4 Jenis Sertifikat Apartemen yang Perlu Diketahui

Last update: 29 Agustus 2024 3 min read
Author:

Berencana membeli unit apartemen dalam waktu dekat? Sebelum itu, pastikan Anda tahu jenis sertifikat apartemen yang berlaku di Indonesia.

Ini sangat penting karena sertifikat merupakan bukti kepemilikan yang sah terhadap suatu properti.

Seperti jenis properti lain, apartemen mempunyai dokumen legalitas yang kedudukannya kuat di mata hukum.

Lalu, apa saja jenis sertifikat apartemen yang perlu diketahui? Berikut ulasan selengkapnya.

Jenis-Jenis Sertifikat Apartemen

1. Sertifikat Hak Milik Rumah Susun  (SHMRS)

Sertifikat Hak Milik Rumah Susun  (SHMRS)

Contoh sertifikat apartemen SHMRS: brokerbali.com

Sertifikat Hak Milik Rumah Susun (SHMRS) adalah dokumen atau bukti kepemilikan yang sah terhadap unit apartemen.

Tampilan dokumen SHMRS hampir mirip seperti Sertifikat Hak Milik (SHM), aspek pembedanya cuma terletak dari warna.

Sampul Sertifikat Hak Milik Rumah Susun (SHMRS) berwarna merah, sedangkan sampul Sertifikat Hak Milik (SHM) berwarna hijau.

Secara umum, sertifikat apartemen ini memberikan hak kepada pemegangnya untuk memiliki unit rumah susun.

Selain unitnya, dokumen ini memberi hak terhadap akses bagian bersama, benda bersama, dan tanah bersama yang terkait dengan unit tersebut.

SHMRS juga menjadi bukti bahwa bangunan apartemen berdiri di atas tanah milik perorangan, developer, atau lahan berstatus HGB Milik.

Bukti legalitas ini terbilang lebih aman dan terjamin, tetapi memiliki masa berlaku selama 30 tahun dan dapat diperpanjang kembali hingga 20 tahun.

Karena jangka waktu penggunaannya yang terbatas, SHMRS lazim pula disebut sebagai sertifikat strata title.

Selain itu, strata title adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan hak milik suatu ruangan dan fasilitas bersama di dalam apartemen.

Lantas, bagaimana apartemen setelah 50 tahun? Tidak perlu khawatir, sebab Anda bisa memperpanjangnya lagi sampai 30 tahun ke depan.

2. Sertifikat Kepemilikan Bangunan Gedung (SKBG)

Sertifikat Kepemilikan Bangunan Gedung

Contoh sertifikat apartemen SKBG: rubrikpropertidankonstruksi.com

Jenis sertifikat apartemen selanjutnya adalah Sertifikat Kepemilikan Bangunan Gedung atau SKGB.

SKBG adalah dokumen resmi yang dikeluarkan oleh pemerintah sebagai bukti bahwa seseorang memiliki hak atas bangunan pada lahan tertentu. 

SKBG hanya menjelaskan hak kepemilikan terhadap bangunannya saja, bukan pada tanah di mana bangunan tersebut berdiri.

Mengapa demikian? Pasalnya, dokumen ini biasanya dikeluarkan untuk apartemen yang dibangun di atas lahan pemerintah atau wakaf.

Karena itu, SKBG dianggap memiliki status yang lemah di mata hukum.

Pasalnya, jika sewaktu-waktu sang pemilik meminta lahan kembali, maka bangunan di atasnya harus dirobohkan.

3. Perjanjian Jual Beli (PPJB)

sertifikat apartemen ppjb

Contoh sertifikat apartemen PPJB: flokq.com

Perjanjian Jual Beli atau PPJB merupakan dokumen yang umum digunakan dalam transaksi jual-beli unit apartemen.

PPJB merupakan akta pengikat antara penjual (biasanya developer) dan pihak pembeli.

Dokumen ini berisikan data penjual, pembeli, kewajiban yang harus ditaati, waktu dan tanggal serah terima unit, serta pasal penting lainnya.

Dokumen PPJB dibuat sebelum keluarnya Akta Jual Beli (AJB) apartemen.

Akan tetapi, perlu dipahami bahwa kedudukan hukum PPJB lebih lemah ketimbang Akta Jual Beli (AJB).

Pasalnya, PPJB hanya surat pengikat antara penjual dan pembeli.

Proses pembuatannya pun tidak dilakukan oleh pihak berwenang, seperti PPAT atau notaris.

4. Akta Jual Beli (AJB) Apartemen

akta jual beli

Contoh sertifikat apartemen AJB: cdn-cms.pgimgs.com

Jenis sertifikat apartemen yang terakhir adalah Akta Jual Beli (AJB).

AJB apartemen adalah akta sah yang menunjukkan telah terjadinya perpindahan hak atas bangunan yang mengikat pihak penjual dan pembeli.

Kapan AJB dikeluarkan? Dokumen ini harus segera diproses setelah apartemen selesai dibangun atau pasca-penyerahan unit dari developer.

Tidak seperti PPJB, AJB hanya boleh dibuat oleh PPAT atau notaris.

Karena itu, status hukum AJB apartemen lebih kuat daripada PPJB.

Itulah beberapa contoh sertifikat apartemen yang penting diketahui.

Semoga bermanfaat!

 

Sejak kuliah sudah aktif menulis di Pers Kampus. Usai lulus, Insan menjadi penulis lepas yang fokus dengan topik gaya hidup dan sepak bola. Kini, menulis di 99 Group dengan membahas seputar properti, termasuk desain rumah dan info KPR.