
Banyak pilihan investasi yang bisa dipilih oleh masyarakat, mulai dari deposito, investasi emas hingga saham.
Kendati demikian, yang dianggap dapat memberi keuntungan lebih salah satunya adalah investasi properti.
Saat ini, bentuk yang cukup banyak diminati adalah investasi properti syariah. Kira-kira apa keunggulan jenis investasi ini? Berikut ulasannya.
Keunggulan Investasi Properti Syariah
Lebih Minim Risiko
Hal ini disebabkan oleh pergerakan nilai properti tidak secepat kenaikan saham, serta dianggap sangat cocok bagi yang tidak ingin mendapat risiko terlalu tinggi.
Jadi meski bermodal relatif besar, risikonya terbilang rendah karena harga properti cenderung stabil.
Properti syariah secara spesifik juga menawarkan kemudahan lainnya, salah satunya adalah tanpa denda dan riba.
Jadi ketika membeli properti syariah secara kredit dan di tengah-tengah cicilan Anda tidak dapat membayar, maka tidak akan dikenakan denda.
Menariknya lagi, bisnis properti syariah juga tanpa sita.
Maksudnya adalah, ketika Anda berada dalam masalah dan tidak dapat membayar beban cicilan, maka developer tidak akan menyita rumah.
Bahkan pengembang akan membantu mengatasi masalah tersebut, dengan membantu menjual properti yang Anda miliki.
Perlu dicatat pula, selama properti masih belum laku, Anda masih bisa menempati rumah tersebut, lho.
Dan ketika properti berhasil terjual, maka hasilnya akan dibagi antara Anda sebagai pembeli dan tentunya pihak developer.
Besaran yang akan diambil adalah sejumlah kredit yang belum Anda bayarkan, dan sisanya barulah dikembalikan ke pembeli.
Tapi harus diingat, developer akan memberi seluruh kemudahan ini selama Anda jujur dan terbuka mengenai masalah yang dihadapi.
Gunanya tentu agar mereka dapat memberikan kebijakan terbaik bagi kedua belah pihak, dan tidak ada yang dirugikan atau diberatkan.
Nilai yang Cenderung Meningkat
Nilai properti cenderung meningkat setiap tahunnya, bahkan bisa berkali lipat jika lokasinya berada di wilayah yang strategis.
Lagipula dengan modal besar, keuntungan yang diperoleh juga tidak kalah besarnya kok.
Apalagi nilainya juga terus meningkat dan bisa dijadikan sumber pendapatan rutin jika properti disewakan.
Jadi bisa dibilang investasi properti syariah punya prospek yang cerah.
Jika ingin untung yang cepat dan rutin, sebaiknya Anda sewakan.
Lalu jika ingin untung yang besar bisa dijual saja, meski untuk yang satu ini waktunya tidak bisa ditentukan.
Cocok untuk Jangka Panjang
Pada dasarnya, semua investasi memang memiliki jangka waktu yang relatif panjang.
Namun khusus investasi properti, yang notabene nilainya terus meningkat, jenis ini dinilai lebih baik.
Jika Anda memiliki investasi tanah, ini masih bisa dikembangkan dengan membangun rumah dan sebagainya, yang bisa menghasilkan keuntungan ganda.
Jadi Sumber Pendapatan Tetap
Jika belum berniat menjual, Anda bisa memberdayakan properti untuk mendapatkan penghasilan tetap.
Caranya adalah melalui sewa properti dengan harga yang sesuai.
Sesuai dengan poin ketiga, karena nilainya yang cenderung meningkat, maka passive income Anda pun bisa bertambah setiap tahunnya.
Perbedaan KPR Syariah dan Konvensional
Sebab tidak melibatkan unsur riba, proses jual beli perumahan syariah biasanya tidak merugikan pembeli atau penjual.
Bahkan meski disebut properti syariah, ini sebenarnya diperuntukkan bagi siapa pun, selama mereka ingin memiliki hunian bebas riba.
Saat ini ada beberapa lembaga keuangan yang menawarkan produk pembelian rumah berupa KPR syariah.
Tapi masih banyak yang meragukan, karena itulah muncul properti syariah yang lebih menegaskan kaidah-kaidah keislaman.
Dengan ini calon pembeli langsung berhubungan dengan developer dan notaris yang telah ditunjuk, tanpa melibatkan pihak bank.
Agar lebih jelas, berikut perbedaan singkat antara investasi properti melalui KPR Syariah, bank syariah, dan konvensional.
Baca juga:
Prosedur Kredit Rumah Syariah hingga Cara Melunasinya
Pihak yang Terlibat
Di KPR syariah, transaksi terjadi antara dua pihak, yakni pembeli dan developer.
Sementara di bank syariah maupun bank konvensional, bank menjadi pihak ketiga yang ikut terlibat.
Jaminan
Perbedaan berikutnya adalah rumah KPR syariah tidak dijadikan jaminan, tapi sebaliknya pada bank syariah dan bank konvensional.
Sistem Denda
Jika bank syariah dan konvensional mengenal denda, tidak begitu dengan KPR syariah.
Sistem Sita dan Penalti
Tidak seperti bank konvensional, KPR syariah dan bank syariah tidak menerapkan sistem sita maupun penalti.
Asuransi
KPR syariah tidak memiliki asuransi, sementara bank syariah dan konvensional menggunakan asuransi.
Ciri Khas Properti Syariah
Selain tidak melibatkan bank, ada satu hal lagi yang menjadi ciri khas dari properti syariah.
Meski tidak semua, tapi banyak yang menerapkan skema pesan bangun (istishna’).
Jadi ketika ingin memiliki hunian di perumahan syariah, maka Anda harus pesan terlebih dahulu.
Setelah itu, barulah developer akan mulai melakukan pembangunan.
Hal ini karena dalam menjalankan proyek pembangunan, developer tidak meminta bantuan pihak ketiga untuk menyediakan modal.
Kelebihan istishna’ salah satunya adalah, Anda bisa melakukan customize desain rumah yang akan dipesan.
Namun tidak semua developer properti syariah menerapkan istishna’, ada beberapa yang memang sudah menyediakan properti ready stock.
Biasanya ini dengan memanfaatkan perputaran modal yang terus dialokasikan untuk membangun hunian.
Sementara untuk transaksi sendiri, Anda bisa pilih apakah akan membeli rumah dengan cara cash keras atau kredit.
Apalagi karena tidak melibatkan bank, jadi Anda tidak akan dibebankan biaya administrasi oleh developer.
Saat melakukan kesepakatan di awal akad, pihak developer akan menunjukkan harga perumahan syariah yang bersifat tetap dan nilainya tidak akan berubah.
Jadi sebelum melakukan perjanjian (akad) akan disepakati satu harga yang dipilih oleh pihak developer dan juga calon pembeli.
Beberapa hal yang ada dalam akad mencakup uang tunai, cicilan, dan jangka waktu kredit yang bervariasi (misalnya 5–15 tahun).
Intinya seluruh syarat dan segala yang ada dalam perjanjian harus sudah dipahami oleh kedua pihak, sehingga dengan begini tidak ada pihak yang merasa ditipu.
Selain harga tetap, jumlah cicilan juga bersifat tetap alias tidak berubah, sekalipun suku bunga yang ditetapkan Bank Indonesia berubah atau kondisi ekonomi fluktuatif.
Langkah-Langkah Investasi Properti Syariah
Setelah paham semua kelebihan dan keuntungannya, apa Anda tertarik untuk membeli dan memiliki investasi properti syariah?
Saat ini sudah banyak developer properti syariah yang bisa dijadikan pilihan. Tapi bagaimana kalau Anda masih baru dalam investasi ini?
Tenang saja, Anda bisa kok mencoba tips dan langkah mudah berikut sebagai panduan dalam membeli properti syariah.
Baca juga:
Simulasi KPR Syariah, Cara Menghitung Kredit Tanpa Riba
Lokasi dan fasilitas properti yang menarik
Di dunia properti, lokasi adalah hal yang jadi pertimbangan utama calon pembeli.
Jadi, sebaiknya pastikan lokasi rumah yang tidak merugikan apalagi membahayakan, dan tentu saja harus strategis, ya.
Bisa saja properti tidak berada di tengah kota, tapi setidaknya punya akses yang mudah ke fasilitas sosial seperti sekolah, kantor, pasar, rumah sakit, dan sebagainya.
Nah bicara fasilitas, perhatikan juga fasilitas yang disediakan di lingkungan hunian.
Misalnya saja sarana olahraga, tempat ibadah, taman, hingga layanan keamanan yang memadai.
Meski diperuntukkan bagi siapa saja, konsumen utama bisnis properti adalah masyarakat yang beragama muslim.
Jadi pilih lokasi proyek yang berdekatan dengan masjid, atau minimal jauh dari area-area yang tidak sesuai dengan syariat Islam.
Seperti yang disinggung sebelumnya, lokasi rumah strategis dengan kemudahan akses ke berbagai fasilitas akan menentukan nilai jual juga.
Bandingkan harga
Fasilitas yang ditawarkan tentu akan mempengaruhi harga properti.
Sebaiknya lakukan survei mengenai harga pasaran rumah di daerah tersebut. Lalu, bandingkan dengan hunian lain sejenis yang memiliki fasilitas kurang lebih sama.
Setelah itu, barulah Anda bisa mengetahui nilai yang sesuai untuk properti tersebut.
Cari pengembang yang baik
Layaknya mencari properti, untuk memulai investasi properti syariah juga harus mendapatkan developer yang tepat.
Cek terlebih dahulu track record-nya, di mana Anda bisa lihat pengalaman dan segala sesuatu terkait sepak terjang sang pengembang sebelumnya.
Peluang Bisnis Properti Syariah
Menyinggung soal developer, meski tadi disebutkan bahwa pilihannya sudah banyak, tentunya penyedia properti syariah belum sebanyak properti pada umumnya.
Memang bukan hal yang mudah untuk terjun sebagai developer syariah, mengingat harus memiliki modal yang cukup, dan dalam prosesnya tidak boleh melibatkan lembaga keuangan seperti bank.
Namun bukannya tidak mungkin, lho.
Seorang developer properti syariah membeberkan, bahwa ia bisa menjalankan bisnisnya dengan modal awal puluhan juta saja.
Dalam hal ini pengembang memang tidak berjalan sendiri. Di dalam timnya ada kontraktor, pemilik lahan, dan tentunya pemodal.
Faktor-faktor inilah yang membuat bisnisnya berjalan dengan mudah.
Kalau pun ada investor yang terlibat, itu tak lebih dari lima proyek dari ratusan yang sudah dikerjakan, dan nilai investasinya pun kecil yakni sekitar Rp100–200 juta.
Namun, yang membuat properti syariah tetap menarik dikembangkan, karena dirasa lebih mudah baik bagi pembeli maupun pengembang.
Terlebih karena tidak melibatkan pihak bank, sehingga calon pembeli tidak perlu melalui proses BI checking.
Dalam hal ini, pengembang hanya melakukan verifikasi terhadap kemampuan membayar calon pembeli.
Berdasarkan data tersebut, barulah setelah itu dibuat kesepakatan antara kedua belah pihak.
Karena merasakan kemudahan seperti ini, banyak calon pembeli yang berminat, sehingga seringkali unit properti syariah habis terjual tak lama setelah diluncurkan.
Kalau Anda termasuk orang yang tertarik untuk menggeluti bisnis properti ini, ada beberapa hal yang perlu dilakukan agar persiapan lebih matang:
Berkonsultasi dengan ahli
Memulai bisnis properti syariah, Anda harus benar-benar paham dulu ilmu-ilmu dasar dan syarat jual beli dalam Islam.
Nah, mendapatkan pengetahuan dan pemahaman dari konsultan di bidang investasi properti, terlebih yang paham dengan prinsip syariah, akan mencegah Anda menyimpang dari aturan-aturan tersebut.
Biasanya seorang konsultan bisnis syariah memahami dan tahu betul mengenai alur bisnis yang harus dilakukan.
Modal yang cukup
Menjadi penyedia properti syariah tentu menuntut Anda untuk memiliki modal yang cukup.
Ini demi jaminan kelancaran pembangunan unit properti.
Meski dari contoh yang disebutkan sebelumnya, Anda bisa memulai bisnis dengan modal yang relatif kecil yakni puluhan juta saja.
Pastikan perputaran dana harus tetap berjalan dari berbagai arah, supaya dana yang telah disiapkan tidak terbuang sia-sia.
Dalam bisnis properti syariah yang penting yang harus diingat, ialah keuntungan yang berasal dari nilai jual rumah, bukan berasal dari bunga kredit.
Penuhi hal-hal dalam perjanjian syariah
Tahap selanjutnya adalah menyiapkan dokumen terkait aspek perjanjian jual beli rumah.
Di dalamnya harus dipastikan ada unsur yang mencakup spesifikasi teknis, lama pengerjaan, serta jadwal serah terima.
Semuanya sekali lagi harus berdasarkan kesepakatan dua belah pihak.
Ini harus disiapkan sebelum Anda meluncurkan produk ke pasaran, ya.
Dengan begini calon pembeli bisa mengetahui hal-hal detail terkait properti dan sistem pembelian dari sejak awal.
Lakukan promosi
Ketika semuanya telah dipersiapkan, barulah saatnya Anda mengatur strategi pemasaran dan promosi.
Yang penting, tentu Anda harus menonjolkan unsur-unsur syariah yang ada di dalam properti yang ditawarkan.
Misalnya, seperti seluruh transaksi menggunakan akad yang sesuai dengan skema syariah.
Pastikan promosi properti Anda memberikan informasi produk selengkap-lengkapnya serta dikemas semenarik mungkin.
Data berupa lokasi, fasilitas, dan spesifikasi bangunannya harus dijelaskan dengan rinci, sehingga calon pembeli bisa mengetahui gambaran menarik dari produk properti yang ditawarkan.
Sebagai referensi, Anda bisa lihat sejumlah iklan properti syariah yang yang ada di 99.co Indonesia.
Bahkan jika tertarik untuk membeli rumah baru, terdapat beberapa opsi yang dipilih di laman tersebut, seperti Springhill Yume Lagoon, Golden East Menganti, dan Istana Regency Jatinangor.
Tentu saja, sebagian besar properti yang ada di 99.co Indonesia bisa dibeli dengan metode pembayaran syariah, lho.
Semoga bermanfaat!
Baca juga: