya perlu menunggu dan menjaga lahan Anda sampai harga naik dan Anda siap untuk menjualnya dengan harga yang lebih tinggi.

Cara yang kedua adalah melalui KPT, yaitu dengan meminjam uang dari bank untuk membeli sebidang tanah. 

Cara ini lebih ramah bagi investor yang memiliki dana terbatas.  

Untuk cara investasi tanah melalui pembelian lewat KPT, ada langkah-langkah dan syarat-syarat khusus yang mesti Anda ikuti.

Syarat Mengajukan KPT

Untuk mengajukan Kredit Pemilikan Tanah, pemohon dapat langsung mengunjungi bank yang menyediakan program tersebut. 

Berikut ini syarat mengajukan KPT yang wajib dipenuhi pemohon:

  • Sediakan uang muka senilai 30% dari total harga tanah yang Anda inginkan

  • Usia pemohon minimal 21 tahun atau sudah menikah

  • Usia pemohon tidak lebih dari 50 tahun

  • Memiliki status sebagai karyawan tetap setidaknya selama 2 tahun

Dokumen yang Harus Disiapkan untuk KPT

Setelah memenuhi syarat-syarat KPT, Anda diharuskan untuk menyiapkan dokumen-dokumen untuk KPT, sebagai berikut:

  • Fotokopi KTP

  • Fotokopi NPWP

  • Akta nikah atau cerai

  • Kartu keluarga

  • Buku rekening tabungan dengan catatan keuangan 3 bulan terakhir

  • Bagi Anda yang berprofesi sebagai wiraswasta, diperlukan bukti transaksi keuangan usaha, SIUP, dan Tanda Daftar Perusahaan (TDP)

  • Dokumen kepemilikan agunan (SHM, IMB, PBB)


Itulah cara investasi tanah dan untung rugi investasi tanah yang wajib diketahui. Semoga informasi ini dapat bermanfaat. Selamat berinvestasi!

Author:

Imam