Panduan Lengkap Mengajukan KPR Rumah Second Tahun 2020

2 Mar 2020 - Yuhan Al Khairi

Panduan Lengkap Mengajukan KPR Rumah Second Tahun 2020

Kamu berencana membeli rumah bekas? Jangan khawatir, membeli rumah sekarang lebih mudah dengan mengajukan KPR. 

Bukan cuma rumah baru, mengajukan KPR rumah second juga bisa dilakukan, lho.

Kredit Kepemilikan Rumah atau KPR masih menjadi favorit banyak orang dalam membeli hunian. 

KPR sendiri dianggap lebih menguntungkan daripada metode pembayaran rumah secara cash ataupun tunai.

Dengan KPR, kamu enggak perlu repot-repot menyiapkan dana yang cukup di awal pembelian rumah tersebut. 

Pasalnya, biaya pembelian rumah tadi bisa dicicil setiap bulannya hingga jangka waktu tertentu.

Sangat memudahkan, bukan? 

Itu sebabnya, banyak orang tertarik menggunakan program kepemilikan rumah yang satu ini. 

Lantas, apakah kamu juga ingin mengajukan KPR rumah second?

Jika iya, simak panduan lengkap mengajukan KPR rumah second terbaru di tahun 2020 berikut ini.

Tahap demi Tahap Pengajuan KPR Rumah Second

Harga rumah bekas tak selamanya lebih murah daripada rumah baru. 

Terkadang, harga hunian tersebut justru lebih mahal karena alasan spesifikasinya mumpuni, lokasi prospektif, fasilitas lengkap dan lain-lain.

Maka dari itu, orang-orang masih membutuhkan KPR untuk membeli rumah bekas. 

Apabila kamu berminat untuk mengajukan KPR rumah second, berikut tahap demi tahap yang harus kamu lalui:

Cari Rumah Second

Langkah pertama yang harus dilakukan sebelum mengajukan KPR rumah second adalah mencari rumah tersebut. 

Tentu saja, bagaimana kamu bisa mengajukan KPR jika rumah yang ingin kamu beli belum ada?

Namun, tak bisa dipungkiri jika urusan membeli rumah tidak semudah membalik telapak tangan. 

Banyak hal yang harus dipertimbangkan saat mencari hunian yang tepat, seperti lokasi, ukuran dan lain-lain.

Untuk mempermudah mencari rumah second yang tepat, manfaatkan situs properti 99.co Indonesia

Dengan situs ini, kamu bisa menemukan beragam tipe hunian dari berbagai daerah di tanah air.

Selain itu, fitur pencarian situs ini juga sangat canggih. 

Kamu bisa menyesuaikan spesifikasi, lokasi, harga, fasilitas ruangan rumah sesuai dengan apa yang kamu inginkan pada mesin pencari 99.co Indonesia.

Jika rumah sudah ditemukan, barulah kita masuk ke langkah selanjutnya dari pengajuan KPR rumah second.

Memilih Bank Penyedia Layanan KPR


Saat ini, hampir seluruh bank besar negeri dan swasta di Indonesia menyediakan layanan KPR rumah second. 

Oleh sebab itu, pertimbangkan secara bijak layanan KPR mana yang akan kamu gunakan.

Pertimbangan sendiri dapat didasarkan pada skema cicilan, suku bunga, dan jangka waktu KPR. 

Pasalnya, masing-masing bank tersebut menawarkan skema, suku bunga, dan tenor kredit yang berbeda-beda.

Jika kamu sudah menemukan layanan KPR yang tepat, jangan lupa untuk mempersiapkan segala dokumen penting yang dibutuhkan saat pengajuan KPR rumah second. 

Apa sajakah itu? Dalam penjelasan berikutnya akan dijelaskan.

Memulai Proses Appraisal atau Penilaian

Setelah mengajukan KPR rumah second, selanjutnya pihak bank akan melakukan proses appraisal atau penilaian. 

Penilaian ini dilakukan untuk melihat kesanggupan menyelesaikan kredit rumah tersebut.

Proses appraisal sendiri dilakukan dengan metode BI Checking, yakni melihat kondisi keuangan dan histori kredit yang selama ini dilakukan oleh pemohon, apakah semuanya berjalan dengan lancar atau tidak.

Selain itu, appraisal juga meliputi penilaian harga rumah

Pada tahap ini, pihak bank akan melakukan survei secara langsung dan menilai berapa estimasi harga rumah second yang hendak kamu beli.

Proses penilaian harga rumah ini cukup penting, lho

Pasalnya, hal inilah yang nantinya menjadi penentu plafon pinjaman yang diberikan oleh pihak bank kepada kamu sebagai pihak debitur.

Membuat Surat Perjanjian Kredit (SPK)

Langkah selanjutnya dalam mengajukan KPR rumah second adalah membuat Surat Perjanjian Kredit (SPK). 

SPK sendiri sangat penting, sebab di dalamnya tercantum ketentuan kredit dan memiliki kekuatan hukum.

Selain itu, SPK berfungsi untuk menjaga keamanan pembeli dan penyedia layanan KPR dari segala risiko yang mungkin terjadi di kemudian hari. 

Beberapa poin yang harus diperhatikan saat membuat SPK adalah:

  1. Suku bunga yang ditetapkan

  2. Biaya appraisal

  3. Biaya tambahan lain, seperti:

    • Biaya Provisi;

    • Biaya administrasi;

    • Biaya Asuransi;

    • Biaya Notaris;

    • Biaya Pajak dan lain-lain

  1. Ketentuan penalti atau denda jika proses pelunasan dipercepat

  2. Penentuan notaris yang akan mengurus seluruh dokumen tersebut

Proses Tanda Tangan Akad


Setelah selesai dengan urusan pembuatan surat perjanjian kredit, maka sampailah kamu pada proses terakhir pengajuan KPR rumah second, yakni proses tanda tangan akad KPR.

Proses tanda tangan harus dilakukan di hadapan notaris yang telah ditunjuk oleh penjual rumah, debitur, dan pihak bank. 

Proses ini juga harus dihadiri oleh pihak-pihak terkait yang telah disebutkan di atas.

Kendati demikian, sebelum dapat menyelesaikan proses penandatangan akad, kamu diwajibkan untuk menyelesaikan beberapa hal terlebih dahulu, seperti:

  • Melunasi biaya KPR

  • Melunasi biaya jasa notaris

  • Menyerahkan dokumen; KTP, KK. NPWP, sertifikat rumah, IMB, dan PBB.

  • Menunggu notaris mengecek keabsahan dokumen

  • Hadir dan melakukan tanda tangan (jika sudah menikah wajib membawa pasangan)

  • Mendengar hak dan kewajiban masing-masing pihak


Itu tadi langkah demi langkah yang harus kamu lalui pada saat mengajukan KPR rumah second. 

Sebelum kita tutup pembahasan ini, ketahui pula syarat-syarat yang harus dipenuhi saat pengajuan KPR tersebut.

Syarat Dokumen Pengajuan KPR Rumah Second

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, penting untukmu memenuhi segala persyaratan yang diminta oleh pihak bank pada saat pengajuan KPR rumah second.

Syarat-syarat tersebut di antaranya:

  • Kartu Keluarga dan KTP;

  • NPWP;

  • Surat nikah;

  • Slip gaji 3 bulan terakhir;

  • Surat keterangan kerja; serta

  • Rekening koran tabungan 3 bulan terakhir.

Perlu digarisbawahi, bahwasannya syarat pengajuan KPR rumah second di masing-masing bank mungkin berbeda. 

Namun, beberapa syarat di atas adalah syarat umum yang biasanya diminta oleh bank mana pun.

Selain itu, jangan lupa untuk menyertakan dokumen dan surat-surat kepemilikan rumah tersebut, seperti:

  • Fotokopi sertifikat;

  • Fotokopi izin mendirikan bangunan (IMB);

  • Fotokopi bukti pembayaran PBB;

  • Surat perjanjian jual-beli rumah di atas materai yang ditandatangani oleh penjual dan pembeli.


Nah, sekarang kamu sudah tahu bukan apa saja syarat-syarat dokumen yang harus dipersiapkan saat pengajuan KPR rumah second? 

Semoga ulasan di atas bermanfaat ya. Selamat mencoba!

Author:

Yuhan Al Khairi