Mau Investasi Properti Syariah? Ini yang Perlu Diketahui

10 Mei 2019 - Martha

Mau Investasi Properti Syariah? Ini yang Perlu Diketahui

Dari sekian banyak pilihan investasi, mulai dari deposito, investasi emas hingga saham, yang dianggap bisa memberi keuntungan lebih adalah investasi properti.

Dan saat ini bentuk yang cukup banyak diminati adalah investasi properti syariah.

Beragam Keuntungan Investasi Properti Syariah

Namun sebelumnya, simak dulu yuk, beberapa keuntungan lebih dari investasi properti dibanding yang lainnya:

1.   Lebih minim resiko

Hal ini disebabkan oleh pergerakan nilai properti tidak secepat kenaikan saham, dan dianggap sangat cocok bagi yang tidak ingin mendapat resiko terlalu tinggi.

2.   Ada nilai tambah

Jika memiliki investasi berupa tanah, ini masih bisa dikembangkan dengan cara pembangunan rumah dan sebagainya,yang bisa menghasilkan keuntungan ganda.

3.   Nilai yang cenderung meningkat

Ini merupakan salah satu keuntungan menonjol dari investasi properti.

Nilai properti cenderung meningkat setiap tahunnya, bahkan bisa berkali lipat jika properti memiliki spesifikasi tertentu, misalnya berada di titik atau lokasi yang strategis.

4. Cocok untuk jangka panjang

Pada dasarnya, semua investasi memang memiliki jangka waktu yang relatif panjang, namun khusus investasi properti, yang notabene nilainya terus meningkat, jenis ini dinilai lebih baik.

Ditambah lagi sifat properti yang sangat tahan lama.

5. Jadi sumber pendapatan tetap

Jika belum berniat menjual, Anda bisa memberdayakan properti untuk mendapatkan penghasilan tetap.

Caranya adalah menyewakan properti dengan harga yang sesuai.

Dan sesuai dengan poin ketiga, karena nilainya yang cenderung meningkat, maka harga sewa pun bisa naik setiap tahunnya sehingga passive income Anda pun bisa bertambah.

Bicara investasi properti, kini ada bentuk yang tengah jadi tren. Yakni investasi properti syariah…

Properti syariah saat ini banyak diminati seiring meningkatnya kesadaran masyarakat akan konsep syariat Islam.

Bagi beberapa orang mungkin istilah ini masih asing…

Hal paling umum yang diketahui kebanyakan orang tentang properti syariah adalah bebas bunga dan riba.

Sehingga properti syariah hadir untuk mereka yang ingin memiliki rumah hunian dengan cara aman, sehat dan sesuai dengan aturan Islam.

Perbedaan KPR Syariah dan KPR Konvensional

Ya, prinsip dasar properti syariah tidak melibatkan unsur riba dan penipuan keuntungan dari sebuah transaksi jual beli. Sehingga penjual maupun pembeli tidak ada yang boleh merasa dirugikan.

Yang menarik, meski disebut properti syariah, ini sebenarnya diperuntukkan bagi siapa pun, selama mereka ingin memiliki hunian bebas riba.

Saat ini ada beberapa lembaga keuangan yang menawarkan produk berupa KPR Syariah.

Namun masih banyak yang meragukan bahwa ini benar-benar sesuai syariat. Karena itulah kemudian muncul properti syariah yang memenuhi kaidah-kaidah Islam.

Dimana calon pembeli langsung berhubungan dengan developer serta notaris yang telah ditunjuk, tanpa melibatkan pihak bank atau lembaga keuangan lainnya.

Agar lebih jelas, berikut secara ringkas perbedaan investasi properti melalui KPR Syariah, bank syariah dan konvensional…

  1. Pihak yang terlibat

Di KPR Syariah, transaksi terjadi antara 2 pihak yakni pembeli dan developer, sementara di bank syariah maupun bank konvensional, bank menjadi pihak ketiga yang ikut terlibat.

  1. Jaminan

Perbedaan berikutnya adalah rumah KPR Syariah tidak dijadikan jaminan, namun sebaliknya pada bank syariah maupun bank konvensional.

  1. Sistem denda

Jika bank syariah dan konvensional mengenal denda, tidak begitu dengan KPR Syariah.

  1. Sistem sita dan penalti

Tidak seperti bank konvensional, KPR Syariah dan bank syariah tidak menerapkaan sistem sita maupun penalti.

  1. Asuransi

KPR Syariah tidak memiliki asuransi, sementara Bank Syariah dan konvensional menggunakan asuransi.

Ciri Khas Properti Syariah


Selain tidak melibatkan bank, ada satu hal lagi yang menjadi ciri khas dari properti syariah.

Meski tidak semua, tapi banyak yang menerapkan skema pesan bangun (ishtishna’).

Jadi ketika ingin memiliki hunian di perumahan syariah, maka Anda harus pesan terlebih dahulu.

Setelah itu barulah developer akan mulai melakukan pembangunan.

Hal ini karena dalam menjalankan proyek pembangunan, developer tidak meminta bantuan pihak ketiga untuk menyediakan modal.

Kelebihan ishtishna’ salah satunya adalah Anda bisa melakukan customize desain rumah yang akan dipesan.

Namun tidak semua developer properti syariah menerapkan isthisna’, ada beberapa yang memang sudah menyediakan properti ready stock.

Biasanya ini dengan memanfaatkan perputaran modal yang terus dialokasikan untuk membangun hunian.

Sementara untuk transaksi sendiri Anda bisa pilih apakah akan membeli rumah dengan cara tunai atau kredit.

Apalagi karena tidak melibatkan bank, jadi Anda tidak akan dibebankan biaya administrasi oleh developer.

Bicara biaya, jika Anda membeli properti syariah maka…

Saat melakukan kesepakatan di awal akad, pihak developer akan menunjukkan harga perumahan syariah yang bersifat tetap dan nilainya tidak akan berubah.

Jadi sebelum melakukan perjanjian (akad) akan disepakati satu harga yang dipilih oleh pihak developer dan juga calon pembeli.

Beberapa hal yang ada dalam akad mencakup uang tunai, cicilan dan jangka waktu cicilan yang bervariasi (misalnya 5, 10 atau 15 tahun).

Intinya seluruh syarat dan segala yang ada dalam perjanjian harus sudah dipahami oleh kedua pihak, sehingga dengan begini tidak ada pihak yang merasa ditipu.

Selain harga tetap, jumlah cicilan juga bersifat tetap, alias tidak berubah sekalipun suku bunga yang ditetapkan Bank Indonesia berubah atau kondisi ekonomi fluktuatif.

Keuntungan dan Kelebihan Investasi Properti Syariah


Dari uraian di atas mungkin Anda sudah bisa membayangkan keuntungan dari investasi properti syariah ya…

Agar lebih jelas, berikut penjelasannya:

  1. Bebas riba dan lebih aman

Selain bebas riba, investasi properti syariah juga memiliki syarat yaitu tidak adanya gharar, yang berarti penipuan dan informasi yang menyesatkan yang bisa membuat pembeli merasa tertipu.

  1. Tanpa denda dan bebas sita

Anda bisa membeli langsung properti syariah kepada developer baik secara tunai maupun kredit.

Kalau pun membeli secara kredit, Anda juga tak perlu khawatir, karena cicilan tiap bulan yang harus dibayarkan lebih mengutamakan kepercayaan dan kesepakatan kedua belah pihak.

Semuanya dilakukan secara transparan dan mudah.

Salah satu kemudahan yang dimaksud adalah tanpa denda.

Jadi ketika membeli properti syariah secara kredit dan di tengah-tengah cicilan Anda tidak dapat membayar, maka tidak akan dikenakan denda.

Pihak developer akan mengatasi masalah ini hanya dengan memberikan peringatan saja.

Menariknya lagi, bisnis properti syariah juga tanpa sita.

Maksudnya adalah, ketika Anda berada dalam masalah dan tidak dapat membayar beban cicilan properti syariah yang dibeli, maka developer tidak akan menyita perumahan syariah.

Bahkan developer akan membantu mengatasi masalah dengan menjual properti yang Anda miliki.

Bahkan selama properti tersebut masih belum laku, Anda masih bisa menempati hunian tersebut.

Dan ketika properti berhasil terjual, maka hasilnya akan dibagi antara Anda sebagai pembeli dan tentunya pihak developer.

Besaran yang akan diambil developer adalah sejumlah kredit yang belum Anda bayarkan, dan sisanya baru lah dikembalikan ke pembeli.

Tapi harus diingat, developer akan memberikan seluruh kemudahan ini selama Anda sebagai pembeli memberi tahu secara jujur dan terbuka mengenai masalah yang dihadapi.

Gunanya tentu agar mereka dapat memberikan kebijakan terbaik bagi kedua belah pihak, dan tidak ada yang dirugikan atau diberatkan.

  1. Resiko lebih rendah

Meski modal yang dibutuhkan dalam hal ini cukup besar, namun Anda tidak perlu khawatir akan rugi. Karena seperti yang disinggung di bagian awal bahwa pada dasarnya harga properti (termasuk properti syariah) terus meningkat setiap tahun.

Jadi meski bermodal relatif besar, resikonya terbilang rendah karena harga properti cenderung stabil.

  1. Keuntungan besar

Lagipula dengan modal besar, keuntungan yang diperoleh juga tidak kalah besarnya kok

Apalagi nilainya juga terus meningkat dan bisa dijadikan sumber pendapatan rutin jika properti disewakan.

Jadi bisa dibilang investasi properti syariah memiliki prospek yang cerah ya.

Karena Anda tinggal pilih, jika ingin untung yang cepat dan rutin, sebaiknya Anda sewakan, lalu jika Anda ingin untung yang besar, bisa dijual saja, meski untuk yang satu ini waktunya tidak bisa ditentukan.

Langkah-Langkah Investasi Properti Syariah


Setelah paham semua kelebihan dan keuntungannya, apa Anda tertarik untuk membeli dan memiliki investasi properti syariah?

Saat ini sudah banyak developer properti syariah yang bisa Anda jadikan pilihan.

Tapi bagaimana kalau Anda masih baru dalam investasi properti syariah?

Tenang saja, Anda bisa kok mencoba tips dan langkah mudah berikut sebagai panduan dalam membeli properti syariah:

  1. Lokasi dan fasilitas properti yang menarik

Di dunia properti, lokasi adalah hal yang jadi pertimbangan utama calon pembeli.

Jadi, sebaiknya pastikan lokasi rumah yang tidak merugikan apalagi membahayakan, dan tentu saja harus strategis ya.

Bisa saja properti tidak berada di tengah kota, tapi setidaknya punya akses yang mudah ke fasilitas sosial seperti sekolah, kantor, pasar, rumah sakit dan sebagainya.

Nah, bicara fasilitas, perhatikan juga fasilitas yang disediakan di lingkungan hunian.

Misalnya saja sarana olahraga, tempat ibadah, taman, hingga layanan keamanan yang memadai. Hal-hal tersebut bisa saja tidak wajib, tapi bisa menjadi nilai lebih bagi properti syariah.

  1. Bandingkan harga

Terkait fasilitas yang ditawarkan tentu juga akan mempengaruhi harga properti.

Sebaiknya lakukan survei mengenai pasaran harga hunian di daerah tersebut, bandingkan dan hunian lain yang sejenis dengan fasilitas yang kurang lebih sama.

Setelah itu barulah Anda bisa mengetahui nilai yang sesuai untuk properti Anda.

  1. Cari pengembang yang baik

Layaknya mencari properti, untuk memulai investasi properti syariah juga harus mendapatkan developer yang tepat.

Cek terlebih dahulu track record, dimana Anda bisa lihat pengalaman dan segala sesuatu terkait sepak terjang sang pengembang sebelumnya.

Peluang Bisnis Properti Syariah


Menyinggung soal developer, meski tadi disebutkan bahwa pilihannya sudah banyak, tentunya penyedia properti syariah belum sebanyak properti pada umumnya.

Memang bukan hal yang mudah untuk terjun sebagai penyedia properti syariah, mengingat harus memiliki modal yang cukup, dan dalam proses ini tidak boleh melibatkan lembaga keuangan seperti bank.

Namun bukannya tidak mungkin lho…

Seorang developer properti syariah membeberkan bahwa ia bisa menjalankan bisnisnya dengan modal awal puluhan juta saja.

Dalam hal ini pengembang sangat terbantu karena tidak berjalan sendiri, melainkan ada beberapa orang yang membentuk kelompok dimana di dalamnya ada kontraktor, pemilik lahan dan tentunya pemodal.

Inilah yang membuat bisnisnya berjalan dengan mudah.

Kalau pun ada investor yang terlibat, itu tak lebih dari lima proyek dari ratusan yang sudah dikerjakan, dan nilai investasinya pun kecil yakni sekitar Rp 100 juta - Rp 200 juta.

Namun begitu, yang membuat properti syariah tetap menarik untuk dikembangkan, karena dirasa lebih mudah, baik bagi pembeli maupun pengembang.

Terlebih karena tidak melibatkan pihak bank, sehingga calon pembeli tidak perlu melalui proses BI checking.

Dalam hal ini, pengembang hanya melakukan verifikasi terhadap kemampuan membayar calon pembeli. Berdasarkan ini, barulah setelah itu dibuat kesepakatan antara kedua belah pihak.

Karena merasakan kemudahan seperti ini, banyak calon pembeli yang berminat, sehingga seringkali unit properti syariah habis terjual tak lama setelah diluncurkan.

Dan kalau Anda termasuk orang yang tertarik untuk menggeluti bisnis properti syariah ini, ada beberapa hal yang perlu dilakukan agar persiapan lebih matang:

  1. Berkonsultasi dengan ahli

Memulai bisnis properti syariah, Anda harus benar-benar paham dulu ilmu dasar jual beli yang sesuai dengan syariah Islam.

Nah, mendapatkan pengetahuan dan pemahaman dari konsultan di bidang investasi properti, terlebih yang paham dengan prinsip syariah, akan mencegah Anda menyimpang dari aturan-aturan yang seharusnya.

Biasanya seorang konsultan bisnis syariah memahami dan tahu betul mengenai alur bisnis yang harus Anda lakukan.

  1. Modal yang cukup

Menjadi penyedia properti syariah tentu menuntut Anda untuk memiliki modal yang cukup. Ini demi jaminan kelancaran pembangunan unit properti.

Meski dari contoh yang disebutkan sebelumnya, Anda bisa memulai bisnis dengan modal yang relatif kecil yakni puluhan juta saja, perputaran dana harus tetap berjalan dari berbagai arah agar tidak kehabisan.

Dalam bisnis properti syariah yang penting yang harus diingat adalah keuntungan yang berasal dari nilai jual rumah, bukan berasal dari bunga kredit, sehingga tidak memiliki unsur riba.

  1. Memilih lokasi

Meski diperuntukkan bagi siapa saja, bisnis properti syariah memang memiliki pasar konsumen utama dari mereka yang beragama Islam.

Jadi, dalam pembangunan proyek, pastikan Anda mempertimbangan aspek lokasi, misalnya akses yang mudah ke tempat ibadah, dan jauh dari lingkungan yang dinilai tidak sesuai dengan syariat Islam.

Dan seperti yang disinggung sebelumnya, lokasi yang strategis dengan kemudahan akses ke berbagai fasilitas akan menentukan nilai jual juga.

  1. Penuhi hal-hal dalam perjanjian syariah

Tahap selanjutnya adalah menyiapkan dokumen terkait aspek perjanjian jual beli rumah. Di dalamnya harus dipastikan ada unsur yang mencakup spesifikasi teknis, lama pengerjaan, serta jadwal serah terima.

Semuanya sekali lagi harus berdasarkan kesepakatan dari kedua belah pihak. Dan ini harus disiapkan sebelum Anda meluncurkan produk ke pasaran ya.

Dengan begini calon pembeli bisa mengetahui hal-hal detail terkait properti dan sistem pembelian dari sejak awal.

  1. Promosi

Nah, ketika semuanya telah Anda persiapkan, barulah saatnya Anda mengatur strategi pemasaran dan promosi.

Yang penting, tentu Anda harus menonjolkan unsur-unsur syariah yang ada di dalam properti yang ditawarkan.

Misalnya seperti seluruh transaksi menggunakan akad yang sesuai dengan skema syariah.

Meski memiliki banyak peminat, sebuah produk tentunya tetap harus dipromosikan. Pastikan saat promosi Anda memberikan informasi produk selengkap dan semenarik mungkin.

Data berupa lokasi, fasilitas dan spesifikasi bangunannya harus dijelaskan dengan rinci sehingga calon pembeli bisa mengetahui gambaran menarik dari produk properti yang Anda tawarkan.

Sebagai referensi, Anda bisa lihat sejumlah listing properti syariah yang menarik di 99.co Indonesia ya

Author:

Martha