Panduan Memilih Perumahan Syariah dan Pengajuan KPR Syariah

20 Jul 2020 - Imam

Panduan Memilih Perumahan Syariah dan Pengajuan KPR Syariah

foto: unsplash

Seiring makin meningkatnya permintaan dan kebutuhan masyarakat akan rumah syariah, banyak pengembang properti yang menawarkan perumahan berkonsep syariah. 

Mungkin Anda bertanya-tanya, apa itu perumahan syariah? Apa yang membedakannya dengan perumahan biasa? 

Sebelumnya, perlu diperhatikan bahwa rumah syariah di Indonesia lebih berfokus pada proses transaksinya, tidak mencakup aspek desain rumah dan proses pengembangannya. 

Perumahan syariah adalah perumahan yang dijual dengan proses transaksi jual beli sesuai syariat Islam.

Yakni bebas riba, tanpa akad yang batil, tanpa denda, tanpa sita, tanpa asuransi dan tidak memiliki bunga yang mengacu pada suku bunga Bank Indonesia.

Perumahan syariah khususnya ditujukan bagi umat Muslim yang menginginkan rumah tanpa riba

Serta umumnya bagi semua kalangan yang tidak berurusan dengan perbankan, seperti warga yang tidak memiliki rekening bank.

Namun, ada hal-hal yang perlu Anda perhatikan dalam mencari dan membeli rumah syariah. 

Belakangan ini telah banyak kasus penipuan perumahan syariah yang sangat merugikan. 

Untuk membantu Anda, kami telah merangkum beberapa informasi penting seputar perumahan syariah yaitu:

  • Kelebihan perumahan syariah

  • Kekurangannya

  • Syarat pengajuan KPR syariah

  • Hal yang harus diperhatikan saat memilih perumahan syariah

Yuk, kita simak sama-sama!

Kelebihan Perumahan dan KPR syariah


foto: unsplash

Pembelian rumah melalui KPR syariah memiliki keuntungan tersendiri. 

Mungkin Anda sering mendengar cerita nasabah yang merasa dirugikan dengan bunga KPR biasa yang dirasa sangat besar. 

Dengan membeli perumahan syariah, Anda tidak akan mengalami hal tersebut.

Karena sistem pembayaran KPR syariah bebas bunga berdasarkan hukum syariat yang melarang praktik riba.

Dengan demikian, harga rumah dan keterangan jumlah angsurannya ditetapkan pada saat perjanjian KPR syariah.

Jadi jumlahnya tidak berubah sampai proses pembayaran rampung.

Kelebihan KPR syariah selengkapnya sebagai berikut:

  • Tidak ada penalti jika nasabah membayar angsuran lebih awal

  • Jumlah cicilan tetap sama karena tidak mengikuti suku bunga Bank Indonesia

  • Terhindar dari riba karena memakai akad istishna'

  • Pekerja informal mudah mengajukan permohonan karena tidak ada BI checking

  • Pembangunan dan serah terima yang singkat (6-12 bulan)

Dengan kelebihan di atas ini, perumahan syariah memberikan keunggulan yang tidak bisa Anda dapatkan dari KPR konvensional.

Baca juga:

Perbedaan KPR Syariah dan Konvensional Beserta Simulasi KPR-nya

Kekurangan Perumahan dan KPR syariah

Di samping kelebihannya, ada beberapa risiko dan kekurangan yang dapat ditimbulkan dari pembayaran melalui proses KPR syariah. 

Seperti yang telah dijelaskan, perumahan syariah tidak bekerja sama dengan bank dalam proses transaksinya, sehingga terdapat celah yang riskan untuk dimanfaatkan dalam tindak penipuan.

Agar Anda lebih teliti dalam membeli rumah syariah, ada baiknya Anda ketahui lebih jauh mengenai beberapa kekurangan perumahan syariah di bawah ini sebelum menentukan pilihan:

  • Karena tidak mengikuti suku bunga BI, maka jika suku bunga turun pun jumlah yang harus dibayar tetap sama

  • Tetap ada denda jika debitur telat membayar

  • Terdapat celah penipuan karena pengembang tidak bekerja sama dengan bank, sehingga konsumen langsung berhubungan dengan pengembang

  • Berisiko karena tidak ada asuransi

  • Umumnya tenornya hanya sampai 15 tahun, tidak seperti KPR biasa yang bisa sampai 25 tahun

Hal yang Harus Diperhatikan Saat Mencari Perumahan Syariah


Dengan banyaknya kasus penipuan berkedok perumahan syariah, maka Anda mesti mencari tahu lebih jauh saat mencari rumah syariah yang Anda inginkan. 

Berikut ini beberapa hal yang patut diperhatikan:

  • Hindari membayar apapun jika belum melihat kelengkapan perizinan pengembang

  • Cari informasi mengenai riwayat pengembang dan ulasan konsumen

  • Kunjungi kantor pengembangnya

  • Jika Anda menemukan pengembang yang tidak memiliki kantor, sebaiknya dihindari

  • Perhatikan skema pembayarannya

  • Pilih pengembang yang bekerja sama dengan bank syariah agar lebih jelas skema pembayarannya

  • Periksa kelengkapan izin tanah dan bangunan (SIPPT, IMB, IPB, SHGB atau HGB Induk, dan nomor sertifikat tanah)

  • Kunjungi dan amati lokasi proyek perumahan

  • Bawa pihak ketiga yang memiliki kekuatan hukum saat mengajukan KPR

Nah, jika Anda telah memerhatikan semua poin di atas ini dan telah memantapkan diri untuk mengajukan KPR syariah, hal selanjutnya yang mesti Anda ketahui adalah persyaratan pengajuannya.

Syarat Pengajuan KPR Syariah


Dalam persyaratannya, KPR syariah tidak banyak berbeda dengan pengajuan KPR konvensional, yakni:

  • Warga Negara Indonesia (WNI)

  • Usia minimal 21 tahun atau telah berstatus menikah 

  • Pada saat pembiayaan lunas usia tidak lebih dari 65 tahun 

  • Anda merupakan pekerja atau punya penghasilan sendiri (minimum masa kerja/usaha tergantung pengembang)

  • Tidak memiliki kredit/pembiayaan bermasalah (IDI BI clear)

  • Memiliki NPWP atau SPT Psl 21  

  • Menyertakan fotokopi KTP, NPWP, Kartu Keluarga, dan Buku Nikah

  • Slip gaji dan rekening koran minimal 3 bulan terakhir

Nah, itulah informasi selengkapnya mengenai perumahan syariah. 

Bagi Anda yang mencari perumahan syariah Bogor, Anda dapat mengunjungi laman Cendana Residence di laman proyek pilihan 99.co.

Atau bisa juga pilih lokasi lainnya seperti perumahan syariah Tangerang, perumahan syariah Bandung dan masih banyak lagi. Semua bisa Anda cek dengan mudah melalui 99.co Indonesia.

 Selamat mencari perumahan syariah idaman!

Author:

Imam