
Foto: Pexels
Ada banyak keuntungan tinggal di apartemen, terlebih jika di dalam apartemen tersebut memiliki berbagai fasilitas yang mumpuni.
Apartemen juga umumnya berada di pusat kota dan dekat dengan berbagai fasilitas publik, sehingga sangat cocok dengan gaya hidup masyarakat urban yang serba cepat.
Namun sebelum memutuskan untuk tinggal di apartemen, sudahkah kamu tahu rincian biaya yang harus dikeluarkan?
Ya, selain harga beli atau biaya sewa, penghuni apartemen juga mempunyai kewajiban untuk membayar biaya-biaya lainnya.
Agar tidak salah perhitungan, berikut panduan singkat mengenai rincian biaya tinggal di apartemen.
7 Jenis Biaya Tinggal di Apartemen
Biaya Cicilan
Foto: Unsplash
Biaya tinggal di apartemen pertama yang akan kita bahas adalah biaya cicilan. Ini tentu harus disiapkan sebelum membeli apartemen.
Selain cicilan, ada pula uang muka yang harus dibayar terlebih dahulu. Besarannya bervariasi, mulai dari 10-30% dari harga unit.
Jumlah cicilan pun harus disesuaikan dengan kesanggupan. Idealnya besaran cicilan adalah sebesar 30% dari pendapatan tiap bulan.
Jadi, jika kamu memiliki gaji Rp10 juta per bulan, maka kamu bisa memiliki cicilan per bulan sebesar Rp3 juta.
Biaya Perpanjangan Hak Guna Bangunan (HGB)
Jika kamu memutuskan untuk membeli apartemen, biaya tinggal di apartemen yang satu ini juga harus diperhitungkan.
Umumnya, apartemen di Indonesia memiliki sertifikat Hak Guna Bangunan (HGB) yang dapat kadaluarsa dalam waktu 25-30 tahun.
Perlu diingat juga kalau proses perpanjangan HGB dilakukan dua tahun sebelum masa HGB pertama habis.
Jika ingin memperpanjang HGB, kamu harus mengeluarkan biaya sebesar 5 persen dari luas lahan x Nilai Jual Objek Pajak (NJOP).
Biaya Dekorasi
Foto: blog.froy.com
Meskipun kamu membeli atau memutuskan untuk sewa apartemen, biaya yang satu ini jangan lupa dihitung, ya.
Apalagi jika unit apartemen yang kamu pilih tergolong unfurnished, atau jenis unit yang tidak dilengkapi dengan perabotan.
Tentu saja, besaran biaya pembelian furnitur tergantung pada kebutuhan, ukuran, serta desain apartemen yang kamu inginkan.
Biaya Listrik, Air, dan Laundry
Seperti namanya, biaya ini termasuk biaya listrik, air, dan laundry.
Berbeda dengan rumah lapak, Tarif Dasar Listrik (TDL) di apartemen umumnya jauh lebih mahal.
Hal ini dikarenakan regulasi Perusahaan Listrik Negara (PLN) yang mengenakan biaya berbeda pada bangunan bisnis, seperti apartemen.
Seperti halnya TDL, Tarif Dasar Air (TDA) di apartemen juga lebih mahal daripada yang dibayarkan oleh penghuni rumah tapak.
Jika kamu berniat untuk memakai jasa binatu atau laundry, maka ini juga termasuk dalam biaya yang harus dibayar tiap bulannya.
Apalagi kalau unit apartemen kamu tidak cukup luas untuk mesin cuci, maka laundry adalah solusinya.
Biasanya, biaya laundry dibanderol sekitar Rp6–10 ribu per kilogram. Semakin sedikit cucian, maka semakin hemat biasa laundry-mu.
Biaya Pemeliharaan Fasilitas Rusak
Foto : rent.com
Dikenal juga dengan sinking fund, biaya pemeliharaan fasilitas adalah iuran yang dikenakan untuk fasilitas unit yang rusak.
Misalnya ada plafon yang rusak, maka biayanya akan mengambil dari deposit sinking fund tersebut
Besarannya sendiri sangat bervariasi, tentunya tergantung dari kebijakan masing-masing pengelola apartemen.
Biasanya, mulai dari Rp100 ribu sampai Rp200 ribu tiap bulannya.
Biaya Pengelolaan Apartemen
Foto: Pixabay
Iuran Pengelolaan Apartemen (IPL) tidak jauh berbeda dengan sinking fund, sehingga banyak yang menyebutnya sebagai biaya perawatan apartemen atau maintenance fee.
Biasanya, biaya ini telah tercantum dalam Perjanjian Pengikatan Jual Beli (PPJB). Besarannya sendiri tergantung pada ukuran unit.
Karena itu semakin luas unit apartemen yang kamu tempati, maka semakin besar biaya IPL yang harus dibayarkan.
Secara umum, biaya IPL diperuntukkan bagi kebersihan, keamanan, asuransi, gaji karyawan apartemen, operasional gedung, dan lainnya.
Biaya Parkir
Foto: apartmentguide.com
Biaya tinggal di apartemen yang terakhir adalah biaya parkir. Meskipun terlihat sepele, biaya parkir juga cukup penting, lho.
Apalagi kalau kamu memiliki kendaraan bermotor, maka kamu harus mengalkulasi biaya parkir setiap bulannya.
Bahkan, meski telah membayar biaya parkir apartemen setiap bulannya, bisa saja kamu tidak mendapat tempat parkir.
Hal ini sering terjadi pada apartemen bersubsidi yang memiliki lahan parkir terbatas.
Pasalnya, apartemen seperti ini dirancang untuk warga yang tidak menggunakan kendaraan pribadi.
Meskipun akan menambah biaya setiap bulan, tapi biaya parkir di apartemen tetap jadi solusi yang aman untuk kendaraanmu.
Selain itu, kamu juga bisa dibebankan tarif parkir yang lebih tinggi jika memarkir kendaraan di luar apartemen.
Nah, itu tadi beberapa rincian biaya tinggal di apartemen yang harus kamu ketahui.
Selain biaya, kamu juga harus mengetahui beberapa peraturan tinggal di apartemen agar terhindar dari risiko denda.
Bagi yang sedang mencari apartemen murah, coba tengok unit apartemen di The Parc SouthCity dan Klaska Residence, ya.