
Investasi tanah kavling semakin diminati karena dianggap sebagai aset jangka panjang yang stabil dengan potensi keuntungan yang menjanjikan.
Meski begitu, ada beberapa risiko dan keuntungan yang perlu dipertimbangkan secara matang sebelum memutuskan berinvestasi.
Berbeda dengan instrumen investasi lain yang bisa cepat menghasilkan keuntungan, tanah kavling umumnya baru memberi imbal hasil setelah beberapa tahun.
Oleh karena itu, strategi yang tepat dan visi jangka panjang sangat menentukan keberhasilan investasi ini.
Dengan perhitungan yang matang, tanah kavling bisa menjadi aset bernilai tinggi yang mendukung kestabilan finansial di masa depan.
Simak selengkapnya di bawah ini!
Apa Itu Tanah Kavling?

Tanah kavling adalah sebidang tanah yang dijual dalam bentuk potongan kecil dengan ukuran tertentu.
Umumnya, tanah ini diperuntukkan bagi pengembangan rumah tinggal maupun properti komersial.
Sementara itu, investasi tanah kavling merujuk pada kegiatan menanamkan modal dengan menjadikan tanah kavling sebagai instrumen investasi.
Perlu Anda ingat bahwa jenis properti ini terbagi menjadi tanah kavling dan tanah biasa.
Lantas, apa perbedaan tanah kavling dan tanah biasa? Berikut adalah ulasannya.
Perbedaan Tanah Kavling dan Tanah Biasa
| Perbedaan | Tanah kavling | Tanah biasa |
| Penggunaan | Tanah kavling sering digunakan untuk perumahan, perindustrian, atau pertokoan. | Tanah biasa (sering disebut tanah kebun) adalah jenis tanah yang diperuntukkan untuk kegiatan pertanian atau perkebunan. |
| Ukuran | Setelah dipetakkan, tanah kavling memiliki ukuran yang berbeda-beda. Satu kavling dapat memiliki luas tanah 45, 60, 100, hingga 200 meter persegi. | Tanah biasa umumnya lebih besar karena belum dibagi-bagi menjadi petak kecil. Ukurannya bisa mencapai ratusan hingga ribuan hektare. |
| Harga | Harga tanah kavling bervariasi tergantung pada luas, lokasi, dan harga pasaran. Secara umum, harga tanah kavling dapat dipatok ratusan hingga jutaan rupiah per meter persegi. | Harga tanah kebun cenderung lebih murah dibandingkan dengan tanah kavling. Ini karena tanah kavling sudah memiliki fasilitas atau sarana dan prasarana, sedangkan tanah kebun masih berupa tanah mentah. |
| Perizinan | Tanah kavling biasanya memiliki status Hak Guna Bangunan (HGB) atas nama pengembang, yang nantinya dapat dialihkan kepada pembeli menjadi Sertifikat Hak Milik (SHM). | Tanah biasa yang belum dibagi-bagi umumnya masih dalam status hak milik atau Hak Guna Usaha (HGU). |
Lihat juga: Tanah Dijual di Indonesia, Beragam Kota & Harga
Untung Rugi Beli Tanah Kavling
Keuntungan Investasi Tanah Kavling

1. Harga Relatif Terjangkau
Harga kavling tanah relatif lebih terjangkau untuk para calon investor properti.
Hal ini terutama bagi mereka yang ingin memulai investasi untuk pertama kali.
Alasan harga tanah kavling lebih murah karena investor membeli tanpa bangunan apa pun di atasnya.
Jadi, tak perlu membayar ongkos ekstra untuk pembangunan.
2. Minim Perawatan
Tanah kavling tidak memerlukan biaya perawatan yang signifikan.
Berbeda dengan rumah kontrakan atau rumah toko, di mana Anda harus membayar listrik dan air.
Tambah lagi, Anda harus menyiapkan dana untuk petugas kebersihan.
Sementara itu, kavling tanah dapat dibiarkan begitu saja, tetapi tetap menghasilkan cuan jangka panjang.
3. Potensi Return Investasi Tinggi
Seperti investasi properti lainnya, tanah kavling menawarkan potensi ROI tinggi untuk jangka menengah hingga panjang.
Harga akan mengikuti tren harga tanah di lokasi terkait.
Dengan strategi yang tepat, investor dapat memperoleh keuntungan yang signifikan dari investasi ini.
Contohnya, membeli tanah kavling di lokasi yang sedang berkembang.
4. Ada Potensi Sewa
Tanah kavling yang sudah dipetak-petakkan dapat disewakan kepada orang lain untuk dijadikan lahan usaha.
Jadi, hal ini dapat menambah pundi-pundi pendapatan tanpa kehilangan aset.
Menyewakan tanah kavling adalah langkah cerdas.
Dengan demikian, Anda tidak hanya memiliki potensi kenaikan nilai tanah, tetapi juga aliran income yang stabil.
Baca juga: 6 Cara Memanfaatkan Tanah Kosong untuk Bisnis yang Menguntungkan
5. Keamanan Kepemilikan
Anda tidak perlu khawatir tanah yang Anda miliki akan diserobot oleh orang lain.
Pasalnya, tanah kavling telah dipetak-petakkan sehingga risiko penyerobotan tanah sangat kecil.
Pembagian menjadi petak-petak kecil memastikan batas kepemilikan yang jelas.
Jadi dapat mengurangi potensi sengketa lahan di antara pembeli.
Baca juga: Sengketa Tanah: Definisi, Contoh Kasus, dan Cara Menyelesaikannya
6. Fleksibilitas Penggunaan
Tanah kavling memiliki sifat yang fleksibel, di mana Anda dapat menggunakannya untuk berbagai kepentingan jangka pendek, menengah, hingga jangka panjang.
Misalnya, investor dapat membangun rumah tinggal, menyewakannya sebagai tempat parkir, atau bahkan mengembangkan proyek bisnis di masa depan.
7. Solusi Terjangkau untuk Membangun Rumah Impian
Selain sebagai investasi, membeli tanah kavling merupakan solusi bagi Anda yang ingin mewujudkan rumah impian, tetapi belum memiliki dana cukup untuk membangunnya.
Dengan memiliki tanah kavling, Anda telah memiliki dasar untuk memulai perencanaan dan mengambil langkah menuju rumah yang diidamkan.
Nah, salah satu rekomendasi tanah kavling yang bisa Anda pertimbangkan untuk membangun hunian impian adalah tanah kavling di kawasan Vanya Park yang berada di jantung BSD City, Tangerang, Banten.
Dengan lokasi premium di jalan utama West BSD City, tepat di kawasan pengembangan Central Business District (CBD) BSD, Vanya Park sangat ideal untuk investasi properti jangka panjang.
Vanya Park BSD City menghadirkan beragam pilihan tipe tanah kavling siap bangun, mulai dari luas tanah 75 m² hingga 302 m² yang dapat Anda pilih sesuai kebutuhan.
8. Peruntukan yang Dapat Dipindahkan
Tanah kavling dapat dimanfaatkan dengan berbagai cara, misalnya, jika memiliki tanah dekat sekolah atau universitas, investor dapat menyewakannya sebagai tempat parkir.
Selain itu, tanah kavling juga dapat memiliki fungsi sama dengan tanah kebun.
Lahan potensial dimanfaatkan untuk bercocok tanam sehingga lebih produktif.
9. Petak-petak Memudahkan Penawaran
Tanah kavling umumnya memiliki ukuran yang lebih kecil daripada tanah kebun.
Maka itu, proses negosiasi pun menjadi lebih sederhana dan cepat.
Bahkan, tanah kavling yang sudah dipetakan memudahkan pencari rumah yang ingin membeli lahan dengan harga terjangkau.
Hal ini memudahkan penawaran antara penjual dan pembeli.
10. Keamanan Pembelian dari Pengembang
Jika Anda membeli tanah kavling dari perusahaan pengembang, Anda dapat merasa lebih tenang karena keamanan pembelian sudah terjamin.
Namun, sebelum memutuskan harus tetap waspada.
Cek reputasi pengembang apakah tanah kavlingnya sudah mengantongi IMB dan sertifikat HGB.
Bagi Anda yang ingin mendapatkan tanah kavling dari pengembang tepercaya, Anda dapat memilih Vanya Park di BSD City.
Pasalnya, kawasan Vanya Park dikembangkan oleh Sinar Mas Land, salah satu developer terkemuka di tanah air yang memiliki reputasi bagus di sektor properti.
Kerugian atau Risiko Investasi Kavling Tanah

1. Tingkat Likuiditas Rendah
Tanah kavling cenderung memiliki tingkat likuiditas yang lebih rendah dibandingkan dengan aset investasi lainnya, seperti saham atau obligasi.
Proses penjualan tanah biasanya memakan waktu lebih lama.
Nah untuk menemukan pembeli yang cocok dapat menjadi tantangan tersendiri.
2. Ada Pengaruh Lokasi terhadap Harga
Memilih lokasi yang strategis sangat penting dalam investasi tanah kavling.
Lokasi yang kurang strategis dapat mempengaruhi harga tanah, bahkan membuatnya turun.
Maka itu, sebelum berinvestasi pastikan Anda memilih lokasi tanah kavling yang memiliki potensi bagus, serta sesuai dengan rencana pengembangan Anda.
Anda dapat mempertimbangkan tanah kavling di Vanya Park BSD karena berlokasi di kawasan yang sudah maju dengan fasilitas lengkap.
Posisinya yang strategis menjadikan kawasan ini terhubung dengan mudah ke beragam fasilitas utama dan infrastruktur transportasi.
Kepemilikan tanah kavling di Vanya Park BSD menghadirkan peluang investasi jangka panjang yang menjanjikan.
Tidak hanya menarik bagi end user, membeli tanah kavling di Vanya Park BSD City juga ideal bagi Anda yang sudah memiliki hunian namun ingin menambah aset investasi berupa tanah siap bangun di kawasan BSD.
3. Ada Biaya Pajak
Meskipun tanah kavling tidak memerlukan perawatan harian seperti rumah kontrakan, rumah toko, atau apartemen, tetap ada biaya yang perlu diperhatikan.
Biaya perawatan dan pajak adalah faktor penting yang dapat memengaruhi keuntungan bersih yang Anda peroleh dari investasi tanah kavling.
3. Risiko Bencana Alam
Selain memperhatikan kontur tanah, sangat penting untuk memeriksa apakah lokasi tanah kavling rawan terhadap longsor, banjir, atau bencana alam lainnya.
Faktor keamanan lingkungan ini krusial agar nilai properti tetap terjaga dan investasi Anda aman dari risiko kerugian akibat bencana.
4. Waktu Penjualan Lama
Tanah kavling termasuk aset nonlikuid sehingga proses penjualan biasanya memerlukan waktu yang lebih lama.
Anda perlu bersabar dan mempertimbangkan jangka waktu investasi.
Lalu, bagaimana cara membeli tanah kavling agar tidak tertipu?
Cara Investasi Tanah Kavling

Ilustrasi tips investasi tanah kavling
- Pilih lokasi yang memiliki potensi pertumbuhan dan aksesibilitas yang baik. Kawasan yang ramai dan memiliki fasilitas penunjang biasanya lebih diminati, seperti kawasan Vanya Park di BSD.
- Lakukan riset tentang harga tanah kavling di lokasi yang diminati. Bandingkan harga dengan kawasan sekitar untuk memastikan Anda mendapatkan nilai yang wajar.
- Pastikan tanah memiliki legalitas yang jelas seperti sertifikat, IMB, dan dokumen lainnya.
- Tinjau kontur tanah, drainase, dan faktor-faktor lain yang memengaruhi pengembangan.
- Pertimbangkan faktor-faktor seperti lokasi, ukuran, dan potensi pengembangan saat menentukan harga jual.
- Anda bisa memperbaiki infrastruktur, menambah fasilitas, atau mengembangkan properti di atas tanah untuk meningkatkan nilai investasi bisnis tanah kavling.
Ciri-ciri Penipuan Tanah Kavling
Biasanya, penipu akan mengaku sebagai pemilik tanah kavling dan menawarkan harga yang menggiurkan kepada calon pembeli.
Mereka bakal menunjukkan dokumen-dokumen palsu.
Tips menghindarinya, yaitu verifikasi keaslian sertifikat tanah sebelum membeli.
Periksa nomor sertifikat, nama pemilik, dan tanda tangan yang terdapat di dalamnya.
Jika ada kecurigaan mengenai keaslian sertifikat, segera hubungi pihak Kementerian Agraria dan Tata Ruang (ATR) atau Badan Pertanahan Nasional (BPN).
Selanjutnya, penipu akan meminta Anda melakukan transaksi serah terima uang (transfer) bukan kepada pemilik sah (yang namanya tercantum di SHM.
Baca Juga: 7 Ciri-Ciri Penipuan Tanah Kavling yang Patut Diwaspadai
Selain itu, penipu akan menghindari pertemuan langsung dengan pemilik sah tanah.
Maka itu, Anda wajib bertransaksi dengan pemilih tanah yang namanya tercantum dalam sertifikat.
Sekian informasi seputar investasi tanah kavling dari segi keuntungan dan kerugian.
Simak artikel lainnya hanya di Panduan 99.co Indonesia.
Jika sedang cari tanah dengan harga terjangkau, temukan hanya di www.99.co/id!