Seluk-beluk Biaya Maintenance Apartemen yang Perlu Diketahui

8 Feb 2021 - Miyanti Rahman

Seluk-beluk Biaya Maintenance Apartemen yang Perlu Diketahui

Saat ini memilih apartemen dibanding rumah tapak sebagai tempat pulang dan rebahan merupakan hal yang lumrah.

Apalagi kalau di kota besar seperti Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta, hunian jenis ini menjadi favorit masyarakat urban.

Bukan karena tinggal di dalamnya lebih fancy dan trendi, tetapi sebagai tempat tinggal, hunian vertikal memang menawarkan kelebihan.

Namun sebelum menjatuhkan pilihan kepada apartemen impian, sebaiknya ketahui dulu rincian biaya maintenance apartemen.

Pasalnya, pengetahuan mengenai maintenance fee alias IPL akan sangat membantu dalam membuat financial plan yang lebih matang.

Terutama kalau kamu membeli apartemen dengan sistem kredit, sebab di sini bukan hanya angsuran saja yang perlu dipersiapkan.

Apa Itu Maintenance Fee atau Biaya IPL Apartemen?

biaya maintenance apartemen

Seperti yang sudah disinggung di atas, biaya maintenance apartemen disebut juga dengan IPL.

IPL apartemen adalah sebuah singkatan dari Iuran Pengelolaan Apartemen, di mana iurannya dibebankan kepada penghuni.

Adapun yang dimaksud penghuni di sini, yaitu siapa saja yang mendiami apartemen sebagai tempat tinggalnya.

IPL tersebut nantinya dibayarkan kepada pihak pengelola gedung yang bertanggung jawab dalam pemeliharaan hunian.

Dana untuk pemeliharaan hunian—meliputi pemeliharaan gedung, fasilitas internal, serta sarana dan prasarana—diambil dari IPL apartemen.

Peraturan Mengenai IPL

biaya maintenance apartemen

Rupanya, IPL apartemen enggak dipungut secara sembarangan, tetapi ada peraturan jelas mengenai hal ini.

Dasar hukum penarikan maintenance fee untuk hunian vertikal, termasuk apartemen tersurat dalam Undang-undang (UU) Nomor 20 Tahun 2011.

Undang-undang di atas bicara tentang Rumah Susun dan Peraturan Pemerintah Nomor 4 Tahun 1988 tentang Rumah Susun.

Dalam peraturan itu disebutkan bahwa pembiayaan pengelolaan benda dan tanah bersama dibebankan kepada pemilik atau penghuni.

Setiap apartemen tentunya menarifkan IPL berbeda, tergantung kepada kebijakan masing-masing pihak pengelola gedung.

Namun untuk mengetahui gambaran umum mengenai berapa biaya IPL apartemen, kamu dapat menggunakan rumus di bawah ini.

Berapa Biaya IPL Apartemen?

biaya maintenance apartemen

Biaya service charge apartemen atau biaya ipl atau biaya maintenance apartemen—atau apa pun kamu menyebutnya—memiliki rumus.

Biaya IPL yang wajib dibayar oleh penghuni atau pemilik apartemen dapat dikalkulasikan dengan rumus berikut ini.

Biaya IPL = Tarif Dasar IPL X Luas Unit Apartemen per m2

Berdasarkan rumus di atas dapat diketahui bahwa semakin luas unit apartemen yang ditempati, semakin besar pula IPL-nya.

Dana yang diperoleh dari IPL ini digunakan untuk membayar jasa kebersihan, keamanan, operasional, utilitas bangunan dan lain-lain.

Termasuk untuk membayar gaji karyawan yang bertugas di apartemen dan membayar asuransi.

Contoh

Diketahui bahwa seseorang tinggal dalam unit apartemen sederhana seluas 36 m2 dengan tarif IPL-nya adalah Rp10 ribu.

Maka biaya maintenance apartemen alias biaya IPL yang wajib dibayarkan yaitu sebagai berikut.

Biaya IPL = Tarif Dasar IPL X Luas Unit Apartemen per m2

Biaya IPL = Rp10.000,00 X 36 m2

Biaya IPL = Rp360.000,00

Perlu diketahui bahwa tarif dasar IPL biasanya ditentukan berdasarkan persetujuan Perhimpunan Pemilik dan Penghuni Satuan Rumah Susun (P3SRS) dengan pemilik atau penghuni apartemen.

Beberapa hal yang mempengaruhi besarnya tarif dasar IPL yang ditetapkan berdasarkan persetujuan tersebut.

  • Karakteristik gedung
  • Usia gedung
  • Jumlah unit apartemen
  • Fasilitas apartemen 

Rincian Biaya Lain yang Harus Diperhatikan

Tinggal di apartemen sering menjadi pilihan masyarakat urban saat ini, lantaran dinilai lebih praktis.

Kepemilikan rumah dianggap lebih merepotkan, karena pemilik harus bertanggung jawab terhadap seluruh bangunan serta isinya.

Sementara itu, jika hidup di apartemen, maka cukup membayar biaya maintenance apartemen saja.

Sisanya, tanggung jawab perawatan dapat kamu serahkan kepada pihak pengelola gedung.

Kendati demikian, kamu tidak bisa sepenuhnya melepaskan tanggung jawab tersebut, tentu lebih baik apabila ikut memantau.

Selain biaya maintenance apartemen, ada biaya lain yang harus diperhatikan, berikut penjabarannya.

Sinking Fund

Sinking fund merupakan biaya pemeliharaan fasilitas unit apartemen yang rusak, misalnya ada plafon pecah di unit apartemen kamu.

Nah, untuk memperbaikinya kamu dapat mengambil dana dari sinking fund, sehingga uang yang perlu dikeluarkan tidak begitu besar.

Besar sinking fund ini bervariasi tergantung kebijakan masing-masing pihak pengelola, tetapi biasanya mulai dari Rp100 hingga Rp200 ribu.

Biaya Listrik

biaya maintenance apartemen

Ya, biaya listrik merupakan salah satu biaya hidup di apartemen yang krusial dan wajib kamu perhatikan.

Biasanya, kebijakan mengenai biaya listrik bermacam-macam, ada yang memasukkannya dalam biaya IPL dan ada pula yang tidak.

Jangan kaget apabila tagihan listrik untuk unit apartemen yang dihuni cukup tinggi, sebab skemanya mengikuti gedung kantor dan mal.

Biaya Air

Pada umumnya tarif biaya air di apartemen mengikuti perhitungan dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) setempat.

Biaya air dihitung per meter kubik dan untuk pemakaian normal, jumlah tagihan biasanya di kisaran Rp100 hingga Rp200 ribu.

Supaya biaya hidup di apartemen ini tidak membengkak, kamu dapat menggunakan air cucian sebagai pengganti air flush toilet. 

Biaya Renovasi dan Dekorasi

Tidak semua hunian vertikal mengharuskan adanya biaya renovasi dan dekorasi unit apartemen.

Biasanya hanya apartemen di kota-kota besar saja, seperti kebanyakan apartemen di DKI Jakarta.

Biaya yang satu ini dibebankan apabila kamu ingin menginstall sesuatu dalam unit apartemen, misalnya custom furniture.

Biaya Parkir

Last but not least adalah biaya parkir apartemen, meskipun ada yang menggratiskannya dan ada pula yang sebaliknya.

Nah, untuk biaya parkir pada umumnya bujet yang perlu kamu siapkan yaitu di kisaran Rp20 hingga Rp100 ribu per bulan untuk motor.

Sementara untuk parkir kendaraan roda empat, kamu perlu mengeluarkan biaya Rp100 sampai Rp300 ribu per bulan.

Itulah rincian biaya maintenance apartemen dan biaya lainnya yang wajib dipersiapkan apabila ingin tinggal di apartemen.

Ya, jumlahnya memang tidak sedikit, tetapi sepadan dengan pelayanan yang akan kamu dapatkan.

Jadi bagaimana, sudah siap menjatuhkan pilihan kepada apartemen impian? Jangan lupa membelinya di 99.co Indonesia ya.

Namun apabila masih dalam proses memilih hunian yang tepat, temukan referensinya di proyek pilihan kami.

Selamat membeli apartemen!

Author:

Miyanti Rahman