Sebelum Pindah, Ketahui Rincian Biaya Tinggal di Apartemen Ini

25 Jun 2021 - Shandy Pradana

Sebelum Pindah, Ketahui Rincian Biaya Tinggal di Apartemen Ini

Foto: Pexels

Ada banyak keuntungan tinggal di apartemen. Terlebih jika apartemen itu memiliki berbagai fasilitas mumpuni di dalamnya.

Apartemen juga umumnya berada di pusat kota dan dekat dengan berbagai fasilitas publik, sehingga sangat cocok dengan gaya hidup masyarakat urban yang serba cepat

Namun, sebelum memutuskan untuk tinggal di apartemen, sudahkah kamu tahu berbagai biaya yang harus dikeluarkan?

Ya, selain biaya beli, atau biaya sewa bulanan atau sewa tahunan apartemen, penghuni apartemen juga mempunyai kewajiban untuk membayar biaya lain-lain.

Berikut adalah panduan singkat mengenai rincian biaya tinggal di apartemen.

7 Jenis Biaya Tinggal di Apartemen

Biaya Cicilan

biaya tinggal di apartemen

Foto: Unsplash

Biaya tinggal di apartemen pertama yang akan kita bahas adalah biaya cicilan. Tentunya, ini biaya yang harus disiapkan sebelum kamu membeli apartemen.

Sebelumnya, ada uang muka atau DP yang harus dibayar.

Jumlah cicilan sendiri tentunya disesuaikan dengan kesanggupan. Idealnya besaran cicilan adalah sebesar 30% dari pendapatan tiap bulan. 

Jadi, jika kamu memiliki gaji Rp10 juta per bulan, maka kamu bisa memiliki cicilan per bulan sebesar Rp3 juta.

Biaya Perpanjangan Hak Guna Bangunan (HGB)

Jika kamu memutuskan untuk membeli apartemen, biaya tinggal di apartemen yang satu ini juga harus diperhitungkan.

Umumnya, apartemen di Indonesia memiliki status kepemilikan HGB yang akan kadaluarsa dalam jangka waktu sekitar 25-30 tahun.

Perlu diingat juga kalau proses perpanjangan HGB dilakukan dua tahun sebelum masa HGB pertama habis.

Jika ingin memperpanjang HGB, kamu harus mengeluarkan biaya sebesar 5 persen dari luas lahan x Nilai Jual Objek Pajak (NJOP).

Biaya Dekorasi

biaya tinggal di apartemen

Foto: Unsplash

Baik beli atau sewa apartemen, biaya ini jangan lupa untuk dihitung ya!

Karena kadang beberapa apartemen tidak langsung terisi dengan berbagai perabotan (unfurnished).

Oleh karena itu, jika kamu berniat mendekorasi ruangan apartemen lalu menambahkan beberapa perabot baru, itu berarti kamu harus menyiapkan biaya dekorasi.

Tentu saja, besarnya biaya dekorasi tergantung dari ukuran serta desain apartemen yang kamu inginkan.

Biaya Listrik dan Air

Seperti namanya, biaya ini termasuk biaya listrik, air dan laundry. Berbeda dengan rumah lapak, Tarif Dasar Listrik (TDL) di apartemen umumnya jauh lebih mahal.

Hal ini dikarenakan regulasi Perusahaan Listrik Negara (PLN) yang mengenakan biaya berbeda pada bangunan yang masuk ke dalam kategori bisnis, termasuk apartemen.

Seperti halnya TDL, Tarif Dasar Air (TDA) di apartemen juga lebih mahal daripada yang dibayarkan penghuni rumah tapak.

Jika kamu berniat untuk memakai jasa binatu atau laundry, maka biaya ini juga termasuk ke dalam biaya yang harus dibayar setiap bulannya.

Apalagi kalau unit apartemen kamu tidak cukup luas untuk mesin cuci, maka laundry adalah solusinya.

Biasanya, biaya laundry sekitar Rp6 ribu hingga Rp10 ribu per kilogram.

Biaya Pemeliharaan Fasilitas Rusak

Dikenal juga dengan sinking fund, biaya pemeliharaan fasilitas adalah iuran yang dikenakan untuk fasilitas unit yang rusak. 

Misalnya, ada plafon yang rusak. Maka biayanya akan mengambil dari sinking fund ini. 

Besarannya sendiri sangat bervariasi. Tentunya tergantung dari kebijakan masing-masing pengelola apartemen. Biasanya mulai dari Rp100 sampai Rp200 ribu tiap bulannya.

Biaya Pengelolaan Apartemen

biaya tinggal di apartemen

Foto: Pixabay

Iuran Pengelolaan Apartemen (IPL) tidak jauh berbeda dengan sinking fund, sehingga banyak yang menyebutnya sebagai biaya perawatan apartemen atau maintenance fee.

Biasanya, biaya ini telah tercantum dalam Perjanjian Pengikatan Jual Beli (PPJB). Biaya ini sendiri tergantung ukuran unit.

Jadi, semakin luas unit apartemen yang kamu tempati, maka biaya IPL-nya semakin besar. 

Secara umum, biaya IPL diperuntukkan bagi kebersihan, keamanan, asuransi, gaji karyawan apartemen, operasional gedung, dan lainnya.

Biaya Parkir

Biaya tinggal di apartemen yang terakhir adalah biaya parkir. Meskipun terlihat sepele, biaya parkir juga cukup penting, lho.

Apalagi kalau kamu memiliki kendaraan bermotor, maka kamu harus mengalkulasi biaya parkir setiap bulannya.

Bahkan, meski telah membayar biaya parkir apartemen setiap bulannya, bisa saja kamu tidak mendapat tempat parkir.

Hal ini sering terjadi pada apartemen bersubsidi yang memiliki lahan parkir terbatas.

Pasalnya, apartemen seperti ini dirancang untuk warga yang tidak menggunakan kendaraan pribadi.

Meskipun akan menambah biaya setiap bulan, tapi biaya parkir di apartemen tetap jadi solusi yang aman untuk kendaraan kamu.

Selain itu, kamu juga bisa dibebankan tarif parkir yang lebih tinggi jika memarkir kendaraan di luar apartemen.

 

Nah, itu tadi beberapa rincian biaya tinggal di apartemen yang harus kamu ketahui.

Selain biaya, kamu juga harus mengetahui beberapa peraturan tinggal di apartemen agar bisa lebih nyaman dan betah.

Bagi yang sedang mencari apartemen murah beberapa pilihannya antara lain ada The Parc SouthCity, Klaska Residence dan masih banyak lagi.

Author:

Shandy Pradana